Home / Romansa / Istri Pilihan Untuk Aryan / Bab 30 Rasa Penasaran

Share

Bab 30 Rasa Penasaran

Author: Iinyoursoul28
last update Last Updated: 2026-01-02 20:56:22

Pandu menggelengkan kepala, tersenyum tipis, sebisa mungkin pria paruh baya itu berusaha menutupi rasa gugupnya agar putranya tidak curiga.

“Dia itu putranya Pak Tomi.”

“Pak Tomi yang dulu jadi asisten pribadi Papa, kan?”

Pandu menganggukkan kepala. “Iya… tadi itu dia ke sini rencananya mau pinjam duit karena Pak Tomi sedang sakit, terus ya Papa kasih aja, hitung-hitung sebagai cara Papa bantu dia.”

“Ooo… aku pikir siapa gitu. Tapi minggu depan Papa jadi kan medical check up ke Singapura?”

“Minggu depan ya?”

“Iya minggu depan, jangan bilang Papa ada janji sama orang lain terus lupa deh.”

Pandu terkekeh. “Enggak kok.”

“Bagus deh jadi minggu depan aku bisa sekalian temani Papa ke Singapura.” Satya tersenyum.

“Kamu sebenarnya enggak harus kok temani Papa, kamu itu seharusnya pergi berlibur cari jodoh, Satya.”

“Yah… jodoh lagi yang dibahas deh,” kata Satya sambil membuang napas kesal.

“Ya iya dong, kan Papa juga mau punya cucu dari kamu.”

Pria paruh baya itu tersenyum puas ketika melihat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Pilihan Untuk Aryan   Bab 32 Penuh Tekanan Dan Emosi

    Haris akhirnya sampai di paviliun timur—tepat di mana putri sulung serta cucunya tinggal. Saat itu Arion dan Dewi sedang sarapan sambil mengobrol ringan.“Ternyata dia benar-benar sudah kembali,” monolog Haris, sudut bibirnya tertarik hingga menampakkan sebuah senyuman dengan matanya yang berkaca-kaca.Ingin rasanya Haris melangkah agar lebih dekat, memeluk erat tubuh putrinya tapi kenangan buruk di masa lalu mereka berhasil membuat kakinya membeku.“Pa, aku tahu kalau Papa kangen sama Mbak Dewi jadi sebaiknya kita langsung temui dia ya,” ajak Haikal yang entah sejak kapan ada di dekat tubuh renta itu.Haris menatap wajah putranya, menggelengkan kepalanya, berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu.“Pa, sampai kapan kita harus terus begini?” tanya Haikal.Langkah kaki pria paruh baya itu terhenti, di hadapannya sudah ada Dewi, Aryan, dan Aghnia yang sedang memperhatikannya.“Pa… untuk kali ini aja turunkan sedikit ego Papa ya, pasti Mbak Dewi juga kangen banget sama Papa,” kata Ayu

  • Istri Pilihan Untuk Aryan   Bab 31 Putri Kesayangan Haris Kembali

    “Tapi Ma, ak—”“Kamu tunggu aja di sana ya karena kali ini Mama yang bakalan datang ke sana buat kamu jadi kamu tunggu aja ya di paviliun timur, kan?” potong Dewi.Seketika sebuah senyum muncul di wajah tampan Arion, ingin pura-pura tidak mendengar dan memastikannya kembali tapi ia jika sang mama berubah pikiran.“Iya Mak, aku di paviliun timur,” jawab Arion yang tanpa sadar menganggukkan kepalanya, suaranya terdengar sangat bersemangat.Siapa yang tidak akan semangat jika orang yang disayanginya akan datang untuk menemuinya.***“Aryan…”“Hmmm…”Pria itu melirik sebentar ke arah istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi dan kembali menatap layar ponselnya.“Terima kasih untuk makan malam hari ini,” kata Aghnia.“Sama-sama, aku pikir seharusnya kita lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga agar bisa saling mengenal dan lebih dekat seperti yang kata kamu waktu itu.”Sudut bibir wanita itu tertarik lebar, ia tidak menyangka kalau Aryan akan mengikuti apa yang dia katakan.

  • Istri Pilihan Untuk Aryan   Bab 30 Rasa Penasaran

    Pandu menggelengkan kepala, tersenyum tipis, sebisa mungkin pria paruh baya itu berusaha menutupi rasa gugupnya agar putranya tidak curiga.“Dia itu putranya Pak Tomi.”“Pak Tomi yang dulu jadi asisten pribadi Papa, kan?”Pandu menganggukkan kepala. “Iya… tadi itu dia ke sini rencananya mau pinjam duit karena Pak Tomi sedang sakit, terus ya Papa kasih aja, hitung-hitung sebagai cara Papa bantu dia.”“Ooo… aku pikir siapa gitu. Tapi minggu depan Papa jadi kan medical check up ke Singapura?”“Minggu depan ya?”“Iya minggu depan, jangan bilang Papa ada janji sama orang lain terus lupa deh.”Pandu terkekeh. “Enggak kok.”“Bagus deh jadi minggu depan aku bisa sekalian temani Papa ke Singapura.” Satya tersenyum.“Kamu sebenarnya enggak harus kok temani Papa, kamu itu seharusnya pergi berlibur cari jodoh, Satya.”“Yah… jodoh lagi yang dibahas deh,” kata Satya sambil membuang napas kesal.“Ya iya dong, kan Papa juga mau punya cucu dari kamu.”Pria paruh baya itu tersenyum puas ketika melihat

  • Istri Pilihan Untuk Aryan   Bab 29 Masuk Tanpa Permisi

    “Jujur aku senang sekali karena akhirnya kamu mau ikut andil mengurus perusahaan Kakek, Rion.” Aryan melirik ke arah sepupunya yang tersenyum sambil menyedot kopi miliknya.“Aku juga sangat senang tapi apa kamu tidak khawatir kalau pertemuan kita ini malah membuatmu kehilangan banyak hal?”“Maksudmu?” Aryan mengeryitkan dahinya.Arion meletakkan gelas kopi miliknya di atas meja, menatap ke arah lurus, menikmati angin segar yang berhembus di sekitar area rooftop.“Ya sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di sini sebagai cucu keluarga ini beberapa orang di sini mengira kalau aku mulai mengincar posisi pewaris yang sudah melekat padamu.”Pria itu menoleh ke arah sepupunya yang malah kelihatan santai, tidak ada perasaan takut apalagi merasa tersaingi. Malah Aryan sendiri sempat terkekeh ketika mendengar penjelasannya.“Kalau boleh jujur aku sama sekali tidak peduli dengan siapa yang akan mewarisi seluruh harta kekayaan Kakek, malah kalau aku akan sangat senang jika kamu mau menerimanya

  • Istri Pilihan Untuk Aryan   Bab 28 Ide Bagus

    “Aghnia, apa sejak menikah kamu langsung tinggal di kediamaan Athaya?”Pria itu membuka obrolan di antara mereka ketika pesanan makanan dan minuman sudah lengkap tersaji di hadapan mereka.“Ya sejak aku resmi menjadi istri Aryan, aku langsung di bawa untuk tinggal di paviliun.”“Jadi…” Aghnia melirik ke arah pria itu yang santai mengiris steik yang ada di hadapannya, ada raut khawatir yang terpancar di wajah ayunya karena tadi ia hampir keceplosan tentang kisah hidup Aryan di masa lalu.“Kamu mungkin sudah tahu kan mengenai ceritaku dan keluargaku terutama mendiang papaku?” lanjut Arion sambil melemparkan pandangannya ke arah wanita di hadapannya yang ternyata juga sedang memperhatikannya.Tuh kan bener!Buru-buru Aghnia memutar bola matanya menatap makanan miliknya dan juga perlahan menelan salivanya. Ia benar-benar bingung harus berkata jujur atau berbohong saja kali ini.“Aku berharap kamu bisa jujur, Aghnia,” tambah Arion.“Emm…” wanita itu mengangkat kepalanya. “Ya aku pernah men

  • Istri Pilihan Untuk Aryan   Bab 27 Mencari Tahu

    “Mbak Aghnia…”Suara Doni berhasil mengalihkan fokus Aghnia yang memang sedang menunggunya di ruang tunggu, ada di lobi tidak jauh dari resepsionis. Wanita itu bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum ke arahnya.“Mbak Aghnia, ada apa ke kantor? Cari Mas Aryan ya?”“E—““Tapi sayang Mbak, Mas Aryan lagi di luar,” sela Doni.“Oh lagi di luar, meeting ya?”Doni menggelengkan kepalanya, menampilkan senyumnya yang sengaja dipaksa. “Enggak Mbak tadi Mas Aryan bilang mau ketemu sekaligus makan siang sama teman lamanya.”“Oh, gitu… tapi boleh enggak kalau kita ngobrol sebentar? Kamu sibuk enggak, Don?”“Ngobrol soal apa ya, Mbak?”Mendadak Doni merasa khawatir karena takut dicecar berbagai macam pertanyaan tentang sang bos yang tidak ada di tempatnya. Apalagi sebelumnya Aryan sudah berpesan untuk tidak sembarangan bicara dengan Aghnia agar wanita itu tidak curiga.“Sini duduk dulu ya.” Tanpa sadar Aghnia meraih tangan pria itu agar bisa duduk bersamanya. “Aku cuma mau tanya apa kamu ada fo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status