LOGINAlexa, seorang gadis cantik, bertunangan dengan Charlie. Dia tampan dan kaya. Meskipun perbedaan usia mereka dua tahun, Alexa sering merasa kesal dan protektif, terus-menerus berurusan dengan wanita-wanita menggoda yang mencoba merebutnya. “Pergi sana, sialan! Apa maksudmu? Dia calon suamiku!” bentaknya dengan marah ketika Charlie hanya berjabat tangan dengan seorang rekan bisnis wanita. “Alexa, apa yang kau lakukan?” geram Charlie. Dia menatapnya—gadis yang menantang ini yang, sayangnya, telah membuatnya benar-benar terobsesi padanya. Malam itu, Charlie mengabaikannya. Dia pergi ke klub, minum sendirian, didorong oleh frustrasinya atas perilaku Alexa. “Kau gadis nakal, Alexa. Kurasa kau perlu dihukum.” “Ah... Charlie, apa yang kau lakukan? Kita belum menikah!” “Aku akan menghukum gadis nakal sepertimu.”
View More“Kau selalu sibuk, Char. Bahkan kau mengabaikanku, wajar aku cari perhatian denganmu. Jangan salahkan aku!” tanpa ada rasa takut Alexa langsung menghampiri Charlie, tunangannya.
Charlie memijat keningnya pusing, tingkah Alexa benar-benar membuat emosi dan tenaganya terkuras hebat.
Alexa, anak kesayangan pasangan Rowan dan Shopia berusia 23 tahun. Anak tunggal kaya raya, yang menjadi calon istrinya. Alexa dengan sikap ceria, posesif dengan Charlie kadang kala membuat pria itu merasa risih dan mengabaikannya.
Charlie laki-laki dewasa, usianya tahun ini 26 tahun. Kesibukan pekerjaan bisnis membuat dirinya tak bisa memilih banyak waktu bersama dengan Alexa. Hingga, kemarin mereka memutuskan untuk melangsungkan tunangan agar Alexa tidak banyak berulah membuat Charlie terganggu dengannya.
“Kau ingin apa lagi Alexa? Bahkan kau meminta melangsungkan pertunangan kita, aku sudah kabulkan. Kenapa kau masih berulah terus. Ingatlah, kau seorang gadis Alexa. Bibi Shopia bisa memarahiku, kalau kau terus membuat keributan.”
Dengan suara berat dan dingin, tatapan tajam ke arah Alexa. Charlie, laki-laki cuek bahkan dia tidak pernah peduli dengan Alexa sama sekali. Mereka, bisa bersama dengan perjodohan orang tua mereka sejak dulu. Charlie awalnya menolak, ia merasa tak butuh seorang wanita ada di hidupnya.
Berbeda dengan Alexa, langsung jatuh cinta dengan Charlie saat pertama kali bertemu. Dan dia mendekati Charlie berkali-kali walaupun mendapat banyak penolakan dari pria dingin itu. Hingga dimana, Alexa memaksa Charlie untuk sebagai kekasihnya.
Bodoh sekali Charlie menyetujui hal itu, kini…, dirinya ikut merasakan perasaan yang sama dengan Alexa.
“Aku tidak peduli jika mommy memarahimu, biarkan saja. Kalau perlu aku akan mengadu dengan daddy untuk mempercepat pernikahan kita!”
“Alexa…, berhenti bersikap keras kepala! Istirahatlah, kau baru sembuh!” Charlie masih menahan emosi, sebisa mungkin ia bicara baik - baik dengan Alexa.
“Temani hingga aku tertidur, baru kau boleh pulang. Jika tidak, yaudah aku akan mengikutimu ke apartemen!”
“Dasar gadis nakal!”
Hingga akhirnya Charlie mengikuti Alexa masuk ke dalam, gadis itu langsung mengganti pakaian tidur tipis dan nyaman.
“Kenapa? Bilang saja aku seksi dan cantik, jangan munafik Charlie. Kau tidak mengatakan apapun, tapi… , matamu menatapku penuh gairah!”
Lihat? Gadis nakal itu selalu membuat emosi Charlie meledak hingga tak tahan, Charlie langsung menggendongnya dan melemparkan ke atas ranjang! Ia mencium panas bibir Alexa, kesal dengan sikapnya. Bahkan Alexa tak diam, ia membalas ciuman itu lebih liat dan panas seperti Charlie lakukan dengannya.
Pada dasarnya, Alexa selalu bersikap jauh lebih berani dengan Charlie.
***
“Sial, aku ketiduran!” Alexa kesal, semalam setelah ditemani oleh Charlie. Dia berniat untuk membuat pria itu mengantuk dan menginap di sini, nyatanya dia tidur.
“Ya Tuhan, aku harus bertemu dengan Charlie. Aku tidak peduli, ia akan mengusirku atau menendangku sekarang aku harus tampil cantik untuk ke kantornya.”
Mommy Shopia melihat putrinya hanya geleng kepala, penampilan cantik dengan pakaian ketat justru di tubuhnya sangat cocok dan memikat. “Sayang, mau kemana? Makanlah sebelum pergi,”
“Mommy…, kapan Charlie pulang? Kenapa mommy membiarkan dia pulang, harusnya mommy menahannya untuk menginap disini mom!” ucap Alexa memeluk mommynya begitu erat, ia harus protes karena Charlie tidak menemani ia tidur.
“Alexa, mommy bahkan tidak tahu kalau dia pulang kapan? Daddy hanya bilang kalau Charlie sudah pulang.”
“Baiklah mom, aku makan. Dan aku minta tolong, bawakan aku makanan untuk Charlie aku akan ke kantornya.”
“Kau yakin? Wajahmu masih pucat sayang, kau baik - baik saja?” tanya Mommy Shopia mengusap lembut tangan putrinya.
“Aku baik mom,” jawabnya ia segera memakan sarapannya walaupun tak nafsu ia tak peduli yang penting perutnya harus terisi makanan.
Alexa sudah siap, dengan makanan yang ia bawa menuju ke perusahaan Charlie dimana pria itu sedang meeting dan sibuk. Bahkan Alexa mengirim pesan dan telepon untuknya tidur ada jawaban sama sekali.
Baru dia keluar mobil, semua perhatian tertuju dengannya. Tidak salah, jika Alexa selalu menjadi pusat perhatian. Aura yang cantik, keras kepala, bahkan tatapan tajam dibalik mata hazelnya.
“Selamat pagi nona Alexa, ada yang bisa saya bantu?” ucapan resepsionis menghentikan langkahnya. Biasanya tak ada yang berani menegur dirinya jika masuk ke dalam perusahaan tapi pagi ini, cukup mengejutkan bagi Alexa.
“Charlie dimana?” tanya Alexa langsung pada intinya.
“Maaf nona Alexa, Tuan Charlie sedang ada meeting tidak bisa diganggu!” ucap resepsionis membuat Alexa menatapnya tak suka.
“Lalu apa urusannya denganku, lebih baik kau lanjutkan kerjaanmu!” jawab Alexa langsung meninggalkan resepsionis tersebut.
Alexa tak menghiraukan bisik - bisik tentang dirinya, mereka mengatakan jika Charlie tidak menyukainya. Bahkan lebih tepatnya dia terpaksa menjalani hubungan dengan Alexa.
Masuk ke dalam ruangannya, tidak ada siapapun. Ia mencoba menghubungi Charlie tidak ada respon sama sekali, Alexa meletakkan makanan begitu saja. Hingga tiba-tiba seorang manajer wanita mengetuk pintu ruangan Charlie.
“Tuan, ini saya.” Masuk ke dalam ruangan justru membuat Alexa semakin menatap wanita itu tajam, apa - apaan ini. Karyawan yang bahkan menggunakan pakaian hampir telanjang, tidak layak. Alexa mendidih, wanita itu berniat kerja atau menggoda Charlie.
“Ah maaf nona Alexa, saya tidak tahu jika di dalam ada nona. Saya mencari Tuan Charlie ingin memberikan laporan yang beliau minta,” katanya dengan senyuman manis.
Alexa mengepalkan tangan, “Apa kau pantas?” tanyanya tak suka dengan wanita di depannya.
“Maaf nona, maksudnya Anda bagaimana? Saya tidak mengerti,” ucapnya.
“Kamu dipecat, tinggalkan perusahaan Charlie sekarang juga. Dasar wanita tidak tahu diri, tidak punya sopan!” Alexa mengusir wanita itu dengan marah.
“Apa maksud nona, Anda tidak bisa memecat saya begitu saja!” Tak terima dengan perilaku Alexa mengusir dirinya untuk berhenti bekerja di perusahaan ini
“Bisa, aku calon istri Charlie. Dan perusahaan ini miliknya, tentu aku berhak mengusir mu jalang!” teriakan Alexa membuat bisik - bisik karyawan yang ada di lantai tersebut.
“Maaf nona, saya hanya ingin bertemu dengan Tuan Charlie untuk membahas berkas ini. Kalau begitu saya permisi,” ucapnya mengabaikan Alexa bahkan ia keluar begitu saja tanpa menunggu jawaban darinya.
“Dasar jalang,” ia mengumpat bahkan mengikuti jalang itu kembali ke ruangannya.
Seketika langkah Alexa terhenti, ternyata bukan hanya manajer yang memakai baju seksi. Hampir semua wanita di perusahaan ini tampil dengan make-up tebal dan pakaian cukup mini sekali.
“Kalian niat bekerja atau menjadi penggoda?!” teriakan Alexa membuat mereka menoleh ke arahnya.
Alexa membuat keributan di perusahaan Charlie.
“Alexa, apa yang kamu lakukan?” suara Charlie dari arah lain membuat Alexa tersenyum kecil, tanpa basa basi ia langsung mendorong dada Charlie begitu kuat hingga pria itu mundur selangkah karena terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Alexa.
BAB 10Charlie menatap tajam Alexa, gadis itu selalu membuat dirinya pusing. Sayangnya, Charlie tidak bisa melepaskan Alexa sedikitpun. “Kenapa kau hancurkan? Mereka tidak salah, kau yang salah Char.”Saat Charlie ingin menjawab, makanan mereka datang. Alexa mulai membayangkan jika Charlie akan meninggalkan dia sendirian di sini. Namun, Charlie lebih dulu mengambil piring Alexa, ia memotongkan daging kecil - kecil membuat dirinya semakin mengerutkan kening. Bingung, karena dia tidak pernah melakukan ini. Kecuali di depan orang tua mereka, itupun Alexa yang meminta. Tapi sekarang? Charlie melakukan sendiri, tanpa ia minta.“Makanlah, jangan banyak bicara.”“Kenapa masih di sini?” tanya Alexa menatap datar Charlie. Pria itu melihat sisi lain Alexa, yang biasanya manja, banyak tingkah, cerewet. Kini dia benar-benar tenang dan diam, justru Charlie tidak tenang dan nyaman melihat dia berubah. “Kau yang berubah, bukan aku!” jawab Charlie terus terang mulai memasukkan makanan ke dalam
BAB 9“Ikut denganku, kau selalu membuat ulah. Pekerjaan jadi molor, dan terlambat.”Alexa tersenyum manis, bahkan ia tak menyangka akan bertemu dengan Calvin. Akhirnya ia merebut semua tas belanjaan dari Liam. Lebih baik ia sendiri, daripada disalahkan, dicibir oleh Charlie yang tidak perasaan itu. “Aku mau lanjut belanja, aku sibuk.”Akhirnya Alexa meninggalkan Charlie begitu saja, sikap mereka menarik banyak pengunjung salah satu gosip miring muncul. Apa hubungannya mereka mulai renggang? Apa mereka sedang bertengkar? Dan banyak bisikan tajam yang mampu didengar oleh Alexa dan Charlie sendiri. “Liam, kau urus kerjaan dari ini. Aku harus mengatasi gadis nakal itu sebentar, aku percaya denganmu. Selesaikan hari ini.”Charlie mengejar Alexa, bahkan ia merebut tas belanjaan milik wanita itu. Charlie yang membawanya sendiri, Alexa ingin mengendus kesal. “Makan siang denganku, aku temani.”Deg! Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya. “Aku tid
BAB 8Deg!Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya.“Aku tidak lapar, aku ingin segera pulang!” tolak Alexa ia sudah cukup malas dan lelah jika Charlie mengajak makan bersama. Hanya dirinya yang makan, dan Charlie sibuk dengan ponsel bahkan bicara pekerjaan dengan Liam.Lebih baik, ia pulang. Makan di mansion, bahkan tidak ada bedanya karena dia tetap makan sendirian.“Aku belum makan siang Lexa, aku lapar. Temani aku makan, ayo!” Charlie membawa tas belanjaan di tangan satunya, dan tangan sebelah menarik tangan Alexa mencari restoran yang cukup sepi.Ini perhatian pertama Charlie, apa harus pisah untuk pemutusan pertunangan baru Alexa akan merasakan hal bahagia seperti ini?Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria.
BAB 8Deg!Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya.“Aku tidak lapar, aku ingin segera pulang!” tolak Alexa ia sudah cukup malas dan lelah jika Charlie mengajak makan bersama. Hanya dirinya yang makan, dan Charlie sibuk dengan ponsel bahkan bicara pekerjaan dengan Liam.Lebih baik, ia pulang. Makan di mansion, bahkan tidak ada bedanya karena dia tetap makan sendirian.“Aku belum makan siang Lexa, aku lapar. Temani aku makan, ayo!” Charlie membawa tas belanjaan di tangan satunya, dan tangan sebelah menarik tangan Alexa mencari restoran yang cukup sepi.Ini perhatian pertama Charlie, apa harus pisah untuk pemutusan pertunangan baru Alexa akan merasakan hal bahagia seperti ini?Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.