Share

BAB 5

Author: Dea Saputri
last update publish date: 2026-08-26 22:15:46

Bab 5

 

"Jangan gila kau," ujar Alexa memberontak dari Charlie yang menghimpit tubuhnya semakin dekat.

 

“Takut? Bukannya setiap hari menantang, kenapa sekarang takut?” jawab Charlie hampir melepaskan tawanya melihat Alexa sudah takut lebih dulu.

 

“Aku tidak takut, tapi…, kau bukan tunanganku lagi. Jadi, aku ingin memberikan ini yang terbaik untuk suamiku di masa depan!” balas Alexa beranjak dari ranjang menuju sofa di sana. Tatapannya melihat bunga, serta banyak hadiah. Ia sudah biasa menerima hal ini.

Jelas – jelas semua dibeli oleh Hans, bukan Charlie sendiri. Mana ada waktu dia membelikan hal tidak penting seperti ini untuknya.

“Kau sungguh ingin melepaskan pertunangan ini? Bukankah…, kau yang menang jika aku menjadi tunanganmu?”

Charlie ikut duduk di sampingnya, matanya melihat Alexa. Sembab, gadis itu terlalu banyak menangis hari ini. Jangan – jangan masalah kantor? Bahkan masalah seperti siang tadi bukan yang pertama untuk Alexa, melainkan berulang kali dia selalu membuat masalah.

Tapi…, kali ini berbeda.

“Berapa lama kau menangis?” tanya Charlie tidak mendapatkan jawaban dari Alexa.

“Bukan urusanmu, mau aku menangis bahkan tertawa seperti orang gila. Kau sama sekali tidak pernah perhatian denganku!” sinis Alex memutuskan melihat hadiah yang dibawa oleh Charlie.

Awalnya dia ingin mengembalikan hadiah itu, tapi…, dari logo tas yang dibawanya bukan harga murah. “Siapa yang beli?” tanya Alexa menatap dingin Charlie.

“Hans yang menyiapkan, kenapa?” tanya Charlie, apa tidak suka? Bahkan Charlie sendiri yang memilih pilihan ini, dia menentukan tipe warna, serta model yang disukai oleh Alexa.

“Tidak yakin, bahkan ini detail sekali seperti kepribadian yang aneh ini,” senyuman kecil Alexa membuat Charlie langsung menatap datar wanita itu.

“Oh ya, soal pertunangan. Aku serius,” kini wajah Alexa lebih tenang dan yakin. Jika dia ingin membatalkan pertunangan dengan Charlie.

Alexa cukup lelah, jika seperti marah dengannya. Charlie datang, membawa banyak hadiah dan bunga, dan besoknya dia akan dingin lagi. Alexa merasa sudah berusaha selama ini, ia ingin istirahat agar bisa menghadapi Charlie dengan banyak energi yang dia miliki nanti.

“Ulang!” seketika tubuh Alexa merinding, suara dingin Charlie. Tatapan tajam, mampu membuat Alexa lupa cara bernafas.

“Aku serius, aku ingin kita batalkan pertunangan ini. Aku capek, Char. Aku capek, harus ngadepin sikap yang sulitku mengerti. Aku lepaskan semuanya, tersenyum kau melakukan apa itu terserah. Akhirnya kita selesai tanpa ada kaitan lagi,” jawab Alexa dengan suara pelan  ia terlalu lama menyimpan rasa sakit selama ini. 

Lelah rasanya harus memperjuangkan cinta Charlie. Alexa yang selalu dicap buruk oleh wanita luar, membuat harga dirinya terluka dan sakit hati. Ia telan sendiri. 

Semua demi dia, Charlie.

“Jangan harap bisa putuskan pertunangan ini Alexa, jangan buat masalah yang melibatkan publik. Bahkan mereka akan senang melihatmu terpuruk, dan menjadi pembicaraan di mana - mana. Sekarang tidur, jangan banyak omong.”

Charlie ingin marah dan meluapkan semuanya. Saat melihat wajahnya Alexa yang sudah mengantuk, akhirnya ia menahan diri. Segera menggendong Alexa menuju ke ranjang, untuk istirahat. 

“Aku temani tidur, jangan jawab apapun yang aku katakan.”

Diam - diam, Alexa ingin tertawa lepas. Memang menyebalkan Charlie ini, dia harusnya diberi ancaman. Tak lama, sikap manis, perhatian semua akan Alexa lihat walaupun sementara.  Setidaknya, malam ini dia ditemani Charlie tidur. 

“Aku sangat mencintaimu, Char. Bahkan, suatu kemenangan saat aku bisa bertunangan denganmu, dan hal yang ku inginkan hanya menikah dan hidup bahagia denganmu,” bisik pelan Alexa membuat perasaan Charlie menghangat. 

“Tidur, jangan banyak bicara.”

“Hm, baiklah aku tidur. Good night, Charlie.”

Alexa benar-benar tidur, di pelukan Charlie. Bahkan, Charlie ingin menemani gadis itu hingga terlelap saja, dirinya ikut tertidur hingga dini hari. 

Pukul 4 pagi, udara terasa dingin bahkan AC kamar Alexa membuat Charlie meringis beberapa kali. 

“Dia tidur sedingin ini?” akhirnya Charlie beranjak dari tempat tidur, ia langsung masuk ke kamar mandi untuk cuci wajah dan gosok gigi. 

“Aku ketiduran, apa terlalu nyaman memeluk Alexa?” tanya Charlie dengan dirinya sendiri. 

Ia langsung kembali pulang, tanpa ada pamit atau ucapan selamat tinggal dari orang tua Alexa. Menurutnya mereka masih tidur apalagi ini masih dini hari untuk mereka bangun.

“Jangan sampai Alexa mengungkapkan pertunangan batal.”

“Sekali milikku, selamanya menjadi milliku  Alexa.”

 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 10

    BAB 10Charlie menatap tajam Alexa, gadis itu selalu membuat dirinya pusing. Sayangnya, Charlie tidak bisa melepaskan Alexa sedikitpun. “Kenapa kau hancurkan? Mereka tidak salah, kau yang salah Char.”Saat Charlie ingin menjawab, makanan mereka datang. Alexa mulai membayangkan jika Charlie akan meninggalkan dia sendirian di sini. Namun, Charlie lebih dulu mengambil piring Alexa, ia memotongkan daging kecil - kecil membuat dirinya semakin mengerutkan kening. Bingung, karena dia tidak pernah melakukan ini. Kecuali di depan orang tua mereka, itupun Alexa yang meminta. Tapi sekarang? Charlie melakukan sendiri, tanpa ia minta.“Makanlah, jangan banyak bicara.”“Kenapa masih di sini?” tanya Alexa menatap datar Charlie. Pria itu melihat sisi lain Alexa, yang biasanya manja, banyak tingkah, cerewet. Kini dia benar-benar tenang dan diam, justru Charlie tidak tenang dan nyaman melihat dia berubah. “Kau yang berubah, bukan aku!” jawab Charlie terus terang mulai memasukkan makanan ke dalam

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 9

    BAB 9“Ikut denganku, kau selalu membuat ulah. Pekerjaan jadi molor, dan terlambat.”Alexa tersenyum manis, bahkan ia tak menyangka akan bertemu dengan Calvin. Akhirnya ia merebut semua tas belanjaan dari Liam. Lebih baik ia sendiri, daripada disalahkan, dicibir oleh Charlie yang tidak perasaan itu. “Aku mau lanjut belanja, aku sibuk.”Akhirnya Alexa meninggalkan Charlie begitu saja, sikap mereka menarik banyak pengunjung salah satu gosip miring muncul. Apa hubungannya mereka mulai renggang? Apa mereka sedang bertengkar? Dan banyak bisikan tajam yang mampu didengar oleh Alexa dan Charlie sendiri. “Liam, kau urus kerjaan dari ini. Aku harus mengatasi gadis nakal itu sebentar, aku percaya denganmu. Selesaikan hari ini.”Charlie mengejar Alexa, bahkan ia merebut tas belanjaan milik wanita itu. Charlie yang membawanya sendiri, Alexa ingin mengendus kesal. “Makan siang denganku, aku temani.”Deg! Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya. “Aku tid

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 9

    BAB 8Deg!Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya.“Aku tidak lapar, aku ingin segera pulang!” tolak Alexa ia sudah cukup malas dan lelah jika Charlie mengajak makan bersama. Hanya dirinya yang makan, dan Charlie sibuk dengan ponsel bahkan bicara pekerjaan dengan Liam.Lebih baik, ia pulang. Makan di mansion, bahkan tidak ada bedanya karena dia tetap makan sendirian.“Aku belum makan siang Lexa, aku lapar. Temani aku makan, ayo!” Charlie membawa tas belanjaan di tangan satunya, dan tangan sebelah menarik tangan Alexa mencari restoran yang cukup sepi.Ini perhatian pertama Charlie, apa harus pisah untuk pemutusan pertunangan baru Alexa akan merasakan hal bahagia seperti ini?Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria.

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 8

    BAB 8Deg!Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya.“Aku tidak lapar, aku ingin segera pulang!” tolak Alexa ia sudah cukup malas dan lelah jika Charlie mengajak makan bersama. Hanya dirinya yang makan, dan Charlie sibuk dengan ponsel bahkan bicara pekerjaan dengan Liam.Lebih baik, ia pulang. Makan di mansion, bahkan tidak ada bedanya karena dia tetap makan sendirian.“Aku belum makan siang Lexa, aku lapar. Temani aku makan, ayo!” Charlie membawa tas belanjaan di tangan satunya, dan tangan sebelah menarik tangan Alexa mencari restoran yang cukup sepi.Ini perhatian pertama Charlie, apa harus pisah untuk pemutusan pertunangan baru Alexa akan merasakan hal bahagia seperti ini?Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria.

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 7

    BAB 7\Bab 7Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria. “Tuan Calvin…,” gumam pelan Dean membuat Alexa menoleh. Hampir saja lupa, jika Calvin banyak dikenal masyarakat. Dean langsung menatap Alexa, meminta tolong kalau sebenarnya hari ini mereka tidak sengaja bertemu dan mengajaknya jalan - jalan. “Al, itu bukannya Tuan Calvin?” tanya Dean melihat mereka menghampiri dirinya. “Iya, calon suamiku. Kenapa?” tanya Alexa biasa saja membuat Dean menoleh kembali. “Dia bahkan melihat kita, raut wajahnya marah denganku. Tolong aku, Al.”“Enggak, kau pria. Harusnya kau bisa urus sendiri, lagi pula… , gak masalah kok kalau kita jalan.” Alexa tersenyum lebar, tak lama langkah Calvin semakin dekat justru ia menarik dirinya untuk merangkul Dean. Pria itu merasa salah tingkah, dan berdebar - debar melihat Alexa menempel dengannya. Namun, ia takut jika ini akan menjadi masalah utama dengan Calvin.

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 6

    Bab 6“Mommy beneran gak tahu, Charlie pulang jam berapa?” tanya Alexa terus mendesak pertanyaan dengan orang tuanya. “Mommy serius sayang, setelah dia pamit ke atas. Mommy langsung ke kamar, mungkin dia pulang tanpa pamit, bisa jadi begitu kan dad?” tanya Mommy Shopia benar-benar tidak tahu kapan Charlie kembali pulang. Sedangkan Daddy Rowan hanya tersenyum kecil, ia sudah melihat rekaman CCTV jika Charlie tidur semalaman. Namun, ia merasa tenang karena yakin jika Charlie tidak akan macam - macam. Justru kalau ada hal sesuatu yang terjadi ia lebih mencurigai putrinya sendiri. “Harusnya mommy dan daddy tahu, kapan Charlie pulang. Aku tidur, dan aku masih kesal dengan dia.”“Kenapa lagi? Bukankah ini yang kau mau, melihat Charlie terus mengejarmu?” tanya Daddy Rowan membuat semakin menggerutu. “Iya, aku ingin melihat Charlie benar-benar sayang dan cinta denganku Dad. Semalam dia sudah membicarakan ini, jika memutuskan pertunangan secara tiba-tiba aku tidak dewasa. Bahkan bisa memp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status