LOGINSatu jam kemudian Alia sudah kembali ke rumah, nenek tidak banyak bertanya iya membiarkan cucunya itu menenangkan dirinya sendiri. "Dedek mana nek?""Istirahat, jangan diganggu dulu." Ujar nenek yang dibalas anggukan oleh Alia.Saat Alia hendak masuk ke dalam nenek kembali memanggilnya membuat Alia menoleh."Mulai hari ini, mulai detik ini jadilah dirimu sendiri. Kamu tidak perlu berpikir untuk membahagiakan siapapun di rumah ini termasuk nenek, kalau kamu lagi capek ngurusin anakmu kasih ke nenek, jangan paksain kamu harus membahagiakan dia juga.Poin pertama yang nenek harapkan dari kamu adalah sembuh, karena kalau nggak ini kan merambat ke mana-mana, terlepas penyebabnya itu adalah suamimu sekarang dia udah nggak ada. Maka fokuslah ke dirimu sendiri, jangan terlalu memikirkannya," ujar nenek yang dibalas anggukan oleh Alia."Kamu mau bekerja silakan, kamu mau di rumah aja silakan ... Jangan pedulikan penilaian siapapun tentang dirimu, apapun yang orang katakan itu cuman sekedar om
Sesampainya di rumah, Fras tidak melihat Alia ia bahkan fokus ke bayinya membuat Alia sedikit bingung."Setelah minum obat ini tadi disuruh istirahat dulu," ucap Fras yang dibalas anggukan oleh nenek."Iya bawalah dia ke kamar, istirahatlah dulu," suruh nenek Tanpa membuang waktu Fras langsung menggendong bayinya lalu ia membawa bayinya itu ke kamar tanpa bertanya apapun pada Alia.Alia yang tidak mau ambil pusing langsung bangkit dari duduknya kemudian menyusul suaminya itu ke kamar. "Berapa Mas obatnya?""Murah kok," jawabnya tanpa melihat istrinya itu yang dibalas anggukan oleh Alia."Ya udah kalo gitu istirahat lah sama dedek," jawab Alia.'Sepertinya dia khawatir pada anaknya,' ucap Alia dalam hati.Saat ia hendak keluar tiba-tiba Fras menarik tangan Alia kemudian memeluk istrinya itu dengan sangat erat membuat Alia kaget."K--kamu kenapa Mas?""Aku minta maaf ya udah jadi benalu dalam kehidupan kamu, ambillah keputusan apapun yang kamu mau sayang ... Jangan merasa terikat deng
Setelah mengatakan hal tersebut mbok langsung pergi dari hadapan Lidya membuat Lidya terdiam mematung, bahkan ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pembantunya itu."Mas mas ..." panggilnya membuat Alex yang terlihat sedang duduk di pinggir ranjang langsung menoleh. "Kamu memberikan hak bekerja padamu di sini?" "Iya," jawab Alex."What? Kenapa kamu lakuin ini mas? Mbok itu orang yang aku bawa ke sini buat bekerja jadi harusnya memberikan hak ke dia itu aku bukannya malah kamu," ujarnya membuat Alex menghela nafas panjang."Kamu tidak menjamin dan tidak bisa merawat saya, biarkan dia saja,""What?" Ujarnya lalu buru-buru keluar dari kamar karena masih belum terima dengan apa yang terjadi. Disisi lain, hari ini kondisi rumah tangga Alia dan Fras mulai membaik setelah ditinggal oleh nenek menginap di rumah tetangganya."Aku berangkat ke kebunnya, kalau ada apa-apa nanti minta tolong orang aja datang untuk menjemputku," ucap Fras yang baru saja selesai mandi. "Oek oek ..."
Dua hari kemudian sesuai dengan apa yang dikatakan oleh dokter akhirnya Alex diizinkan pulang dari rumah sakit, mbok merasa sangat senang karena ia sudah merasa sangat bosan di rumah sakit. Baru saja mereka sampai di rumah, Alex membuka pintu mobil terlihat rumah sangat sepi bahkan jendela tidak ada yang dibuka. "Huh ..." gumamnya "Ayo pak," ajak mbok sambil mendorong kursi roda itu. Begitu pintu utama dibuka mereka langsung dia mematung melihat kondisi rumah yang sangat berantakan dipenuhi dengan alkohol dan makanan berceceran di lantai.Deg!Alex berusaha untuk mengontrol dirinya karena ia sedang masa pemulihan, ia memejamkan matanya. "Bawa aku ke kamar," ucapnya membuat mbok mengangguk.Tidak menghiraukan apa yang berserakan di lantai untuk langsung mendorong kursi roda itu dan membawa majikannya itu ke kamar. Namun, baru saja pintu kamar dibuka terlihat Lidya di sana sedang tidur dengan keadaan acak-acakan dan kamar yang berantakan. "Huh ..." Alex menghela nafas panjang me
Hari menunjukkan pukul 10.00 malam namun nenek belum juga pulang ke rumah. Fras tetap setia menunggu di ruang tamu sambil melipat kain.Alia yang sudah ketiduran di kamar seketika terbangun saat mendengar suara petir menyambar."Astaghfirullah mas ..." panggilnya membuat Fras langsung buru-buru ke kamar. "Kenapa sayang?""Nenek belum pulang?""Belum, apa aku jemputin ke rumah temannya?" tanya Fras membuat Alia melihat ke arah jendela sekilas hujan sudah turun dan kilat terlihat begitu terang. "Gak usah, kayaknya nenek jadi nginep sama teman-temannya," jawabnya membuat Fras mengangguk lalu ia berbalik hendak keluar dari kamar."Kamu lagi ngapain?""Um ... Nggak ngapa-ngapain, sebentar lagi aku bakal tidur. Kamu istirahat aja duluan," ucapnya membuat Alia melihat ke bawah, Fras belum menggelar kasur lantai. "Tidur di mana?""Di depan aja kan nenek lagi nggak di sini, biar kamu nggak keganggu tidurnya," ucapnya membuat Alia menghela nafas panjang."Tidur di sini aja, dingin hujan uda
Di sisi lain Alex benar-benar merasa ada yang tidak nyaman di dalam dirinya setelah bertemu dengan Fras dan Alia."Kenapa Bapak melakukan itu?" Tanya pembantunya itu tiba-tiba membuat kaget lalu ia mengerutkan keningnya."Apa maksud kamu?""Saya tidak bermaksud ikut campur ya pak, tapi rasanya setelah saya perhatikan dari bulan ke bulan seolah-olah perempuan itu sangat beruntung mendapatkan anak bapak--"Emang iya, perempuan itu tuh gadaian dari orang tuanya karena nggak bisa bayar hutang, kurang beruntung apa dia mendapatkan anak saya," ujarnya membuat mbok terdiam."Tapi kalau saya perhatikan wajahnya Dia perempuan yang tulus Pak, sekalipun anak bapak menikah dengan wanita lain Saya tidak percaya dia mendapatkan wanita setulus itu,""Diam kamu, kamu tidak tahu apa-apa soal itu semua," ucapnya lalu berbalik memunggungi pembantunya itu membuatnya menarik nafas dalam dalam.'orang kaya kalau Udah diujung maut juga masih aja tetap merasa tinggi, dari mana lagi kejadian yang bisa menyada
Setelah bertemu dengan Ibu Iin, Fras tiba-tiba saja lesu masuk ke dalam mobil."Al ini beneran?" gumam Fras.Untuk beberapa saat ia teringat beberapa kali ia memarahi Alia saat gadis itu pulang larut malam."Ah bodoh! Kenapa lu egois sih, lu kenapa sih dari awal lu aarrrgghhh ..."Fras mengemudi de
"Pak--"Kamu udah mulai berani ya sekarang bantah saya," ucap Fras membuat Alia diam sejenak, lalu satu tangannya berusaha melepaskan tangan Fras yang menggenggam tangan kanannya."Bukan masalah berani atau enggak berani Pak, tapi saya nggak mau ada apa-apa," ucapnya membuat Fras melipat kedua tang
Deg!"Maaf pak, tapi saya nggak bisa selamanya bergantung sama bapak. Bapak udah baik banget sama saya, bahkan saya nggak tahu gimana caranya balas budi. Dipikiran saya sekarang cuman satu, bagaimana caranya saya pergi tanpa membuat Bapak khawatir, makanya Saya berusaha dulu buat ngumpulin dana sa
"What? Demi apa lu sama Pak Fras?""Eh bentar bentar, kok gua mulai curiga ya sama lu Al, jujur deh sama kita-kita lu tuh ada hubungan apa sama Pak Fras?" tanya Rendi dengan tatapan yang tidak biasanya membuat Alia menaikkan alisnya sebelah, lalu detik kemudian ia tertawa. "Apa sih kalian, gitu a







