Share

bab 11

Author: Author Rina
last update publish date: 2025-08-02 00:02:50

"Ya salah to. Kamu loh ngupasnya itu tebal-tebal, bisa rugi dong kami kalau kamu ngupasnya tebal begini. Aturan kentang sekilo bisa buat 40 orang ini cuma dapat 30 orang. Gimana sih kamu."

Aku menarik napas," yaelah ketimbang begitu doang. Kurang ya beli lagi lah, katanya kaya. Anaknya tentara, satunya punya toko gede, masa iya kentang saja gak mampu beli. Jangan pelit-pelit mbak, jadi orang nanti mati kuburnya sempit," ujarku.

Kesal sekali aku sama dia, ketimbang ngupas kentang aja, ribet.

"Eh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 43

    Bab "Bilangin dong Lek, menantumu itu loh sudah ngaji gak pinter banyak tingkah pula!"Astaga, sepagi ini sudah buat ulah, sebenarnya Tun itu manusia atau hantu sih. Heran. "We ki kenapa to Tun. Kok sibuk wae ngurus menantuku, la kalau kamu merasa lebih baik, lebih pintar ngaji. Mbok ya kamu ngaji sana! Daripada kamu sibuk ngurusin orang, dapat pahala enggak. Nambah dosa iya," balas Ibu yang sepertinya sudah mulai kesal dengan sikap mm menantu Mbok De Saminah itu. "La aku loh cuma ngasih tau Lek. Daripada dia jadi omongan, lagian loh ngapain juga dia syok dermawan. Pakai bantu Lek Darmi segala. Gak usah sok-sokan lah, memang dia pikir kita ini gak bisa bantu. Mertuaku loh sugeh(kaya) tapi ya gak sok-sokan seperti dia!"Aku yang kesal segera bangun dan membuka pintu. Gatal sekali kupingku. "Ada masalah apa ya, mbak?"tanyaku langsung to the point sama Tun yang masih berdiri dengan tangan di pinggang. Gak ada sopan-sopannya."Bagus kamu keluar. Aku peringatkan sama kamu ya, kamu itu

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 42

    Bab "Bilangin dong Lek, menantumu itu loh sudah ngaji gak pinter banyak tingkah pula!"Astaga, sepagi ini sudah buat ulah, sebenarnya Tun itu manusia atau hantu sih. Heran. "We ki kenapa to Tun. Kok sibuk wae ngurus menantuku, la kalau kamu merasa lebih baik, lebih pintar ngaji. Mbok ya kamu ngaji sana! Daripada kamu sibuk ngurusin orang, dapat pahala enggak. Nambah dosa iya," balas Ibu yang sepertinya sudah mulai kesal dengan sikap mm menantu Mbok De Saminah itu. "La aku loh cuma ngasih tau Lek. Daripada dia jadi omongan, lagian loh ngapain juga dia syok dermawan. Pakai bantu Lek Darmi segala. Gak usah sok-sokan lah, memang dia pikir kita ini gak bisa bantu. Mertuaku loh sugeh(kaya) tapi ya gak sok-sokan seperti dia!"Aku yang kesal segera bangun dan membuka pintu. Gatal sekali kupingku. "Ada masalah apa ya, mbak?"tanyaku langsung to the point sama Tun yang masih berdiri dengan tangan di pinggang. Gak ada sopan-sopannya."Bagus kamu keluar. Aku peringatkan sama kamu ya, kamu itu

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 41

    "Konon anak Bu De mu yang punya toko dan polisi itu, dia nyimpang dalan. Tapi ya gak tau, wong benda seperti itu susah dibuktikan. Tun itu dulu ya hampir cerai sama suaminya karena katanya Tun mau dijadikan tumbal. Tapi ya Mboh piye ceritanya. Mereka gak jadi cerai, malah Tun jadi sombong gitu."Aku menggaruk kepala, sebagai anak miliniel dan gen Z tentu aku gak percaya dengan hal gaib seperti itu. Bukankah pesulap merah, sudah bilang bahwa hal gaib seperti itu tidak ada. Itu hanya permainan dukun supaya kita percaya lalu menganggapnya sebagai orang pintar karena kita ini sebenarnya kalau orang bodoh. "Emang beneran dia punya pesugihan, Bu. Bukankah yang namanya golongan seperti itu sebenarnya tidak ada Bu. Ilmu santet, pesugihan, jin dan hantu. Bukannya itu cuma dongeng."Ibu menatapku lama. "Siapa yang mengajari kamu punya pemahaman seperti itu Ndok?""Ya karena pemahaman saya seperti itu Bu. Manusia itu sebenarnya hanya dibodoh-bodohi dengan cerita-cerita gaib seperti itu. Cerita

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 40

    Skakmat Mertua Untuk Tun"Aku pergi hari ini, mungkin pulang besok pagi," pamit Elias padaku."Kamu mau kemana?" Kuberanikan diri bertanya karena penasaran."Aku ada kerjaan di luar," jawab Elias."Keja apa?" Aku tatap tajam laki-laki itu aku semakin curiga dengan tingkahnya.Berbagai macam pikiran buruk melintas di kepalaku dan aku semakin yakin kalau Elias pasti melakukan pekerjaan yang tidak sewajarnya. Bagaimana mungkin dalam sekejap dia memiliki uang sebanyak itu. "Kamu membangun rumah dengan uang sebanyak itu. Dapat uang dari mana?" Entah keberanian dari mana Tapi Aku memberanikan diri untuk bicara. Elias menatapku."Kamu tidak perlu tahu. Yang jelas aku melakukan itu untuk kamu supaya kamu merasa nyaman di sini dan tidak selalu berpikir untuk pergi."Kutarik bibir membentuk senyuman."Apa kamu lupa kalau pernikahan kita ini hanya pura-pura. Waktu kita hanya tinggal satu bulan Setelah itu kita pisah."Elias diam, sebaliknya dia hanya berjalan mengambil Jaket dan juga kunci mo

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 39

    Bab "Kamu istrinya Elias kan, bilang sama suami kamu, barang yang aku pesan suruh kirim secepatnya. Aku butuh!" Aku kaget dan segera menoleh ke sumber suara."I-iya, Mas," jawabku.Pemuda yang aku perkirakan umurnya sebaya dengan Elias itu menatap ke arahku sebentar. "Cantik juga kamu," ucapnya sambil tersenyum. "Jaka! Jangan macam-macam! Dia ini tamu di sini, bapaknya jendral. Mau kamu ditangkap!"Pemuda itu tiba-tiba diam wajahnya tegang lalu kemudian pergi begitu saja meninggalkan aku. Sementara aku semakin curiga, pasti ada sesuatu. "Wes Ndok, gak usah takut. Dia memang begitu suka mengganggu anak orang. Kalau kamu nggak berani pulang biar diantar sama pakde saja.""Insyaallah saya berani kok Bu.""Panggil Bude. Bude ini masih saudara ibumu, walaupun saudara jauh. Jadi panggil saja Bude."Aku mengangguk," berapa tepungnya Bude?""Wes Ndak usah, kamu masak saja. Pasti kamu ngidam kan pengen makan gorengan. Apalagi yang kamu mau, bilang sama Bude, Bude kasih gratis. Wong Elias

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 38

    "Maaf, Memangnya Kalau kami miskin kami nggak boleh bangun rumah? Kutatap orang tua itu,"toh kami bangun juga dengan uang kami sendiri kami tidak pinjam pada kalian. Lagian kalian itu loh udah tua, mbok ya fokus ibadah. Jangan suka ngurusin orang lain, takutnya belum tobat malah udah mening oi duluan. Apa gak rugi kalian!""Wo bocah gendeng, gak ada aturan. Orang tuamu gak mendidik sopan santun mesti, makanya berani sama orang tua!" Si kakek tak terima dan mengacungkan aritnya padaku. Loh gimana sih, kan bener dia itu sudah tua dan sudah bau tanah bisa saja kan tiba-tiba mening oi. Ya gak? Apa yang salah coba dengan ucapan aku?"Memangnya, kalian punya sopan gitu. Namanya orang tua kalau lihat keponakan bisa bangun rumah, ya harusnya ikut bersyukur. Bukan malah julid, sampean nenek dan kakeknya Elias dan Nur kan?"Aku masih ingat ketika pertama kali datang, Elias dan Ibu memperkenalkan aku pada mereka dan mereka itu masih ada hubungan darah dengan Elias."Dasar wong kuto, gak duwe so

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 30

    Nur mempersilahkan orang-orang itu masuk. Sementara aku menunggu dengan jantung yang ikut berdebar. "Iya pak?"tanya Nur "Apa benar ini rumah Bu Darti?"tanya lelaki berpakaian rapi itu."Iya pak ada urusan apa ya?" Nur tampak gemetar. Beberapa kali gadis itu mengusap tangannya yang berkeringat. Ta

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 29

    Elias mengedipkan matanya, tubuhnya mulai merapat ke arahku. "Elias kamu jangan macam-macam ya!" Aku memperingatkan Elias."Siapa yang mau macam-macam. Kamu lupa kita ini suami istri, aku berhak loh menuntut."Elias semakin mendekat dan merapatkan tubuhnya. Tatapannya penuh harap sementara aku sem

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 28

    Eh Ya syukur kalau begitu. Ternyata rezeki Elias itu lebih cepat daripada rezeki anakku. Eh tapi ini nggak hamil duluan kan Bu."Aku menoleh pada wanita itu, mulutku sudah terbuka untuk menjawab. "Ya enggak to, wong Elias nikah itu sudah dua bulan kok. Ini mantuku baru ngidam,' jawab Ibu."Ouh, em

  • Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya   bab 27

    Aku kaget, Untung belum keceplosan karena ternyata ibu sudah ada di belakangku. "Lawong dapat anugerah kok malah bilang dapat masalah. Anak itu anugrah, kalau kalian dikasih cepat ya harusnya bersyukur. Banyak loh orang-orang di luar sana yang menikah atau bertahun-tahun tapi belum mendapatkan ana

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status