Share

Bab 35 Bangunlah

Penulis: D Lista
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-05 20:49:08

Bab 35 Bangunlah

Di sebuah bangsal VIP, Sasti dirawat setelah pingsan karena syok melihat kondisi Yuan yang tragis. Beberapa kali ia masih menyalahkan dirinya sendiri hingga dokter harus memberinya obat penenang.

Detik termakan oleh menit, menit pun termakan oleh jam. Hingga beberapa hari berlalu, Sasti baru menunjukkan kondisi stabil. Ia mengerjapkan mata di pagi hari setelah melewatkan dua hari tiduran di brangkar.

"Sasti bangun. Bangunlah Sasti, aku temani di sini." Suara maskulin itu memaksa kedua mata Sasti membuka lebih lebar.

Mengerjap kembali, Sasti berusaha mengumpulkan kesadarannya. Masih terlihat samar dan membayang wajah lelaki yang duduk menungguinya.

"Sasti, ini saya," ujarnya.

"Hah, Mas...eh hmm ma..maaf, Pak Rizky. Saya tidak salah lihat, kan? Bapak Pak Rizky?" ucap lirih Sasti sambil mengucek matanya.

"Iya, ini saya. Saya tungguin kamu sadar sudah dua hari ini kata dokter kamu tiduran terus," ucap Rizky dengan nada bercanda.

"Dua hari?" Ucapan Sasti berjeda. Sepertiny
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 40 Spesial Pre Ending

    Bab 40 SpesialDi luar ruangan, Sasti berdiri bersama Nina di batas antara pengantar dan penumpang. Netranya mengedar kesana kemari mencari keberadaan seseorang. Ia lalu menerima ponsel Nina yang telah terhubung dengan Adam."Halo, Pak Adam. Ini Sasti, Mas Agha bersama Pak Adam?""Maaf Sasti, saya sedang sendiri sekarang. Ada pesan untuknya?""Oh. Bilang aja saya kirim pesan ke nomernya. Terima kasih."Sasti membungkukkan badan sambil memegangi lututnya yang terasa kebas akibat berlarian mengejar waktu. Nyatanya, usahanya untuk bertemu Agha gagal. Sasti masih berusaha menetralkan napasnya yang ngos-ngosan."Gimana, Sas?" tanya Nina trenyuh. Sasti hanya menggelengkan kepala."Terlambat, mereka sudah masuk pesawat, Nin.""Sabar ya, Sas! Tapi kamu sudah pesan ke Pak Adam, kan? Kalau kamu nyari Pak Agha.""Iya. Aku tanya Pak Agha ada nggak tapi Pak Adam lagi sendiri. Trus aku bilang aja udah kirim pesan ke nomer Pak Agha.""Syukurlah. Semoga terbaca dan segera dibalas ya. Setidaknya kita

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 39 Pre Ending

    Bab 39 Pre Ending 1Panas terik tak menyurutkan niat Sasti mengejar Agha ke bandara. Menurut info dari dosennya, pesawat satu jam lagi. Ia kahirnya diantar oleh Nina naik motor. Sebab Rizky ada kelas pada jam itu."Ayo buruan, Nin! Nanti telat." Sasti membonceng Nina. Karena sahabatnya itu tak mengizinkannya mengendarai di depan. Sasti kalau sudah terburu bisa-bisa naik motornya tak beraturan dan membahayakan."Sabar, Sas. Rada macet ini jalannya. Tahu sendiri kan jam makan siang. Lagian siapa suruh nggak peduli sama Kapten. Jelas-jelas pas di mall udah tak kasih kesempatan ngobrol. Raga dimana jiwanya dimana," omel Nina pada Sasti yang hanya bisa memutar bola mata jengah.Sasti ikut kesal pada dirinya sendiri yang tidak acuh saat diajak ngobrol sama Agha."Sasti, Sasti bisa-bisanya hal penting malah ga ngerti sama sekali." Sasti makin gemas seiring motor Nina yang hampir sampai bandara Adisucipto yang ada di Yogya. Namun belum juga masuk area parkiran, Nina menghentikan mendadak moto

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 38 Berakhir

    Bab 38 Berakhir"Sasti, lusa saya ada tugas. Saya mungkin akan lama..." Agah berucap lirih. Namun, Sasti masih sibuk dengan ponselnya membalas pesan Rizky."Hmm, gimana? Mas Agha tadi bilang apa?" Wajah Sasti melongo karena begitu beralih dari fokus melihat layar HP, tatapan Agha tak berkedip mengarah padanya. Sekelebat rasa bersalah menghantui.'Tadi Mas Agha ngomong apa, sih? Duh, kacau aku malah nggak konsen.'"Sasti, kalau kamu pergi dari Rizky, kembalilah pada saya!"Bersamaan kalimat lirih itu, notif pesan di ponsel Sasti berbunyi."Gimana, Mas?" ulang Sasti sambil fokus membalas pesan dari Rizky.Agha berdecak seraya menghela napas panjang. Ia sedikit tertawa mengejek diri sendiri. Teringat lima tahun lalu, ia di posisi Sasti sekarang. Mengabaikan lawan bicara saat sedang mengutarakan perasaannya."Gimana kalau kamu balikan sama saya aja, Sas! Biarkan Rizky kembali dengan Andini." Kali ini Agha memberi tawaran dengan nada bercanda. Entah karena dia sudah jengah atau sebenarnya

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 37 Kembali Padaku

    Bab 37 Kembali PadakuSampai di mall akhirnya Nina menemani Sasti. Mereka berdua sudah lebih dulu datang di resto Nusantara yang ada di bagian dalam mall itu. Keduanya memesan minuma lebih dulu sambil menunggu Rizky. Sepuluh menit kemudian dosen yang ditunggunya sudah dtaang dengan pakaian kasual. Sasti mengulas senyum melihat penampilan dosennya berbeda dari biasanya."Pak Rizky kelihatan cool, Sas," celetuk Nina sambil menyikut Sasti."Ishhh, bisa diam nggak?""Maaf lama menunggu.""Tidak kok, Pak. Baru juga sepuluh menit," ujar Sasti."Ayo pesan makan dan minumnya lagi ya. Itu sudah hamoir habis," pinta Rizky. Sasti mengangguk lalu menuliskan menu yang ia dan Nina pilih lalu juga pilihan Rizky.Setelah tak sampai 15 menit, makanan mereka datang. Sasti, Rizky dan Nina menikmati makan bersama.Dari kejauhan ada sosok yang tidak diduga Sasti sedang berjalan menuju tempatnya. Penampilannya terlihat berbeda. Mengenakan kaos putih dipadu rompi hitam dan sepatu ketz. Topi yang biasanya di

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 36 Jangan Salah Pilih

    Bab 36 Jangan Salah PilihKeesokan harinya..."Sasti. Gimana kabarnya? Sudah sehat, ya?" tanya seorang laki-laki paruh baya. Dia ditemani istrinya yang tak lain adalah Bu Santi. Mereka berdua merupakan orang tua Agha."Om, Tante. Alhamdulillah saya sudah baikan. Apa kabar Om dan Tante?" tanya balik Sasti. Netranya tak berhenti melirik kanan kiri dan dekat pintu masuk ruangan. Ia merasa penasaran apakah beliau berdua datang sendiri atau ada lagi orang lain di luar sana.'Ckk, apa yang kamu harapkan sih, Sas. Nggak mungkin Mas Agha datang juga sih. Dia kan sibuk ngurusin kasus di kantornya.' Sasti hanya membatin pikirannya yang terlalu jauh. Sebenarnya ia ingin tahu kabar polisi itu. Hingga rasa kawatirnya hilang. Ia juga ingin berterima kasih. Sebab saat malam kejadian, ia terlanjur pingsan sebelum berucap terima kasih."Om dan Tante baik, Sasti." Pak Projo mewakili. Bu Santi tersenyum lalu duduk di sofa tak jauh dari brangkar. Melihat Sasti mengepaki barang-barang, Pak Projo langsung

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 35 Bangunlah

    Bab 35 BangunlahDi sebuah bangsal VIP, Sasti dirawat setelah pingsan karena syok melihat kondisi Yuan yang tragis. Beberapa kali ia masih menyalahkan dirinya sendiri hingga dokter harus memberinya obat penenang.Detik termakan oleh menit, menit pun termakan oleh jam. Hingga beberapa hari berlalu, Sasti baru menunjukkan kondisi stabil. Ia mengerjapkan mata di pagi hari setelah melewatkan dua hari tiduran di brangkar."Sasti bangun. Bangunlah Sasti, aku temani di sini." Suara maskulin itu memaksa kedua mata Sasti membuka lebih lebar.Mengerjap kembali, Sasti berusaha mengumpulkan kesadarannya. Masih terlihat samar dan membayang wajah lelaki yang duduk menungguinya."Sasti, ini saya," ujarnya."Hah, Mas...eh hmm ma..maaf, Pak Rizky. Saya tidak salah lihat, kan? Bapak Pak Rizky?" ucap lirih Sasti sambil mengucek matanya."Iya, ini saya. Saya tungguin kamu sadar sudah dua hari ini kata dokter kamu tiduran terus," ucap Rizky dengan nada bercanda."Dua hari?" Ucapan Sasti berjeda. Sepertiny

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status