Share

Persaingan Bisnis

Aвтор: Aldra_12
last update publish date: 2026-04-17 11:01:02

‘Asalkan chip ini kamu tancapkan ke port USB mana pun yang terpasang di rumah itu, maka semua data yang terkoneksi dengan kabel port USB itu terhubung, akan bisa aku ambil.’

‘Kenapa kamu butuh mencuri data dari sana?’

‘Lakukan saja tugasmu, dan bayaran besar akan menantimu. Bukankah kamu datang ke kota untuk hidup enak?’

Siska mengingat percakapannya dengan Hendra.

Demi hidup mewah dan nyaman, Siska akan melakukan apa pun yang Hendra perintahkan.

Lagi pula, salah siapa Kian dan keluarganya tid
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава
Комментарии (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
Siska belum kena batu'y itu berani main2 sama kluarga Hadwin...
ПРОСМОТР ВСЕХ КОММЕНТАРИЕВ

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Mencemaskan Satu Sama Lain

    Malam hari.Kian masih belum tidur.Dia duduk sambil bermain ponsel.Seharian ini, perasaannya gelisah.Kondisi tubuhnya mendadak turun lagi, sampai-sampai tekanan darahnya turun dan membuat Dokter cemas.“Apa dia lembur?” Kian menatap jam di layar ponsel.Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Tapi Arthur belum juga datang.Kian ingin menghubungi, tapi takut mengangguk.Dia hanya bisa menghela napas kasar.“Dia sudah bekerja keras. Dia pasti lelah.”Kian bersalah. J

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Siapa Yang Memfitnah?

    Semua tatapan langsung tertuju pada Arthur.Bagaimana bisa nama Kiandra Shaylin, tertulis di berkas sebagai penjual desain?Nama dan alamat email yang tertera, memang milik Kian di perusahaan HW. Company.Jemari Arthur mencengkram, meremat tepian kertas yang ada di tangannya.Sebelum telapak tangannya menghantam meja dengan sangat kuat.“Apa kalian sedang ingin memfitnah? Bagaimana bisa kalian menuduh Kiandra, istriku. Sebagai penjual desain ini?!” Suara Arthur menggeram tertahan.“Saya berani bersumpah, Pak. Pembuat desain yang menjualnya pada saya, memang bernama Kiandra ini.” Kepala Tim Desain Air Company membalas cepat. “Desainnya dikirim via emai

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kasus Plagiat

    Arthur berada di ruang kerjanya. Dia mendengarkan laporan dari anak buahnya yang diterima oleh Kendrick.Mengetahui Hendra benar-benar datang lagi membawa bunga dan buah untuk Kian, cukup membuat Arthur tak suka.“Bagaimana, Tuan? Apa tetap berikan pada Kian?” Kendrick memastikan sebelum memberi perintah.Tatapan Arthur menajam. “Suruh mereka saja yang makan, atau buang saja!”Kendrick melipat bibirnya.Seharusnya dia sudah bisa menebak keputusan Arthur, tapi masih saja mencoba bertanya.Kendrick segera mengirim pesan balasan sesuai dengan yang Arthur katakan.Setelahnya Kendrick kembali menatap pada Arthur.

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Semakin Waspada

    Setelah Kian tertidur kembali.Arthur keluar dari kamar.Tatapannya tertuju pada kedua penjaga yang ditugaskannya.“Sejak tadi kalian tidak meninggalkan depan kamar sama sekali, lalu kenapa kalian tidak melapor jika Hendra menemui Kian?”Tatapan Arthur begitu tajam ke kedua anak buahnya.Kedatangan Hendra adalah kelalaian mereka.Dua pria di depan Arthur terkejut, mereka saling pandang sebelum kembali menatap Arthur.“Kami langsung datang setelah diberi perintah untuk menjaga Nona Kian. Ketika baru tiba di sini, kami melihat Pak Hendra keluar dari kamar Nona Kian.”&

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Antisipasi

    Malam hari.Arthur berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang inap Kian.Seharian meninggalkan sang istri, Arthur tak sabar ingin melihat perkembangan kondisi Kian.Dua penjaga yang Arthur tugaskan juga ada di depan kamar.Mereka membungkuk ke Arthur yang baru datang.“Seharian ini tidak ada masalah, kan?” Arthur memastikan.“Tidak ada, Tuan.”Arthur mengangguk.Tangannya mendorong pintu hingga terbuka, setelahnya Arthur masuk ke dalam.Berjalan masuk lebih dalam, tatapan Arthur tertuju pada Kian yang sudah tidur.Arthur berhenti tepat di samping ranjang Kian. Tangannya terulur merapikan rambut Kian yang agak berantakan, sebelum mencium kening istrinya penuh perhatian.Arthur tidak banyak membuat gerakan atau bersuara yang bisa mengejutkan Kian.Dia memilih duduk di kursi samping ranjang, menunggu dan memastikan Kian tidur dengan nyaman sambil mengecek berkas-berkas yang dia bawa.Sampai, Arthur melihat pergerakan dari ranjang.Dia menutup berkas yang ada di tangan. Dengan hati-hati

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Agak Aneh

    Senyum Hendra terangkat kecil. Dia begitu tenang menghadapi Kian dengan segala pertanyaan wanita ini.“Kebetulan, saat datang ke perusahaan. Aku mendengar karyawan di kantor bergosip kalau kamu masuk rumah sakit. Aku juga tidak tahu dari mana mereka tahu. Saat aku lihat sendiri ke sini, ternyata benar kalau kamu sedang dirawat.”Kian mengangguk-angguk percaya.“Apa aku boleh tanya sesuatu? Tapi mungkin ini sedikit privasi.” Hendra bicara dengan sangat hati-hati agar Kian tidak takut padanya.Kian mengangguk ragu. “Jika memang bisa saya jawab, saya akan menjawab.”Kian menatap serius karena pertanyaan Hendra.Hendra mengangguk-angguk.“Aku hanya penasaran. Kamu tinggal di kota yang jauh dari sini, tapi tiba-tiba saja bisa menikah dengan Arthur. Bagaimana pertemuan kalian? Apakah sama sepertiku saat bertemu denganmu pertama kali?” Tatapan Hendra begitu dalam setelah selesai mengutarakan pertanyaannya.Kian tersenyum tenang. Walau, pertanyaan ini sedikit aneh untuknya.“Mungkin karena ka

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kedua Kali

    Suara lantang Kian membuat langkah pria penabrak terhenti. Kian segera mengayunkan langkah menghampiri pria tua yang pernah diselamatkannya di lampu merah waktu ini, kini Kian harus melihat pria tua itu ditabrak sampai jatuh di trotoar, bahkan makanan yang dibawa pria tua itu sampai jatuh.“Kamu j

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kerasnya Arron

    Di rumah mewah Arron.Napas kasar berulang kali Arron embuskan. Kedua tangannya kini meremat kuat pangkal tongkat yang digenggamnya.“Apa Arthur sudah ada tanda-tanda mengajukan perceraian dengan wanita itu?” Tatapan Arron menajam saat tertuju pada Malvin–asisten pribadinya.Malvin menggeleng pelan

  • Istri Kilat Presdir Tampan    File Hilang

    Saat jam istirahat.Kanaya masih duduk di belakang meja kerjanya. Matanya menelisik ke seluruh ruangan, memastikan sudah tidak ada satu karyawan pun yang tertinggal di ruang departemen desain, semuanya pergi ke kantin untuk makan siang.Bangkit dari duduknya, lalu melangkah menuju meja Kian. Kanaya

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Pembeli Rumah Kian

    Setelah selesai makan malam.Arthur melangkahkan kaki untuk menuju ke kamar. Namun, dia kembali berhenti ketika melihat Kian yang duduk di sofa.“Tidak istirahat?” katanya.Kian menoleh saat mendengar ucapan Arthur, begitu saling tatap dengan pria ini, Kian membalas, “Aku tidur di sofa sini saja.”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status