Share

Bab 163

Author: Thaiteaa
last update publish date: 2026-10-06 21:34:34

Diruangan rawat inap rumah sakit kini terlihat suasan begitu hangat, Karina baru saja menutup matanya setelah menemani Alfan makan. Alfan baru makan karena dari tadi tamu terus berdatangan untuk menjenguk Karina.

Alfan makan juga karena di paksa oleh Karina. Kalian tau? Algan menolak makan karena Karina tidak bisa makan apa yang ia makan karena menurutnya itu tidak adil. Karina harus makan bubur dari rumah sakit sedangkan dirinya bisa makan yang enak seperti biasa.

"Sudah sayang, bobo lagi aj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 163

    Diruangan rawat inap rumah sakit kini terlihat suasan begitu hangat, Karina baru saja menutup matanya setelah menemani Alfan makan. Alfan baru makan karena dari tadi tamu terus berdatangan untuk menjenguk Karina. Alfan makan juga karena di paksa oleh Karina. Kalian tau? Algan menolak makan karena Karina tidak bisa makan apa yang ia makan karena menurutnya itu tidak adil. Karina harus makan bubur dari rumah sakit sedangkan dirinya bisa makan yang enak seperti biasa. "Sudah sayang, bobo lagi aja ya biar adek Mas yang liatin" Ucap Alfan. "Kamu tidur juga dong Mas, Elvai juga rewel"Mendengar panggilan Karina Alfan menatapnya sedikit tajam. "Sayang" Ucap Alfan datar. "Kenapa Mas? " Tanya Karina balik. "Kan namanya itu Elvaira Hanum, kenapa jadi Elvai Elvai itu? Kamu gak suka sama nama Hanum? "Karina terkekeh pelan. "Mas, setiap rangkaian nama yang kamu beri ke baby itu bagus banget Karina suka tapi menurut Karina lebih bagus panggilannya baby Elvai tidak pasaran namanya" Ucap Karin

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 162

    Ruang rawat inap VIP rumah sakit kini dipenuhi dengan beberapa suster dan dokter yang datang memberi selamat pada Karina yang baru saja melahirkan buah hatinya ini sudah menjadi kebiasaan rumah sakit kalau ada yang sudah melahirkan. Tak hanya itu, Aldo dan Bella dan para orang tua juga sedari tadi sudah menemani Karina yang kini juga sudah selesai ditangani. "Mas Alfan mana? " Tanyanya karena sejak ia dipindahkan ia tidak melihat suaminya sama sekali. "Ada kok, bentar lagi kesini sayang" Ucapan Mamah Arum membuat Karina mengangguk. Setelah para suster dan dokter pada keluar, ruangan hanya tersisa Aldo Bela dan para orang tua mereka. CeklekPintu ruangan terbuka, bersamaan dengan itu Alfan masuk dengan membawa buket bungan lily besar di tangannya. Tanga satunya ia gunakan untuk mendorong tempay tidur bayi rumah sakit berwarna pink yang didalamnya ada bayi mereka. "Hallo Bunda" Ucapan itu terdengar begitu indah di telinga Karina, akhirnya ia bisa berada di level dia dipanggil Bund

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 161

    "Sayang, maaf sayang maaf" Alfan genggam kedua tangan Karina bahkan ia elus perut Karina terus. "Dzikir sayang" Suruh Alfan. Asisten dokter nisa datang mendekati Alfan "pak, saya bawa ibu Karina ke ruangan dulu ya"Setelah mendapatkan izin dari Alfan, suster tersebut langsung mendorong Karina ke ruang persalinan. "Pak ganti baju duku ua, baju steril" Suruh suster tersebut. Menuju pembukaan yang cukup lama Alfan di luar ruangan terus berjalan kesana kemari,orang tua Alfan dan orang tua Karina masih diluar mengambil beberapa keperluan untuk Karina. Beberapa jam menunggu Alfan batu diberi baju APD karena saat ini Karina sudah pembukaan sembilan dan akan segera bersalin. Setelah mengganti bajunya baru Alfan masuk ruangan. Air mata kembali menetes ketika melihat keadaan Karina yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, sedikit berantakan namun senyum tipis Masih ia berikan untuk Alfan ketika Alfan masuk ruangan. Ia dekati Karina, ia cium kening Karina lalu keningnya ia tempelkan di keni

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 160

    Hari-hari menuju dimana hari lahiran di lalui Karina dan Alfan dengan helaan nafas yang sering keluar, ia jadi lebih sering lelah bahkan kalian harus tau karena keadaannya yang mengharuskan ibunya tinggal di rumahnya bersama Alfan . Hari ini Alfan masih bekerja karena cuti untuk menemani istrinya lahiran masih besok. Sedangkan Karina yang berada di rumah kini sudah mulai merasaka nyrti di perutnya, bahkan ia rasa saat ini pembukaan nya sudah di mulai. Karina raih handphone nya kemudian menghitung kontraksi melalui aplikasi di handphonenya 5 menit sekali dalam durasi 50 detik air ketuban rembes sedikit. "Mamah" Karina menatap ibunya yang baru saja menutup matanya setelah semalaman tidak tidur menemani Karina yang sudah mulai tidak bisa tidur dari semalam. Mata tulus, mata satu itu terbuka kemudian menatap Karina panik. "Kenapa sayang? Perutnya sakit? " Tanya mamah Arum panik. Karina mengangguk tipis"ini bukan kontraksi palsu, baby mau keluar kayaknya "ucap Karina dengan suara ya

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 159

    Setelah memilih baju dan berbagai kebutuhan lainnya, Karina menarik Algan untuk melihat stroller bayi. Melihat berbagai jenis stroller Alfan tidak heran, krena sebelum nya ibunya juga pernah meminta nya untuk menghantar nya beli stroller untuk keponakannya. "Ini bagus gak Mas? " Tanya Karina lagi. Karina menunjuk sebuah stroller berwarna hitam, melirik label harga Karina tak terkejut menurut nha masih oke untuk stroller seperti ini di bandol dengan harga 1,2 juta. "Wait sayang, untuk ini buat Ayah nya yang lih karena ayahnya tau pasti mana pilihan 6ang paling bagus untuk baby" Ucap Alfan. Tak membantah Karina ikut melihat-lihat stroller lain, berbeda dengan Altan yang sudah melakukan tanya jawab mengenai stroller pada pegawai. "Sayang yang ini bagusnya warna apa? " Tanya Alfan menunjuk stroller yang sepertinya menjadi pilihannya. "Warna hitam bagus atau warna nude bagus juga Mas" Jawab Karina. "Ambil yang nude aja gapapa kan sayang" Tanya Alfan lagi. "Boleh Mas, berapaan itu"

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 158

    Acara selesai tepat pukul 5 sore, Karina kini tengah duduk sembari menikmati makanan yang disuap oleh Alfan. "Rin" Panggil Amel yang langsung duduk di sebelah nya dengan berbagai jenis makanan yang ada di nampan. "Hah kenapa? " Tanya Karina menatap Amel"I-itu"Amel mengidentifikasi Karina untuk melihat ke arah Alief" Siapa? "Tanyanya."Itu, eh bentar orangnya kesini" Melihat Alief dan Aldan berjalan kearah mereka Amel langsung fokus pada makanannya. "Bang, ini Alief mau pamit pulang" Ucap Aldan dengan datar. "Iya bang, izin pulang dulu saya" Ucap Alief pelan. Ya memang jika dilihat-lihat Alie ini pendiem. Alfan berdiri, ia mengulurkan tangannya untuk membalas uluran tangan Alief. "Terima kasih Alief sudah menyempatkan hadir di acara saya, kamu juga ya Dan" Ucap Alfan. "Iya sama-sama Bang, Saya pamit dulu ya" Ucap Alief. Alief tersenyum pada Karina, bahkan Alief melihat Amel yang sedang menikmati makanannya. "Mas hati-hati yaa" Ucap Amel saat mereka berlalu. Tahu kan kalian

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 1

    "Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 5

    "Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 4

    "Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 3

    Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status