Share

Bab 4

Penulis: Thaiteaa
last update Tanggal publikasi: 2026-05-05 17:49:30

"Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya penuh kesabaran, meskipun dongkol.

Alfan hanya mengerikan bahunya acuh. "Siapa tahu kan. Saya harus ke kantor sekarang, kamu hati-hati di rumah. Kalo ada apa-apa telpon saya, " Ucap Alfan karena pekerjaannya sudah menumpuk.

"Eh, tunggu dulu Mas ada yang ketinggalan, " Tahan Karina menahan kesalnya, namun ia sudah terlanjur membuat bekal untuk Alfan.

"Apa lagi sih, saya-"

"Tunggu dulu pokoknya Mas! " Sela Karina cepat, lalu ia turun ke bawah menuju dapur. Sedangkan Alfan berdecak kesal, namun tetap menunggu sang istri yang entah mau melakukan apa.

Tidak sampai lima menit, Karina datang kembali dengan tas bekal di tangannya. "Ini aku bikin bekal untuk Mas Alfan di kantor. Dijamin enak kok, " Ia menyerahkan tas kecil itu kepada Alfan.

"Saya tidak biasa bawa bekal begini Karina, " Tolak Alfan ia kembalikan lagi pada Karina, dan perempuan itu menggeleng cepat menolak lagi.

"Gak bisa Mas, Mas harus bawa. Sekarang harus di biasain buat bawa bekal, kan Mas udah punya istri. " Kata Karina agak memaksa.

"Ribet sekali kamu ini, " Cerutu Alfan nyaris tidak terdengar, terpaksa Pria itu membawa bekal tersebut.

"Mas Alfan, Mas Alfan, tunggu dulu ada yang ketinggalan lagi satu lagi hehe, " Pangil Karina lagi membuat Alfan berbalik badan, menatap tajam istrinya.

"Kamu mau menguji kesabaran saya lagi Karina, " Geramnya rendaj, kesal menanggapi tingkah istrinya ini.

Karina tidak menjawab, melainkan langsung meraih tangan kanan Alfan lalu mencium punggung tangan pria itu lembut. "Hati-hati Mas Alfan, " Tutur Karina halus, tatapan mereka terkunci sedetik lalu Alfan terbatuk pelan, tangannya mengepal lalu menempel di bibir.

"Yaudah, udah kan saya mau berangkat dulu, ingat pesan saya tadi, " Pamitnya singkat lalu meninggalkan Karina yang masih berdiri di depan kamarnya.

Sepeninggalan Alfan, perempuan itu kembali menatap kartu ATM yang baru saja diberikan suaminya.

"Inikan minimal saldonya 5millyar, berarti Mas alfan Kayak juga ya?.

*****

Sementara itu di kantor, Alfan sudah di hantam beberapa pekerjaan yang sempat ia tinggalkan. Salah satunya mengenai proyek yang ada di bali.

" Kamu bagaimana si? Saya amanahi pekerjaan beberapa hari, sampe bisa kecolongan gini? "Tanya Alfan pada asisten nya.

" Maaf Pak, saya lalai. Karena saya kurang teliti. Sekali lagi maaf Pak.

"Iya, lain kali kamu harus lebih teliti lagi, lihat-lihat lagi jangan sampai terjadi lagi kejadian begini. Paham?

"Siap paham Pak!. "

"Pak satu lagi. Bapak bulan depan ada kunjungan ke Bali, kunjungan proses proyek yang ada di sana. " Lanjut sang asisten.

Pria itu hanya mengangguk paham. "Oke, kamu bisa kembali. "

"Baik Pak, saya permisi, " Pamit Rafa lalu bertepatan dengan kedatangan Aldan yang menatap Alfan penuh suka cita.

"Mas Alfan, aku kangen kamu, " Goda Aldan dengan penampilan seperti biasa, sweater polo berkerah dipadukan dengan celana khaki. Tampan dan manis.

"Kamu ini memang nggak ada kerjaan apa gimana? Pagi-pagi udah bikin rusuh aja, " Omel Alfan tidak habis pikir dengan sepupunya ini, perasaan job yang diterimanya cukup banyak.

"Yakan, aku mau lihat kamu Mas, lho, Mas kamu potong rambut? Biar tambah ganteng yah. Biar istri tambah Kesemsem, " Cerocos Aldan yang langsung duduk di sofa tanpa permisi.

"

Alfan menatap Aldan bengis, lalu menghela nafas panjang, "kamu kalo ke sini ngomong nggak jelas, mending keluar deh. Aku sibuk! " Desis Alfan galak.

"Wahhh, kamu sekarang dibawain bekal Mas? Ih, boleh aku cicip? Aku lapar Mas, " Aldan menatap bina artha tas bekal Alfan, sembari mengelus perutnya.

"Makan saja, "Balasnya singkat, lalu ia berdiri membelakangi Aldan sambil menatap jalanan Jakarta melalui jendela besar di ruangannya.

"Enakkk kali Mas. Ada ayam balado sama Sop iga. Mari makan Mas, " Aldan menyiapkan sendok pertama dan langsung takjub dengan rasanya.

"Gila! Masakan Karina enak lho Mas! Ayo sini coba"seruu Alfan menyiapkan sekali lagi.

Sedangkan Alfan hanya melengos mendengar perkataan Aldan. " Ngga usah rusuh, makan makan aja. "

"Aku heran sama kamu, Karina itu kurangnya apa sih? Sampai kamu kelihatan benci banget! " Sungut Aldan tidak tahan dengan sikap Alfan yang terlalu cuek.

"Bukan Hak kamu menanyakan hal itu, " Balas yang melingkar Alfan dingin, lalu ia menatap cincin pernikahan yang melingkar indah di jarinya. Entahla, ia masih enggan menerima Karina sebagai istrinya. Lalu pandangannya kembali ke luar jendela. Dan, tanpa Alfan tahu dari bawah gedung ada yang menatap gedungnya penuh dengan kerinduan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 135

    "Karina khawatir deh Mas, besok Karina ada kerjaan tapi di luar takut Karina mual lagi Mas" Jawab Karina. Alfan menatap Karina, wajah Karina jelas di penuhi berbagai jenis ekspresi du mulai dari tegas takut, dan capek tentu saja. "Sini deh sayang" Alfan mengkode Karina untuk mendekat ke arahnya. "Selama ini Mas kenal bahkan semua orang kenal kamu itu guru yang hebat, yang kuat bahkan kamu juga yang mengajari anak-anak walaupun lewat zoom. Kamu bisa sendirian selama ini.. ""Mulai besok, lusa sampai 9 bukan kedepannya bahkan sampai selamanya kamu gak harus kuat sendirian ada Mas di dini" Alfan mengangkat tangannya kemudian menunjuk dirinya sendiri. "Ada Mas sayang, suami kamu, calon ayah anak kamu. Jadi istriku sayangku mulai sekarang kamu hanya perlu fokus sama diri kamu sendiri dan adek bayi selebihnya serahin sama Mas ua" Ucap Alfan panjang lebar. Karina berkedip, Air matanya jatuh lagi"Karina sudah selalu jadi beban kamu Mas, masa iya jaga baby gini Karina juga harus membeban

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 134

    Alfan mengemudikan mobilnya kembali menuju rumah, tapi ketahuilah di sepanjang jalan ia mencari sesuatu untuk bisa mengembalikan mood istrinya ini. Tak jauh dari taman ia berhasil menemukan penjual bunga segar. Tanya bertanya terlebih dahulu ia langsung saja menepikan mobilnya, ia tak mengatakan apapun pada Karina. "Sebentar sayang"Setelah pamit pada Karina, ia ambil dompetnya kemudian ia keluar dari mobil menuju penjual fresh flower itu. "Mau yang mana pak? " Tanay penjual fresh flower pada Alfan. Alfan memperhatikan semua jenis bunga, pilihannya jatuh pada bunga mawar putih kesukaan Karina. "Mau itu aja mbak" Ucap Alfan. Penjual tersebut mengangguk kemudian membuatkan pesanan Alfan. "Jadi berapa mbak? ""Semuanta 120 ribu Pak" Alfan memberikan uang seratus lima puluh."Pak ini kembaliannya" Ucap penjual bunga. "Gapapa mbak ambil aja" Ucap Alfan. "Terima kasih pak"Alfan hanya mengangguk. kemudian Alfan berlari cepat menuju mobilnya. "Buat siapa Mas? Binggung Karina. " B

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 133

    Pengecekan kali ini selesai lebih awal, Alfan juga sudah kembali melakukan aktivas seperti pada umumnya tidak berpindah-pindah tempat lagi kayak waktu itu yang hampir membuat Karina gila. Kenapa gila? Selain sibuk di tempat proyek yang di cek oleh Alfan, Alfan juga sering sekali ketiduran karena kecapean seharian berada di lapangan berpanas-panasan. Jadilah Alfan tidak memberi kabar pada Karina. "Sayangggggg" Suara itu menyambut Karina. Yap itu suara Alfan, Alfan sudah pulang dari medan. Karina tersenyum, ia tidak terkejut sebab Alfan sudah mengatakan tadi pagi akan makan siang bersama di studio tempat Karina kerja. Alfan kini hanya memakai celana pendek selutut berwarna moca dengan kaos polo coklat Mahoganny "Stopp Mas" Ucap Karina saat melihat penampilan Alfan. "Kenapa sayangku cintaku? " Alfan ikut mengikuti arah pandang Karina. "Makin ganteng aja Mas kalau pake celana pendek "ucap Karina. " Tapi jangan di pakai buat tebar pesona ya"peringatan Karina. "Okaii sayang, ini c

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 132

    "Rileks aja bu, kita langsung USG aja ya ibu silahkan berbaring" Ucap dokter Nisa. Gel dingin menyentuh kulit perut karina, transducer USG di geser pelan oleh dokter Nisa. Dukkkk... Duukkk... Duk.... Jangan kira Karina bodoh tidak mengetahui itu, air mata keluar dari matanya begitu mendengar suara pelan itu. "I am pregnant? " Pertanyaan tanpa ekspresi itu keluar dari mulutnya begitu saja. Dokter Nisa tersenyum manis, tak lama ia tunjuk layar"nih bu, kantong kehamilannya sudah kelihatan sekarang. Ukurannya sesuai dengan hari terakhir perkiraan saya 5 minggu. Detak jantung juga sudah ada walau belum secepat biasanya tapi untuk 14px/menit itu sudah sangan baik bu"jelas dokter Nisa. "Bu Karina ada mengalami mual tidak? Muntah? Pusing? Atau bahkan ada hal aneh lain mungkin? " Tanya dokter Nisa. "Tidak dok, semuanya aman" Jawab Karina. Karina bangkit dari ranjang kemudian kembali ke kursi "Untuk menghindari mual berlebihan nanti ibu bisa konsumsi vitamin yah, sama anti mual juga ya

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 131

    "Ini? Pacarnya pak Alfan? " Tanya salah satu dari mereka. Alfan menggeleng"Ini istri saya oak, jauh-jauh lho nyusul saya kesini karena tau sesuatu yang terjadi dengan saya" Alfan merangkul Karina di depan mereka. "Tidak heran anda sehebat ini, ternyata di dampingi oleh istri yang benar-benar indah seperti ini"Karina tersenyum mendengar pujian itu. "Mari pak, saya harus pulang ke mess" Ucap Alfan. "Silahkan kalau begitu pak Alfan. "Sesampainya di mes, Alfan langsung izin untuk bersih-bersih dulu dan Icha di suruh Karina untuk di hotel saja. " Mas ke toilet duduk ya sayang bersih-bersih gerah ini"izin Alfan.Karina mengangguk, dan ia diam di sisi kasur menunggu Alfan mengganti bajunya. 10 menit Alfan selesai, celana bahan berwarna hitam dengan kaos berwarna putih yang ada tulisannya. "Mau peluk lagi engga? Udah gak bau asem sekarang" Tanya Alfan. "Mau dong Mas ganteng" Ucap Karina dengan bibir yang sudah manyun. "Sini peluk ututututu istri Mas cantik banget" Alfan merentangk

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 130

    Mata Karina yang sejak tadi menahan cemas akhirnya berkaca-kaca. "Mas bikin aku takut aja hik hik.. ""Maaf sayang" Jawab Alfan lembut. "Tadi Mas mau mau ngabarin kamu tapi kondisinya engga memungkinkan buat langsung menghubungi. Begitu keadaan sudah lebih aman, aku langsung telpon kamu. "Karina mengusap sudut matanya yang bera air. "Yang penting Mas gak apa-apa. " Iya, Mas baik-baik aja sayang. Maafin Mas ya. "Ucap Alfan terus meminta maaf. Karina mengangguk meskipun Alfan tidak bisa melihatnya. " Mas sekarang masih dimana? "Tanya Karina. "Mas Masih di sekitar lokasi, setelah ini mas mau lanjut ke tempat yang Mas rencana kan tadi pagi. Nanti sudah sampai Mas kabarin lagi. "" Iya Mas jangan lupa, Karina tungguin di sini Mas"ucap Karina. "Emang kamu dimana sekarang? Jangan bilang kamu nyusul? " Tanya Alfan. "Iya Mas aku di medan, di lokasi kamu otw sekarang" Ucap Karina. "Yaudah kalau begitu,kamu istirahat aja dulu Mas agak lama sayang"Ucap Alfan. " Gak Mas Karina tungguin

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 1

    "Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 5

    "Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 2

    Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 3

    Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status