Share

Bikin Kesal

Penulis: Aldra_12
last update Tanggal publikasi: 2026-08-23 15:40:58

Freya menarik Rachel menjauh dari area rak yang mulai ramai dikunjungi pelanggan, membawanya ke sudut gudang kecil di belakang toko yang biasa mereka pakai untuk menyimpan stok barang.

“Frey, kamu kenapa sebenarnya?” tanya Rachel begitu mereka berdua sudah cukup jauh dari keramaian, suaranya penuh kekhawatiran. “Dari tadi aku perhatikan, sikapmu aneh sekali.”

Freya menghela napas panjang, menyandarkan punggungnya ke rak besi di belakangnya. Dia menatap Rachel yang menunggu dengan sabar, mata Ra
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
melisa cari masalah buat dirinya sendiri, belum tahu siapa dibelakang freya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Apa Kamu Suka?

    Freya duduk diam, matanya menatap Rachel yang bergerak cepat keluar ruangan tanpa berkata apa-apa lagi. Tidak lama, sahabatnya itu kembali dengan sekantong es batu yang dia ambil dari kulkas kecil di pantry karyawan.Rachel berlutut lagi di depan Freya, dengan hati-hati menempelkan kantong es itu ke pergelangan kaki yang bengkak, gerakannya penuh perhatian meski wajahnya masih menyimpan sisa kekesalan yang belum sepenuhnya reda.“Chel, maaf,” ucap Freya lirih, menatap sahabatnya yang sedang sibuk mengompres kakinya.“Diam dulu,” balas Rachel, meski nada suaranya tidak lagi setajam sebelumnya, lebih terdengar seperti gengsi yang belum rela sepenuhnya mencair.Freya tersenyum kecil melihat perhatian itu, meski Rachel masih berusaha menutupi kepeduliannya di balik nada ketus yang dipaksakan.Setelah beberapa saat, Freya menarik napas dalam, memutuskan untuk jujur sejauh yang bisa dia jelaskan. “Chel, aku terpaksa menikah dengan Pak Keano waktu itu. Aku hampir dipaksa dinikahkan dengan p

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Menemui Rachel

    Keano melangkah cepat, naik ke lantai atas menghampiri Nadine yang baru saja berteriak.“Apa maksudnya tidak ada di kamar, Ma?” tanya Keano begitu melihat sang mama yang berdiri di depan kamarnya.Nadine berdiri di depan pintu yang terbuka lebar, tangannya masih memegang nampan berisi segelas jus yang belum sempat dia sajikan. “Aku mau antar ini untuk Freya, tapi begitu masuk, kamarnya kosong. Dia gak ada di kamar.”Keano masuk ke dalam kamar, matanya menyapu seisi kamar yang memang benar-benar kosong. Selimut ranjang tersibak begitu saja, tanpa sosok yang seharusnya berbaring di sana untuk beristirahat.“Suruh semua orang mencarinya,” perintah Keano tegas ke pelayan yang ada di sana, suaranya menahan kepanikan yang mulai menjalar di dadanya. “Freya sedang sakit, tidak mungkin dia menghilang begitu saja tanpa alasan.”Para pelayan segera bergerak, menyebar ke seluruh penjuru rumah, memeriksa setiap sudut mulai dari taman belakang hingga area garasi. Sampai salah satu pelayan menyampa

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Tidak Izin

    Freya menatap layar ponselnya yang masih menampilkan riwayat panggilan tak terjawab. Dari pagi sampai siang ini, Rachel masih tak mau menerima panggilan darinya.Setelah beberapa saat mencoba menenangkan diri, dia memutuskan untuk mengetik pesan panjang, mencurahkan semua yang tidak sempat dia jelaskan lewat telepon tadi.[Chel, maaf aku nggak pernah cerita soal ini. Bukan karena aku nggak percaya sama kamu, tapi karena ini bagian dari kesepakatan yang harus aku jaga. Aku tahu ini terdengar aneh, tapi aku janji akan jelasin semuanya kalau memang sudah waktunya.][Kaki aku masih sakit banget, Chel. Kemarin aku sampai digendong karena nggak bisa jalan sama sekali. Aku cuma pengen kamu tahu, aku nggak lagi baik-baik aja, dan aku butuh kamu di saat kayak gini.][Please, jangan marah lagi. Aku sayang kamu sebagai sahabat, dan aku nggak mau kehilangan kamu.]Freya menekan tombol kirim, lalu menatap layar itu dengan napas tertahan, menunggu tanda centang biru yang menandakan pesannya sudah d

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Itu Keinginan Freya

    Freya menatap Keano dengan kening berkerut dalam, tidak sepenuhnya memahami maksud dari kalimat yang baru saja diucapkan pria itu. “Maksudnya, Pak? Kenapa Bapak bicara seperti itu?”“Aku tidak pernah mengajukan permintaan itu,” jawab Keano tegas, matanya menatap Freya lurus tanpa keraguan sedikit pun.“Memang benar saya yang mengajukannya, Pak,” balas Freya cepat, suaranya masih bergetar menahan gejolak emosi. “Karena saya tahu, pernikahan dengan saya bisa membuat citra Bapak buruk di mata orang lain. Saya hanya ingin menjaga nama baik Bapak, apalagi Bapak sudah begitu baik pada saya, sudah menolong saya dari masalah yang begitu besar.”“Itu hanya pikiranmu sendiri,” potong Keano cepat, tidak memberi ruang bagi Freya untuk melanjutkan.Freya tersentak, menatap Keano dengan mata membola tidak percaya. “Ta-tapi, Pak—”“Pernikahan ini pilihanku,” lanjut Keano, suaranya semakin tegas dan penuh keyakinan. “Aku tidak pernah takut pada apa pun, apalagi hanya soal citra diriku sendiri.”Freya

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Ketahuan

    “Ap-apa?” Rachel semakin terkejut sampai tergagap mendengar nominal yang begitu fantastis itu. Jika benar Freya sudah menikah, kenapa tidak pernah cerita ke Rachel?Rachel semakin penasaran, dia mencoba memastikan. “Memangnya siapa nama suaminya, Pak?”Kevin mengernyitkan dahi, mencoba mengingat-ingat sejenak sebelum akhirnya menjawab. “Kalau nggak salah, namanya Keano. Keano Pradipta.”Rachel merasa dunianya berputar mendengar nama itu.“Bapak jangan bercanda!” Rachel masih tak percaya.“Tidak percaya ya sudah, ganggu saja!” Kevin menutup kembali pintu rumah, membiarkan Rachel yang masih berdiri di depan.Rachel membeku dengan wajah bingung dan syok. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia membalikkan badan, melangkah cepat meninggalkan rumah itu dengan rasa penasaran yang bercampur menjadi satu dalam kepalanya.Sepanjang jalan, Rachel menarik ingatannya ke kejadian di mall yang berhubungan dengan Freya. Kenapa Keano turun tangan langsung mengurus masalah yang menyangkut Freya waktu itu. Ke

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Baik-baik Saja

    Freya masih duduk membeku di atas ranjang, matanya mengikuti gerakan pelayan yang datang membersihkan pecahan mangkuk dari lantai marmer. Suara sapu yang mengumpulkan serpihan keramik terdengar begitu jelas di tengah keheningan kamar.“Sudah, Tuan. Saya permisi.” Pelayan membungkuk ke arah Keano, lalu berjalan menuju pintu.Keano melangkah mendekat, berdiri di samping ranjang dengan tatapan yang masih menyimpan sedikit kekhawatiran.“Apa kamu baik-baik saja? Ada yang terluka?” tanya Keano, matanya memperhatikan kaki Freya, memastikan tidak ada bagian yang tergores pecahan mangkuk tadi.“Saya baik-baik saja, Pak,” jawab Freya, suaranya masih sedikit gugup. “Tidak ada yang terluka.”Keano mengangguk pelan, meski tatapannya masih terpaku sejenak pada Freya sebelum akhirnya berkata, “Istirahatlah lagi.”Freya mengangguk, tidak membantah. Freya memperhatikan Keano yang berjalan keluar dari kamar.Begitu Keano menghilang dari balik pintu kamar yang kembali tertutup, Freya mengembuskan nap

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status