แชร์

4. Dilema Jovita

ผู้เขียน: Henny Djayadi
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-06 08:50:30

​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni.

Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.

​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas.

“Jika aku menalakmu malam ini dan membiarkanmu pergi, besok pagi ayahmu pasti akan menyeretmu kembali ke neraka itu. Aku harus memastikan kamu benar-benar aman dan bisa mandiri terlebih dahulu.”

​Jovita meremas ujung kemejanya. Pertanyaan yang sejak tadi menyumbat tenggorokannya akhirnya lolos juga.

“Lalu… bagaimana dengan Bu Karina?”

​Mendengar nama Karina disebut, sorot mata Raymond meredup sekilas. Ada beban berat yang kembali menggelayuti pundaknya.

​“Kamu harus merahasiakan pernikahan kita dari siapa pun. Baik itu Vio, maupun Karina. Tidak boleh ada satu orang pun yang tahu.”

​Raymond menatap Jovita dalam-dalam.

“Perjanjian kita sebelumnya tetap berlaku, kau harus meyakinkan Vio untuk menerima Karina sebagai ibu barunya,” ucap Raymond, lirih tapi terdengar tegas.

“Setelah Vio bisa menerima Karina sebagai ibu barunya, dan setelah kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri… kita akan mengakhiri hubungan ini. Kamu paham?”

​Jovita hanya mengangguk samar atas kesepakatan yang saling menguntungkan ini.

Raymond melindungi Jovita dari sang ayah dan membiayai kuliahnya.

Sementara Jovita harus menjaga rahasia pernikahan mereka, sambil menjalankan misi untuk kelancaran hubungan asmara Raymond dengan perempuan yang dicintainya.

​

“Baik, Om. Saya paham.”

***

Helaan napas lega lolos dari bibir Jovita saat menatap layar ponsel. Status administrasi di portal mahasiswa kampusnya telah berubah hijau.

Lunas.

Sudah dua semester ini Raymond memenuhi janjinya, menanggung seluruh biaya kuliah Jovita. Di sisi lain, Jovita belum juga berhasil menunaikan tugasnya meyakinkan Viola. Membuat rasa bersalah kadang menghantuinya.

Selembar uang merah yang menjadi mahar dari Raymond mungkin adalah mahar termurah di dunia. Tapi perlindungan dan tanggung jawab yang Raymond berikan di balik itu benar-benar menyelamatkan masa depan mahasiswa jurusan arsitektur itu.

​“Jojo!”

​Tepukan keras di bahu membuyarkan lamunan Jovita.

Viola sudah berdiri di samping meja kuliahnya dengan tas jinjing bermerek dan senyum lebar.

​“Pulang kampus main ke rumahku, ya?” ajak Viola manja.

“Aku habis kalap belanja kemarin. Ada beberapa baju yang pas dicoba ternyata aku nggak suka warnanya. Daripada dibuang, mending buat kamu.”

Jovita mengangguk samar. “Terima kasih banyak, ya,” ucap Jovita tulus, meski pakaian itu belum diterimanya.

​Di dalam mobil milik Viola, kecanggungan mulai merayap di dada Jovita. Viola menyetir sambil sesekali melirik sahabatnya itu dengan tatapan menyelidik.

​“Dengar-dengar kamu magang di Vastu Chandra Architecture?” tanya Viola tanpa basa-basi menyebut biro arsitektur milik papanya.

​Jovita menegang sejenak sebelum akhirnya mengangguk pelan.

“Ya,” jawab singkat Jovita, berusaha setenang mungkin.

​“Bagus, deh! Pas banget kalau begitu!” Viola berseru antusias, menepuk setir mobilnya. “Jo, aku punya misi khusus buat kamu selama magang di sana.”

​“Tugas apa, Vio?”

​“Awasi Papaku,” wajah Viola mendadak berubah serius dan dingin.

“Perhatikan setiap gerak-geriknya. Jangan biarkan perempuan genit bernama Karina datang ke kantor Papa atau cari muka di depan Papa. Pokoknya, kalau perempuan itu datang atau Papa mulai kelihatan terlalu dekat dengannya, kamu harus langsung laporkan ke aku!”

​Deg.

​Jantung Jovita serasa berhenti berdetak. Rasa bersalah yang teramat sangat meremas dadanya. Raymond dan Viola, memberi misi berlawanan kepada dirinya.

​Mengingat sudah menerima uang Raymond, Jovita mencoba memberanikan diri membuka suara.

​“Vio… tapi, kan, Bu Karina itu kekasih Om Ray. Maksudku, wajar kalau mereka dekat.” Jovita berhati-hati, mengatur nada suaranya agar tidak mencurigakan.

“Mungkin… kamu juga harus mulai belajar menerima kehadiran Bu Karina? Om Ray pasti kesepian dan butuh teman hidup.”

​“Nggak akan!” potong Viola sengit, napasnya memburu.

“Aku nggak sudi punya ibu tiri! Aku masih berharap Papa dan Mama rujuk. Mereka cuma egois, Jo. Aku yakin kalau perempuan gatal itu menyingkir, Papa pasti mau kembali sama Mama demi aku.”

​Jovita bungkam. Ia memilih mengalihkan pandangan ke luar jendela.

Masalah uang kuliah selesai, tapi masalah lain yang lebih rumit menghantam.

Saat ini status Jovita adalah istri siri Raymond. Menikung Karina, dan menjadi penghalang impian sahabatnya memiliki keluarga impiannya.

Sebutan apa yang pantas untuk perempuan seperti dirinya?

​Mobil Viola memasuki gerbang rumah mewah keluarga Chandra. Rumah itu tampak sepi seperti biasanya.

Tapi sedang putih yang terparkir di sana membuat hati Viola mendadak meradang. Dia mengenali pemiliknya, Karina.

​Viola bergegas turun dari mobil dengan langkah terburu-buru, diikuti Jovita dari belakang.

Pintu utama rumah mewah itu tampak sedikit terbuka. Viola yang dipenuhi rasa dongkol langsung melangkah masuk dengan muka merah penuh amarah

​“Pa!”

​Panggilan Viola terputus di tenggorokan. Langkahnya terhenti mendadak di area foyer.

​Di hadapan Jovita dan Viola, tepat di dekat sofa ruang tamu yang remang, Raymond sedang berdiri tegak. Di dalam dekapannya, ada seorang wanita anggun yang tak lain adalah Karina.

Raymond memeluk pinggang wanita itu dengan erat, lalu merunduk, mencium bibir Karina dengan begitu mesra dan penuh kerinduan. Ciuman yang sarat akan kepemilikan mendalam antara dua orang dewasa yang saling mencintai.

​Jovita yang berdiri tepat di belakang Viola terpaku. Pemandangan di depannya terasa seperti hantaman yang menghancurkan dadanya hingga tak bersisa.

​Ada rasa nyeri yang mendadak menyeruak, terasa asing tapi begitu menyiksa.

Melihat bagaimana Raymond memperlakukan Karina dengan begitu penuh damba, Jovita ditarik paksa kembali pada realitas yang paling pahit.

Bagi Raymond, Jovita tidak lebih dari sekadar gadis miskin yang ditolong karena belas kasihan. Sementara hati, cinta, dan hasrat pria itu, seutuhnya hanya milik Karina.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Aisyah
sungguh cerita ini aku suka, lanjutkan toor
goodnovel comment avatar
Ali Masdiq
cinta yang dilematis diantara 3 aktor utama..
goodnovel comment avatar
Riska
jojo galau dan bingung dgn dirinya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Istri Rahasia Om Raymond   335. Sampel

    Pagi-pagi sekali, Raymond dan Jovita sudah tiba di rumah sakit. Suasana di lorong area perawatan Intensif terasa begitu sunyi dan dingin saat mereka melangkah menuju kamar Viola.Di depan pintu kamar, pertemuan canggung dengan Felisa tak terelakkan.Jovita, yang dulunya bisa bersikap biasa dan luwes terhadap Felisa sewaktu masih dianggap sekadar sahabat Viola, kini merasakan jarak yang begitu membentang lebar. Mengingat posisinya sekarang yang telah sah menjadi istri Raymond, ada getaran kewaspadaan yang terselip di dadanya.Ditambah lagi, meski Felisa terlihat sangat lelah dan kusut akibat semalaman tidak tidur, garis kecantikan mantan istri suaminya itu masih tampak jelas. Jovita tahu betul, situasi yang menguras emosi dan penuh kerapuhan seperti saat ini memiliki celah berbahaya yang bisa saja memicu nostalgia atau kedekatan kembali di antara mantan pasangan itu.Raymond melangkah maju, memutus keheningan di antara mereka. Pria itu menatap Felisa datar.“Pulanglah. Ganti aku dan Jo

  • Istri Rahasia Om Raymond   334. Demi Kebaikan Viola

    Raymond menundukkan kepalanya dalam-dalam, bersuara lesu dan parau. “Sejak awal... Papa tidak pernah percaya kalau Vio itu anak kandungku.”Berulang kali Raymond menghela napas panjang, ingin rasanya melepas semua beban dengan bercerita, tapi itu berarti harus kembali mengorek luka lama.“Papa adalah orang pertama yang melihat aku bersama Feli, dia langsung berpikir ini adalah jebakan. Papa semakin marah karena aku lebih memilih bertanggung jawab dan mempertahankan Vio, daripada menuruti permintaannya untuk menggugurkan atau membuang anak itu... Bayangkan, Jo, aku masih SMA saat Vio lahir ke dunia.”DEG.Jovita tertegun. Matanya membelalak tak percaya. Kenyataan bahwa Raymond harus menanggung beban sebesar itu di usia yang masih sangat muda sungguh menyayat hatinya.“Setiap bayi terlahir suci tanpa dosa...” lanjut Raymond dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “Saat itu, aku cuma tidak ingin Vio bernasib sama seperti diriku... lahir dan tumbuh besar tanpa pernah merasakan kasih sayang s

  • Istri Rahasia Om Raymond   333. Haruskah Tes DNA?

    Pertanyaan menohok dari Roberto sama sekali tidak mengejutkan bagi Elleonor. Sejak detik pertama ia melangkah ke rumah sakit dan memutuskan untuk mendonorkan darahnya, Elleonor sudah sangat tahu risikonya. Ia sadar betul rahasia lama yang terkubur puluhan tahun akan terkuak.Tapi bagi Elleonor, keselamatan dan nyawa Viola jauh lebih utama daripada segala topeng kebohongan yang ia pakai selama ini.Dengan wajah pucat yang memancarkan ketegaran pasrah, Elleonor membalikkan tubuhnya perlahan, menatap lurus mata suaminya tanpa sedikit pun rasa gentar. Tapi sebisa mungkin dia akan tetap menyembunyikan kebenaran, karena tujuannya belum tercapai.“Vio itu anaknya Feli,” jawab Elleonor lirih tapi tegas. “Kau tahu sendiri, Feli adalah anak dari adikku yang dititipkan pada kita. Aku sudah berjanji akan menjaga Feli, tapi aku gagal. Feli hamil….”Roberto terkekeh sinis penuh kepahitan, langkah kakinya semakin mendekat hingga menyisakan jarak yang sangat tipis di antara mereka. Matanya menyalang

  • Istri Rahasia Om Raymond   332. Anak Siapa?

    Saat-saat yang mendebarkan berlalu hingga akhirnya pintu ganda ruang operasi terbuka. Dokter keluar dengan melepas masker medisnya, menampilkan raut wajah yang jauh lebih tenang dibanding sebelumnya.“Keluarga Saudari Viola?” panggil dokter tersebut.Raymond dan yang lainnya langsung mendekat dengan napas tertahan.“Puji Tuhan, pendarahan di dalam dada sudah berhasil kami hentikan dan transfusi darah berjalan sangat lancar,” ujar sang dokter membawa angin segar. “Saat ini kondisi kritisnya sudah terlewati dan tanda-tanda vitalnya mulai stabil. Memang luka akibat benturan di kepala dan patah tulang rusuknya membutuhkan proses pemulihan, tapi masa gentingnya sudah lewat. Tolong tetap berikan dukungan doa dan suasana yang tenang agar pasien bisa segera memulihkan kesadarannya.”Mendengar penuturan itu, Raymond menghembuskan napas lega. Beban berat yang meremukkan dadanya seolah terangkat seketika. Ia berpaling menatap Jovita yang berdiri bersandar lemah di sampingnya. Wajah istrinya tamp

  • Istri Rahasia Om Raymond   331. Elleonor

    Semua pasang mata seketika tertuju ke ujung koridor. Di sana berdiri Elleonor, mama kandung Julian sekaligus istri siri Roberto. Napasnya masih tersengal-sengal karena berlari menyusuri lorong panjang.Julian tersentak kaget. Ia bergegas menghampiri mamanya, hendak membisikkan rencananya. "Mama, jangan ikut campur! Dengarkan aku dulu…"Tapi rasa sayang dan takut kehilangan membuat Elleonor sama sekali tidak menghiraukan anaknya. Tanpa ragu sedikit pun, Elleonor menerobos Julian dan langsung menghampiri sang dokter."Dokter, golongan darah saya sama dengan Vio! Ambil darah saya sebanyak yang dibutuhkan!" tegas Elleonor dengan bibir bergetar.Melihat fisik Elleonor yang sudah tidak muda lagi dan tampak kelelahan, sang dokter sempat ragu sejenak. "Ibu... usia dan kondisi Ibu perlu kita periksa dulu, donor darah di usia ini berisiko…""Tidak ada waktu lagi, Dok! Nyawa cucu saya lebih penting! Cepat periksa saya sekarang!" potong Elleonor tegas tak menerima bantahan, bahkan dari ahlinya se

  • Istri Rahasia Om Raymond   330. Donor yang Dinanti

    Suara isak tangis dan ratapan Felisa yang sampai bersimpuh di lantai sama sekali tak mampu menyentuh hati Julian. Pria itu justru membuang muka, mencari celah untuk bisa segera pergi dari kekacauan ini.Julian berbalik menatap dingin, dan berkata dengan santai. “Aku ada urusan lain. Permisi.”Seolah tanpa beban, Julian melangkah hendak meninggalkan rumah sakit.“Berhenti!” teriak Roberto menggelegar, emosinya memuncak hingga urat-urat di lehernya menegang.Julian tersenyum menyeringai, saat akhirnya papanya memanggilnya. Ini akan menjadi awal negosiasi, dan Julian akan memanfaatkan situasi ini sebaik-baiknya.Roberto melangkah cepat dan mencegat jalan Julian, menatap putra keduanya dengan kilatan amarah membara.“Otakmu di mana, Julian! Di dalam sana ada nyawa yang sedang terancam, dan kamu mau pergi begitu saja setelah tahu cuma darahmu yang bisa menyelamatkannya?!”Julian terkekeh sinis, sama sekali tidak gentar menatap mata sang papa.“Lalu kenapa kalau aku bisa, Pa?”Julian menant

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status