Share

JODOH TAK TERDUGA
JODOH TAK TERDUGA
Penulis: Krite

BAB 1 : Perkenalan

BAB 1 : Perkenalan

“ Peraih Best Employee tahun ini jatuh kepada … Selamat untuk … KALYAAA FARIS “

What??

Selamat Kalyaaaa

Kok bisa si Kalya sih

Gue pikir Arin yang dapet penghargaan itu

Semua orang yang ada didalam ballroom memperlihatkan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang ikut bahagia, ada yang kecewa,  ada juga yang keheranan.

Kecewa? Heran? Ya iyalah, harusnya kan aku yang dapet penghargaan itu batin Arin.

Okee kalian pasti bingung sama keadaan sekarang.

Yups, Dia Arin Pramudya Pratama. Umurnya 27 tahun dan single, ups.

Pratama? Yes, Arin anak pertama dari pasangan Bayu Pradana dan Lia Sritama dan memiliki satu adik perempuan yang sangat manis yang bernama Lili Dwiani. Keluarga yang cukup harmonis yang tinggal dipinggiran kota.

Bisa dibilang Arin termasuk tulang punggung keluarga dikarenakan ayah yang sudah tidak bekerja lagi karena dipaksa untuk pensiun, padahal dari segi fisik dan kemampuan ayah dalam bekerja masih sangat mampu untuk melakukan pekerjaan.

Tapi dikarenakan ada ‘oknum’ yang tidak menyukai ayah yang bekerja terlalu jujur sehingga ayahku dipensiunkan lebih awal. Kalau istilah jaman sekarang itu namanya Pensiun Dini, meskipun masih ada 3 tahun dari umur pensiun yang seharusnya.

Back to topic..

Jadi saat ini sedang ada acara yang diadakan oleh perusahaan, StarFoundee Company. Ya itulah nama perusahaan tempatku untuk mencari nafkah. Perusahaan ini bergerak diberbagai macam bidang perusahaan. Ada produksi alat rumah tangga modern, finance, dan otomotif.

Rising Star our Company. Begitulah nama acara saat ini yang selalu diadakan selama setahun sekali. Acara ini diadakan sebagai bentuk penghargaan dan juga bentuk rasa terima kasih bagi para karyawan yang sudah bekerja keras selama ini yang membantu untuk kesuksesan StarFoundee Company ini.

Bagi karyawan yang berprestasi akan diberikan hadiah berupa uang dan ada juga dalam bentuk liburan bagi 3 orang karyawan yang beruntung. Jangan lupakan juga pasti ada doorprize-doorprize.

Dan penghargaan tertinggi dinamakan Best Employee.

Penghargaan ini diberikan kepada karyawan yang memiliki peran yang sangat berpengaruh dalam kemajuan perusahaan, dan hadiahnya juga cukup besar, yaitu hadiah uang tunai sebesar Rp. 15.000.000,-

Harusnya aku yang dapat penghargaan itu, huft.

” Harusnya kamu yang dapet penghargaan itu, Rin “ bisik Lina, sahabat seperjuangan Arin diperusahaan ini. 

” Aku udah tau hasilnya pasti bakalan gini. ” sahut Arin sambil mengedikan bahu dengan pandangan miris melihat Kalya yang tersenyum lebar menerima trophy dan papan hadiah simbolis diatas panggung.

Terlihat miris dengan keadaan ini.

Banyak karyawan lain yang berbisik-bisik. Ada juga yang terang-terangan sambil melihat Arin sambil menutup mulut mereka yang pastinya sedang membicarakan Arin juga

” Semua kayawan disini tau kamu yang lebih layak dapet penghargaan itu. Lagian siapa sih karyawan disini yang berhasil nge-lobi Pak Sean sama Pak Andrian buat kerjasama sama perusahaan ini. Kalo bukan kamu? Ngga ada, Rin “ cerocos Lina lagi dengan muka kesalnya sambil mendengus keras diakhirnya.

” Sayangnya aku ngga bisa nge-lobi Pak Bryan biar bisa jadi Best Employee. Pffftt “ balas Arin dengan tersenyum sinis dan sedikit menyindir, meskipun Kalya pasti tidak akan bisa mendengarnya.

Sean dan Pak Andrian merupakan investor yang sangat diinginkan oleh Pak Brian dalam membantu peluncuran produk tipe terbaru dari motor yang akan perusahaan kami rilis awal tahun ini.

Arin dan Sean sudah saling kenal sebelumnya, mereka teman sekelas saat kuliah di Bogor.

Saat Sean menghadiri rapat investor tidak sengaja bertemu dengan Arin di basement StarFoundee Company.

Saat itu aku yang diminta membawa berkas Bu Tiara yang tertinggal dimobilnya tidak sengaja berpapasan dengan Sean di basement.

” Loh, Rin. Apa kabar? “ sapa Sean. Mereka berpelukan sebentar dan saling melempar senyum. Tidak menyangka akan bertemu di Surabaya.

” Aku baik, yan “

” Kamu kerja di SFC, rin? “ tanya Sean.

” Yaaa begitulah. Kok kamu ada disini, yan? Perusahaan kamu yang di Jakarta gimana? “ seloroh Arin

” Ada undangan rapat buat para investor disini. Katanya mau ada pembuatan dan peluncuran produk baru ya? “

” Yup bener. Katanya sih dibagian otomotif mau launching tipe motor baru. Tapi aku kurang paham, sih. Aku dibagian Finance soalnya. ”

” hmmm. Nomormu masih yang dulu, kan? “

” Masih kok. “

” Kapan-kapan nanti aku call ya. “

” Siip”

Begitulah pertemuan singkat mereka.

Tidak disangka Pak Bryan yang sedang berada didalam mobilnya melihat Arin yang sedang mengobrol dengan Sean.

Esoknya baru saja Arin duduk dikursi kerja miliknya datanglah Dini anak magang Finance. Dia memberitahu Arin bahwa dia disuruh mbak Citra buat panggil Arin untuk keruangannya Pak Bryan.

Tanpa pikir panjang Arin langsung pergi keruangan Pak Bryan yang ada dilantai teratas gedung ini.

Di depan ruang CEO sudah ada mbak Citra.

” Hai mbak Citra. “ Mbak Citra ini sekretaris sekaligus asisten dari Pak Bryan. Mbak Citra selalu membantu Pak Bryan untuk menangani klien yang agak sulit dihadapi oleh Pak Bryan.

Selain cerdas, Mbak Citra bisa dibilang yang tercantik diperusahaan ini. Seluruh karyawan perempuan selalu merasa iri dengan kecerdasan dan kecantikan mbak Citra.

Sekretaris se-cantik mbak Citra aja diabaikan oleh Pak Bryan. Eh, Pak Bryan malah kepincut sama Kalya yang dandanannya menor begitu. Kalya kalo dibandingin sama mbak Citra sih masih kalah jauh.

” Hai Rin. Udah ditunggu tuh sama Pak Bos. “ balas mbak Citra sambil tersenyum ramah.

Ya tuhan ciptaan-mu ini sungguh indah. Udah pintar, cantik, ramah lagi. Arin yang cewek aja iri, gimana cowok-cowok pasti bakalan pada kepincut sama kecantikan mbak Citra ini.

Mbak Citra yang awalnya ada didepan komputer bangun dari duduknya dan mengetok pintu ruangan Pak Bryan.

Tok tok tok

” Pak, Arin sudah tiba. “ ucap mbak Citra setelah mengetuk pintu Ruang CEO.

” Biarkan dia masuk, Ra. “ sahut Pak Bryan dari dalam ruangan.

Mendengar suara Pak Bryan yang tegas dari dalam ruangan membuat Arin sedikit menciut. Ada apa gerangan?

Pintu ruangan Pak Bryan dibuka oleh mbak Citra.

” Masuk, Rin. “ Mbak Citra tersenyum dan mempersilahkanku untuk masuk kedalam ruangan Pak Bryan.

Ini pertama kalinya Arin masuk ke ruangan Pak Bryan.

Saat masuk kedalam ruangan Pak Bryan sangat bagus sekali. Dengan gaya minimalis dan penggunaan material kayu yang terlihat eksotis. Semua barang tertata rapi. Arin tak henti-hentinya mengagumi dekorasi ruang kantor CEO ini.

” Silahkan duduk. “ panggil Pak Bryan dengan muka datarnya yang sangat serius itu tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang ada ditangannya itu.

Dengan gugup Arin duduk dikursi yang tersedia didepan meja kerja Pak Bryan.

Pikiran buruk terlintas diotakku.

Apa aku membuat kesalahan?

Apa aku akan dipecat?

Tapi apa salahku?

*****

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status