Home / Romansa / JEJAK HASRAT / Bab 9 Dosenku yang Seksi

Share

Bab 9 Dosenku yang Seksi

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2025-09-19 14:29:58

Setelah puas dengan posisi doggystyle mereka pun sesaat saling berpelukan dan saling menindih di atas kasur itu. Setelah dirasa sebentar lagi akan mencapai puncaknya. Tiba-tiba Julia mengajak tevan untuk mandi bersama untuk meraih puncak kenikmatan di kamar mandi.

“Di Kamar mandi yuk!” ajak Julia sambil menggandeng tangan Stevan maka mereka dalam keadaan bugil melaju menuju kamar mandi. Sesampainya disana Julia menyalakan air sehingga kini merek berpelukan sambil ubuh mereka basah oleh pancuran air dari atas. Tubuh basah telanjang mereka membuat suasana percumbuan semakin terasa eksotis dan menggairahkan.

“Ayo sayang, ngentot lagi yuk!” ajak Julia yang berbalik badan dengan kedua tangan bersandar ke dinding kamar mandi sehingga posisi pantat Julia sudah masang di depan rudal tegang Stevan. Stevan pun segera menerobos dari arah belakang pantat Julia.

“Sleppp...blessss...arghhhh..eshhhh...ahhhh!” Julia melenguh dan mendesah saat rudal sang kekasih telah masuk menerobos liang kenikmatann
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • JEJAK HASRAT   Bab 1 Goyangan Hot Ibu Mertua

    Seorang pria bernama Luki usia 26 tahun yang telah menikah dengan Dena usia 24 tahun selama 2 tahun dan kini mereka sedang menantikan kehadiran anak pertama mereka setelah Dena sedang hamil muda 4 bulan.Kebetulan Luki tipe pria yang sanat menyukai hubungan seks namun sayangnya sejak sang istri Hamil ia jarang mendapatkan jatah seksnya dari Dena yang lebih fokus menjaga kehamilannya daripada nafsu birahi sang suami. Sejak Dena hamil, ibunda Dena sering datang menengok kehamilan Dena sambil membawakan makanan kesukaan Dena dikarenakan jarak rumah mereka cukup dekat hanya beda kompleks saja.Mama Diana meski sudah menginjak usia 45 tahun, namun, Mama Diana masih nampak cantik plus bentuk tubuhnya yang masih sangat menggoda dengan kemontokan tubuhnya. Sayangnya, belakangan ini ayah Dena alias suami Diana yaitu papa Rudi di usia 49 tahun mulai loyo sehingga hasrat seksual yang tinggi dari mama Diana tak bisa terlayani.Hal i

  • JEJAK HASRAT   Bab 5 Naksir Sama Pengangguran

    Dion tersenyum, merasakan desakan hasrat yang sama. "Aku juga, Lisa. Aku juga pengen lagi."Mereka berdua saling mencium satu sama lain dengan penuh nafsu, tubuh mereka bergetar oleh keinginan yang membara. Dion meraih tubuh Lisa dengan penuh gairah, mencium setiap bagian tubuhnya dengan penuh keinginan.Lisa menanggapi dengan desahan-desahan yang menggairahkan, merasakan nikmatnya keintiman yang mereka bagi. Mereka menyatu dalam cinta dan nafsu, hilang dalam dunia mereka yang penuh dengan kehangatan dan keintiman.Setiap sentuhan, setiap ciuman, terasa begitu nyata dan begitu sempurna. Mereka mengeksplorasi tubuh satu sama lain dengan penuh keinginan, membakar api gairah yang semakin berkobar di dalam diri mereka.Dan akhirnya, dalam momen puncak keintiman, mereka mencapai puncak kenikmatan bersama-sama, merasakan ledakan kepuasan yang melampaui segalanya yang pernah mereka bayangkan.

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Naksir Sama Pengangguran

    Di dalam kamar Lisa, suasana menjadi semakin panas dan intim. Pakaian mereka berguguran satu per satu, menyisakan tubuh mereka yang telanjang di hadapan satu sama lain. Mereka menemukan kebahagiaan dalam keintiman yang mereka bagi, merasakan sentuhan kulit satu sama lain dengan penuh gairah.Desahan dan erangan halus mereka memenuhi ruangan, menciptakan sebuah simfoni keintiman yang memabukkan. Mereka menyatu dalam cinta dan nafsu, hilang dalam dunia mereka yang penuh dengan kehangatan dan kasih sayang.Setiap sentuhan, setiap ciuman, terasa begitu nyata dan begitu sempurna. Mereka mengeksplorasi tubuh satu sama lain dengan penuh keinginan, membakar api gairah yang semakin berkobar di dalam diri mereka."Kau membuatku gila, Dion," bisik Lisa dengan suara yang bergetar."Dan kau membuatku kehilangan akal sehat," jawab Dion sambil tersenyum.Mereka kembali terdiam, membiarkan kehen

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Naksir Sama Pengangguran

    Hari berikutnya setelah kejadian di mall, Lisa memutuskan untuk memejamkan hatinya dari Dimas. Setiap kali ponselnya berdering dengan panggilan atau pesan dari Dimas, dia memilih untuk mengabaikannya. Hatinya masih terluka dan dia tidak ingin memberi kesempatan kepada Dimas untuk menambah luka tersebut.Namun, ketika Dimas mencoba untuk menemui Lisa di rumahnya, Lisa merasa tidak siap untuk menghadapinya. Dia tahu bahwa pertemuannya dengan Dimas akan memicu emosi yang dalam dan mungkin akan membuatnya semakin hancur.Saat Dimas tiba di depan rumahnya, Lisa yang merasa kesal melihatnya berusaha untuk tetap tenang saat membuka pintu. Namun, ketika dia melihat ekspresi Dimas yang masih mencoba untuk berbohong, rasa kesalannya semakin memuncak."Kenapa kamu di sini, Dimas?" tanya Lisa dengan suara yang bergetar.Dimas mencoba untuk bercengkerama dengan Lisa, "Lisa, Aku kangen sama kamu."

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Naksir Sama Pengangguran

    Suatu hari saat Lisa meminta tolong kepada Dion untuk mengantarnya pake motor menuju sebuah mall tanpa sengaja Lisa melihat Dimas sedang bergandengan tangan dengan seorang cewek cantik dan bertubuh montok.Hati Lisa hancur saat dia melihat Dimas bergandengan tangan dengan seorang cewek cantik di depan mata. Dia tak bisa mempercayai apa yang dia lihat. Rasanya seperti sebuah pukulan yang menyakitkan di dalam hatinya, membuatnya hancur berkeping-keping."Dion, aku minta maaf, aku harus mengikuti mereka," ucap Lisa dengan suara yang gemetar, matanya masih terpaku pada pemandangan di depannya.Dion, yang memahami situasi dengan cepat, mengangguk. "Tentu saja, Lisa. Aku akan menemanimu."Mereka berdua segera mengejar Dimas dan cewek itu yang sudah melaju ke arah sebuah kamar hotel. Lisa merasa dadanya sesak, sulit bernafas, tetapi dia terus mengejar, dipicu oleh keingintahuannya yang mendesak.&nbs

  • JEJAK HASRAT   Bab 1 Naksir Sama Pengangguran

    Lisa melangkah dengan langkah yang cepat dan mantap, tas ranselnya bergoyang di punggungnya. Hari itu udara begitu panas di Jakarta, menyengat wajahnya yang masih terlihat segar setelah seharian di kampus. Pikirannya masih terhanyut dalam aroma buku dan catatan kuliahnya. Dalam benaknya, ada bayangan kembali ke rumah, ke Bogor, tempat di mana ia bisa bersantai sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan.Namun, tepat di depannya, pos ronda yang biasanya sepi kini menjadi saksi dari tiga pemuda yang duduk di sana, bermain kartu sambil menenggak minuman keras. Lisa mengernyitkan keningnya. Tak ada yang aman di kota besar ini, termasuk jalanan yang ia lalui setiap hari."Ssst, lihat itu," bisik salah satu dari mereka, sementara mata mereka melirik ke arah Lisa yang berjalan melewati pos ronda.Lisa merasa tidak nyaman, namun dia terus berjalan, berusaha untuk tidak memperhatikan mereka. Tetapi, seakan tak ingin dibiarkan b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status