Home / Romansa / Istri Kontrak Sang Miliarder / Bab 34 – Luka yang Belum Pulih

Share

Bab 34 – Luka yang Belum Pulih

last update Last Updated: 2025-08-02 18:16:19

Pagi itu, sinar matahari menyelinap melalui celah tirai kamar penthouse Arsenio dan Aluna. Tapi tidak seperti biasanya, Aluna tidak membuka mata dengan damai. Ia menatap langit-langit dengan kosong. Matanya sembab karena malam yang panjang tanpa tidur.

Arsenio masih tertidur di sebelahnya, satu tangannya masih melingkar di pinggang Aluna, seakan berusaha melindunginya bahkan dalam mimpi. Namun, rasa sesak di dada Aluna tak bisa ditepis. Bukan karena kurang cinta, tetapi karena luka yang perlahan mulai muncul kembali ke permukaan.

Semalam, setelah kejadian di kantor pusat Red Lotus dan kemunculan masa lalu Arsenio yang perlahan mulai diungkap, Aluna mulai mempertanyakan: seberapa besar ia mengenal pria yang kini menjadi suaminya?

Ia pelan-pelan bangkit dari tempat tidur, berusaha tak membangunkan Arsenio. Ia melangkah ke balkon, membiarkan angin pagi menyapu wajahnya yang muram.

Di kejauhan, lalu lintas Jakarta sudah mulai padat. Dunia terus bergerak maju, tapi pikirannya masih terting
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kontrak Sang Miliarder   Bab 58 – Fitnah di Balik Layar

    Pagi itu, layar televisi di hampir semua kafe, kantor, bahkan warung kecil menayangkan breaking news. Nama Reyhan terpampang besar di headline:“Skandal Besar: Pengusaha Muda Diduga Rekayasa Data Korupsi.”Ayara yang baru saja menyalakan TV di apartemen langsung terpaku. Tubuhnya terasa lemas, remote jatuh dari tangannya.“Tidak mungkin…” suaranya bergetar. “Mereka… mereka balikkan semuanya…”Reyhan keluar dari kamar, masih mengenakan kemeja setengah dikancingkan. Ia mendekati layar televisi, menatap dengan rahang mengeras.Di layar, seorang “ahli keuangan” yang sebenarnya adalah boneka bayaran Rasya berbicara lantang.“Bukti yang katanya ditemukan oleh Reyhan itu tidak valid. Ada indikasi manipulasi data. Bahkan, ada jejak digital yang menunjukkan bahwa file itu direkayasa dari laptop milik Reyhan sendiri.”Wajah Reyhan tetap dingin, tapi tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.Ayara menoleh padanya. “Rey… ini fitnah. Kamu harus jelasin ke publik. Kamu nggak

  • Istri Kontrak Sang Miliarder   Bab 57 – Jejak Bayangan

    Pagi itu, langit Jakarta mendung seakan ikut menahan napas menunggu badai yang akan segera datang. Reyhan, Ayara, dan Ardi duduk di sebuah kafe kecil yang cukup sepi, jauh dari keramaian. Di meja mereka tergeletak sebuah map cokelat yang berisi print out data korupsi Rasya.Ayara sesekali melirik ke luar jendela, waspada kalau-kalau ada orang mencurigakan yang membuntuti mereka. Tangannya tak berhenti menggenggam erat jemari Reyhan.“Aku masih nggak tenang, Rey,” bisiknya. “Tadi malam mereka bisa tahu tempat kita, padahal apartemen kamu itu pakai keamanan berlapis. Bagaimana kalau hari ini mereka sudah pasang mata juga di sekitar sini?”Reyhan menatapnya lembut, meski wajahnya sendiri terlihat tegang. “Aku tahu, Ara. Tapi ini satu-satunya cara. Kita harus serahkan bukti ini sebelum Rasya sempat menghilangkannya.”Ardi mengangguk mantap. “Tenang aja, Ara. Bu Mira itu jurnalis senior, dia bukan orang sembarangan. Dia sudah biasa menghadapi ancaman kayak gini. Kalau data ini sudah di tan

  • Istri Kontrak Sang Miliarder   Bab 56 – Jebakan Balik Rasya

    Pagi itu, suasana apartemen Reyhan penuh ketegangan. Flashdisk kecil berisi bukti korupsi Rasya terletak di atas meja, seolah menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.Ayara menatapnya dengan wajah gelisah. “Rey… kalau bukti ini sampai salah langkah, Rasya bisa balas dendam lebih gila lagi. Kamu yakin kita siap?”Reyhan menghela napas dalam-dalam, lalu menatap Ayara penuh keyakinan. “Aku tahu risikonya. Tapi kalau kita diam, dia akan semakin kuat. Kita nggak boleh kasih dia kesempatan lagi.”Ardi, yang sibuk memeriksa data dari laptop, ikut menimpali. “Semua bukti sudah jelas. Transfer dana fiktif, rekening luar negeri, nama-nama perusahaan boneka. Kalau ini sampai keluar ke publik, Rasya habis.”Ayara menggigit bibir. “Tapi kita harus hati-hati. Rasya itu licin. Dia pasti sudah pasang mata di mana-mana.”---Rencana PublikasiReyhan kemudian berdiri, berjalan ke arah papan tulis kecil di ruang tamu. Ia menggambar alur strategi:1. Kirim data ke media besar yang independen.2. S

  • Istri Kontrak Sang Miliarder   Bab 55 – Penyusupan di Malam Hari

    Malam turun perlahan, menyelimuti kota dengan cahaya lampu yang berkelap-kelip. Di kejauhan, gedung Surya Corp berdiri gagah, jendela-jendelanya memantulkan kilau lampu jalan. Namun bagi Reyhan, gedung itu kini lebih menyerupai benteng musuh yang penuh jebakan.Ayara berdiri di depan jendela apartemen, menatap gedung itu dengan hati gelisah. “Rey, apa kamu yakin harus lakukan ini malam ini?” tanyanya lirih, suaranya bergetar.Reyhan meraih jaket kulitnya, wajahnya penuh tekad. “Justru malam ini saat yang tepat. Keamanan lebih longgar setelah jam kerja, dan sebagian besar karyawan udah pulang. Kalau aku nunggu besok, Rasya bisa makin rapat nutupin jejaknya.”Ardi yang duduk di sofa ikut menimpali, “Aku udah atur seseorang di dalam. Namanya Pak Bima, kepala arsip lama yang masih hormat sama Reyhan. Dia bakal bantu kasih akses. Tapi setelah itu, kita sendiri yang harus cari dokumen.”Ayara menggigit bibir, lalu menghampiri Reyhan dan menggenggam tangannya erat. “Janji sama aku, kamu bali

  • Istri Kontrak Sang Miliarder   Bab 54 – Fitnah dan Tekad

    Hujan baru saja reda sore itu, tapi hawa dingin masih menusuk. Dari jendela apartemen mungilnya, Ayara melihat langit yang kelabu, seakan mencerminkan suasana hatinya.Ponselnya terus berbunyi, notifikasi dari media sosial, portal berita, dan pesan tak dikenal. Semuanya menuding Reyhan sebagai pengkhianat keluarga, bahkan kriminal yang dituduh mencuri data perusahaan.“Rey…” Ayara menoleh ke suaminya yang duduk di kursi, wajahnya lelah menatap laptop. “Fitnah ini makin parah. Mereka bilang kamu kabur bawa dokumen penting.”Reyhan menghela napas panjang, lalu menutup laptop. “Itu jelas permainan Rasya. Dia memang sengaja menjebakku. Aku udah menduga ini bakal terjadi.”Ayara menggenggam tangannya erat. “Terus kita harus gimana? Kalau terus-terusan gini, nama kamu bisa rusak selamanya.”Reyhan menatap Ayara dalam-dalam, sorot matanya tajam. “Justru itu, Ara. Aku nggak boleh diam. Kalau aku lari, Rasya menang. Aku harus buktikan siapa yang sebenarnya bersalah.”---Gerakan RasyaDi gedun

  • Istri Kontrak Sang Miliarder   Bab 53 – Hidup Baru, Luka Lama

    Hujan turun deras malam itu. Di sebuah apartemen sederhana di pinggir kota, Reyhan dan Ayara duduk berdua di lantai ruang tamu yang masih kosong. Hanya ada beberapa koper, satu karpet tipis, dan dua cangkir teh panas yang mengepulkan asap.Ayara menyandarkan kepala di bahu Reyhan. “Kamu yakin nggak masalah kita tinggal di sini dulu? Dari rumah besar, sekarang cuma apartemen sempit.”Reyhan merangkulnya. “Ara, yang penting bukan seberapa besar rumahnya. Tapi seberapa besar hati kita buat jalanin hidup bareng. Aku justru merasa lebih lega di sini. Nggak ada lagi tekanan, nggak ada lagi aturan gila yang harus kuturuti.”Ayara tersenyum tipis. “Aku juga. Rasanya kayak… kita akhirnya bisa napas bebas.”Namun, di balik ketenangan itu, bayangan ancaman Rasya dan Pak Surya masih membayang. Reyhan sadar, keputusan keluar dari rumah bukan akhir masalah. Justru awal dari peperangan panjang.---Pagi yang BaruKeesokan paginya, Ayara sibuk menata barang-barang kecil di dapur mungil mereka. Sement

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status