Share

90. Tidur

Author: HaniHadi_LTF
last update publish date: 2026-09-11 20:00:59

Gagang pintu bergerak, lalu Herman muncul dari balik pintu.

“Maaf, Pak.”

Langkahnya terhenti sesaat ketika melihat Linggar masih berada dalam pelukan Ilalang. Namun lelaki itu tidak menunjukkan keterkejutan seperti yang mungkin Linggar bayangkan.

“Saya bisa keluar lagi, Pak, kalau Bapak belum selesai. Saya sendiri juga pengantin baru, jadi saya faham."

Hanya itu yang dikatakannya.

Linggar langsung merasa tidak enak hati, sekaligus heran dengan perkataannya. Apa dia tahu soal pernikahan kami? pi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   124. Lebay

    "Mas....”Linggar menatap Ilalang dengan mata yang masih mengaca.Dokter Kayra tersenyum lembut.“Selamat, Mas. Hasil pemeriksaan Mbak Linggar menunjukkan positif hamil.”Ilalang yang sejak tadi berdiri tegang seolah lupa bernapas. Matanya berpindah dari wajah Kayra menuju Linggar.“Positif?”Kayra mengangguk.“Iya. Tapi untuk memastikan usia kehamilan, sebaiknya nanti diperiksa lebih lanjut menggunakan USG di rumah sakit.”Linggar tidak langsung menjawab. Tangannya justru mencari tangan Ilalang. Begitu jemari mereka bertaut, genggaman lelaki itu menguat.“Linggar…” Suara Ilalang terdengar bergetar. Lelaki itu menatap Linggar dengan mata sudah mengaca.Linggar tersenyum sambil menahan air mata.“Mas…” Tidak ada kalimat lain yang mampu keluar.Ilalang mengangkat tangan mereka yang saling menggenggam, lalu mengecup punggung tangan Linggar.“Kita benar-benar akan punya anak.”Air mata Linggar akhirnya jatuh. Ia mengangguk.Ilalang menundukkan kepala sesaat. Ketika kembali mengangkat waja

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   123. Menunggu

    “Kapan hari Mas kan bilang kalau Mas itu sulit punya anak. Apa benar?”Pertanyaan Linggar membuat Ilalang seketika bangkit.Lelaki itu menggaruk tengkuknya. Sesaat kemudian terdengar tawa kecil, seperti seseorang yang baru ketahuan menyimpan sesuatu.“Maaf.”Linggar mengerutkan kening.“Kenapa minta maaf?”Ilalang kembali terkekeh.“Itu aku lakukan supaya kamu nggak terus menyuruhku pakai pengaman.”Mata Linggar membesar.“Jadi kamu sengaja bilang begitu?”Ilalang mengangguk pelan.“Bisa dibilang begitu.”Linggar menatapnya tak percaya.“Berarti Mas sengaja mau aku hamil?”“Iya.” Jawaban itu keluar begitu saja.Linggar tercekat.Ilalang justru terlihat santai, seolah tidak memahami betapa besar arti pengakuannya bagi perempuan itu.“Memangnya apa lagi tujuan kita menikah kalau bukan untuk itu juga?”Linggar menelan ludah.“Mas…”“Hm?”“Lalu bagaimana kalau aku benar-benar hamil?”Ilalang justru mengangkat alis.“Apanya yang salah?”Linggar terdiam.Ada begitu banyak hal berputar dalam

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   122. Penjelasan

    Linggar kaget.Sean segera berdiri.“Sepertinya cuma kram. Sini, kasihkan air hangat itu. biar ditempel di perut Linggar."Ilalang mengerutkan kening.“Yakin cuma kram?”Sean melirik Linggar sebentar.“Iya. Tapi kalau masih sakit, sebaiknya diperiksa lebih lanjut.”Ilalang mengangguk lemas.“Baik.”Lelaki itu lalu duduk di sebelah Linggar setelah Sean pamit. Tangannya meraih bahu perempuan itu."Aku pikir tadi tidak sekedar kram. Tapi itu....""Itu apa, Mas?"Ilalang tersenyum sebentar, lalu menggeleng. "Nggak. Nggak apa-apa."Ia lalu memegang perut Linggar.“Masih sakit?”Linggar menggeleng.“Sudah agak mendingan.”Ilalang mengusap kepalanya pelan.“Kalau begitu istirahat. Aku bawakan makanan lagi biar kamu nggak lapar."Belum juga Linggar bereaksi, Ilalang sudah pergi. Tak lama ia sudah kembali dengan bubur ayam."Aku suapin, ya. Makan bubur dulu. Kamu habis muntah."Linggar menatap wajahnya. Ada begitu banyak hal yang ingin ia tanyakan. Tentang semalam. Teemasuk tentang perkataanny

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   121. Kejutan

    Huek...huek! Linggar memuntahkan isi perutnya.Ilalang memijit punggung dan tengkuk Linggar.Linggar menggeleng.“Sudah, Mas. Aku nggak apa-apa.”Wajah Linggar terlihat pucat. Perutnya masih mulas, sementara suara percakapan Rania dan Sean tentang Ilalang dan Cindy tadi terus berputar dalam kepalanya, hinggah makin membuat perutnya makin bergolak.Linggar memejamkan mata sebentar. Ia tidak ingin memikirkan kemungkinan yang bahkan belum tentu benar. Namun tubuhnya justru terasa semakin tidak nyaman.“Wajahmu pucat.”“Aku mau ke tenda saja. Kalau Mas mau kembali, kembalilah," ucap Linggar dengan menepis tangan Ilalang."Linggar...kamu ini kenapa begini sama aku?"Linggar berdiri tapi sempoyongan.Ilalang segera merengkuhnya dan hendak membawanya berjalan ketika Sean muncul."Linggar kenapa?”“Aku nggak tahu. Tiba-tiba perutnya sakit.”Sean langsung memperhatikan wajah Linggar.“Nyingkir kamu, Lang. Biar aku periksa.”Ilalang menoleh tajam.“Nggak salah suruh aku nyingkir?”“Lang, aku cu

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   120. Jangan jangan...

    Pagi sudah datang. Linggar yang tidur kembali setelah sholat Subuh, kaget dengan suara Lintang.“Bunda, bangun. Kita cari makanan.”Linggar membuka mata perlahan. Lintang sudah berdiri sambil menggoyang-goyangkan bahunya.“Masih pagi.”“Sudah ramai, Bun. Tante Cindy bilang banyak makanan enak.”Mendengar nama itu, Linggar langsung teringat kejadian semalam . Namun sebelum pikirannya kembali berjalan terlalu jauh, kain tenda sudah tersibak.“Kayaknya semalam kamu nggak tidur ya, sampai jam segini nggak bangun. Tumben.”Ilalang berdiri sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana.“Ayo bangun. Kita cari sarapan. Ada jajanan pasar juga.”Linggar menarik selimut sedikit lebih tinggi.“Aku masih ngantuk.”Ilalang berjongkok, mengerutkan kening, menatap Linggar yang seolah lain.“Kenapa lagi?”“Nggak kenapa-kenapa.”“Aku salah lagi?”Linggar menatapnya sekilas.“Mas nggak pernah salah.”“Terus?”“Hanya aku yang salah karena ada di antara kalian.”Kalimat itu membuat Ilalang terkejut."Ka

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   119. Sesakit ini

    Lintang sudah tertidur.Linggar membetulkan selimutnya.Malam semakin larut. Suara orang-orang mulai berkurang.Namun tidak jauh dari tenda, suara Ilalang justru terdengar cukup jelas."Kenapa aturan kalian masih sama?"Ben tertawa."Karena lebih dari dulu memang begitu.""Cowok sama cowok, cewek sama cewek." Sean ikutan bicara.Ilalang menghela napas."Aku sudah bawa tenda sendiri."Rania menyahut."Lang, dari dulu memang begitu aturannya kan. Hanya kamu sekarang sudah menikah, jadi kamu rubah?""Tapi sekarang aku datang sama keluarga. Aku juga pingin suasana baru sama istriku. "Linggar yang mendengar percakapan itu mencoba mengintip.Ilalang terlihat tegang, lalu kembali bicara."Aku bahkan nyuruh orang pasang tenda sendiri untuk keluargaku."Ben tertawa."Baru sekarang punya keluarga, sudah ubah aturan."Ilalang tidak menjawab. linggar segera berbaring.Beberapa saat kemudian langkah kaki terdengar semakin dekat. Linggar mengira Ilalang akan masuk.Namun suara Ben justru terdengar.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status