Compartir

Bab 2

Autor: Thaiteaa
last update Fecha de publicación: 2026-05-04 16:40:47

Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina tidak berhenti mengagumi keindahan pantai ini meskipun dulu sudah sering ke sini.

Karina sendiri berjalan di belakang istrinya, sedikit menikmati angin laut yang sejuk dan menyegarkan. Ternyata di sore hari masih ramai sekali wisatawan.

"Mas Alfan! " Panggil Karina berbalik badan menatap suaminya yang terlihat menawan di bawah langit jingga. Padahal Alfan hanya memakai kaos putih lengan pendek dibalut jaket kulit, satu tangannya terbenam di saku celana jeans ketat yang robek di lutut. Sejenak ia terpana, sembari berjalan mundur.

"Mas Alfan tahu tidak?, kalau di pantai ini di larang pakai baju putih loh, "Ucap Karina tiba-tiba membuat Alfan menatapnya bingung.

"Kenapa memang ada aturannya? " Pria itu ingin tahu jawaban dari pertanyaan konyol istrinya ini.

Karina melirik sejenak ke arah pantai. "Katanya kalau pake baju hijau, bisa di culik sama Nyi Roro rombeng. Alasan penguasa pantai ini, " Jelas Karina dengan ekspresi lucunya.

Sedangkan Alfan menatap Karina heran, tidak menyangka perempuan ini percaya hal diluar nalar seperti ini.

"Nyi Roro rombeng? Bukannya Nyi Roro Kidul ya? "Terus kenapa kamu tidak pakai baju hijau aja kesini, biar di ambil noh sama Nyi Roro Kidul. Ucap Alfan tanpa dosa.

"Eh, Mas kok gitu. Nanti kalau aku di culik Mas bagaimana? Mau jadi duda di usia muda? .

" Gak masalah bagi saya, setidaknya beban saya hilang satu, " Jawab Alfan santai, membuat Karina mencebiknya. Perempuan itu tetap berjalan mundur, karena masih ingin menatap suaminya.

"Awasss Karina! " Seru Alfan menarik Istrinya kedalam dekapannya.

"Maaf kan anak saya Mbak, Mas! " Seru ibu-ibu yang menghampiri anaknya yang hampir menabrak Karina.

"Iya gak papa bu, namanya juga anak kecil".Sahut Karina.

" Sekali lagi saya minta maaf ya Mbak, Mas. "

"Iya bu sama-sama, lain kali awasinnya lebih teliti ya biar gak terjadi hal-hal seperti ini lagi".

" Iya Mas. Kalau begitu saya tinggal dulu ya. Terimakasih. Ucap ibu-ibu itu.

Setelah kepergian ibu-ibu itu Alfan berucap seperti ini Kepada Karina.

"Kamu tuh bisa jalan yang benar tidak? Selalu bikin rusuh! " Omel Alfan pelan, masih Memeluk Karina erat.

"Selalu bikin repot saya, " Lanjut Alfan masih kesal dengan tindakan ceroboh istrinya.

"Karina lihat saya, " Bisik Alfan dengan rendah karena tak kunjung mendapat respon dari istrinya. Karina merasakan jantungnya berdecak kencang. Lalu ia beranikan diri untuk melihat wajah Alfan.

"Kenapa Mas Alfan? " Karina masih menatap intens ekspresi Alfan yang begitu dingin dan misterius. Tatapan mereka sejenak saling mengunci, Karina bisa melihat adanya rasa kelam dari iris pekat Alfan.

"Sejak awal kita menikah karena terpaksa, karena di jodohkan. Dan saya di sini mau menegaskan jika saya tidak bisa menjanjikan sebuah pernikahan yang baik-baik saja untuk kamu Karina. Jadi saya harap kamu tidak terlalu berharap penuh untuk pernikahan ini. Tidak tahu kalau ke depannya,kita lihat saja nanti" Tutur Alfan terdengar lembut, namun terselip nada pertahanan yang cukup menyakitkan.

Karina menatap satu suaminya, jujur saja ia ingin menjalin hubungan yang baik dengan Alfan. Namun, pria ini sudah menyatakan dengan sejujurnya untuk membuang jauh-jauh harapan yang ia bisa menyakiti dirinya.

"Kenapa seperti itu Mas? Saya tidak masalah jika kita pelan-pelan saling mengenal satu sama lain, "

Ungkap Karina jujur menatap Alfan semakin dalam.

"Karena saya... Suara Alfan tiba-tiba tenggelam dalam deburan ombak yang kencang, sehingga membuat Karina tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

"Ayo pulang, ombak pantai semakin besar, " Ajak Alfan lalu meninggalkan Karina yang masih bertanya-tanya dengan kalimat terakhir Alfan.

"Hah? Kamu ngomong apa sih Mas? Nggak kedengeran sama aku, " Molonolognya menatap Alfan yang pelan-pelan berjalan menjauh darinya, dengan membawa sejuta pertanyaan yang memenuhi pikiran Karina.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 182

    "El mau ketemu Ayah? ""I-iya, b-boleh"Karina menatap Icha sebentar, kemud6 menatap El lagi lalu mengangguk. "Telpon ayah ya""Boleh? ""Iya sayang"Karina memberikan handphonenya pada Elvaira setelah membuka blokir Alfan di whatsapp, setelah itu ia mendial nomor Alfan. Tak butuh waktu lama telpon tersambung, dia sengaja me loudspeaker agar terdengar pembicaraan mereka. "Saya ggg, where are you? I'ii pick you up okay? ""Ayahhhhhh" Elvaira memanggil Alfan antusias walau masih dengan keadaan yang belum baik. Terlihat jelas Elvaira menangis. "Sayangg, princess kenapa nak? Princess dimana Sayang? Bilang sama ayah ya""I'm? Sick, this infusion is torturing me, yah" Adunya. "Sayang sakit nak? Ayah susul ya? Sayang dimana? " Tanya Alfan bertubi-tubi. "Di rumah sakit biasa ayah"jawabnya."Ayah kesana sekarang sayang, El tunggu Ayah ya" Ucap Alfan. Sambungan telpon ditutup, Elvaira mengembalikan handphone nya pada Karina kemudian menutup matanya tanpa menatap Karina sedikit pun. "Su

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 181

    Berantakan? Jangan tanga ini juga pertama kali Aldo melihat Alfan yang banyak diidolakan orang berantakan seperti ini tak hanya itu bahkan rambutnya juga tidak tersisir sama sekali. "Fan, gue tau lo salah tapi tolong tegas untuk memastikan semuanya" Ucap Aldo lagi. Melihat keadaan rumah tangga anak tunggalnya sedang berada di ujung tanduk seperti ini Mamah sekar menangis. "Fan, mamah minta maaf karena sudah memberi kesempatan dia masuk kembali ke keluarga kita Fan, mamah salah gak bilang sama Karina. " Ucap Mamah sekar. Drrrrtttt.... Drttttt.... Obrolan mereka dihentikan oleh suara dering handphone bela yang cukup keras. "Siapa seng? " Tanya Aldo. Bela tak menjawab, ia menatap semua orang yang ada di ruangan ini"Mbak Karina" Jawab BelaSemua irang terdiam mendengar ucapan bela. "Angkat Bel, tolong loudspeaker juga" Ucap Alfan yang diangguki Bela. Bela mengangkat dan me loudspeaker panggilan itu. "Ha-hallo mbak? " Ucap Bela. "Bel, maaf mbak telpon kamu" Ucap Karina di telpo

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 180

    Tak hanya diam Alfan langsung mengambil handphonenya, ia langsung mendial nomor sang ibu. "Hallo mah" Ucap Alfan. "Iya Fan"jawab mamah sekar"Aldo masih di rumah? "Tanya Alfan lagi. " Masih Dan, lagi ngobrol itu sama Papah di luar"Alfan kesana ya. Tolong suruh Aldo jemput Alfan sekarang. "Ucap Alfan lagi. "Dan, jangan nekat ya" Peringatan mamah sekar. "Alfan rasa harus ketemu sama wanita itu mah, Alfan harus selesaikan ini semua""Karina dibawa? " Tanya Mamah sekar lagi. Alfan terkekeh "mamah tau, Alfan dirumah sendirian sekarang" Jelas Alfan. "Karin kemana? El? ""Siapa yang kuat mah mengahadapi suami yang masih dibayang-bayangi sama masa lalu, apalagi Karin juga tau mamah sembunyiin Alya dirumah" Ucap Alfan. Selesai mengucapkan iti Alfan menutup sambungan telponya, ia mengganti bajunya kemudian berjalan keluar dari rumah. Tidak membawa baju ganti, hanya sebuah ransel kecil dan handbag nya kemudian ia mengemudikan mobilnya menuju bandara. Ia akan memeberikan waktu untuk is

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 179

    Mereka tiba di bandara setelah tadinya mampir kerumah Amek untuk mengambil barang-barang bawaan Amel dan anaknya. "Mbakk Karin" Teriakan itu terdengar tak jauh dari belakang mereka. Karina membalikkan badannya"Loh bela? Kok disini? " Tanya Karina. Bela memeluk Karina pelan. "Apapun masalah rumah tangga kalian, Bela tetap berada di pihak mbak Karina. Karina tersenyum"Mbak mau bawa elvaira liburan kan liburan sekolah jadi sekalian mau bawa El sesekali ke Disneyland"Karina tersenyum, ia raih kedua tangan Karina "Kamu hebat banget mbak, Bela sama mas Aldi udah bahas itu kemarin karena kebetulan kita ketemu sama mbak Alya itu di rumah tante sekar""Kamu mau kemana bel? " Tanya Karina. "Mau ke Yogyakarta mbak, nanti mas Aldo nyusul masih ada yang harus di urus" Jawab Bela. "Bek, kenapa ya mamah sekar gak cerita ke mbak? " Tanya Karina lagi. Bela melirik kanan kiri, tak menemukan Amel dan yang lain ua mengajak Karina duduk du kursi tunggu. "Flight masih lama kan mbak? " Tanya be

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 178

    Selesai mengajar seperti biasa Karina harus menjemput Elvaira dulu yang memang menghabiskan waktu untuk les nari dan belajar, baru turun dari mobil Elvaira dikejutkan dengan bahasa Inggris sembari menunggu ia pulang dikejutkan dengan kehadiran Amel dan juga suaminya. Tau suaminya Amel? Ya, itu adalah model kebanggaan Amel siapa lagi kalau bukan Alief. Amel mengakhiri masa lajangnya saat ini sudah di karuniai anak laki-laki yang masih berusia 2 tahun. "Aunty Mel" Elvaira berlari kemudian memeluk Amel. "Ehh anak aunty, baru pulang les ya? " Tanya Amel. "Iya aunty, aunty mau ngapain disini? ""Kan kita mau liburan bareng, Bunda gak kasih tau emang? ""Benarkah? " Tanya anak kecil itu. "Beneran sayang, hari ini kan hari terakhir sekolah jadi bunda sama aunty putuskan bual liburan ke luar negeri bareng" Jelas Amel"Disneyland? " Tanya Elvaira antusias"Senyum Amel sumringah" Benar sekali, mau ikut? ""Mau dong aunty, tapi kita harus tunggu Ayah Alfan pulang dulu"Amel terdiam mendenga

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 177

    Karina selalu menjaga jam tidur elvaira, ketika waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam maka seperti biasa Karina akan membawa Elvaira kekamar untuk di bacakan dongeng agar ia tertidur. "Mau dengerin cerita apa sayang untuk malam ini? " Tanya Karina yang sudah berbaring di samping Elvaira. "Bunda, el tau bunda gak baik-baik saja kan? " Pertanyaan itu pelan sekali bahkan hanya Karina yang bisa mendengar nya. "Bunda baik-baik saja, kan tidak bertengkar sama Ayah" Jawab Karina. "Bunda menyembunyikan itu dari El kan? El sudah besar bunda El sudah paham" Jawab anak berusia 5 tahun itu. "El, kalau suatu saat bunda sudah tidak kuat dengan semua ini janji ya untuk jagu anak yang baik dan nurut ya" Ucap Karina lagi. Mendengar itu air mata Elvaira mengalir deras, ia peluk bundanya. "Bunda, bawa El sama bunda ya? Kita pergi sama-sana kita pergi bawa ayah juga""Ini tidak semudah yang El bayangin nak, bobo ya besok kan harus sekolah" Suruh Karina. "Bunda janji ya tidak boleh nangis""Bunda

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 5

    "Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 4

    "Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 3

    Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 1

    "Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status