Share

391. Cinta Sejati

Penulis: Henny Djayadi
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-09 18:52:56

Hening, bukan sunyi tapi mencekam.

Langit sore menggantung abu pucat di atas pemakaman. Angin bergerak pelan, membawa bau tanah basah dan bunga yang mulai layu.

Angelina berdiri lama di depan dua nisan. Namanya terukir rapi. Samuel Nathaniel Vancroft dan Leonard William Vancroft. Jaraknya terlalu dekat, seperti hidup mereka yang direnggut hampir bersamaan.

“Mama lelah,” bisik Angelina, suaranya lirih teredam oleh duka yang mendalam. “Kalian tahu itu.”

Tidak ada jawaban. Hanya dedaunan yang sali
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   392. Mengandung Benih Tuan Vancroft

    Liburan ke Bali sepertinya memberi pengaruh besar pada Angelina. Hidupnya tak lagi berkubang pada dendam dan kebencian.Keputusannya menemui Peter di penjara menjadi titik balik terakhir. Melihat pria itu meringkuk di balik jeruji, layu dan kehilangan taringnya. Angelina tidak merasa menang, ia hanya merasa selesai. Itulah hukuman yang setimpal bagi Peter atas segala kekacauan yang telah ia buat.Bayang-bayang masa lalu sempat melintas, saat Angelina begitu dibutakan cemburu karena jebakan Peter yang membuat Edward tidur dengan seorang pelayan hingga melahirkan Alex.Dulu, setiap perhatian yang Edward berikan pada Alex selalu ia anggap sebagai sisa cinta untuk perempuan itu. Sebuah kesalahpahaman pahit yang membakar hatinya selama puluhan tahun.Namun, luka terdalam tetaplah kehilangan Samuel dan Leonard. Mengingat bagaimana Peter menyabotase mobil Samuel dan merusak speed boat Leonard hingga kedua putranya tiada, selalu sanggup membuat sesak di dadanya. Namun, Angelina sadar, tangisa

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   391. Cinta Sejati

    Hening, bukan sunyi tapi mencekam.Langit sore menggantung abu pucat di atas pemakaman. Angin bergerak pelan, membawa bau tanah basah dan bunga yang mulai layu.Angelina berdiri lama di depan dua nisan. Namanya terukir rapi. Samuel Nathaniel Vancroft dan Leonard William Vancroft. Jaraknya terlalu dekat, seperti hidup mereka yang direnggut hampir bersamaan.“Mama lelah,” bisik Angelina, suaranya lirih teredam oleh duka yang mendalam. “Kalian tahu itu.”Tidak ada jawaban. Hanya dedaunan yang saling bergesek.“Papa kalian,” lanjutnya lirih, “sekarang selalu sibuk. Dia masih memiliki anak dan cucu. Sedangkan mama sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Mama kesepian.”Tangannya mengepal. Bahunya bergetar.“Mama sendirian di rumah sebesar itu,” katanya lagi. “Dan tidak ada yang peduli.”Air mata jatuh. Satu. Lalu banyak. Angelina menutup wajahnya. Tangisnya pecah tanpa sisa. Tangis seorang ibu yang kehilangan segalanya dan merasa ditinggalkan.Tiba-tiba, sebuah sentuhan lembut mendarat di bahu

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   390. Rahasia Suami

    "Maaf jika kejadian tadi siang sempat membuatmu salah paham," Emma berbisik pelan, berdiri di hadapan Naira dengan binar mata yang sulit diartikan.Naira membalasnya dengan senyum tipis yang sedikit canggung. Ia mulai menyadari bahwa di tanah ini, batas-batas moralitas yang ia bawa dari tempat asalnya seolah memuai.Kehamilan Emma di luar pernikahan bukanlah sebuah aib yang harus dibungkus rapat-rapat dengan rasa malu. Di sini, itu adalah sebuah kehidupan baru yang disambut dengan perayaan dan suka cita.Malam ini mereka merayakan dengan makan malam mewah.Meja makan panjang itu malam ini terasa hidup. Lampu gantung memantulkan cahaya hangat ke porselen mahal yang jarang benar-benar dinikmati dengan tawa.Angelina duduk tegak. Sendok dan garpunya bergerak pelan. Terlalu pelan. Biasanya dialah pusat percakapan. Malam ini dia hanya pendengar. Wajahnya tenang, tapi matanya gelisah. Merasa tidak lagi punya tempat Istimewa di keluarga Vancroft."Berapa lama kau harus berjemur untuk mendapa

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   389. Ratu yang Tersisih

    “Lucas.”Pria bertubuh tegap itu melangkah masuk. Setelan hitam. Wajah yang terlalu tenang untuk ukuran seseorang yang akan dituntut tanggung jawab.Edward mendekat. Tanpa diduga, ia mendaratkan pukulan ringan di lengan Lucas, gestu akrab seorang pria tua yang menyimpan rasa bangga di balik teguran formalnya."Anak nakal," gerutu Edward, meski tawanya pecah seketika. "Aku menugaskanmu untuk menjaga Emma, bukan untuk mencuri hatinya."Lucas tidak menghindar. Ia tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang jarang ia tunjukkan namun terasa begitu tulus."Maafkan saya, Tuan. Tapi cinta tidak pernah mengirim alarm sebelum ia menyerang."Tawa Edward menggema, mengisi sudut-sudut mansion yang biasanya kaku dan sunyi.Di sisi Edward dan Lucas, Emma berdiri dengan binar mata yang tak sanggup disembunyikan. Ada rasa lega yang menghangat di dadanya. Pria yang selama ini selalu berdiri satu langkah di belakangnya sebagai bayangan pelindung, kini berdiri sejajar di sampingnya.Edward tertawa lepas. Suara

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   388. Hamil

    "Saya hamil, Tante."Suara Emma nyaris tak terdengar, namun sanggup membekukan udara ruangan itu.Emma berdiri kaku, jemarinya saling meremas hingga buku-bukunya memutih. Napasnya pendek, beradu dengan detak jantung yang memburu di balik rusuk.Angelina Vancroft, yang sedari tadi membelakangi Emma menghadap jendela besar, berbalik dengan kecepatan yang mematikan. Tatapannya tajam, seolah kata-kata Emma adalah pengkhianatan besar."Ulangi lagi," desis Angelina."Saya hamil," Emma mengulangi, kali ini dengan dagu yang sedikit terangkat meski suaranya bergetar.Emma sadar telah mengecewakan Angelina yang selama ini telah merawatnya dan memberinya kesempatan untuk bisa menduduki posisi penting di Vancroft Holding."Kau menghancurkan segalanya, Emma. Kerja keras saya, rencana kita... semua jadi sampah karena kecerobohanmu!" Angelina mendekat, aura otoritasnya menghimpit."Saya tahu. Karena itu... saya akan mengundurkan diri dari Vancroft Holding."“Apa katamu.”“Saya akan resign. Dengan ko

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   387. Pelukan

    Pintu tertutup pelan.Edward melepas mantel wolnya, membiarkan kain mahal itu tersampir di lengan, sementara aroma udara malam yang dingin masih tertinggal di bahunya. Jam di dinding sudah lama melewati waktu makan malam.Di sana, di tengah keremangan lampu kristal, Angelina berdiri tegak. Tangannya bersedekap rapat. Wajah dingin sengaja dia pasang untuk menyambut kedatangan suaminya."Sekarang kau selalu pulang terlambat," suara Angelina membelah kesunyian, tajam.Edward menoleh. Tersenyum tipis. “Aku bermain dengan Archie.”Angelina mendengus, tawa sinis tertahan di tenggorokannya. "Setiap hari. Selalu cucumu yang jadi alasan.""Archie baru pulang dari konseling," jawab Edward, suaranya tenang, mencoba meredam api yang mulai menyulut. "Alex dan Naira yang membawanya.""Konseling?" Alis Angelina terangkat, matanya menyipit penuh selidik. "Untuk apa lagi?""Keterlambatan bicara."Angelina tertawa pendek. Tajam. “Mungkin bibitnya memang jelek.”Langkah Edward terhenti seketika. Atmosfe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status