Share

Bab 17 : Pergi

Author: Milla Dwi
last update Last Updated: 2025-01-02 18:25:35

Hellena berbaring di tempat tidurnya, matanya menerawang menatap langit-langit kamar tersebut. "Seandainya ibu dan Clarissa tidak berbuat ulah, aku tidak akan terjebak dalam situasi ini. Masa depan yang tidak jelas karena kawin kontrak ini." gumam Hellena.

Flashback on

"Jadi benar bu kalau besok Juragan akan datang untuk menikahi Hellena?" tanya Clarissa kepada ibunya.

Sementara di balik pintu ada seorang gadis yang tidak sengaja sedang mendengarkan obrolan ibu dan anak tersebut. "Apa maksud me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kontrak Tuan Felix    Bab 47 : Memilih Diam Dan Menunggu

    “Apa, Kau, sudah sudah menikah?” tanya Marck dingin.Lena terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya mengangguk pelan tanpa berani menatap kedua pria dingin di depannya itu. Bryan tersenyum tipis, kemudian menggeleng pelan merasa konyol dengan pertanyaan, Marck. Tapi dengan cepat Dokter tampan itu menetralkan kembali raut wajahnya.Tatapannya kembali pada wanita di depannya, “Kau, sedang hamil tetapi masih memaksakan diri untuk bekerja, itu tidak baik untuk kesehatan dirimu dan juga bayi dalam kandunganmu yang cukup lemah itu,” ucap Bryan, yang terdengar lebih kepada sebuah peringatan.Wajah Lena, semakin tertunduk. Jari jemarinya saling meremas, hal yang selalu tanpa sadar dia lakukan saat merasa cemas. “Saya, butuh uang untuk membiayai hidupku, dan calon anakku,” ucapnya pelan, nyaris berbisik karena gugup dan takut.Bryan mengernyitkan alis, lalu menoleh ke arah Marck. Sejenak pandangan mereka beradu, seolah saling berbicara melalui tatapan mata mereka. Hal tersebut hanya terjadi bebe

  • Istri Kontrak Tuan Felix    Bab 46 : Ternyata Dia Di Dekatku

    Felix mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, perasaannya campur aduk. Ingin cepat sampai ke kantor, untuk memastikan kondisi sang sekretaris barunya, yang tadi dia tinggalkan dalam keadaan pingsan. “Huh!” napas berat dia hembuskan dengan kasar, “Ternyata, Kau, sangat pintar bersembunyi,” ucap Felix. Bibirnya tersungging senyum yang selama ini hampir tidak pernah dia perlihatkan di hadapan orang lain, kepalanya menggeleng pelan. Ada rasa percaya dan tidak, karena dia tak menyangka jika ternyata wanita itu selalu ada di sekitarnya.Felix memutar arah laju mobilnya. dia berubah pikiran, ingin menenangkan diri terlebih dahulu sebelum kembali ke kantor dan bertemu dengan sekretarisnya. Beberapa menit kemudian, Felix sampai di tepi danau buatan yang memiliki air sangat jernih, serta di kelilingi oleh bunga yang berwarna warni, serta pohon-pohon rindang yang sangat nyaman untuk sekedar merilekskan pikiran sementara waktu.Felix duduk di salah satu kursi yang terletak di bawah pohon ri

  • Istri Kontrak Tuan Felix    Bab 45 : Cuma Mimpi

    Felix terbangun dari tidurnya dengan napas yang memburu, dan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Untuk sesaat, dia hanya diam sambil memperhatikan sekitarnya. Felix dalam kebingungannya, “Ah, sial!” geramnya.Perlahan, Felix bangkit dan berjalan kearah jendela yang masih tertutup hordeng. Seketika cahaya dari luar rumah menembus jendela, saat tangan Felix bergerak membuka hordeng. Pria itu berdiri diam, sambil memandang keluar jendela yang mengarah ke samping rumah. Tampak di luar sana, ada beberapa anak buah yang sedang berlatih beladiri, ada juga yang sedang berlari keliling halaman samping. Tapi fokus Felix tidak ke mereka, pikirannya masih melayang mengingat mimpinya barusan. “Elle ---,” gumam Felix,napas berat dia hembuskan. “Apa yang terjadi padamu? Kenapa tiba-tiba, Kau datang ke dalam mimpiku?” berbagai pertanyaan muncul dalam otaknya.Felix memejamkan matanya, ingatannya kembali pada sosok Hellena dengan tubuh kurus dan perut buncitnya. Seketika rasa sesak menyeruak dalam d

  • Istri Kontrak Tuan Felix    Bab 44 : Sesal

    “Sial! Kenapa aku sampai melupakan keberadaan istri dan calon anakku?” gumam Felix, sangat pelan sehingga hanya dirinya sendiri yang mendengar. Seketika matanya terpejam dengan tangan terkepal erat. Ada rasa nyeri yang menyerang hati, terbayang kembali perlakuannya terhadap Hellena, sang istri kontrak. Perlahan pria itu berbalik badan, tanpa sepatah kata berjalan keluar meninggalkan ruangan. Langkahnya lebar, dengan tatapan dingin yang menebarkan aura mencekam terhadap orang di sekitarnya. Tanpa menoleh lagi, Felix terus berjalan cepat meninggalkan kantor beserta orang-orang terdekatnya dalam kebingungan. Masuk ke dalam lift, pria itu menyandarkan tubuh di dinding lift dengan mata terpejam dan tangan terlipat di dada. Bayang-bayang kejadian lalu, saat dia dengan tega menyiksa dan menganiaya Hellena, kini hadir kembali mengusik hati dan pikirannya. “Kau benar, Elle, aku memang manusia iblis yang tidak punya hati! Bahkan aku hampir membunuh calon anak kita!” ucap lirih Felix, penuh p

  • Istri Kontrak Tuan Felix    Bab 43 : Pingsan

    Sepulang dari pertemuannya dengan, Tuan Clark, wajah Felix, semakin datar dan dingin. Membuat aura di sekitarnya terasa mencekam. Begitu turun dari mobil, Felix pergi begitu saja menuju ruangannya. Meninggalkan Mark, dan Lena, yang dibuat pusing dengan sikap bosnya yang terlihat marah.Lena melihat ke arah, Mark, dan kebetulan pria itu juga sedang melihat ke arahnya. "Kenapa, Tuan Felix seperti orang sedang marah ya? Bukannya kita tidak membuat kesalahan?" ucap Lena, pelan. Seolah sedang berbicara dengan dirinya sendiri."Jangan terlalu ingin tau urusan orang lain!" tegas Mark, dengan wajah yang tak kalah datarnya dengan sang bos. Setelahnya, dia langsung pergi begitu saja, meninggalkan Lena yang masih terbengong, merasa heran dengan sikap dua pria tersebut."Uh! Mau heran, tapi ini manusia kulkas, jadi ya sudahlah. Biar aku saja yang menjadi api untuk membakar dua manusia es berjalan itu," gumam Lena, sambil terkekeh geli, menertawakan ucapannya sendiri.Tanpa menunda waktu, wanita

  • Istri Kontrak Tuan Felix    Bab 42 : Kulkas Berjalan

    Felix memasuki ruang privat yang ada di restoran tersebut, diikuti oleh Lena dan Mark. Saat Lena akan duduk di tempat yang agak jauh dari Felix, tiba-tiba tangan kekar seseorang menariknya, hingga wanita itu terduduk di kursi samping kiri Felix, sementara Mark duduk di samping kanan sang bos."Mau kemana, Kau?" tanya Felix, datar."Mau duduk yang jauh dari, Tuan!" jawab Lena acuh."Memangnya aku virus yang harus Kau jauhi ha!" emosi Felix kembali meningkat."Bukan cuma virus biasa, tapi virus yang meresahkan!" gumam Lena, tanpa sadar."Bukan aku yang meresahkan, tapi Kau!" ucap Felix, pelan tapi tetap saja tajam. "Baru kali ini aku punya sekretaris yang sangat meresahkan, tidak mau dengar apa perintah, Bosnya. Selalu bertindak atas keinginan sendiri!" gerutu Felix."Makanya, jadi Bos itu yang baik, jangan seperti kulkas berjalan, irit bicara, sekali bicara langsung tancap gas!" rutuk Lena, dengan bibir mengerucut."Astaga, Mark, dari mana Kau dapat manusia langka ini? Baru sehari dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status