เข้าสู่ระบบ**
Tiba-tiba saja..,
“Apakah sang semut sudah menemukan sesuatu di ujung lorong itu?” Tanya Miss Widya dari jok belakang.
Gending pun tersentak. Ia melirik putri Wibisono itu lewat kaca spion tengah. Sekilas mereka berpandangan melalui bidang kaca spion yang kecil dan tipis.
Miss Widya kemudian bangkit dari kursi tengah, membungkuk, lalu bergerak maju melalui sela sempit di antara dua jok depan.
Ia berpindah tempat duduk, sekarang di samping Gend
**Bang Jambrong menunjuk, “Tuuuu..,” katanya.Segera saja semua mata tertuju pada sosok Doni, anggota rekrutan baru yang rambutnya dicat pirang itu.Memang luar biasa permainan Gending. Detik ini Charles dan semuanya pun kehilangan fokus lagi, yaitu mereka lalai untuk menanyakan bagaimana hubungan kedua badut—Bang Jambrong dan badut Gending yang masih tergeletak di lantai itu.Tentu saja, Doni yang menerima todongan mata para rekan dan bosnya langsung tercekat.Sungguh ia bingung setengah mati, entah bagaiman Bang Jambrong yang sejatinya adalah paman dan guru silatnya bisa berada di sini. Bahkan tadi, waktu Barok mencopot kepala kostumnya, jantung Doni nyaris saja ikut copot.“Kamu yang memberi tahu dia?” Tanya Charles menginterogasi Doni.“Tidak,” Doni menggeleng.“Yang benar??”“Iya, su
**Badut Hello kitty yang baru datang itu terus menyanyi, dengan nada yang amburadul, dengan tangan yang melambai-lambai.“Happy birthday Barok..!”“Panjang umur Barok..!”Semua orang melongo. Widya yang tadi menangis sontak berhenti. Ia menatap bergantian pada jasad Gending di lantai dan badut Hello kitty yang baru datang itu.“Siapa pula badut Hello kitty yang baru tiba ini..??” Pikir semua orang.Ternyata, kedatangan badut yang kedua ini membuat fokus para penjahat di sini terpecah. Mereka tidak sadar bahwa psikologis mereka telah dipermainkan.Dipermainkan oleh siapa?Oleh.., itu, sosok badut yang tengah terbujur di lantai bak mayat alias Gending itu!“Niko! Kenzo..!” Pekik Charles marah.“Tahan si badut itu!” Perintahnya pada mereka berdua. Sekejap kemudian Charles beralih pada Barok. “Baroook..!” Pek
**“Gendiiiiing..!” Pekik Widya histeris.Pikirannya tidak sempat mencerna, memorinya pun tidak sempat mengingat, Gending yang tadi malam sudah meninggal karena dihabisi dengan tembakan.Yang pasti ia begitu shock dan kesedihannya berulang lagi. Badut Hello kitty itu ternyata memang Gending. Sang ajudan itu kini tengah tergolek tak bernyawa di atas lantai.Kostum badutnya memerah karena darah. Wajahnya miring ke kanan, persis menghadap ke Widya. Kedua matanya sendiri masih dalam keadaan terbuka, tidak berkedip, dan sinar kehidupan telah lenyap dari sana.Rongga dada Widya bagai digedor oleh palu godam yang dahsyat. Membuatnya begitu sesak dan jiwanya tertekan.Seseorang di sini, tidak adakah yang berniat mengatupkan kelopak mata itu? Tidak adakah tersisa sedikit saja rasa manusiawi?Sama sekali tak dimengerti oleh Widya, dan tidak masuk di akal para penjahat di sini, tentang.., “Bagaimana dia bisa hidup
**Doorr..!Suara letusan pistol Niko itu mengejutkan semua orang yang ada di gudang ini. Tak terkecuali Widya yang sebenarnya berposisi sedikit jauh.“Aaaakh..!” Ia sampai memekik, menutup telinganya dan membungkukkan tubuhnya di kursi.Satu lagi, kejadian yang membuatnya benar-benar mengalami shock di sini. Ia gemetar sekujur badan.Kelvin yang tiba-tiba merasa kasihan secara natural mendekat pada Widya, dan memegang bahunya untuk menenangkan sang CEO yang tersandera ini.Sementara di dekat pintu sana, sang badut Hello kitty itu pun jatuh ke belakang. Tubuhnya terhumbalang begitu telengas di lantai yang penuh debu.Sebuah peluru revolver telah menjebol dadanya. Darah pun keluar, mengalir begitu deras hingga membuat kostum badutnya berwarna merah.Beberapa detik Niko terus terpaku, dengan tangan kanan yang masih terangkat bersama pistolnya.Ia menarik nafas dalam-dalam, seakan t
**"Apakah benar di sini tidak ada pesta ulang tahun? Ulang tahun seorang laki-laki bernama Barok?”Spontan saja, semua orang di situ menoleh pada Barok. Lelaki gempal mantan narapidana itu pun seketika batalkan niat yang mau kembali duduk di atas drum kosong.Antara bingung dan salah tingkah, sikap Barok tampak gugup menerima tatapan dari para bos dan rekan-rekannya.Keningnya mengernyit, otaknya sedikit terlambat mencerna keadaan. Bukannya berpikir mengapa si badut itu mengetahui namanya, otaknya malah sibuk mengingat-ingat tanggal lahirnya sendiri.“Kamu hari ini ulang tahun, Barok?” Tanya Kenzo pula dengan konyolnya.Tanpa sadar ia termakan sugesti dari si badut Hello kitty. Yang diurusi bukan badutnya, tapi ulang tahun Barok-nya!Dengan cepat Barok menggelengkan kepalanya. Wajahnya gugup dan seakan linglung.Beginilah efek yang ia dapat dari lamanya menginap di penjara dulu, ia benar-benar lupa deng
**“Hei, hei, heiii, yoooo..! Siapa di sini yang memesan badut??”Para anak buah Mr Robert serentak menoleh pada asal suara. Dirga Dwipa dan Charles sampai mengerutkan kening. Sekejap kemudian mereka saling berpandangan.Mr Robert sendiri tak kalah terkejutnya. Ia heran setengah mati, mengapa tiba-tiba di tempat kekuasaannya ini muncul badut.Bagaimana bisa?? Sementara di luar sana ada anak buahnya yang berjaga!“Lho, lho, lho?? Badutnya baru saja datang, kenapa pestanya sudah dimulai..??” Ujar si badut Hello kitty itu lagi, seraya terus berjalan dengan santainya, mendekat ke arah lingkaran.Mr Robert menusukkan pandangannya secara bergantian ke arah Dirga Dwipa, Charles dan para anak buahnya yang lain.Artinya sang bos mafia ini menuntut tanggung jawab dari para anak buahnya, terkait mengapa ada tamu tak diundang, di mana itu telah menunjukkan sistem keamanan mereka yang bobrok.Beberapa anak buah Mr Ro
**“So, you are Kelvin..?”“Yes, I am.”Semua orang di situ pun menyambut dan menyalami Kelvin Hammond, mantan tunangan Widya Wibisono itu.“Mari, silahkan duduk.” Charles mempersilahkan Kelvin duduk di satu kursi yang sebelumnya tel
**Paman Gimun menanyakan sesuatu yang topiknya berbelok jauh.“Oh ya, minggu depan kamu jadi kawin kan?”Gending tersentak. Tiba-tiba ia teringat pada Iroh dan Mikhail. Aduh, beberapa hari ini ia luput memberi perhatian yang semestinya lebih banyak kepada Iroh da
**“Tolong, buat aku tertidur. Kamu dongengkan aku, seperti waktu itu..,”“Cerita apa yang Miss mau?” Tanya Gending sembari menahan rasa dongkol di dalam hatinya.Ada-ada saja sikap Miss Kunti ini, batinnya menggerutu.Akan tetapi, tidak a
**Ibu Suri pun terkejut lagi ketika Gending melanjutkan kata-katanya.“Dan sekarang, mereka mengincar Miss Widya karena mereka meyakini bahwa Miss Widya mengetahui perihal meth itu, Bu.”“Mereka ingin barang mereka bisa kembali, Bu. Sejujurnya, saya sempat







