Masuk**
Tiba-tiba saja..,
“Apakah sang semut sudah menemukan sesuatu di ujung lorong itu?” Tanya Miss Widya dari jok belakang.
Gending pun tersentak. Ia melirik putri Wibisono itu lewat kaca spion tengah. Sekilas mereka berpandangan melalui bidang kaca spion yang kecil dan tipis.
Miss Widya kemudian bangkit dari kursi tengah, membungkuk, lalu bergerak maju melalui sela sempit di antara dua jok depan.
Ia berpindah tempat duduk, sekarang di samping Gend
**Aku semakin tegang saja ketika, eeee.. sialan! Umpatku dalam hati.Pengawal Mr Robert, seorang bule juga, dengan potongan mirip tokoh Guile itu rupanya mendekati tubuhku.Mungkin ia tadi sempat melihat aku, dan mungkin ia menyadari ada satu gerakan kecil dari diriku ini. Ketika aku menarik nafas, mungkin. Atau ketika aku melirik-lirikkan mata.Si Guile kemudian berjongkok di samping tubuhku. Ia menempelkan satu jarinya pada satu titik nadi yang ada di leherku. Tentu saja, ia merasakan denyutan.Oh, aku langsung keringat dingin!Tidak berhenti di situ, si Guile pun melanjutkan dengan menempelkan telapak tangannya di dada kiriku. Ya, tentu saja ia merasakan detak jantungku.“He is still alive—dia masih hidup!” Kata si Guile, memberi tahu orang-orang tentang keadaanku.Mr Robert dan Dirga Dwipa pun terkejut.“What?” Serentak mereka menoleh.“He is still alive.”
**Sambil menunjuk Bang Jambrong, Mr Robert turunkan perintah pada Charles.“Habisi dia!”“Oke.” Sahut si tampang Mongolia itu dingin.Ia mencabut pistol miliknya sendiri dari balik pinggang, lalu berjalan mendekati Bang Jambrong yang seketika tegang.Aku, yang masih berpura-pura mati di lantai pun ikut tegang. Dengan posisiku yang tergolek ini aku tidak bisa melihat langsung bagaimana Charles mendekati Bang Jambrong.Aku hanya bisa melihatnya melalui pantulan sebuah kaca nako yang tersandar di satu pojok gudang ini.Apakah sudah saatnya aku bertindak..??Bangkit dari kepura-puraanku..??Menyerang para bajingan di sini.??Baiklah, aku pun bersiap-siap. Dengan mempertimbangkan segala resikonya sejak tadi aku memang telah membuat proyeksi;Siapa yang aku serang terlebih dulu, siapa yang aku serang berikutnya, benda-benda apa saja yang bisa aku manfaatkan, senjata siapa yang akan aku re
**Bang Jambrong menunjuk, “Tuuuu..,” katanya.Segera saja semua mata tertuju pada sosok Doni, anggota rekrutan baru yang rambutnya dicat pirang itu.Memang luar biasa permainan Gending. Detik ini Charles dan semuanya pun kehilangan fokus lagi, yaitu mereka lalai untuk menanyakan bagaimana hubungan kedua badut—Bang Jambrong dan badut Gending yang masih tergeletak di lantai itu.Tentu saja, Doni yang menerima todongan mata para rekan dan bosnya langsung tercekat.Sungguh ia bingung setengah mati, entah bagaiman Bang Jambrong yang sejatinya adalah paman dan guru silatnya bisa berada di sini. Bahkan tadi, waktu Barok mencopot kepala kostumnya, jantung Doni nyaris saja ikut copot.“Kamu yang memberi tahu dia?” Tanya Charles menginterogasi Doni.“Tidak,” Doni menggeleng.“Yang benar??”“Iya, su
**Badut Hello kitty yang baru datang itu terus menyanyi, dengan nada yang amburadul, dengan tangan yang melambai-lambai.“Happy birthday Barok..!”“Panjang umur Barok..!”Semua orang melongo. Widya yang tadi menangis sontak berhenti. Ia menatap bergantian pada jasad Gending di lantai dan badut Hello kitty yang baru datang itu.“Siapa pula badut Hello kitty yang baru tiba ini..??” Pikir semua orang.Ternyata, kedatangan badut yang kedua ini membuat fokus para penjahat di sini terpecah. Mereka tidak sadar bahwa psikologis mereka telah dipermainkan.Dipermainkan oleh siapa?Oleh.., itu, sosok badut yang tengah terbujur di lantai bak mayat alias Gending itu!“Niko! Kenzo..!” Pekik Charles marah.“Tahan si badut itu!” Perintahnya pada mereka berdua. Sekejap kemudian Charles beralih pada Barok. “Baroook..!” Pek
**“Gendiiiiing..!” Pekik Widya histeris.Pikirannya tidak sempat mencerna, memorinya pun tidak sempat mengingat, Gending yang tadi malam sudah meninggal karena dihabisi dengan tembakan.Yang pasti ia begitu shock dan kesedihannya berulang lagi. Badut Hello kitty itu ternyata memang Gending. Sang ajudan itu kini tengah tergolek tak bernyawa di atas lantai.Kostum badutnya memerah karena darah. Wajahnya miring ke kanan, persis menghadap ke Widya. Kedua matanya sendiri masih dalam keadaan terbuka, tidak berkedip, dan sinar kehidupan telah lenyap dari sana.Rongga dada Widya bagai digedor oleh palu godam yang dahsyat. Membuatnya begitu sesak dan jiwanya tertekan.Seseorang di sini, tidak adakah yang berniat mengatupkan kelopak mata itu? Tidak adakah tersisa sedikit saja rasa manusiawi?Sama sekali tak dimengerti oleh Widya, dan tidak masuk di akal para penjahat di sini, tentang.., “Bagaimana dia bisa hidup
**Doorr..!Suara letusan pistol Niko itu mengejutkan semua orang yang ada di gudang ini. Tak terkecuali Widya yang sebenarnya berposisi sedikit jauh.“Aaaakh..!” Ia sampai memekik, menutup telinganya dan membungkukkan tubuhnya di kursi.Satu lagi, kejadian yang membuatnya benar-benar mengalami shock di sini. Ia gemetar sekujur badan.Kelvin yang tiba-tiba merasa kasihan secara natural mendekat pada Widya, dan memegang bahunya untuk menenangkan sang CEO yang tersandera ini.Sementara di dekat pintu sana, sang badut Hello kitty itu pun jatuh ke belakang. Tubuhnya terhumbalang begitu telengas di lantai yang penuh debu.Sebuah peluru revolver telah menjebol dadanya. Darah pun keluar, mengalir begitu deras hingga membuat kostum badutnya berwarna merah.Beberapa detik Niko terus terpaku, dengan tangan kanan yang masih terangkat bersama pistolnya.Ia menarik nafas dalam-dalam, seakan t
**Lalu itu, bagaimana dengan pistol yang kini sudah ada di tangannya? Lalu peluru yang aku lemparkan kepadanya??Tidak masalah.Seandainya Niko memungut peluru itu dari jalan, lalu memasukkannya ke pistol dan menembakku.., oh tidak bisa!Aku masih bisa lebih cepat dar
**Ciiiiiitt..!Terdengar jeritan roda mobil yang menggesek aspal. Beberapa meter kemudian mobil sedan hitam yang baru saja menabrak Gending itu pun berhenti di tepi jalan.Lampu depannya tetap menyala. Asap tipis berwarna putih keluar dari moncong knalpot yang segera diembun
**Lebih dekat lagi.,Lebih dekat lagi.., Fiuhh..! Orang yang bernama Niko malah menyenggol-nyenggol tubuhku dari arah yang tidak bisa aku serang.Aku terus bertahan, pura-pura pingsan. Kedua mataku yang terbuka setengah aku pertahankan u
**Prakk..!Widya terkejut!Tiba-tiba saja lukisan bergambar badut hello Kitty dan wanita berbusana pengantin di dinding kamarnya terjatuh.Tentunya, hal itu memutus kesedihan yang ia ratapi sejak beberapa jam yang lalu. Perlahan ia mengangkat wajahnya dari bantal yang







