Share

Bab 14

Author: Mom's Ainun
last update publish date: 2024-07-21 14:04:44

“Kenapa aku tidak boleh mengangkat telfon dari Haidar?” tanya Andini.

“Sekarang sudah malam, waktunya istirahat. Lagi pula kenapa dia hubungi kamu di jam malam seperti ini, biar saya saja yang menjawab panggilan ponselnya.” Alyas meraih benda pipih itu dari atas meja.

“Nggak usah, Mas.”

“Jangan membantah ucapan saya! cepat masuk ke kamar!”

Andini pun mengerutkan bibirnya dan pergi meninggalkan Alyas di taman belakang rumah beserta ponselnya yang terus berdering. ‘Heran aku sama dia, cepet ba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 31

    Tamparan keras menghantam pipi Alyas dengan suara yang nyaris menggelegar di toilet yang sunyi itu. Wajah Alyas memerah, bekas tangan Andini terukir jelas, sementara matanya yang semula penuh amarah kini terpancar kebingungan dan luka. Andini menghembuskan napas panjang, dada terasa sedikit lega setelah menumpahkan kemarahan yang terpendam. Matanya yang tajam menatap tajam ke arah pria di depannya, seolah ingin menancapkan pesan bahwa ia bukan wanita yang bisa dipermainkan."Kita masih punya keterikatan pernikahan, jangan harap kamu bisa punya hubungan dengan orang lain," suara Alyas pecah, penuh dendam dan kepahitan. Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan melangkah pergi dengan langkah berat, meninggalkan Andini yang berdiri terpaku dengan dada berdebar dan hati yang remuk.Saat pintu tertutup rapat di belakang Alyas, perlahan-lahan air mata mulai mengalir di pipi Andini, membasahi kulitnya yang hangat. Ia menutup wajah dengan tangan gemetar, berusaha menahan rasa sakit yang bukan h

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 30

    “Kenapa kamu ke sini, ini toilet wanita. Kalau ada wanita yang terganggu bagaimana?” tanya Andini panik, pura-pura tidak mengenali pria yang ada di hadapannya. Alyas tersenyum sambil menyentuh wajah Andini menggunakan ujung jari jemarinya, sementara Andini sesekali menutup matanya menahan desiran aliran darah yang terasa beredar lebih cepat dari biasanya. “Kenapa kamu terus memalingkan mata seperti itu, apa kamu sedang pura-pura tak mengenaliku?” Alyas malah balik tanya, tak perduli dengan pertanyaan Andini. Andini seketika menatap Alyas, kedua tangan Alyas langsung memegang pinggang ramping wanita berambut panjang itu kemudian mengangkatnya di area wastafel tepatnya di depan kaca dengan begitu mudahnya. Dengan raut wajah yang kesal, pria tampan itu menatap wajah Andini lebih dekat. Sementara gestur tubuh Andini, memperlihatkan tak nyaman dengan kedekatan itu.“Tolong jangan terlalu dekat seperti ini!” seru Andini sambil mendorong tubuh Alyas, tapi dorongan itu tak membuat pria yan

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 29

    “Seharusnya sejak dulu aku melakukan ini,” kata Alyas sambil menelan saliva, nampak buah zakun di lehernya bergerak naik turun di penuhi dengan tetesan keringat.Sementara Andini menatap tubuh atletis Alyas. Bola matanya berkaca-kaca, rasanya ingin menangis karena bahagia. Pada akhirnya dirinya bisa menyerahkan jiwa raganya kepada pria yang dicintainya. Hatinya gadis cantik itu berbicara dengan lembut. “Sejak kamu mengucapkan akad pernikahan, sejak saat itu pula aku menyukaimu. Saat itu aku jatuh cinta pada pandangan pertama, bahkan sampai saat ini perasaan itu masih tetap sama. Sedangkan aku tidak tau apa perasaan kamu, saat ini pun yang aku tau, kamu mau menyentuhku hanya karena dalam pengaruh obat. Meskipun begitu, aku akan tetap menikmati malam terakhir kita ini dengan penuh cinta.” Alyas yang tubuhnya dikuasai oleh obat langsung menindih tubuh Andini, mengecup bibir tipis istrinya itu dengan penuh gairah cinta. Setelah puas bermain di bagian bibir, pria gagah itu menyusuri seti

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 28

    “Jadi bagaimana keadaan anak saya, Dok?” tanya Andini meminta penjelasan yang pasti. bibirnya bergetar hebat di sertai mata yang berkaca-kaca. Sang dokter menghela napas panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Kemudian menatap Andini dengan sorot mata yang tajam. “Kami sudah berusaha tapi Allah punya kuasa sepenuhnya.” “Maksudnya?” sambung Bu Sarah.“Mohon Ibu sabar dan tawakal, kuatkan hati kalian karena Alif sudah meninggal, Bu.” Degh …Seketika Andini kehilangan keseimbangan tubuhnya, kemudian jatuh di lantai. Tangannya terus memukuli dadanya sambil menangis tersedu-sedu. Sementara Bu Sarah yang kehilangan ala sehatnya langsung mendekat ke arah Andini dengan wajah yang sangat emosional. Kemudian menaruh kedua tangan di pinggang, menatap menantunya sambil menyeringai lebar. “Kamu jangan so sedih seperti itu, Andini. Cukup, jangan bersandiwara lagi. Bangun dan kemasi barang-barangmu yang ada di rumah saya, saya mau saat saat pulang ke runah kamu sudah tidak ada lagi.” Jel

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 27

    Mendengar suaminya kembali tidak berpihak padanya, Andini hanya bisa pasrah dan menundukkan kepalanya. Kata orang, biarpun satu dunia menyalakan asalkan suami berpihak pada istri semua akan baik-baik saja. Tapi sayang semua itu tidak pernah terjadi, di kehidupan Andini. Gadis itu tidak punya pegangan, di saat mertuanya sedang marah kepadanya. Beberapa menit kemudian …Andini dan Alyas tiba di rumah, gadis itu berjalan sambil tertatih menuju kamarnya. Walau badan terasa sakit semua, dia harus secepatnya kembali ke rumah sakit. Sedangkan Alyas sibuk dengan ponselnya, Elisa masih menguasai pikiran Alyas hingga pria itu tidak punya kesempatan untuk bicara dari hati ke hati masalah susu kadaluarsa itu. Kesal karena terus di abaikan, Andini pun mengomentari suaminya yang mulai kembali menyebalkan.“Mas, dari pada kamu sibuk sama ponsel kamu, lebih baik kamu cepat mandi sama ganti pakaian, bukankah kita akan kembali ke rumah sakit untuk jagain Alif. Kamu mau Ibu makin marah?” Alyas kembali

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 26

    Malam yang panjang berganti dengan hari yang begitu cerah, Andini dan Alyas kini berada di dalam mobil dengan ekspresi wajah yang sangat gelisah. Sesekali Andini mengusap air mata, yang jatuh tidak tertahankan. Mereka berdua sedang bersedih karena mendapatkan kabar dari ibunya Alyas bahwa Alif sedang sakit, kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Setibanya di rumah sakit, Andini dan Alyas berlari ke ruang Nicu. Setibanya disana, mereka melihat wanita paruh baya, yaitu Bu Sarah yang sedang duduk termenung sendirian. “Bu,” sapa Alyas. Sang ibu menoleh, bibirnya tersenyum melihat kedatangan anak dan menantunya. “Akhirnya kalian datang juga,” ucapnya pelan. “Maaf kami datang terlambat,” sambung Andini, lalu merah tangan sang ibu mertua dan menciumnya. “Masuklah! semoga dengan kedatangan kalian Alif bisa merasakan kehadiran ayah dan ibunya.” Alyas dan Andini mengangguk, keduanya berjalan bersama menuju pintu ruangan Nicu tersebut. Namun, di saat hendak membuka pintu, Al kemb

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Kelicikan Elisa

    Acara di rumah Alyas nampak begitu indah dan mewah, Andini sendiri yang mendekornya dibantu dengan Para asisten rumah tangga dan juga wedding organizer. Selain acara ulang tahun, Bu Sarah ingin melihat Alyas dan Andini bersanding di pelaminan karena saat Andini dan Alyas menikah, tidak menghadirinya

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 10 - Alyas Mulai suka

    Alyas menerima paper bag yang diberikan oleh Andini, “Terimakasih …” ucapanya. Kemudian masuk kedalam mobil bersama dengan Elisa lalu pergi meninggalkan rumah. Andini tersenyum simpul melambaikan tangan, senyuman indah itu terlihat jelas oleh Alyas dari kaca spion. Entah terkena angin apa pria tampa

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 8 - Tumbuh Benih Cinta

    “Memangnya kenapa sih, Mas? kalau kita berhubungan suami istri?” tanya Andini menatap tajam wajah suaminya itu. “Saya cuma tidak mau berbuat banyak dosa, jika kita berhubungan suami istri ditakutkan kamu hamil, sedangkan kita akan bercerai 6 bulan lagi. Please katakan yang sejujurnya Jangan menambah

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 7 - Terbangun di atas ranjang yang sama

    Andini tidak sengaja melihat ada Alyas di ambang pintu, sontak ia tersenyum. Dirinya sudah tidak sabar ingin melihat sosok ayah yang baik dari seorang Alyas. Namun, prediksinya salah total karena Alyas tidak masuk ke dalam kamar melainkan berbalik badan dan pergi meninggalkan kamar ibunya. ‘Heh … d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status