Share

Anak Itu Lagi

Penulis: Aldra_12
last update Tanggal publikasi: 2026-05-28 16:21:24

Ginny menoleh pada Kian yang tak melanjutkan ucapannya.

“Mienya kenapa, Bu?” Ginny memandang Kian yang diam terpaku. Ginny mencoba menarik ke arah mana tatapan Kian tertuju.

“Bu.” Ginny mencoba menyadarkan Kian yang melamun.

“Tunggu sebentar,” kata Kian sambil mengemudikan mobilnya lagi saat lampu sudah hijau.

Ginny semakin bingung dengan sikap Kian. Tapi dia tetap mengangguk mengikuti perkataan Kian.

Mobil berhenti di bahu jalan, area parkir yang tak mengganggu pengendara lain.

“Anda mau ke ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Siapa Orang Tuanya?

    Di rumah kecil tempat Kaylan tinggal.Bocah laki-laki berumur lima tahun ini duduk di depan ember. Kedua tangan mungilnya mengucek pelan baju milik Sienna.Kaylan mencuci dengan kehati-hatian. Mereka tak punya banyak pakaian, jadi setiap baju yang mereka miliki, harus diperlakukan dengan baik agar tidak cepat rusak.“Uhuk … Kay.” Kaylan menoleh. Dia menatap ke arah suara Sienna terdengar.Kaylan membasuh kedua tangannya lebih dulu sebelum menghampiri Sienna.“Ibu, kenapa Ibu tidak tidur?” Kaylan mendekat ke Sienna yang duduk di bangku kecil.“Kamu sedang apa?” Tatapan Sienna tertuju ke tangan Kaylan yang basah.“Aku mencuci. Baju Ibu sudah habis, tidak ada yang bersih.” Kaylan tersenyum.Mata Sienna berkaca-kaca. Rasa bersalah menghantuinya.Sejak kembali ke kota ini, hidup mereka benar-benar berantakan. Sienna tidak punya pekerjaan tetap, semua barang-barang sudah dia jual untuk menghidupi Kaylan.Bahkan mereka mungkin akan diusir dari rumah ini jika Sienna tidak segera mendapatkan

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Model Yang Sulit

    Hari berikutnya.Kian duduk di belakang mejanya, mengecek beberapa berkas saat Ginny masuk ke dalam ruang kerjanya.“Bu, Tim marketing sudah menghubungi Luna. Tapi dia menolak kerjasama yang kita tawarkan dengan alasan kita tidak serius ingin menjalin hubungan dengannya.”Kening Kian berkerut dalam. Dia tatap Ginny yang berdiri di depan mejanya.“Apa maksud ucapannya itu? Tidak serius? Apa karyawan kita membuat kesalahan?” Kian menandatangani berkas di meja setelah bicara.“Karyawan sudah menghubungi managernya sesuai prosedur. Lalu pagi ini tim kita menemui Luna di tempat pemotretan sesuai dengan janji yang sudah tim kita dan managernya buat, tapi setibanya di sana, ternyata penjelasan Tim tidak bisa diterima dan Luna menolak kerjasama itu.”Kening Kian berkerut dalam. Dia menatap Ginny yang baru saja selesai menjelaskan.“Panggil tim yang menemui Luna, biar aku mendengar langsung penjelasan darinya,” pinta Kian.Ginny mengangguk. Dia keluar dari ruangan untuk melaksanakan perintah K

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Bikin Cemburu Lagi

    Kian menyuapkan makanan ke mulut Arthur sebelum menjawab pertanyaan suaminya ini.Sambil mengaduk-aduk makanan di tempat yang Kian pegang, dia berkata, “Bukan sengaja menemui. Tapi tadi tak sengaja bertemu dengannya yang sedang berjualan koran.” Satu sudut alis Arthur tertarik ke atas. Dia ingin membuka suara, tapi Kian sudah kembali bicara.“Dia masih sangat kecil, tapi harus berjuang keras seperti itu.” Tatapan Kian kembali tertuju pada Arthur, senyumnya tampak getir. “Ayahnya sudah tiada, ibunya sakit-sakitan. Kamu bisa bayangkan, bagaimana bisa anak sekecil itu berpikiran dewasa, menjual koran demi obat dan sesuap nasi untuk perutnya dan perut ibunya?”“Kamu iba dan menolongnya?” Arthur langsung menebak ke mana arah cerita Kian.Kian tidak menyangka Arthur akan langsung mengatakan itu. Kian mengedikkan kedua bahu. “Ya, aku mana bisa diam melihat anak laki-laki itu melawan terik matahari hanya untuk recehan uang yang ingin dia dapatkan.”Arthur mengerutkan kening melihat ekspresi

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kaylan

    Bocah kecil berwajah polos ini menggeleng.“Aku tidak mencuri, Ibu.” Kaylan menatap panik dan cemas.Saat dia mendengar suara batuk Sienna lagi, Kaylan segera pergi mengambil air putih.Kaylan kembali ke kamar, segelas air dia bawa dengan hati-hati.“Ibu, airnya minum dulu.” Kaylan bicara sambil mengulurkan gelas yang dibawanya ke Sienna.Sienna menerima gelas pemberian Kaylan. Dia minum lebih dulu untuk melegakkan tenggorokannya yang perih.Sienna mencoba tenang, setelahnya tatapan Sienna berubah sendu.Sienna melihat Kaylan yang menatap polos padanya.“Kay, Kay tidak mencuri, kan? Ibu mengajari Kay untuk tidak mencuri.” Sienna kali ini bicara dengan tenang.Emosi berlebih membuat kondisinya memburuk.Kaylan menggeleng.Sienna menarik napas dalam-dalam. Dia menekan emosi dan keterkejutannya melihat Kaylan membawa uang banyak, sebelum kembali bertanya, “Lalu, Kay dapat dari mana uang itu? Jujur ke Ibu, Ibu tidak akan marah.”Kaylan menurunkan pandangannya, matanya tertuju ke lembaran

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Anak Itu Lagi

    Ginny menoleh pada Kian yang tak melanjutkan ucapannya.“Mienya kenapa, Bu?” Ginny memandang Kian yang diam terpaku. Ginny mencoba menarik ke arah mana tatapan Kian tertuju.“Bu.” Ginny mencoba menyadarkan Kian yang melamun.“Tunggu sebentar,” kata Kian sambil mengemudikan mobilnya lagi saat lampu sudah hijau.Ginny semakin bingung dengan sikap Kian. Tapi dia tetap mengangguk mengikuti perkataan Kian.Mobil berhenti di bahu jalan, area parkir yang tak mengganggu pengendara lain.“Anda mau ke mana, Bu?” Ginny bertanya lagi, dia benar-benar bingung dengan Kian.Kian tak membalas. Dia melepas sabuk pengaman, lalu turun dari mobil.Ginny ikut turun. Dia harus memastikan Kian baik-baik saja.Pandangan Kian tertuju pada anak kecil itu. Anak kecil yang kemarin dia beri sepotong burger.Kian melihat anak itu sibuk berjualan koran di pinggir jalan. Tempat berbahaya yang tak seharusnya menjadi tempat anak sekecil itu.Kian berhasil menyeberang.Dia berjalan menghampiri anak kecil yang sedang m

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Apa Kesal?

    Arthur kembali ke kamar setelah selesai bicara dengan Arron.Tatapan Arthur tertuju pada Kian yang masih duduk di atas ranjang..“Kenapa belum tidur?” Arthur naik ke ranjang. Dia duduk di samping istrinya, satu tangan langsung merangkul pundak Kian.Kian tersenyum kecil. Dia tatap wajah Arthur begitu dalam.“Apa Kakek kesal karena aku tidak mau hamil lagi?” Kian memastikan.Sejak makan tadi, Kian resah dan bersalah karena sudah menghancurkan keinginan Arron yang ingin memiliki cicit.Bagaimanapun Kian menyadari jika Arthur harapan satu-satunya yang bisa melanjutkan garis keturunan keluarga Hadwin, lalu sekarang Kian malah tidak mau hamil lagi.Arthur mengusap lembut kepala Kian setelah mendengar pertanyaan istrinya.“Apa kamu memasukkan ucapan Kakek ke dalam hati?” Kecupan hangat didaratkan di pelipis Kian setelah Arthur bertanya.Kian menggeleng pelan.“Aku tidak memasukkannya ke dalam hati, hanya saja merasa tidak enak dan merasa bersalah padanya.” Kian memberikan tatapan sendu pada

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status