Share

Lidya Datang

Author: Pulungan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-22 23:32:47

"Hah?"

"Telinganya masih berfungsi kan?" tanya Fras membuat Alia cengengesan.

"Heheh bapak duduk aja, saya kalo di bantuin bisa salting," ucapnya ceplas-ceplos lalu detik kemudian ia tersadar.

"Hehe maaf pak, bercanda jangan di masukin ke hati," ucapnya lagi

Drt ... Drt ... Drt

Ponselnya kembali bergetar membuat Fras merogoh saku celananya, lalu melihat nama yang tertera di layar.

"Kenapa gak diangkat pak?" tanya Alia karena ia melihat nama tersebut Lidya.

"Huh ... Cepetan ya saya lapar," uca
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Inner child

    Baru tiga hari tinggal di rumah Fras dan Alia, tiba-tiba saja Alex jatuh sakit membuat semuanya panik. "Pa kita ke rumah sakit aja, papa dirawat di rumah sakit aja ya," bujuk Fras namun Alex tidak mau dan tetap kekeh ingin di rumah saja."Huh ...""Papa nggak minta aneh-aneh kok, Papa cuma pengen dirawat di sini aja soalnya kalau di rumah sakit Papa udah bosen," kekeh Alex.Fras meminta dokternya langsung yang datang ke rumahnya, walaupun perjalanan yang sangat jauh ya rela membayar berapapun itu. Berbeda dengan Lidya yang semakin hari malah semakin hedon karena uangnya banyak ditambah teman-temannya yang selalu mendekat. "Sayang ... Hari ini kamu nggak mau bikin acara makan-makan gitu buat kita?" "Hum boleh, tapi kamu kok nggak pernah partisipasi bantu uang sih? Ini aku terus yang bayarin," ujar Lidya membuat Rifki tersenyum."Kan gaji aku belum turun, nanti juga kalau udah turun aku yang bayarin. Lagian kan teman-teman kamu yang lebih banyak daripada temen-temenku," ujar Rifki

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Dipantau

    Hari menunjukkan pukul 03.00 sore, Alex baru saja sampai di depan rumah Alia."Ada mobil? Siapa itu?" gumam Fras lalu ia buru-buru membuka pintu."Siapa Mas?" tanya Alia yang ikut menyusul ke depan. "Mas mas ... Bantuin saya buat mapah bapak ke dalam tuh soalnya bapak udah kecapean," ucap Pak sopir membuat frash langsung kaget lalu ia mendekati mobil."Papa ..." gumamnya saat melihat Alex sudah seperti orang mabuk di dalam mobil. "Hehe ..."Tanpa membuang waktu mereka berdua langsung membantu Alex masuk ke dalam rumah lalu merebahkannya di ranjang tamu."Papa kenapa nggak bilang kalau datang ke sini?" tanya Fras "Jangan ditanyain dulu deh Mas kita bikinin minum dulu, kayaknya papa butuh istirahat sebentar," ucapnya yang dibalas anggukan oleh Fras.Mereka berdua kembali ke depan dan meminta agar Pak sopir masuk ke dalam."Saya nggak bisa lama-lama Mas, soalnya perjalanan ke kota masih jauh saya masih harus pulang," ucapnya "Ya nggak papa, tapi kita makan dulu ya baru pulang," ajak

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Berpisah

    Keesokan harinya Pak sopir datang ke rumah Alex tidak seperti biasanya, kali ini iya sempat menangis sambil menyetir mobil dan berusaha menarik nafas berkali-kali. "Sudah ... Bapak sudah cukup baik, Tuhan maha membolak-balikkan hati sehingga dia seperti sekarang," gumamnya Baru saja ia sampai di depan rumah Alex. Iya melihat semuanya sudah di depan teras lengkap dengan barang masing-masing membuatnya lagi-lagi harus menguatkan dirinya sendiri."Pagi pak ...""Pagi, udah macet ya?" tanya Alex."Lumayan Pak hehe," jawabnya lalu memasukkan barang-barang Alex ke dalam mobil. Setelah semuanya selesai, Alex tidak ingin berlama-lama menatap para art-nya itu karena ia juga sangat sedih. "Lanjutkan kehidupan kalian masing-masing ya, mudah-mudahan kita masih ada waktu dan kesempatan untuk bertemu lagi. Sekalipun nggak ada, Saya cuman minta satu hal dari kalian itupun kalau bisa ya kalau nggak juga nggak papa. Jika suatu hari nanti kalian mendengar kabar tentang saya, Saya mungkin sudah me

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Resmi cerai

    2 bulan telah berlalu, akhirnya Alex dan Lidya resmi bercerai. Tidak ada rasa penyesalan sedikitpun di hati Lidya karena memang ia sangat menginginkan kebebasan, tapi tidak dengan Alex. Di satu sisi yang merasa gagal menjadi suami namun di sisi lain ia tidak ingin mengekang Lidya dengan menghabiskan masa mudanya bersama dirinya. "Ini uang yang kamu minta, ini ada beberapa aset juga untukmu, baik-baik ..." ucap Alex yang dibalas anggukan oleh Lidya."Makasih Mas, kamu juga happy-happy lah ya tinggal di kampung ...""Iya, mudah-mudahan aja semuanya diberi kesehatan sama Tuhan," Tidak lama kemudian sebuah mobil datang membuat mereka semua menoleh ke depan gerbang. Tit! Tit!Kaca mobil terbuka memperlihatkan seorang laki-laki muda melambaikan tangan ke arah Lidya. "Udah selesai Sayang?""Udah," jawabnya membuat Alex diam sejenak lalu ia melihat ke arah istrinya itu. "Pacarmu?''"Uhm ... Gimana ya Mas ya, kita juga kan beda caranya nggak ada yang perlu kututupin sih. Ya itu memang p

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Bangun universitas?

    Tidak lama kemudian Lidya keluar dari kamar karena sudah merasa lapar, ia langsung menuju ke meja makan."Dia siapa?" Tanya Lidya saat melihat ada pembantu baru. "Oh dia teman saya bu, di cariin sama bapak biar ada temennya di sini," jawabnya membuat Lidya mengangguk."Wow keren ya, jadi pembantu aja dicariin temennya," jawab Lidya."Hehe Alhamdulillah bu," jawabnya "Oh ya Bu, Ibu beneran mau cerai sama bapak?""Kalau iya emangnya kenapa? Kamu mau gantiin posisi saya?" Deg!"Eh nggak gitu kali bu ... Saya cuma nanya aja, soalnya kan saya lihat Bapak sama Ibu permasalahannya nggak gede ya, kenapa sampai cerai?" tanya mbok membuat Lidya diam sejenak."Ntahlah ..." Jawabnya "Oh gitu ya, kalau nggak salah Bapak kayaknya bakalan pindah Ibu dari sini kalau udah cerai sama ibu," "Tahu dari mana?""Ada Bapak cerita tadi, cuman nggak tahu fix-nya benar atau enggak,""Pindah ke mana dia? Mau ngekos juga kayak saya?""Oh nggak dong Bu, Bapak kayaknya mau ke rumah sama anaknya deh, soalnya b

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Pilihan Lidya

    Hari menunjukkan pukul 08.00 malam Alex baru saya sampai di rumah setelah seharian mondar-mandir."Huh ..." ia menghela nafas panjang lalu duduk di sofa."Mbok ...""Iya pak, sebentar ya saya bawakan minumannya dulu," jawab mbok lalu buru-buru ke depan."Hari ini rumah baik-baik saja?""Baik-baik aja Pak, hanya ada satu kiriman paket,""Oh ya dari siapa itu?""Waduh saya nggak tahu Pak, nggak sempat baca tadi soalnya lagi masak," jawabnya membuat Alex mengangguk lalu mengambil paket tersebut. "Apa ini?" gumamnya sambil membuka paket itu.Baru saja Alex melihat isinya ia langsung tersenyum. "Wah ... Alat pijat itu pak," ucap mbok yang dibales anggukan oleh Alex."Kayaknya ini kerjaannya si Fras deh sama istrinya," jawab Alex yang dibalas anggukan oleh Mbok."Iya karena sinyal di sana belum begitu bagus, akhirnya bapak nggak bisa komplain dan mau nggak mau harus terima," ujar mbok sambil terkekeh.Alex langsung duduk di kursi pijat itu."Hum ... Mantap banget ini memang," gumamnya sam

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Akhirnya Tau

    "Pak--"Kamu udah mulai berani ya sekarang bantah saya," ucap Fras membuat Alia diam sejenak, lalu satu tangannya berusaha melepaskan tangan Fras yang menggenggam tangan kanannya."Bukan masalah berani atau enggak berani Pak, tapi saya nggak mau ada apa-apa," ucapnya membuat Fras melipat kedua tang

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • Istri Taruhan Sang Dosen   siapa dia

    Deg!"Maaf pak, tapi saya nggak bisa selamanya bergantung sama bapak. Bapak udah baik banget sama saya, bahkan saya nggak tahu gimana caranya balas budi. Dipikiran saya sekarang cuman satu, bagaimana caranya saya pergi tanpa membuat Bapak khawatir, makanya Saya berusaha dulu buat ngumpulin dana sa

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Marah lagi

    "What? Demi apa lu sama Pak Fras?""Eh bentar bentar, kok gua mulai curiga ya sama lu Al, jujur deh sama kita-kita lu tuh ada hubungan apa sama Pak Fras?" tanya Rendi dengan tatapan yang tidak biasanya membuat Alia menaikkan alisnya sebelah, lalu detik kemudian ia tertawa. "Apa sih kalian, gitu a

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Presiden Mahasiswa

    Hari menunjukkan pukul 10.00 malam, Alia Baru saja sampai di rumah. Tidak seperti biasanya, kali ini Alia tidak disambut oleh fras membuatnya lega.'Huh syukurlah dia nggak ada disini setidaknya aku nggak denger yang marah-marah,' ucap Alia dalam hati lalu ia menuju ke kamar untuk bersih-bersih.S

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status