Share

Diusir

Author: Pulungan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-28 22:28:44

"Al ..."

"Hum," jawab Al lalu ia menoleh sekilas.

"Lu kenapa senyum-senyum sendiri bro, lu tuh dilihatin anggota-anggota dari tadi,"

"Oh iya, nggak apa-apa ini gua lagi ngeliat video lucu aja," jawab Al dengan santai membuat temannya itu langsung mengerutkan keningnya.

"Bisa-bisanya lu ngeliatin video lucu, itu loh lagi rapat penting," dumelnya yang dibalas anggukan oleh Al.

"Ya udah sih itu kan urusan kalian," jawabnya membuat temannya geleng-geleng.

Disisi lain, Alia masih menunggu di depan k
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Hotel Fralia

    Sesampainya di rumah orang tua Rendy mereka langsung istirahat. "Rendy mana?" tanya Alia."Nggak tahu tuh di depan masih ngobrol sama ojeknya, Dia itu kalau ketemu orang tuh gampang banget ngobrol tahu, emang gitu ya?" tanya Mawar membuat Alia dan Amira tertawa."Emang gitu anaknya nak, semua orang diajak ngobrol. Apalagi udah ketemu cewek beh ..." ujar Mama "Dia tuh gampang akrab, setan aja bisa diajak ngobrol sama dia," timpal Alia membuat mereka tertawa."Ada apa nih kok nama saya di sebut-sebut, ganteng ya?" tanya Rendy membuat mereka bertiga saling melempar pandangan."Ganteng nggak, pedenya bukan maen," ledek Amira."Loh ... Kita liat nanti ya Ma, kalau sampai anakku cowok dari itu ganteng, mama harus ganti rugi 50 juta aja," ujarnya membuat Amira menghela nafas panjang.Sekitar tiga jam Alia di rumah Amira, setelah itu ia meminta pulang karena tidak mau nenek kecarian. Baru saja mereka keluar dari rumah, Alia bingung melihat ojek yang tadi masih di sana. "Loh itu?""Iya pak

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Jadi diri sendiri

    Satu jam kemudian Alia sudah kembali ke rumah, nenek tidak banyak bertanya iya membiarkan cucunya itu menenangkan dirinya sendiri. "Dedek mana nek?""Istirahat, jangan diganggu dulu." Ujar nenek yang dibalas anggukan oleh Alia.Saat Alia hendak masuk ke dalam nenek kembali memanggilnya membuat Alia menoleh."Mulai hari ini, mulai detik ini jadilah dirimu sendiri. Kamu tidak perlu berpikir untuk membahagiakan siapapun di rumah ini termasuk nenek, kalau kamu lagi capek ngurusin anakmu kasih ke nenek, jangan paksain kamu harus membahagiakan dia juga.Poin pertama yang nenek harapkan dari kamu adalah sembuh, karena kalau nggak ini kan merambat ke mana-mana, terlepas penyebabnya itu adalah suamimu sekarang dia udah nggak ada. Maka fokuslah ke dirimu sendiri, jangan terlalu memikirkannya," ujar nenek yang dibalas anggukan oleh Alia."Kamu mau bekerja silakan, kamu mau di rumah aja silakan ... Jangan pedulikan penilaian siapapun tentang dirimu, apapun yang orang katakan itu cuman sekedar om

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Keputusan tegas

    Sesampainya di rumah, Fras tidak melihat Alia ia bahkan fokus ke bayinya membuat Alia sedikit bingung."Setelah minum obat ini tadi disuruh istirahat dulu," ucap Fras yang dibalas anggukan oleh nenek."Iya bawalah dia ke kamar, istirahatlah dulu," suruh nenek Tanpa membuang waktu Fras langsung menggendong bayinya lalu ia membawa bayinya itu ke kamar tanpa bertanya apapun pada Alia.Alia yang tidak mau ambil pusing langsung bangkit dari duduknya kemudian menyusul suaminya itu ke kamar. "Berapa Mas obatnya?""Murah kok," jawabnya tanpa melihat istrinya itu yang dibalas anggukan oleh Alia."Ya udah kalo gitu istirahat lah sama dedek," jawab Alia.'Sepertinya dia khawatir pada anaknya,' ucap Alia dalam hati.Saat ia hendak keluar tiba-tiba Fras menarik tangan Alia kemudian memeluk istrinya itu dengan sangat erat membuat Alia kaget."K--kamu kenapa Mas?""Aku minta maaf ya udah jadi benalu dalam kehidupan kamu, ambillah keputusan apapun yang kamu mau sayang ... Jangan merasa terikat deng

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Taruhan?

    Setelah mengatakan hal tersebut mbok langsung pergi dari hadapan Lidya membuat Lidya terdiam mematung, bahkan ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pembantunya itu."Mas mas ..." panggilnya membuat Alex yang terlihat sedang duduk di pinggir ranjang langsung menoleh. "Kamu memberikan hak bekerja padamu di sini?" "Iya," jawab Alex."What? Kenapa kamu lakuin ini mas? Mbok itu orang yang aku bawa ke sini buat bekerja jadi harusnya memberikan hak ke dia itu aku bukannya malah kamu," ujarnya membuat Alex menghela nafas panjang."Kamu tidak menjamin dan tidak bisa merawat saya, biarkan dia saja,""What?" Ujarnya lalu buru-buru keluar dari kamar karena masih belum terima dengan apa yang terjadi. Disisi lain, hari ini kondisi rumah tangga Alia dan Fras mulai membaik setelah ditinggal oleh nenek menginap di rumah tetangganya."Aku berangkat ke kebunnya, kalau ada apa-apa nanti minta tolong orang aja datang untuk menjemputku," ucap Fras yang baru saja selesai mandi. "Oek oek ..."

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Party

    Dua hari kemudian sesuai dengan apa yang dikatakan oleh dokter akhirnya Alex diizinkan pulang dari rumah sakit, mbok merasa sangat senang karena ia sudah merasa sangat bosan di rumah sakit. Baru saja mereka sampai di rumah, Alex membuka pintu mobil terlihat rumah sangat sepi bahkan jendela tidak ada yang dibuka. "Huh ..." gumamnya "Ayo pak," ajak mbok sambil mendorong kursi roda itu. Begitu pintu utama dibuka mereka langsung dia mematung melihat kondisi rumah yang sangat berantakan dipenuhi dengan alkohol dan makanan berceceran di lantai.Deg!Alex berusaha untuk mengontrol dirinya karena ia sedang masa pemulihan, ia memejamkan matanya. "Bawa aku ke kamar," ucapnya membuat mbok mengangguk.Tidak menghiraukan apa yang berserakan di lantai untuk langsung mendorong kursi roda itu dan membawa majikannya itu ke kamar. Namun, baru saja pintu kamar dibuka terlihat Lidya di sana sedang tidur dengan keadaan acak-acakan dan kamar yang berantakan. "Huh ..." Alex menghela nafas panjang me

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Neraka

    Hari menunjukkan pukul 10.00 malam namun nenek belum juga pulang ke rumah. Fras tetap setia menunggu di ruang tamu sambil melipat kain.Alia yang sudah ketiduran di kamar seketika terbangun saat mendengar suara petir menyambar."Astaghfirullah mas ..." panggilnya membuat Fras langsung buru-buru ke kamar. "Kenapa sayang?""Nenek belum pulang?""Belum, apa aku jemputin ke rumah temannya?" tanya Fras membuat Alia melihat ke arah jendela sekilas hujan sudah turun dan kilat terlihat begitu terang. "Gak usah, kayaknya nenek jadi nginep sama teman-temannya," jawabnya membuat Fras mengangguk lalu ia berbalik hendak keluar dari kamar."Kamu lagi ngapain?""Um ... Nggak ngapa-ngapain, sebentar lagi aku bakal tidur. Kamu istirahat aja duluan," ucapnya membuat Alia melihat ke bawah, Fras belum menggelar kasur lantai. "Tidur di mana?""Di depan aja kan nenek lagi nggak di sini, biar kamu nggak keganggu tidurnya," ucapnya membuat Alia menghela nafas panjang."Tidur di sini aja, dingin hujan uda

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Di usir

    Hari menunjukkan pukul 09.00 malam dan cuaca semakin dingin, sekarang Alia dan Fras sudah di kamar berdua."Saya boleh tidur disini?" tanya Fras yang dibalas anggukan Alia, walaupun sebenarnya hatinya masih sedikit menolak."Saya janji nggak ngapa-ngapain," ujar Fras "Iya pak,""Jangan manggil bap

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Aku Suamimu

    Al dan Rendi melihat ke arah Fras yang berkaca-kaca kemudian mereka melihat Alia.Namun tidak dengan Alia, ia langsung menatap tajam Rendi."Siapa itu?" "Um ..." "Sa--saya suaminya Bu," ucap Rendi membuat Al dan Rendi kaget."Hah?""Bentar, pak-- Ucapan Rendi terpotong lalu ia mendekati Nenek de

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Di suruh pulang

    Al dan Rendy masuk diam-diam ke dalam kamar."Ngapain ke sini Bang, mama gu--"Shhtt ... Dengerin apa yang gue bilang, sekarang lu ganti baju lu pakai baju tidur atau baju apa pakai yang lu biasa di rumah, terus lu keluar pura-pura nggak tahu apa-apa, cepet," suruh Al membuat Rendi langsung mengang

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Menyesal

    Fras mengintip di balik pintu dan benar saja suara itu tidak asing baginya, Lidya ada di dalam bersama dengan ayahnya membuat Fras mematung."Terus hasilnya sekarang bagaimana? Kamu mengeluh terus sama saya ya sama aja nggak berhasil," ujar Alex"Ish ... Itulah masalahnya Om, tadi aku udah mau masu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status