Beranda / Romansa / JEJAK HASRAT / Bab 4 Game Berhadiah Seks

Share

Bab 4 Game Berhadiah Seks

Penulis: Irbapiko
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-19 08:05:15

Anisa tersenyum, "Mungkin kita harus melupakan semua itu, tetapi kenapa kita tidak mencoba menemukan kebahagiaan sementara? Satu malam yang bisa mengobati hati kita yang kesepian."

Ryan terkejut mendengar kata-kata Anisa, tetapi pada akhirnya, ia membiarkan dirinya terbawa oleh ketegangan dan hasrat di udara. Mereka mulai merasakan tarikan magnetik satu sama lain dan tanpa berkata apa pun, mereka terlibat dalam keintiman yang penuh gairah.

Tanpa merasa bersalah terhadap pasangan masing-masing, mereka mengejar kebahagiaan yang tampaknya hilang dalam rutinitas hidup mereka. Malam itu, mereka merasakan gairah yang terlupakan dan menyatu dalam nafsi bercinta yang tak terduga.

Kini Anisa dan Ryan telah berpelukan dan saling menindih di kasur milik Anisa dan suaminya, Sandi. Hanya saja, malam itu bukan Sandi yang mencumbu Anisa, melainkan Ryan.

Seolah melupakan perjanjian dengan Sandi, Ryan pun ini menikma

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • JEJAK HASRAT   Bab 5 Kuli Bangunan yang Perkasa

    Tarno berjalan pulang dengan langkah gontai. Pikirannya melayang-layang, penuh dengan penyesalan dan ketidakpastian. Di tangan kirinya, ponselnya baru saja berbunyi, sebuah pesan masuk dari Michele. Lagi-lagi wanita itu meminta Tarno untuk datang ke rumahnya."Mas Tarno, datanglah. Aku merindukanmu," begitu bunyi pesannya. Tak lupa, Michele menjanjikan bonus uang yang cukup besar sebagai imbalan.Tarno menghela napas panjang. Ia merasa bingung dan terjebak dalam dilema. Ia tahu perbuatannya salah, namun kebutuhan ekonomi keluarganya mendesaknya untuk menerima tawaran itu. Setiap kali ia selesai "bekerja" untuk Michele, uang yang diterimanya langsung disimpan di rekening pribadinya, jauh dari jangkauan Ningsih, istrinya.Sesampainya di rumah, Ningsih dan anak-anak menyambutnya dengan senyum lebar. Tarno berusaha membalas senyum itu, meskipun hatinya berat."Mas, bagaimana harimu?" tanya Ningsih sambil

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Kuli Bangunan yang Perkasa

    "Tarno, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu sejak hari itu," Michele mengakui sambil mendekat."Bu Michele, saya tidak tahu apakah ini benar..." Tarno mencoba menolak, tetapi suaranya terdengar lemah."Jangan khawatir, Tarno. Aku hanya ingin kita mengulangi momen indah itu. Bukankah kamu juga menikmatinya?" tanya Michele dengan suara lembut namun menggoda.Tarno tidak bisa menyangkal bahwa ada bagian dari dirinya yang memang menikmatinya. Namun, rasa bersalah terhadap Ningsih dan keluarganya membuatnya merasa terjebak."Bu Michele, saya punya keluarga. Ini tidak benar," kata Tarno dengan suara bergetar.Michele mendekat, menyentuh wajah Tarno dengan lembut. "Aku tahu, Tarno. Tapi aku tidak bisa menahan diriku lagi. Aku butuh kamu."Michele kemudian menarik Tarno ke tempat tidur, memaksanya untuk duduk di tepi kasur. Tarno merasakan detak jantungnya semakin c

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Kuli Bangunan yang Perkasa

    Tarno merasa tubuhnya gemetar saat ia meraih pakaiannya yang tercecer di lantai kamar Michele. Keringat dingin mengalir di pelipisnya, sementara pikirannya masih berkabut oleh gairah yang baru saja diledakkan bersama Michele. Dia buru-buru berpakaian, merasa terjebak antara perasaan bersalah dan kebingungan."Pak Tarno, buru-buru sekali? Tidak ingin menginap?" Michele tersenyum manis, penuh dengan kepuasan yang menguasai wajahnya."Maaf, Bu Michele. Saya harus pulang sekarang. Ada keluarga yang menunggu," jawab Tarno dengan suara bergetar, berusaha untuk tidak menatap mata Michele yang tajam dan menggoda.Michele mengangkat alis, senyum di bibirnya semakin lebar. "Baiklah, sampai jumpa besok, Pak Tarno. Saya harap kita bisa melanjutkan... percakapan kita."Tarno hanya mengangguk singkat sebelum bergegas keluar dari kamar itu. Di luar, udara malam yang sejuk tidak mampu menenangkan kegelisahannya. Dia

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Kuli Bangunan yang Perkasa

    Tarno merasa tidak nyaman berada di dalam kamar itu sendirian. Dia merasa seolah-olah matahari terbenam begitu cepat, meninggalkannya dalam kegelapan dan keheningan yang menyusahkan.Tiba-tiba, Tarno mendengar suara air pancuran menyala. Hatinya berdebar kencang, dan dia tahu dia harus segera pergi dari sana. Namun, ketika dia mencoba membuka pintu, dia terkejut menemukannya terkunci."Pak Tarno, pintunya terkunci dari dalam. Maafkan saya, saya lupa cara untuk membukanya," suara Michele terdengar dari dalam kamar mandi.Tarno merasa panik. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Namun, sebelum dia bisa memikirkan lebih lanjut, dia mendengar suara Michele yang menyuruhnya untuk membantu membuka pintu dari luar.Dengan hati-hati, Tarno membuka pintu kamar mandi sedikit demi sedikit. Namun, ketika celah pintu semakin terbuka, pandangannya langsung tertuju pada tubuh telanjang bulat Michele yang terkena sirama

  • JEJAK HASRAT   Bab 1 Kuli Bangunan yang Perkasa

    Seorang kuli bangunan bernama Tarno usia 35 tahun. Tarno telah memiliki 2 anak yang masih kecil-kecil dari istrinya yang bernama Ningsih usia 34 tahun. Kehidupan Tarno dan keluarganya serba kekuranga. Apalagi Tarno hanyalah seorang kuli bangunan yang pemasukan keuangannya sangat tergantung dari proyek bangunan yang ia dapat dari sang mandor.Suatu hari, Tarno diajak oleh sang mandor untuk merenovasi sebuah rumah mewah di kawasan elit milik seorang janda cantik dan seksi bernama Michele usia 40 tahun. ia telah berpisah dengan suaminya yang telah pergi meninggalkannya dan kini hidup bersama perempuan lain. Kedua anak Michele kini bersekolah di luar negeri.Tarno pun mulai mengerjakan merenovasi beberapa ruangan rumah Michele itu bersama beberapa teman kuli lainnya. Meski berkulit agak hitam tapi wajah ganteng Tarno rupanya cukup menyita perhatian Michele yang ternyata adalah tipe wanita yang memiliki libido seks yang sangat tinggi. Michele selama menj

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Ramuan Perkasa untuk Sahabat

    Setelah keputusan untuk bercerai diambil, kehidupan berlanjut bagi Sinta, Damar, Dea, dan Julian. Mereka semua mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan besar yang terjadi dalam kehidupan mereka. Namun, meskipun mereka telah memilih untuk berpisah, bayang-bayang masa lalu terus menghantui mereka.Sinta membawa Bagas ke rumah orangtuanya, mencoba menciptakan lingkungan yang stabil dan aman bagi anak mereka. Meskipun terasa sulit bagi Bagas untuk berpisah dengan ayahnya, dia mencoba untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya.Di rumah yang sunyi, Damar merasa kesepian. Dia merindukan kehadiran Sinta dan Bagas di rumah, tetapi dia juga tahu bahwa dia harus menghadapi konsekuensi dari kesalahannya. Setiap malam, dia duduk sendirian di ruang tamu, merenungkan kesalahannya dan bertanya-tanya apa yang bisa dia lakukan untuk memperbaiki kehidupannya.Di tempat lain, Dea kembali ke rumah orangtuanya di kota lain. Dia menco

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status