共有

Bab 299: Rajut Bertaut

作者: Ayusqie
last update 公開日: 2026-03-09 23:54:04

**

Keesokan harinya, di Cibinong.

Di teras depan rumah Paman Iroh ini, Gending duduk dengan gelisah. Ia menunggu kedatangan Paman Gimun, Irul dan Galih.

Seharusnya, mereka bertiga sudah tiba sejak setengah jam yang lalu, sesuai janji Paman Gimun di telepon semalam.

Gending lalu bangkit berdiri, menggulung lengan kemeja putih yang ia kenakan, lalu berjalan mondar-mandir.

Sementara di dalam rumah, keluarga Iroh sudah duduk menunggu. Bapak Penghul

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 444: Fragmen Yang Menjadi Nyata

    **Keesokan harinya..,Usai bersarapan di hotel Oasis, Adi segera pergi dengan membawa ranselnya menuju ke sebuah tempat penyewaan mobil.Sama dengan di Indonesia, Selandia Baru mengadopsi sistem RHD—Right Hand Drive, yaitu sistem setir kanan, di mana pengemudi berada di sisi kanan kendaraan, dan kendaraannya sendiri melaju di jalur kiri.Adi belum melakukan check out dari hotel. Hal itu sengaja ia lakukan supaya tidak mendapatkan kesulitan di dalam proses penyewaan mobil nantinya.Artinya, ada semacam bukti pendukung sebagai garansi bagi pemilik mobil tersebut. Begitu kira-kira.Benar saja. Pemilik rental mobil menanyakan semua hal yang dirasa perlu dan mencocokkannya dengan dokumen pribadi milik Adi.Paspor, visa, kartu identitas, SIM, kartu kredit dan lain sebagainya. Mr Wilson, sang pemilik mobil bahkan sampai menghubungi pihak imigrasi untuk mengcrosschek data perjalanan Adi. Tak ketinggalan pula,

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 443: Angin Dingin Dari Selatan

    **Ketika pertama kali menjejakkan kaki di Selandia Baru ini, entah mengapa Adi merasa sedang diawasi oleh seseorang, atau sesuatu.“Oke,” batinnya.Mungkin perasaan itu ditimbulkan oleh banyaknya kamera pengawa si seantero bandara Christchurch ini.Tapi tidak.Entah bagaimana nalurinya bisa merasakan suatu energi tak kasat mata yang membuatnya merasa diiringi oleh sesuatu. Adi menarik nafas, terus melangkah di selasar bandara.Ia mencoba memahami bahwa apa yang ia rasakan adalah gejala yang wajar dari seseorang yang pertama kali mengunjungi wilayah yang asing.Adi berjalan mengikuti alur yang telah ditentukan, dan berhenti untuk melewati pemeriksaan imigrasi. Sewaktu dokumennya diperiksa, ia melirik kanan-kiri, khususnya ke arah kamera-kamera pengawas. Rupanya, mungkin, gerak-geriknya ini sempat menimbulkan kecurigaan pada seorang petugas imigrasi.“Are you okay, Sir?” Tanya

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 442: Sisakan Untukku

    **Aku pun membuka peta di ponselku. Aku baru sadar, ternyata.., oh, aku menggerak-gerakkan jariku di layar ponsel, men-zoom in peta untuk melihat tampilan daerah yang kutuju nanti.Lebih detil, semakin detil.“Waduh..,” desisku pelan.“Ternyata, ini adalah wilayah pelosok.”“Cukup terpencil.”“Sangat jauh dari kota terdekat.”“Autumn tinggal bersama keluarga Pak Hastono di sini.”“Hei, Autumn, kamu kerja apa sih di situ?”Keesokan harinya, aku keluar dari hotel dan pergi menuju bandara internasional I Gusti Ngurah Rai.Pesawat yang kutumpangi sudah menunggu. Ratusan penumpang mengantre.Di sini aku membutuhkan waktu yang lumayan lama di bagian imigrasi. Karena ternyata ada salah satu penumpang yang mengalami sedikit kendala terkait administrasi keberangkatannya.Nah, nama kota tujuanku, yang tempo hari mau disebutk

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 441: Kata Sandi

    **TIGA HARI KEMUDIAN..,Siapa sebenarnya orang yang bernama Pak Daeng itu? Sumpah mati aku penasaran.Kata Pak Bisma, dia bekerja di kantor imigrasi. Tapi kata Paman Gimun, dia bekerja di kedutaan. Imigrasi yang mana? Kedutaan yang mana?Rekan seangkatan Paman Gimun itu benar-benar bisa mengurus visa-ku dalam waktu dua hari saja. Apakah ia menggunakan jalur diplomatik khusus dalam kapasitasnya sebagai agen intelejen?Dua hari! Dari normalnya dua bulan, itu pun paling cepat.Bukan sihir bukan sulap. Aku sampai membelalakkan mataku ketika membuka sebuah email yang tiba-tiba masuk ke ponselku, berisi visa elektronik yang dikeluarkan langsung oleh otoritas New Zealand.Aku langsung menelepon Paman Gimun, menanyakan sosok Pak Daeng, dan bagaimana hubungannya dengan Pak Bisma.“Pak Daeng itu rekan seangkatan saya,” jawab Paman Gimun di telepon.“Iya, Paman sudah bilang soal itu,&r

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 440: Foto Waktu Remaja

    **“Kalau ada, foto Autumn yang terbaru tentu akan lebih baik lagi.”“Tunggu sebentar ya.”Pak Bisma segera bangkit dari kursinya. Ia kemudian memasuki rumah. Aku menajamkan pendengaranku sembari mengedarkan pandanganku ke sekitar halaman.Lamat-lamat aku mendengar suara perbincangan dari dalam rumah. Rupanya, Pak Bisma sedang berbicara dengan istrinya. Selang tak berapa lama kemudian mereka berdua keluar.Aku cepat berdiri dari kursiku untuk memberikan penghormatan yang wajar kepada istri Pak Bisma yang ikut muncul mengiringi suaminya.Ia berjalan tertatih-tatih menggunakan sebuah tongkat yang ujung bawahnya berkaki empat. Istri Pak Bisma ini pasti mempunyai masalah di sekitar lututnya. Biasanya, terjadi pengapuran sendi di situ.“Sugeng enjing—selamat pagi, Bu.” Sapaku pada Ibu Bisma dan menyalaminya dengan santun.“Sugeng rawuh—selamat datang, Nak.” Sahut Ibu Bisma

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 439: Pulau Selatan

    **Sekarang mari kita bicara tentang Autumn, kata Pak Bisma. Nyatanya, tidak banyak informasi yang aku dapat tentang cucu kesayangannya itu.Padahal aku membutuhkan informasi sebanyak-banyaknya tentang Autumn, sampai kepada hal yang terkecil sekali pun. Bahkan seandainya Autumn itu punya kurap di dengkulnya, aku juga mesti tahu.“Dia itu cucu saya yang pertama, dari anak pertama..”Baik, itu informasi tambahan. Aku mengangguk pelan.Tadi Pak Bisma sempat menyinggung bahwa Autumn itu sedang bekerja di Selandia Baru sana, tapi aneh, ia tidak mau merinci apa pekerjaan si Autum itu.“Nanti kamu juga akan tahu.”Untuk diriku, tentu saja jawaban itu menimbulkan rasa jengkel. Tapi aku tetap menahan diri dan tidak menunjukkan kejengkelanku sedikit pun.Di sini aku terus mengedepankan etika. Aku mencoba memahami bahwa Pak Bisma ini orangnya sangat hati-hati. Mungkin itu berkaitan dengan kondisi psik

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 287: Sukanya Sama Siapa? 

    **“Tapi dengan satu syarat.”“Syarat apa itu?”“Kalau nanti Miss sudah tertidur di samping saya, emm..,” Gending sesaat ragu meneruskan kalimatnya.“Kenapa?”“Miss jangan kentut ya.”“Apaa

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 51: She Is My Boss

    **Aku berjalan tergesa-gesa di sepanjang lorong besar di lantai dua puluh lima ini. Aku melewati area kantor open space, di mana meja-meja para karyawan Arung Bahari Corp hanya dipisahkan oleh partisi.Karena bingung, aku lantas berhenti di sembarang meja yang ada penghuninya.

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 31: Macan Kumbang

    **Boni berusaha menyelamatkan aku. Ia menggigit anggota tubuh sang macan, apa pun yang bisa yang ia dapat. Ekornya, kakinya, kepalanya, sembari terus menyalak tak henti-henti.Guk..! Gukk..! Guukk..!Akhirnya sang macan melepaskan gigitannya di pundakku. Ia kini beralih pada

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 17: Lukisan Mikhail

    **Akhirnya, aku dan Iroh jadian. Kami berpacaran, dan saling menguatkan janji di antara kami berdua.Romansa kami ini tragis sebenarnya. Cinta kami tumbuh dan berkembang dari penjara.Bagaimana lagi? Keadaanlah yang menempatkan kami pada posisi sulit ini. Paling tidak, aku m

    last update最終更新日 : 2026-03-17
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status