Home / Romansa / JEJAK HASRAT / Bab 5 Cinta Tak Memandang Usia

Share

Bab 5 Cinta Tak Memandang Usia

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2025-11-14 08:05:56

"Sudah lama sekali aku menunggu ini," ujar Reno sambil memandang Hasna dengan mata penuh hasrat.

Hasna merasakan getaran di udara, namun dia masih merasa ragu. "Reno, aku masih ragu. Apakah kita seharusnya melangkah sejauh ini?"

Reno menatap Hasna dengan tulus, "Bu Hasna, aku mengerti keraguanmu. Tapi sejauh ini, aku merasa bahwa kita memiliki sesuatu yang lebih dari sekadar rekan kerja atau teman. Apakah kamu merasakannya juga?"

Hasna mengangguk perlahan, "Aku merasakannya, Reno. Tapi aku takut jika ini membuat semuanya berubah."

Reno menyentuh wajah Hasna dengan lembut, "Jangan takut, Bu Hasna. Kita bisa menjalani ini bersama. Aku tahu kita bisa bahagia bersama."

Hasna tersenyum dan merasa lebih tenang. Namun, tatapan Reno yang penuh hasrat membuat hatinya berdebar-debar. Mereka duduk bersama di ranjang, dan suasana semakin menghangat.

Tidak tahan lagi, Ren

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Ramuan Perkasa untuk Sahabat

    Suatu hari Sinta sedang menelusuri lorong-lorong supermarket dengan keranjang belanja di tangannya, memeriksa setiap rak dengan cermat. Dia sedang sibuk memikirkan apa yang harus dimasak untuk makan malam keluarganya, ketika tiba-tiba dia melihat seseorang yang dikenalinya dengan baik: Dea, istri dari sahabatnya, Julian."Sinta?" panggil Dea dengan sedikit terkejut, menyadari kehadiran Sinta di sana.Sinta tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan kebingungannya. "Dea, apa kabar?""Baik, terima kasih," jawab Dea singkat, tetapi ekspresinya terlihat tegang.Sinta merasa ada sesuatu yang salah, tetapi dia tidak yakin apa itu. "Apa kabar Julian?" tanya Sinta, mencoba mencari tahu lebih lanjut.Dea menggigit bibirnya, seolah ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan itu. "Dia baik-baik saja," jawabnya akhirnya dengan suara yang sedikit bergetar.Sinta mengangguk, merasak

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Ramuan Perkasa untuk Sahabat

    Di sebuah kafe yang tenang, Dea dan Damar duduk berdua di sudut yang tersembunyi, memancarkan aura keintiman di antara mereka. Mereka tertawa dan berbicara dengan hangat, seolah tidak ada orang lain di sekitar mereka.Damar menyentuh tangan Dea dengan lembut, matanya penuh dengan cinta. "Kamu tahu, Dea, aku sangat bahagia bersamamu."Dea tersenyum manis, "Sama, Damar. Aku juga merasa begitu bahagia saat bersamamu."Mereka saling bertatapan, dunia di sekitar mereka seolah-olah berhenti berputar.Namun, di balik kebahagiaan mereka, tersembunyi sebuah rahasia gelap yang tak boleh diketahui siapapun, terutama bukan Sinta dan Julian.***Beberapa bulan sebelumnya, Dea dan Damar telah terjebak dalam hubungan terlarang yang penuh gairah. Mereka sering bertemu di kamar hotel yang tersembunyi, memenuhi hasrat terlarang mereka tanpa sepengetahuan siapapun. Setiap perte

  • JEJAK HASRAT   Bab 1 Ramuan Perkasa untuk Sahabat

    Sinta duduk di sofa ruang tamu, memperhatikan Bagas yang asyik bermain di lantai dengan mainan kesayangannya. Senyum tipis terukir di wajahnya, merenungi betapa beruntungnya dia memiliki keluarga yang bahagia meskipun tak selalu sempurna. Suaminya, Damar, sibuk di dapur menyiapkan makan malam, sementara Sinta menikmati momen kecil bersama putranya.Tiba-tiba, suara dering ponsel memecah keheningan. Sinta mengambil ponselnya dari meja samping sofa dan melihat nama yang terpampang di layar: Julian."Sint, bisa ngobrol sebentar?" pesan singkat dari Julian.Sinta mengangkat alisnya. Julian jarang sekali menghubunginya secara langsung, kecuali jika ada sesuatu yang mendesak. Ia merespon dengan cepat, "Tentu, ada apa?"Julian: "Bisa ketemu di kafe dekat kantor sebentar lagi? Ada yang pengen gue ceritain."Sinta menimbang-nimbang. Damar pasti akan bertanya jika dia keluar secara mendada

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Terjerat Cinta Dokter Ganteng

    Dr. Bagas terdiam sejenak, terkejut dengan pengakuan yang tiba-tiba itu. Namun, dia juga bisa melihat keberanian dan ketulusan di mata Riana."Riana, aku... aku tidak tahu apa yang harus kukatakan," ucap dr. Bagas dengan suara yang hampir tercekat.Riana menatap dr. Bagas dengan mata penuh harap. "Tidak apa-apa, Bagas. Aku hanya ingin kau tahu perasaanku."Dr. Bagas mengangguk, mencoba meresapi kata-kata Riana. "Baiklah, Riana. Aku akan menghargai perasaanmu."Mereka saling menatap dengan tatapan yang penuh emosi, dan tanpa disadari, jarak antara mereka semakin berkurang. Riana merasa hatinya berdebar kencang ketika dr. Bagas meraih tangannya dan membawanya lebih dekat.Pandangan mereka bertemu, dan tanpa kata-kata, mereka mencium satu sama lain dengan penuh gairah. Riana merasakan detak jantungnya semakin cepat, dan dia merasa semakin yakin dengan keputusannya.

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Terjerat Cinta Dokter Ganteng

    Riana menatap layar ponselnya dengan ekspresi ragu. Dia sudah berkali-kali menekan nomor telepon dr. Bagas, namun setiap kali itu juga dia menutup panggilan tanpa memberanikan diri untuk menghubunginya. Kecemburuan yang melanda hatinya membuatnya merasa sulit untuk menghadapi dr. Bagas, terutama setelah kejadian di klinik beberapa hari yang lalu.FlashbackRiana memasuki klinik dr. Bagas dengan hati yang penuh kekhawatiran. Berlian, putri kecilnya, sedang mengalami sedikit demam dan Riana ingin memastikan semuanya baik-baik saja. Namun, ketika dia tiba di ruang tunggu, pandangannya langsung tertuju pada seorang wanita yang sedang duduk di samping dr. Bagas.Wanita itu tampak begitu akrab dengan dr. Bagas, senyum-senyum manis dan tertawa-tawa bersama dengannya. Riana merasa hatinya berdebar keras, ketika dia menyadari bahwa wanita itu adalah Desi, mantan pacar dr. Bagas dari masa kuliah.Pandangan Ria

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Terjerat Cinta Dokter Ganteng

    Hari-hari Riana berlalu dengan perlahan, setiap langkahnya terasa berat namun juga penuh harapan. Proses perceraian dengan Roy berjalan tanpa banyak kata-kata. Keduanya telah memutuskan untuk berpisah dengan damai, tanpa ada dendam yang tersisa di antara mereka.Setelah beberapa pekan berlalu, Riana menerima kabar yang mengejutkan dari Deni dan Pak Tono. Roy dan Meisya telah dipecat secara tidak hormat dari kantor mereka. Meskipun ada rasa lega di dalam hatinya, namun Riana juga merasa sedih melihat akhir yang tragis bagi hubungan yang pernah dia bangun dengan Roy.Namun, di tengah-tengah keputusasaan itu, ada satu sosok yang selalu hadir untuk Riana: dr. Bagas. Konsultasi-konsultasi dengan dr. Bagas tidak hanya membantu Riana secara fisik, namun juga secara emosional. Dr. Bagas dengan sabar mendengarkan cerita-cerita Riana, memberikan dukungan, dan bahkan membantu Riana mengatasi trauma akibat perceraian dengan Roy.Sua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status