Beranda / Romansa / Istriku, Jangan Lari Dariku / Bab 81 Pamer Kemesraan

Share

Bab 81 Pamer Kemesraan

Penulis: Fachra. L
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-09 11:16:30

“Aku hanya ingin banyak orang yang tahu, bahwa aku, Esme Andreas, bukan wanita yang sombong dan tidak beradab. Juga, untuk memberitahu mereka kalau kamu tidak membenciku.”

Senyum Jason melebar. Telapak tangannya terangkat untuk mengusap kepala istrinya. “Mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan keuntungan terbaik untuk dirimu sendiri, kamu menjadi lebih pintar.”

Jason menyukai bagian akhir dari kalimat Esme, bahwa dia tidak pernah benar-benar membencinya. Dia merasa dalam suasana hati yang paling baik.

Jason yang muncul di kantin perusahaan itu mirip dengan peri yang turun ke bumi, dan mereka sama-sama menariknya. Hal itu juga yang menyebabkan karyawan kantin merasa bingung dan gelagapan.

Jika mereka tahu sebelumnya kalau Presiden akan turun untuk makan, mereka pasti akan menambahkan lebih banyak menu kantin. Hall Industry cukup mewah dengan standar normal. Ada banyak jenis hidangan untuk mereka pilih, bahkan berbagai porsi potongan buah.

Berjalan ke kantin Hall Industry seperti be
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istriku, Jangan Lari Dariku   Bab 108 Ingin Memberinya Kehangatan

    Dia sudah terluka, namun masih mengkhawatirkannya apakah dirinya terluka atu tidak. Jika Jason tidak mendorongnya tepat waktu, peluru itu akan menembus tubuhnya.Sudut bibir Jason membentuk lengkungan yang menawan. “Untunglah kau tidak terluka.”Esme menatap lukanya dengan perasaan sedih.Lalu dia menatap gadis kecil di pelukannya dan berkata dengan cemas. “Ayo kita ke rumah sakit sekarang!” Anak itu sudah pingsan di pelukannya.…..Esme dan anggota keluarga korban yang terluka lainnya menunggu dengan cemas di luar ruang operasi.Orang tua gadis kecil itu menangis pelan sambil.Hati Esme terasa sakit mendengar suara tangisan mereka.Dia duduk di kursi santai. Meskipun tampak tenang dan terkendali, sebenarnya dia sangat cemas seperti katak dalam panci.Saat dia mengingat kembali adegan di mana Jason menerima tembakan untuknya, dia merasa seolah-olah jantungnya diremas oleh sebuah tangan.Namun, Jason malah mengkhawatirkannya. Jika paru-parunya terluka atau arterinya rusak, dia akan ….

  • Istriku, Jangan Lari Dariku   Bab 107 Apa Kau Terluka?

    Hidangan yang mereka pesan disajikan satu persatu.Esme melihat semuanya, dan salah satunya adalah ayam pengemis. Dan yang lainnya, semua adalah menu yang ia suka.“Mengapa semuanya adalah favoritku?” Esme menatap hidangan-hidangan itu dengan heran.Jason tersenyum. “Semuanya ini juga kesukaanku.”Esme sedikit mengerutkan kening dan menatap Jason dengan aneh.Jason tersenyum dan matanya menghangat. “Kau akan menatapku seperti itu sampai kapan?”Esme menunduk, mengambil sumpitnya dan mulai makan.Gigitan pertama yang dia ambil adalah ayam pengemis. Rasanya tidak seenak buatannya, dan juga tidak seenak buatan Seth. Namun, dia bukanlah orang yang pilih-pilih makanan dan memiliki nafsu makan yang baik. Dia memakan semua hidangan yang disajikan.Terakhir, ada dua hidangan penutup, yaitu kue-kue seukuran telapak tangan. Satu untuknya, dan satu untuk Jason.Esme mendorong makanan penutupnya ke arah Jason. “Aku sudah kenyang. Kamu bisa memakannya.”Jason menatapnya dengan tatapan dalam. “Kau

  • Istriku, Jangan Lari Dariku   Bab 106 Sebelum Melangkah Terlalu Jauh

    Seth menunggang kudanya mengelilingi peternakan itu dua kali dan akhirnya berhenti di depan patung besar tersebut.Dia memegang kendali kuda dengan kedua tangan, dan angin mengacak-acak poni rambutnya. Dia menyipitkan mata dan memandang patung ikan dengan seksama.Terakhir kali, Esme menabraknya, yang menyebabkan dia mengalami cedera serius.Tatapan Seth tanpa sadar tertuju pada tempat Esme berbaring.Adegan saat itu kembali terlintas di benaknya. Wajahnya yang penuh penderitaan dipenuhi kesedihan yang mendalam.Matanya begitu kosong dan putus asa. Suaranya yang lemah memanggil Dong Fang Xuan—Di belakangnya, terdengar suara derap langkah kaki kuda. Semakin dekat dan dekat.Shofia menunggang kuda putih, masih mengenakan pakaian yang sama seperti pagi harinya di rumah Nyonya Jier.“Kakak, aku melihat Kak Esme di vila Bibi Jier hari ini.” Nada suara Shofia penuh kegembiraan.Ketika Seth mendengar nama ‘Esme’, dia yang tadinya linglung, kembali sadar. Matanya yang indah seperti bunga per

  • Istriku, Jangan Lari Dariku   Bab 105 Istri Jason Hall, Esme Andreas?

    Detak jantung Esme semakin cepat.Tanpa menunggu wanita itu mengucap apa-apa, Jason menundukkan kepalanya. Bibir tipisnya menempel pada kedua bibir lembut Esme.Astaga … dia dicium lagi!Mata Esme membelalak dan otaknya seakan berhenti bekerja saat ia menatap wajah yang tepat di depannya dengan takjub.Ketika Emilia melihat ini, dia berpikir, ‘Ya ampun … sungguh memalukan!’Hal yang memalukan seperti itu tidak pantas untuk dilihatnya. Dia pun keluar dari ruangan dengan tenang.Karena khawatir Esme akan menghindarinya, Jason menangkup bagian belakang kepala Esme dengan satu tangan.Ciuman itu semakin dalam.Lidahnya yang panjang menjulur masuk dan menguasai hatinya. Dia menghisap dan menggigitnya, sangat menikmati momen itu.Pikiran Esme kosong dan jantungnya berdebar kencang. Tubuhnya yang kaku semakin melunak, dan napasnya semakin terburu-buru.Setelah serangkaian ciuman yang penuh g4irah, Jason memperlambat gerakannya. Seolah-olah dia sedang mencicipi makanan penutup saat dia menghi

  • Istriku, Jangan Lari Dariku   Bab 104 Memberikan Tubuh dan Hatinya

    Wajah Adam dipenuhi dengan rasa malu dan canggung. Dia ragu-ragu saat berkata, “Jason, sekarang bank menolak memberikan pinjaman pada perusahaan Andreas. Aku ….”“Ayah mertua, silakan keluar. Aku akan pergi rapat.” Jason berdiri di depan Adam tanpa ekspresi.Sepertinya pria ini memang tidak mau meminjamkan uang padanya!Adam tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap Jason seperti seorang mertua. “Jason Hall, apakah kau begitu tidak berperasaan?”Jason menatapnya heran. “Bagaimana mungkin aku tidak punya hati?”Adam terdiam tanpa kata mendengar kalimat itu.“Tahukah kamu berapa penghasilan Layla setiap bulan? Angka itu lebih tinggi daripada desainer papan atas kelas mana pun.”Adam tantu tahu bahwa gaji Layla cukup tinggi.Jason mengangkat pergelangan tangannya dan melihat jam di arlojinya. “Ayah mertua, aku akan pergi rapat. Jika kamu ingin tetap di kantorku, Noe akan menemanimu.”……Setelah kembali dari kantor Jason, Esme sibuk membuat pakaian. Akhirnya, dia telah membuat dua pesana

  • Istriku, Jangan Lari Dariku   Bab 103 Suami yang Dikusai Istri

    Adam merasa seolah-olah seseorang telah menampar wajahnya. Dia malu sekaligus marah. Namun saat ini, bukan waktu yang tepat untuk kehilangan kendali. Berada di hadapan Jason, dia tidak berani berteriak pada Esme.“Esme, semua ini adalah kesalahan Ayah di masa lalu.” Adam menurunkan sikapnya dan mengakui kesalahannya pada Esme.Tatapan Esme tenang saat ia menatapnya dengan diam. Kenangan yang ditinggalkan oleh pemilik tubuh asli tiba-tiba menbanjiri kepalanya. Kenangan itu bagaikan gelombang besar, berputar tak terkendali di benaknya.Esme manatap Adan dan bertanya, “Ketika aku berusia tujuh tahun, aku demam tinggi selama dua hari. Anita tidak mengizinkanmu membawaku ke rumah sakit, jadi kau benar-benar tidak melakukannya. kemudian, kepala pelayan diam-diam membawaku ke dokter. Tahukah kau apa hal pertama yang dikatakan dokter saat melihatku?”Adam merasa malu saat masa lalu diungkit. Dia mengerutkan bibir dan tampak merasa bersalah. “Ini semua salah Ayah karena terlalu sibuk dan menga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status