"Jadi, Nenek memanggil kami untuk menikahkan aku dengannya?"Suara Ilalang memecah keheningan ruang tamu rumah utama.Linggar tersentak. Jemarinya spontan mencengkeram ujung kerudung hingga kusut. Sejak Bu Nini, pembantu rumah itu, datang ke mesnya pagi tadi dan meminta ia menghadap Bu Ratih, majikannya, perasaannya memang tak pernah tenang. Berkali-kali ia menebak alasan pemanggilan itu. Mungkin karena beberapa hari terakhir ia tak masuk memetik teh demi menjaga Lintang yang sedang demam. Namun, sama sekali tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa ia dipanggil untuk urusan pernikahan.Dadanya mendadak sesak. Pelan-pelan ia mengangkat kepala. Tatapannya bertemu sesaat dengan Ilalang yang sudah berdiri tegak. Rahang lelaki tampan itu mengeras. Sorot matanya begitu tajam hingga membuat Linggar buru-buru menunduk kembali."Bu, kenapa tidak bilang soal ini kepada saya dulu?" tanya Linggar. Walau setelah itu dia menunduk kembali saat tatapan benci lelaki yang hendak beranjak itu menghu
Última actualización : 2026-07-13 Leer más