Share

Rencana Carla

Author: Aldra_12
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-04 17:31:32

Arthur bergegas ke rumah sakit. Setibanya di sana, dia menemukan Carla di salah satu ruang perawatan UGD.

“Arthur.”

Arthur segera mendekat pada Carla yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

Begitu sampai di sisi ranjang, Arthur memperhatikan tubuh Carla.

Kening diperban dan satu lengan dipasang penyangga.

“Apa yang terjadi?” Arthur bertanya dengan nada tenang.

Mata Carla masih berkaca-kaca, bibirnya sedikit berkerut menahan tangis.

“Ini sakit,” rintih Carla.

Helaan napas pelan meluncur dari
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
jujur aja Kian kalo kamu cemburu biar Arthur ga ngurusin Carla...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kian Menghilang

    Keesokan harinya.Arthur terbangun dengan wajah terkejut. Dia baru saja mimpi sangat buruk sampai membuat wajahnya memucat.Arthur menetralkan detak jantungnya, sebelum menoleh ke samping untuk melihat kondisi Kian.Hingga betapa terkejutnya Arthur ketika tak mendapati Kian di sisi ranjang.“Kian.” Arthur melompat dari ranjang begitu saja. Arthur mencari ke balkon, pintu di sana terkunci rapat. Kakinya melangkah menuju kamar mandi, tapi istrinya juga tidak ada di dalam sana.“Kian.” Arthur memanggil panik.Arthur keluar dari kamar, suaranya yang lantang mencari keberadaan Kian, membuat para pelayan terkejut.“Ada apa, Tuan?” Salah satu pelayan memberanikan diri bertanya saat melihat kepanikan di wajah Arthur.“Di mana Kian? Kamu melihatnya?” Arthur tak bisa menyembunyikan kecemasannya.“Nona Kian?” Pelayan terkejut. “Saya belum melihatnya sejak memulai pekerjaan, Tuan.”Wajah Arthur semakin memucat. “Cari Kian, kalian harus menemukannya!” perintah Arthur.Semua pelayan dibuang kalang

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sangat Terpukul

    Arthur berdiri di sisi ranjang. Wajahnya pucat dan panik melihat kondisi Kian yang seperti ini.Tidak menangis, tidak tertawa.Kian diam dengan tatapan kosongnya.“Bagaimana kondisinya, Dok?” Arthur bertanya setelah Dokter selesai memeriksa Kian.Dokter menoleh pada Arthur, kepalanya menggeleng.“Untuk sekarang, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Pasien dalam kondisi syok berat. Pikirannya mungkin kosong sehingga dia menjadi seperti ini.” Dokter menatap sedih melihat kondisi Kian. “Jika dia mau sadar, dia akan sadar. Yang terpenting sekarang pastikan dia tak sendiri dan selalu diawasi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.”Tubuh Arthur lemas mendengar penjelasan Dokter. Dia kembali menatap Kian yang diam dengan tatapan menghadap ke langit-langit kamar.Arthur mengangguk. “Aku mengerti, Dok.”Setelah Dokter selesai memeriksa dan meresepkan obat. Malvin mengantar Dokter untuk meninggalkan kamar Arthur.Arthur memandang pada Kian, bagaimana caranya mengembalikan keceriaan di wajah

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sama-sama Kehilangan

    Waktu seperti berhenti mendengar apa yang baru saja Arthur katakan.Jantung Arron berdegup kencang, napasnya sampai tertahan sejenak.“Ap-apa maksudmu, Arthur?” Arron benar-benar tak percaya dengan apa yang didengarnya.“Bayi kami sudah meninggal, Kek. Bajingan itu membunuhnya.” Arthur memeluk semakin erat tubuh Arron, dia menyembunyikan tangisnya di pundak sang kakek.Arron benar-benar tak bisa bernapas mendengar ucapan Arthur, sampai akhirnya kedua tangannya membalas pelukan Arthur.Satu tangan Arron menepuk-nepuk pelan punggung cucunya ini.“Tenangkan dirimu, tenangkan dirimu, Arthur.” Arron berusaha menahan nyeri di dadanya, dia tidak bisa tumbang sekarang demi cucu dan cucu menantunya.Suara isakan Arthur semakin terdengar nyaring setelah Arron selesai bicara.Arron tak bisa menahan kesedihannya, tapi sebagai satu-satunya orang tua yang harus melindungi Arthur, Arron harus kuat.Arron menepuk-nepuk pelan punggung Arthur agar bisa tenang. Bagaimana bisa Arthur menemui Kian dalam k

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Terpukulnya Arthur

    Rahang Arthur mengeras. Seketika tangannya melayang menyambar pipi Hendra.Hendra terhuyung karena pukulan yang diterimanya. Bahkan tubuhnya hampir jatuh jika kedua kakinya tak bisa diseimbangkan.“Kamu bilang apa, hah?!” Kepalan tangan Arthur kembali melayang ke wajah Hendra.Hendra kembali terhuyung karena pukulan dari Arthur. Namun, itu tak membuatnya takut.“Aku memberi makan anjing dengan tubuh bayimu.” Hendra tertawa mengejek melihat amarah di sorot mata Arthur.Wajah Arthur merah padam mendengar ucapan Hendra.“Bajingan!” Umpatan yang terlontar dari bibir Arthur, diikuti kepalan tangan yang melayang ke rahang Hendra.Begitu melihat Hendra tersungkur. Arthur menduduki tubuh Hendra, satu tangan mencengkram kemeja Hendra, sedang tangan lainnya mulai menghantam bertubi-tubi wajah Hendra tanpa ampun.“Kamu berani membunuh putraku! Kamu membunuhnya! Kamu membunuhnya, hah!”Arthur terus mengayunkan tangannya tanpa jeda. “Kamu benar-benar iblis! Kenapa kamu tidak membunuhku, hah? Kena

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kengerian Cerita Hendra

    Di dalam mobil yang baru saja menabrak.Arthur duduk dengan tatapan penuh amarah tertuju pada mobil yang terjepit di depannya.Napas Arthur memburu, dia melepas sabuk pengaman. Mengabaikan kening yang terluka karena benturan keras yang dialaminya.Bahkan, satu kaki Arthur sedikit terjepit badan mobil bagian depan yang agak ringsek. Untungnya dia tak mengalami cidera parah.Keluar dari dalam mobil. Arthur langsung menuju ke mobil Hendra.Meski kaki kirinya sedikit terseret, Arthur tidak memedulikannya.Berdiri di luar mobil Hendra, tatapan Arthur tertuju pada Hendra yang tak berdaya di dalam mobil. Dia juga memastikan anak buah Hendra sudah tak berdaya.Ingin kabur dari Arthur?Jangan harap bisa!Setelah apa yang Hendra lakukan pada Kian dan bayinya, Arthur takkan pernah melepas Hendra dengan mudah.Bahkan meski harus mengejar sampai ke neraka, Arthur akan mencari Hendra.Tangan kanan Arthur dikepal lalu diangkat ke sisi kepala, sebelum genggaman tangannya menghantam keras kaca jendela

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menemukan Hendra

    Dengan kecepatan tinggi. Arthur mengemudikan mobil menembus jalanan yang tidak terlalu padat.Matanya melirik ke layar layar yang sudah disinkron ke GPS lokasi Kendrick kini berada.Tidak peduli bagaimanapun caranya, hari ini Arthur harus bisa mendapatkan Hendra.Memacu mobilnya dengan kecepatan semakin tinggi. Arthur terus mengarah ke lokasi Kendrick berada, posisi asistennya ini terus bergerak menjauh menuju ke perbatasan kota.Satu tangan Arthur meraih ponsel di dashboard, dia menekan tombol panggil pada nomor Kendrick lalu menyalakan pengeras suara.“Halo, Tuan.”Arthur mendengar suara Kendrick yang menjawab panggilannya.“Kamu belum bisa mengejarnya?” Suara Arthur menggeram tertahan.“Anak buah kita terus mengejarnya, Tuan. Dia dikawal dua mobil yang terus menghalangi anak buah kita untuk menangkap.”Arthur mencengkram kuat setir kemudi.“Tidak peduli bagaimana caranya, aku mau dia ditangkap hari ini juga, Ken. Dia harus membayar semua perbuatannya pada Kian.” Suara Arthur mengge

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status