Share

Rapat Tanpa Kian

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-01-05 17:28:48
Saat siang hari.

Daniel bangkit dari duduknya, lalu melangkah menghampiri meja Kian setelah Kanaya dan yang lain pergi meninggalkan departemen desain.

“Kian.”

“Hm ….” Pandangan Kian terangkat ke arah Daniel, dia melihat Daniel yang kini sudah berdiri di depan mejanya. “Ada apa?” tanyanya.

“Kamu tidak pergi?” Daniel menatap penasaran pada Kian setelah bertanya.

Kening Kian berkerut samar. “Pergi ke mana?”

Kini Daniel yang mengerutkan kening. “Tentu saja pergi rapat dengan Presdir kita membahas de
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Adeena
cari tau sedetail mungkin Arthur tentang Kanaya..
goodnovel comment avatar
Berta Sitorus
mantap.. jadi baca dari atas lagi ga bosen bosen malah bertambah penasarannya saya. makasih kk penulis.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sama-sama Kehilangan

    Di luar kamar.Arron menunduk menyembunyikan tangisnya.Hatinya begitu ngilu mendengar teriakan dari Kian.“Tuan.” Malvin hanya bisa diam menatap kepedihan yang juga Arron rasakan.“Kenapa harus begini? Kenapa harus cicitku yang menjadi korban?” Arron tak bisa membendung air matanya.Malvin hanya bisa tertunduk diam. Untuk saat ini, tidak ada satu pun yang tak bersedih.Di dalam kamar.Kian masih terus menangis. Arthur masih terus memeluk, membiarkan tangan Kian memukuli lengannya.“Kembalikan bayiku, aku mau bayiku, Arthur.” Suara Kian mulai memelan, serak karena teriakan yang tak ada hentinya.“Aku janji akan membawanya kembali, Kian. Kumohon sekarang tenangkan dirimu dulu.” Arthur masih belum melepas pelukan.Kini Arthur menundukkan kepala, matanya terpejam menahan air mata yang siap jatuh dari pelupuk matanya.Kian masih sesenggukan, tubuhnya benar-benar lemas, bahkan kata-kata sudah tak sanggup lagi keluar dari bibirnya.Arthur masih terus memeluk, sesekali dia mencium pipi Kian

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Jujur Pada Kian

    Arthur mencoba untuk tenang. Matanya terpejam beberapa saat sebelum menoleh pada Kendrick lagi.“Selidiki, ke mana Siska sebelum pergi ke stasiun, pasti ada jejak yang memperlihatkan ke mana saja dia pergi membawa bayiku.” Tatapan Arthur masih begitu merah.“Baik, Tuan. Akan segera saya laksanakan.” Kendrick mengangguk.“Juga, minta orang untuk mengecek setiap bayi yang baru saja lahir, bagaimanapun caranya aku harus menemukan bayiku.” Suara Arthur sedikit menggeram.Kendrick kembali mengangguk pelan.“Lalu, sekarang apa rencana Anda terhadap Kian, Tuan? Anda ingin jujur padanya atau ingin membohonginya dengan memberikan bayi lain?” Kendrick memastikan.Arthur diam beberapa saat. Napasnya berembus kasar, sebelum dia berkata, “Sepertinya lebih baik jujur. Jika aku membohonginya, maka masalahnya akan semakin membesar.”Kendrick mengangguk-angguk pelan. “Saya mengerti, Tuan.”Setelah meminta polisi untuk segera menangani kasus ini. Arthur kembali ke rumah sakit tempat Kian dirawat sendir

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Korban Perdagangan?

    Bola mata Arthur melebar.Rahangnya mengeras, matanya memerah menahan kesedihan dan ketakutan yang begitu beras.“Bagaimana bisa? Apa maksudmu?” Suara Arthur pelan tertahan.Kendrick mengembuskan napas pelan. Sejenak dia menurunkan pandangan sebelum kembali memandang Arthur.“Saya antar melihatnya sendiri.”Kendrick mengajak Arthur pergi ke rumah sakit lain dekat stasiun tempat Siska dibawa.Sesampainya di sana.Kendrick membawa Arthur melewati koridor menuju kamar mayat.“Apa maksudnya? Apa Siska meninggal?” Arthur menatap penasaran.Kendrick mengangguk pelan. “Dia meninggal di tempat.”Arthur menghentikan langkahnya.“Lalu bagaimana dengan bayiku? Apa ada yang menolongnya?” Arthur menatap penuh harap. Bagaimana caranya menyampaikan ke Kian jika terjadi sesuatu pada bayinya.Kendrick melihat kepanikan dari sorot mata Arthur, apalagi kedua tangan Arthur kini mencengkram kuat lengannya.“Tuan, polisi masih menyelidiki kasus ini. Mereka juga sudah mengecek rekaman kamera CCTV di sekitar

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Ditemukan

    Arthur duduk di kursi tunggu depan kamar inap Kian.Berulang kali dia mengguyar kasar rambutnya ke belakang.Arthur bingung. Jika Kian bangun nanti, lalu bayi mereka belum juga ditemukan, apa yang harus dia katakan pada Kian.Arthur menyandarkan kepala ke belakang, wajahnya menengadah, matanya terpejam untuk sekadar menenangkan pikirannya.“Arthur.”Arthur membuka mata mendengar suara sang kakek.Dia menegakkan tubuhnya, tatapannya kini tertuju pada Arron.Pria tua ini menatap sendu ke arahnya.“Kek.” Suara Arthur hampir habis. Kebingungan yang melandanya, menekan kata-kata berhenti di ujung lidahnya.Arron mendekat bersama Malvin. Dia duduk di samping Arthur.“Bagaimana kondisi Kian?” Arron mencemaskan Kian.Arthur terdiam sejenak. Dia mengembuskan napas berat.“Kian belum tahu soal bayinya. Aku benar-benar tidak bisa memberitahunya.” Kepala Arthur tertunduk setelah bicara.“Malvin sudah meminta bantuan polisi lalu lintas untuk mencari pelakunya. Semoga bayi Kian segera ditemukan.”A

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Tahu Pelakunya

    Arthur berjalan tergesa-gesa menuju ruang security.Dia baru saja mendapat kabar perkembangan kasus penculikan bayinya.Saat masuk ke dalam ruang security rumah sakit, tatapan Arthur tertuju pada seorang perawat yang duduk dengan kepala tertunduk.“Dia pelakunya?” Arthur langsung memberikan tuduhannya.“Bukan, Pak.” Dokter menatap ke perawat yang merupakan asistennya. “Dia yang membuka akses ke pelaku agar bisa keluar masuk dengan leluasa melalui jalur tenaga medis.”Arthur begitu geram. Dia ingin mendekat tapi security menahannya.“Di mana bayiku?!” Arthur berteriak penuh amarah.Tubuh perawat ini gemetaran. Dia tidak berani mengangkat pandangan.Perawat ini ketahuan karena tertangkap kamera CCTV yang terpasang di pintu akses untuk tenaga medis.Dia sudah memasukkan pelaku penculikan ke dalam rumah sakit tiga jam sebelum kejadian.“Jika kamu mengatakan, di mana wanita itu membawa bayiku, mungkin aku akan memberimu keringanan hukuman.” Arthur menatap dengan kilatan dari matanya.“Saya

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Nasib Bayi Kian

    Arron baru saja sadar.Dia menatap langit-langit kamar, sebelum menoleh ke samping ketika mendengar suara Malvin.“Bagaimana perasaan Anda, Tuan? Saya akan panggilkan Dokter untuk memeriksa Anda lebih dulu.” Malvin siap berbalik, tapi terhenti karena panggilan lirih dari Arron.“Bagaimana kondisi Kian dan Arthur? Apa cicitku sudah ketemu?” Suara Arron sangat lemah.Malvin tertunduk dalam.“Anda jangan memikirkan itu dulu, Tuan. Yang terpenting sekarang menstabilkan kondisi Anda.” Malvin takut jika informasi yang dimilikinya membuat kondisi Arron semakin parah.“Bagaimana bisa aku tidak berpikir? Cucuku terpukul dan cicitku hilang, bagaimana bisa aku tidak berpikir?” Arron mencengkram dadanya setelah bicara dengan sangat emosional.Malvin panik. Dia menekan tombol memanggil perawat, sebelum menenangkan Arron.“Bayi Tuan Arthur memang belum ditemukan. Tapi saya sudah mengerahkan orang untuk mencari keberadaan penculiknya. Saya juga sudah meminta bantuan teman Anda di kepolisian untuk me

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menjadi Bukti dan Saksi

    Daniel terkapar dengan darah segar yang menggenang di lantai setelah Oliver mengambil ponselnya dan meninggalkannya begitu saja.Yang tanpa Oliver tahu, Daniel memiliki ponsel lain yang dia gunakan untuk menyimpan semua bukti-bukti kejahatan Oliver.Dengan napas yang berat dan kesad

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Gagal Jujur

    Bola mata Arthur membola lebar mendengar ucapan Kian. Namun, sebelum dia mengelak, Kian sudah lebih dulu berkata.“Tenang saja, aku akan menjaga batasan.”Arthur menatap Kian yang tersenyum manis padanya.“Walau sebenarnya, Pak Oliver menawariku menjadi asistennya.”“Apa?” Suara Arthur ketika terk

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Atasan Baru

    Kian melangkah keluar dari kamar mandi dengan rambut tergulung handuk. Langkah Kian terhenti kala tatapannya tertuju pada Arthur yang berdiri di dekat jendela.Punggung lebar, tubuh tegap begitu sempurna, jika ada yang mengatakan kalau Arthur adalah orang kaya, Kian pasti akan percaya karena Arthur

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Maunya Yang Murah

    Supervisor lagi-lagi dibuat terkejut dengan reaksi Kian.Kian langsung menoleh pada Arthur, suaminya berdiri tenang sambil berucap, “Kenapa tidak lihat dulu?”“Bolehkah?” Kian memastikan.Melihat Arthur mengangguk-angguk pelan, Kian akhirnya menggeser posisi berdirinya, berpindah ke depan etalase y

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status