ホーム / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 154. Perjalanan Pulang

共有

154. Perjalanan Pulang

作者: Henny Djayadi
last update 公開日: 2026-08-17 19:59:39

Sebelum kembali, Raymond dan Jovita menyempatkan diri mampir ke salah satu pusat oleh-oleh terbesar di daerah Pathok. Ya, bakpia Pathok.

Jovita terlihat sibuk memilih dan menumpuk beberapa kotak bakpia berbagai rasa ke dalam troli belanjaan.

Raymond yang memperhatikan dari samping mendadak mengerutkan dahi.

“Beli banyak banget, Jo? Bi Siti sama Pak Budi nggak akan habis makan sebanyak ini.”

Jovita menoleh seraya tersenyum manis. “Ini bukan cuma buat Bi Siti sama Pak Budi, Om. Ini buat Vio sama
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
vyjoo
aduh apa tuhhh ka hennyyyyyy???? nunggu besok ya inii aduh ga sabarrr sayahhh... ka hennyyy makasih udah ngasih part kaliurang yg manisss ini, besok2 mau lagi part pacaran halal lagi yaa. sehat dan semangat terus nulisnya kaa. Plis jgn cepet2 tamat hehe :3 :3
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Istri Rahasia Om Raymond   154. Perjalanan Pulang

    Sebelum kembali, Raymond dan Jovita menyempatkan diri mampir ke salah satu pusat oleh-oleh terbesar di daerah Pathok. Ya, bakpia Pathok.Jovita terlihat sibuk memilih dan menumpuk beberapa kotak bakpia berbagai rasa ke dalam troli belanjaan.Raymond yang memperhatikan dari samping mendadak mengerutkan dahi.“Beli banyak banget, Jo? Bi Siti sama Pak Budi nggak akan habis makan sebanyak ini.”Jovita menoleh seraya tersenyum manis. “Ini bukan cuma buat Bi Siti sama Pak Budi, Om. Ini buat Vio sama Bi Lastri juga.”Raymond tersenyum, bahagia istrinya selalu peduli pada putrinya. Dia berharap, Viola kan menerima Jovita dengan lapang sebagai ibu tirinya.Jovita memajukan tubuhnya sedikit, berbisik pelan pada suaminya. “Kalau Om Ray pulang tidak bawa oleh-oleh khas Kaliurang, nanti Vio bisa curiga kalau Om cuma asal sebut nama tempat biar tidak diganggu.”Raymond terkekeh geli mendengar alibi cerdik istri kecilnya itu. Ia menyenggol bahu Jovita pelan seraya menyahut,“Kalau tujuannya cuma bua

  • Istri Rahasia Om Raymond   153. Pria yang Patah Hati

    Elvi menyapu air matanya yang menetes, lalu menatap Damian dengan sorot mata terluka namun tetap berusaha tenang.“Aku tidak sepicik itu, Pi...” bisik Elvi pelan. Ia menghela napas panjang untuk menata gejolak di dadanya sebelum melanjutkan.“Aku hanya ingin mengingatkan, kalau Papi terlalu keras menekan Dylan, dia justru bisa berontak. Dan itu cuma bakal bikin kita makin sulit memberi penjelasan padanya. Dylan itu anak yang baik, dia penurut. Papi bisa bicara baik-baik dan pelan-pelan dengannya.”BRAK!Damian menggebrak meja kerjanya dengan sangat keras, sama sekali tak terpengaruh oleh kelembutan istrinya.Bayangan tentang reputasi buruk Felisa, ibu kandung Viola, membuat darahnya mendidih. Di depan publik dan media, wanita itu memang sangat pintar menyembunyikan jati dirinya dengan topeng keanggunan. Namun di kalangan pengusaha papan atas, sudah menjadi rahasia umum bahwa wanita itu tak lebih dari penghibur kelas atas yang haus harta.“Sampai kapan pun aku tidak akan pernah merestu

  • Istri Rahasia Om Raymond   152. Tak Akan Memberi Restu

    Hati Karina mendadak panas bagai dihantam godam. Ia menghembuskan napas dalam-dalam, memutar otak setengah mati untuk mengendalikan ekspresi dan menutupi amarah yang membakar dadanya di depan putri mantan kekasihnya itu.“Mungkin... papamu pergi bersama mamamu, Vio?” sahut Karina, mencoba melempar kemungkinan dengan nada suara seramah mungkin.Meski hatinya sendiri sedang dibakar cemburu, tapi Karina masih berusaha menghibur Viola. Dahulu dia sering melakukan hal itu, untuk mengambil hati Viola agar memberikan restu kepadanya.Viola menggeleng samar. “Nggak mungkin. Mama lagi sama Om Julian di Kalimantan, katanya lagi mengurus proyek di sana.”Di bawah meja kafe, kedua tangan Karina mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Gigi-giginya bergemelutuk menahan gemuruh emosi yang kian meluap.Dugaan buruk Karina selama ini akhirnya terbukti valid.Sejak awal Raymond memutuskan hubungan mereka secara sepihak, Karina sudah menaruh curiga bahwa pria itu telah berpaling pada wanita lain

  • Istri Rahasia Om Raymond   151. Keberanian Viola

    Setelah menyelesaikan segala urusan perizinan dan investasi tanah, Raymond dan Jovita akhirnya menghabiskan sisa waktu mereka di Kaliurang murni untuk berlibur.Mereka menyusuri keindahan Taman Wisata Plawangan Turgo yang asri dan sejuk, bergandengan tangan menembus kabut tipis.Saat berdiri di bawah rimbunnya jajaran cemara di Ledok Sambi, udara dingin pegunungan merayap menusuk tulang. Raymond refleks merengkuh bahu Jovita, menarik wanita itu makin rapat ke dalam pelukannya."Dingin banget, ya?" bisik Jovita pelan, menyandarkan kepalanya di dada bidang Raymond.Raymond tersenyum kecil, mengecup pucuk kepala Jovita penuh kehangatan. "Sekarang masih dingin, hm?"Jovita terkekeh manis, menengadah menatap manik mata suaminya. "Nggak, pelukan Om selalu berhasil menghangatkanku."“Aduh belajar ngombal dari mana bocah ini?”“Kan Om Ray mentornya.”"Kalau gitu, aku nggak akan lepasin kamu seharian ini," balas Raymond dengan nada suara berat yang menggoda, menyatukan jemari mereka dengan era

  • Istri Rahasia Om Raymond   150. Kecemburuan Dylan

    Dada Viola bergemuruh hebat. Perasaan cemas, geli, sekaligus bingung bercampur menjadi satu.Gadis itu tidak tahu harus membagi perasaan gundah dan mengganjal ini kepada siapa. Ponsel Jovita, satu-satunya sahabat yang biasa menjadi tempatnya mencurahkan isi hati, masih tetap tidak aktif.Dalam keputusasaan dan rasa sepi yang menghimpit, Viola memberanikan diri menekan kontak Dylan di layar ponselnya.Begitu panggilan terhubung, Viola menahan napas sejenak. "Halo, Dylan... Apakah aku mengganggu waktumu?" tanyanya pelan.Sikap Viola kini jauh berbeda. Ia tak lagi seagresif atau memaksakan kehendak seperti dulu. Tanpa disadarinya, nada bicara yang tenang, lembut, dan sedikit ragu-ragu ini justru sangat meniru pembawaan Jovita yang sering ia amati.Di seberang telepon, Dylan sempat diam sejenak sebelum menjawab datar, "Tidak. Ada apa, Vio?""Bisa kita bertemu sebentar?" bisik Viola, suaranya terdengar bergetar menahan cemas. "Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan... Aku benar-benar tidak t

  • Istri Rahasia Om Raymond   149. Nikmati yang Anget-Anget

    Raymond menyambar ponselnya di atas nakas lalu menggeser tombol hijau, tetap membiarkan Jovita berada di posisi atas tubuhnya."Halo, Pa? Sampai sekarang Jojo masih belum bisa dihubungi! Ponselnya masih nggak aktif. Aku khawatir banget terjadi apa-apa sama dia..." Terdengar suara Viola berseru cemas dari seberang telepon.Wajah Raymond yang semula tegang seketika berelaksasi pelan. Ada binar lega di matanya begitu menyadari tak ada masalah besar di rumah yang ditinggalkannya."Vio... Jangan terlalu memikirkan Jojo, dia itu sudah besar dan bisa menjaga diri," sahut Raymond berusaha menata nada suaranya seanteng mungkin. "Kamu fokus saja sama skripsimu."Jovita yang mendengarkan percakapan antara ayah dan anak itu langsung membeku. Ia menghentikan seluruh gerakannya, tak berani bergeming sedikit pun karena takut hembusan napas atau gesekan tubuhnya menimbulkan suara yang memicu kecurigaan Viola.Namun, Raymond tampaknya sama sekali tidak ingin merusak atau kehilangan momen intim ini. Ta

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status