Beranda / Lainnya / Jagoan Kampung Merantau Ke Kota / Bab 239: Roti Isi Daging Tuna

Share

Bab 239: Roti Isi Daging Tuna

Penulis: Ayusqie
last update Tanggal publikasi: 2026-01-09 23:54:00

**

“Lalu yang kedua, saya sedang gugup.”

“Gugup? Gugup kenapa?” Tanya Miss Widya penasaran.

Gending tak segera menjawab. Jujur, perintah Miss Widya tadi untuk mengantarkan sebuah dokumen kepada Pak Charles membuat ia tiba-tiba merasa gelisah, dan ya, gugup.

Ia sadar bahwa pertemuannya dengan Pak Charles nanti akan mengandung suatu bahaya. Menunggu sampai besok, menunggu sampai nanti bertemu dengan Pak Charles itu tak pelak membuat ia tidak t

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 403: Kehilangan

    **Selama beberapa waktu kemudian, Widya terus menunggu kedatangan Gending di vila Cipanas itu.Ia tidak berani keluar atau pulang ke Jakarta, alih-alih kembali bekerja memimpin Arung Bahari Corp.Atas amanat dari Ibu Suri dan beberapa komisaris lainnya, pucuk pimpinan perusahaan itu kini diambil oleh Pak Syailendra.Ternyata, dampak psikologis yang Widya alami dari kejadian di Cilegon itu benar-benar hebat. Ia mendapatkan trauma yang sangat mendalam.Widya tidak bisa lagi mempercayai orang lain, khususnya laki-laki. Sekarang ini, satu-satunya lelaki yang bisa ia percayai di kolong langit ini hanyalah Gending seorang.Fredy dan Ruslan yang kini bertugas penuh menjaga dan mengajudani dirinya pun tidak ia percaya. Termasuk juga Pak Murad, sopir pribadi yang sudah bertahun-tahun ia kenal.Widya tidak mau bepergian dengan laki-laki siapa pun orangnya. Itu sebabnya, sepanjang hari sepanjang waktu ia hanya berdiam diri di vila C

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 402: Mencintai Yang Telah Pergi

    **Kekhawatiran itu mencuat di dalam hati Ibu Suri mengingat Widya yang tampaknya sangat terpukul dengan kepergian Gending. Sementara di lain sisi efek traumatik dari kejadian di Cilegon saja belum hilang.Pada titik ini Gending tidak mengetahui bahwa dia dijodohkan dengan Widya. Nah, tentu saja isi hati Gending patut dipertanyakan.Satu hal yang pasti, jika Gending menyukai Widya tentu dia tidak akan pergi. Dia pasti akan tetap tinggal di sini untuk menemani Widya. Begitulah semua pemikiran Ibu Suri. “Kamu sudah menceritakan perihal surat itu ke Gending?” Tanya Ibu Suri kemudian.“Belum, Ma.”“Kenapa tidak kamu sampaikan ke dia?”Widya menarik nafas dalam-dalam. Pertanyaan dari sang ibu menyusul pula. “Kamu tidak berani? Atau menjaga gengsi?”“Atau.., kamu tidak menyukai dia?”Bagi Widya pertanyaan ibunya ini terasa menjurus, dan karena mim

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 401: Tersimpan di Balik Lukisan

    **“Aku minta maaf karena selama ini telah membohongi Mama..,” kata Widya lirih, diringi dengan air mata yang pelan-pelan kembali mengalir.“Mungkin, apa yang aku alami ini adalah karma karena telah berbohong ke Mama.”Ibu Suri mengelus-elus kepala Widya, merapikan rambutnya dengan cara menyibak-nyibak menggunakan jari.“Apa ini tentang Gending?” tanyanya kemudian.Widya menganggukkan kepalanya di atas pangkuan ibunda. Ia terisak-isak pelan, dan air matanya kembali jatuh membasahi kain rok yang dipakai ibunya itu.Ibu Suri menoleh ke kanan kiri sebentar. Pandangannya terhenti pada sebuah sofa, tempat Gending tidur ketika menemani Widya. “Sebelum kamu menceritakan semuanya, ada satu hal lebih dulu yang ingin Mama tahu. Wiwid, kenapa Gending pergi?”“Mama dengar dari Fredy dan Pak Murad, Gending resign. Apa betul begitu?”Perla

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 400: Tempat Mengadu

    **Ibu Suri terus didera rasa ingin tahu yang semakin membesar. Informasi yang ia dapat dari Ceu Lena membuat ia sangat terkejut, ketika ia menemukan kesamaan nama pada dua orang yang berbeda.Pertama, Gending Atma Jaya yang menurut keterangan Ceu Lena dalam suratnya telah diutus almarhum Abah Anom ke Jakarta sejak empat tahun yang lalu. Nama panggilannya adalah Mojo.Kedua, Gending Atma Jaya yang selama ini tinggal di rumah Acropolisnya, dan bekerja sebagai ajudan putrinya Widya.“Apakah Mojo yang dimaksud Ceu Lena adalah Gending itu sendiri?”“Gending yang selama ini tinggal di rumahku?”“Yang selama ini menjaga putriku?”“Yang telah menyelamatkan putriku dari aksi penculikan Mr Robert?”Kendati pun kebenaran fakta itu sudah terkuak setengahnya, akan tetapi Ibu Suri masih butuh penegasan.Artinya, masih ada lima puluh persen kemungkinan bahwa Gending dan Mojo utusan

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 399: Ensefalitis

    **“Barusan tadi, aku bermimpi..,”“Mimpi apa, Mas?”Sebenarnya Gending mengalami mimpi yang mengerikan. Di mana itu adalah refleksi dari kejadian ketika ia menghabisi belasan orang di Cilegon.Akan tetapi, di momen ini ia sengaja berbohong supaya Iroh tidak terus larut di dalam kesedihannya. Ia ingin membangkitkan optimisme pada diri sang istri.“Mimpi yang indah,” kata Gending sembari menyandarkan kepalanya ke sofa dan menengadah ke atas. Menatap langit-langit dengan sayu, lalu matanya kembali terpejam.“Mimpi apa itu? “Dengan mata yang tetap terpejam Gending pun menjawab.“Rumah kebun.., di pedesaan yang tenang.., di sana, di Riau sana, di tanah warisan ibuku.”“Kita menjalani hidup yang slow living.., aman, damai, tenteram.”“Aku menanam melon, memelihara ternak, memelihara ikan di kolam..,”Suara Gending kini terdengar

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 398: Anak Haram

    **Ini semua tentang dirinya yang ternyata positif mengidap virus HIV. Ini semua tentang Mikhail yang ternyata.., juga terserang virus yang sama!Tanpa Iroh sadari, virus itu ia tularkan kepada Mikhail melalui air susunya, melalui darahnya, dan bahkan sejak dari dalam kandungan.Iroh yang ketika itu belum mengetahui dirinya yang terjangkit virus tersebut merasa bahwa semuanya baik-baik saja.Memang demikianlah HIV, menyerang sistem pertahanan tubuh manusia melalui masa inkubasi yang panjang.Ketika Iroh merasa curiga dengan kondisi fisiknya sendiri yang terus menurun, mudah lelah, mudah sakit, dan sebagainya, ketika itulah virus telah benar-benar merusak sistem kekebalan manusia dan menjadi penyakit AIDS.Rentang waktunya berjalan seiring dengan usia Mikhail yang kini hampir menginjak sembilan tahun. Sekarang ini, tidur di dalam pelukan Gending sang suami tidak membuat Iroh benar-benar terlelap.Rasa berdosanya akibat pe

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 220: Cepatlah Menikah

    **“Gending, aku berubah pikiran. Ada yang mau aku sampaikan ke kamu sekarang.”“Apa itu, Miss?” Aku memperbaiki posisi dudukku.Miss Widya menoleh sebentar ke arah ruang tengah. Entah apa yang ia lihat, atau apa yang ia dengar. Aku pun ikut menoleh ka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 204: It’s Over, Honey

    **Prakk..!Widya terkejut!Tiba-tiba saja lukisan bergambar badut hello Kitty dan wanita berbusana pengantin di dinding kamarnya terjatuh.Tentunya, hal itu memutus kesedihan yang ia ratapi sejak beberapa jam yang lalu. Perlahan ia mengangkat wajahnya dari bantal yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 203: Tabrak Brak!

    **“Kenapa kamu tidak mau berpamitan dengan Ibu Suri?”“Entahlah, Iroh.., aku merasa tidak tega saja.”“Aku tidak sanggup melihat matanya, melihat wajahnya, melihat sosoknya di kursi roda, lalu bilang pamit mau pergi.., rasanya, Iroh, seperti mau

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 205: Penyesalan Widya

    **Tuuutt..!Tiga kali,Hingga berkali-kali Widya menelepon Gending, namun panggilannya tetap tidak diangkat oleh sang ajudan itu.Widya menarik nafas yang dalam, lalu menunduk. Rasa bersalah di dalam dirinya semakin merajalela, membuat dirinya tidak nyaman dan mendada

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status