LOGINTidak lama kemudian Lidya keluar dari kamar karena sudah merasa lapar, ia langsung menuju ke meja makan."Dia siapa?" Tanya Lidya saat melihat ada pembantu baru. "Oh dia teman saya bu, di cariin sama bapak biar ada temennya di sini," jawabnya membuat Lidya mengangguk."Wow keren ya, jadi pembantu aja dicariin temennya," jawab Lidya."Hehe Alhamdulillah bu," jawabnya "Oh ya Bu, Ibu beneran mau cerai sama bapak?""Kalau iya emangnya kenapa? Kamu mau gantiin posisi saya?" Deg!"Eh nggak gitu kali bu ... Saya cuma nanya aja, soalnya kan saya lihat Bapak sama Ibu permasalahannya nggak gede ya, kenapa sampai cerai?" tanya mbok membuat Lidya diam sejenak."Ntahlah ..." Jawabnya "Oh gitu ya, kalau nggak salah Bapak kayaknya bakalan pindah Ibu dari sini kalau udah cerai sama ibu," "Tahu dari mana?""Ada Bapak cerita tadi, cuman nggak tahu fix-nya benar atau enggak,""Pindah ke mana dia? Mau ngekos juga kayak saya?""Oh nggak dong Bu, Bapak kayaknya mau ke rumah sama anaknya deh, soalnya b
Hari menunjukkan pukul 08.00 malam Alex baru saya sampai di rumah setelah seharian mondar-mandir."Huh ..." ia menghela nafas panjang lalu duduk di sofa."Mbok ...""Iya pak, sebentar ya saya bawakan minumannya dulu," jawab mbok lalu buru-buru ke depan."Hari ini rumah baik-baik saja?""Baik-baik aja Pak, hanya ada satu kiriman paket,""Oh ya dari siapa itu?""Waduh saya nggak tahu Pak, nggak sempat baca tadi soalnya lagi masak," jawabnya membuat Alex mengangguk lalu mengambil paket tersebut. "Apa ini?" gumamnya sambil membuka paket itu.Baru saja Alex melihat isinya ia langsung tersenyum. "Wah ... Alat pijat itu pak," ucap mbok yang dibales anggukan oleh Alex."Kayaknya ini kerjaannya si Fras deh sama istrinya," jawab Alex yang dibalas anggukan oleh Mbok."Iya karena sinyal di sana belum begitu bagus, akhirnya bapak nggak bisa komplain dan mau nggak mau harus terima," ujar mbok sambil terkekeh.Alex langsung duduk di kursi pijat itu."Hum ... Mantap banget ini memang," gumamnya sam
Tiga hari telah berlalu, Lidya mulai kewalahan dengan kondisinya yang semuanya harus ia lakukan sendiri. Hari ini dia tidak kemana-mana karena sedang weekend dan Lidya tidak punya tenaga untuk keluar kosan, berkali-kali teman-temannya menghubunginya namun dia sama sekali tidak mengangkatnya. "Huh ... Kenapa jadi hidupku berubah banget gini, perasaan kemarin-kemarin tenagaku full aja tuh sampai begadang malam-malam, ini apa?" gumamnya sambil melihat dirinya di cermin."Masa ya aku kalah gara-gara nggak tinggal di rumah sih, apa kata Alex nanti. Tapi kalau kayak gini terus rasanya aku mau gila, stress ... Semuanya dikerjain sendiri nggak ada yang nolongin, uangku juga habis gitu aja," ujarnya lagi benar-benar frustrasi."Dari awal pindah sampai sekarang nggak ada di menghubungiku, apa jangan-jangan dia memang senang aku pergi dari situ ya hufftt ..."Lidya hampir setiap hari bertengkar dengan dirinya sendiri karena dia merasa kesulitan sendiri. Tangannya meraih ponsel kemudian menghub
Baru saja Alex mamajamkan matanya tiba-tiba saja Lidya masuk ke dalam kamar sambil membawakan bubur dan juga minum."Kok kamu nggak bilang sih kalau kamu lagi sakit Mas?""Kamu emang pernah pilih aku? Kamu kan lebih milih party jadi buat apa ngasih tahu kamu," jawab Alex membuat Lidya menghela nafas panjang."Kan kamu bisa ngomong Mas, nggak setiap hari juga kan aku party,""Hum," dehem Alex.Keesokan harinya sesuai kesepakatan bersama Lidya langsung pindah dari rumah untuk survive selama seminggu di kosan. "Huh ... My world, aku suka ini," gumam Lidya sambil menghempaskan tubuhnya di ranjang yang hanya cukup untuk dirinya itu.Drt ... Drt ...Lidya langsung buru-buru mengambil ponselnya dari dalam tas kemudian mengangkatnya. [Lidya ... Kamu sebenarnya niat kerja atau nggak sih?]Deg!Lidya kembali duduk sambil mengatur kata-kata yang harus ia keluarkan. [Pak ... Sebenarnya saya lagi ada urusan][Cih kamu pikir kantor ini punya bapakmu, kamu ada urusan sesuka hatimu nggak masuk? Ga
Lidya tidak bisa menjawab pertanyaan itu selama kurang lebih 15 menit obrolan berlangsung, namun ia juga tidak tega melihat orang tuanya beberapa kali mengucapkan permintaan maaf kepada Alex. "Kalau dari Alex sendiri bagaimana?" tanya Abi membuat Alex terkekeh."Iya seperti yang terlihat aja, udah biasa sebenarnya jadi gimana ya, balik lagi ke lidya aja dia maunya seperti apa," jawab Alex membuat Lidya kesal."Ya aku juga kan kayak gini cuman hiburan Mas, nggak pernah aneh-aneh kan. Kamu jelasin dong rincinya seperti apa, biar orang tuaku nggak salah paham--"Apapun alasan kamu, di agama kita ini tidak diperbolehkan Lidya, kamu pikir Abi dan Umi akan menoleransi itu, nggak!Kalau suami mau berkata sudah saya selesaikan saja, kami kabulkan dari pihak perempuan," ujar Abi karena kesal melihat putrinya yang terus membela diri. Tidak lama kemudian kedua orang tua Lidya pamit pulang dan menyarankan mereka berdua agar berdiskusi kedepannya seperti apa dan apapun keputusan mereka kedua ora
Setelah kejadian itu Lidya malah mendiamkan suaminya selama hampir 3 hari membuat Mbok sangat kesal dan rasanya ingin mengingatkan Lidya."Lidya ..." Panggil Alex pada sore itu."Apa sih?" jawab Lidya dengan sangat ketus membuat Alex menghala nafas panjang. "Mau kamu apa sekarang?" tanya Alex membuat Lidya seketika tersinggung melalui ia berbalik melihat suaminya itu sambil berkacak pinggang."Apa? Kamu ngomong apa?""Huh ... Saya udah hubungin orang tua kamu,"Deg!Lidya langsung menurunkan kedua tangannya dari pinggangnya karena kaget dengan ucapan itu. "Buat apa? Biar apa kamu hubungin mereka? Mau ngasih tahu kalau aku nggak baik hah?" tanya Lidya "Nggak ada, Saya hanya berbasa-basi aja--"Halah nggak usah bohong nanti kamu, Aku tahu kamu tuh pengen ngasih tahu kalau aku bukan istri yang baik sama mereka kan? Kamu pengen banget kan ngelihat aku dimarahin sama orang tuaku hah? Otak-otak kayak kamu tuh kebaca, pasti kamu pengen ngasih tahu kan kalau aku ini suka dugem? Suka party
Seminggu telah berlalu, Alex semakin frustasi karena ia ingin kembali ke rumahnya, namun dia tidak mau berurusan dengan wartawan apalagi polisi. "Huh sampai sekarang belum ada nih kabar dari Fras?" tanya Alex pada anak buahnya itu yang dibalas anggukan oleh mereka."Belum ada Pak, kami mencoba mel
Lidya tidak tahu harus berbuat apa lagi sekarang karena langkahnya sudah dibatasi oleh keluarganya, sedangkan ia harus mencari keberadaan Alia."Huh ... Kenapa jadi berantakan semua sial! Pak Alex, bisa-bisanya dia nyebarin foto itu padahal aku juga lagi berusaha nyari," kesal Lidya lalu ia mengota
Dua hari kemudian, beredar kabar kalau Alex sudah di temukan dan sekarang ada di kantor polisi terdekat.Al dan Rendi yang mengetahui kabar ini sengaja tidak memberitahu Fras, supaya tidak menjadi beban pikiran."Kita ke kantor polisi bang?""Iya, kita ke sana aja berdua," ujarnya yang dibalas angg
Keesokan harinya Alia bangun, namun ia bingung karena dari pagi tidak melihat Rendy dan Al. "Tante ... Rendy sama kak Al kemana?" tanya Alia."Nggak tahu tuh tiba-tiba pamit katanya ada urusan penting," jawab Mama membuat Alia mengangguk."Di sini dulu aja sayang, Mama juga sendirian di sini," uca







