Share

Bab 299: Rajut Bertaut

Penulis: Ayusqie
last update Tanggal publikasi: 2026-03-09 23:54:04

**

Keesokan harinya, di Cibinong.

Di teras depan rumah Paman Iroh ini, Gending duduk dengan gelisah. Ia menunggu kedatangan Paman Gimun, Irul dan Galih.

Seharusnya, mereka bertiga sudah tiba sejak setengah jam yang lalu, sesuai janji Paman Gimun di telepon semalam.

Gending lalu bangkit berdiri, menggulung lengan kemeja putih yang ia kenakan, lalu berjalan mondar-mandir.

Sementara di dalam rumah, keluarga Iroh sudah duduk menunggu. Bapak Penghul

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 372: Limit Terakhir

    **Hei, apa yang dilakukan Mr Robert itu??Aku terkejut setengah mati!Sesuatu yang tadi sempat aku khawatirkan rupanya memang benar. Mr Robert memang mempunyai senjata api, dan sekarang dia mencabutnya pula.Dia langsung membidik aku di antara keroyokan anak buahnya sendiri. Karena sulit menembak aku yang terus bergerak, ia lantas mengalihkan bidikannya pada Miss Widya.Secepat loncatan macan aku memanfaatkan punggung seorang lawan untuk landasanku bersalto. Setelah itu, aku melemparkan pipa besi di tanganku ke arah Mr Robert itu.Whutt.., whutt..! Pipa besi pun melayang dan berputaran di udara.Baakk..! Tepat mengenai tangan Mr Robert. Tapi pistolnya tidak terlepas.“Aaakh..!” Ia memekik marah.Ia kembali membidik aku. Tepat ketika ia mendapatkan sasaran tembak, ia pun berniat melepaskan tembakan.Bersyukurlah aku karena pistolnya itu macet. Akibat lemparan besi yang aku lakukan tadi ada mekanisme pe

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 371: Bagai Anak Kucing

    **Dan ini pula sebabnya aku menyebut dia masih tergolong amatir. Karena dengan demikian aku punya kesempatan emas untuk menyerang dirinya.Aku langsung bergerak maju sambil mengayunkan siku tangan kananku ke atas.Bug! Satu hantaman keras aku sarangkan ke dagu Si Guile. Ia tak sempat mengaduh atau memekik. Karena dengan gerakan kilat aku segera menyusul dengan serangan lain.Bug, bugg, bugg..!Dengan semua kesedihan dan kemarahan yang telah menggumpal sejak Venus ditembak tadi, aku lantas memungkasi seranganku dengan teknik maut yang sangat taktis. Sehingga..,Brugg..!Si Guile terjatuh di lantai dengan kepala terlebih dulu. Darah segar segera memercik di lantai. Keadaan Si Guile benar-benar mengenaskan.Ia tertelungkup dengan kepala berdarah, juga dengan kedua siku tangannya yang patah.Dalam waktu yang sama aku telah merebut pistol milik Guile pula. Sementara itu Bang Jambrong langsung bergerak.Ia mengga

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 370: Kesalahan Si Amatir

    **Moncong pistol Guile kini benar-benar menempel di keningku!“Shoot me!” Kataku.“Tembak aku!”Si Guile menatap aku tanpa berkedip. Beberapa saat pandangan kami saling beradu.Aku tersenyum menyeringai untuk meneror dirinya. Dia pun mengangkat dagunya untuk melawan teror dari wajahku.Aku tahu dia masih tergolong amatir, dan aku tahu dia gugup. Dia mungkin pernah beberapa kali terlibat aksi kekerasan, tapi aku yakin dia belum banyak menghabisi nyawa orang.Miss Widya berkali-kali ingin menginterupsi aksiku ini. Namun, Bang Jambrong selalu menghalangi.Anak buah Mr Robert yang lain juga ikut menyaksikan. Terlebih lagi Doni, perhatiannya kini sudah terpusat kepada diriku sepenuhnya.Ia pasti sudah mendengar banyak kisah tentang diriku ini dari Barok, yang sampai detik ini belum ada satu orang pun yang menyambangi jasadnya di lantai itu.Oh, aku mulai tak sabar saja. Si Guile ini masih ragu

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 369: Tembak Aku

    **“Tapi setelah itu kita bergantian, kamu yang aku tembak, satu kali saja. Bagaimana? Kamu setuju?”Mendengar tantanganku pada Si Guile itu Bang Jambrong sampai tercekat. Ia mungkin menyangka aku sudah gila.Ia sampai mencondongkan badan dan melongokkan kepalanya sedikit ke arahku, untuk melihat apakah aku benar-benar serius dengan kata-kataku barusan.Tentu ia bingung karena ini menyangkut dengan kode rahasia yang aku beri tadi. Salah memahami strategi, tentu aksi berikutnya bisa berantakan.Aku menoleh sebentar pada Bang Jambrong, mengangguk tipis untuk menjawab kebimbangannya.“Kamu sudah gila, Gending??” Pekik Miss Widya tiba-tiba.Ia sadar bahwa aku tidak mempunyai ilmu kebal. Tantanganku tadi ia anggap sebagai sesuatu yang konyol pastinya. Aku hanya menolehnya sekilas tanpa menjawab. Rupanya reaksiku itu membuat ia semakin panik.“Hei! Kamu mau mati ya??

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 368: Bagaimana Kalau Bermain

    **“Apa yang mesti aku lakukan selanjutnya?” Tanyaku dalam hati.Kecemasanku tidak berkurang terhadap keselamatan Miss Widya. Aku juga merasa begitu sedih karena karena belum sempat menyambangi Venus yang masih dalam keadaan sekarat di ujung sana.Venus si anjing pintar itu, dengan kepalanya yang tergolek miring ia terus menatap aku. Kedua matanya bercahaya, memantulkan seberkas sinar dari lampu gantung di atasnya.“Guk..!” Ia menggonggong, suaranya lemah sekali.Sementara dalam waktu yang sama, Dirga Dwipa mantan ayah tiriku itu mulai menggulung lengan baju safarinya.Di samping dia ada Mr Robert, juga ada Kelvin yang sibuk membalut luka bekas gigitan Venus dengan kain ala kadarnya.Tiba-tiba, Bang Jambrong yang punggungnya menempel padaku berujar,“Maju kalian! Biar ane habisin ente semua!”Aku terkejut mendengar itu. Kampret nih sih kribo, keluhku dalam hati.Sedangkan dia sa

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 367: Jagal

    **Aku melompat sambil bersalto ke arah Barok dan,Doorrr..!Si Guile melepaskan satu tembakan lagi.Niat hati sebenarnya dia mau menembak aku. Akan tetapi, momen itu bersamaan dengan aku yang bersalto ke arah Barok, sehingga Barok lah yang terkena tembakan itu.“Aaaakh..!” Barok memekik sekali lagi.Dirinya yang tadi masih berlutut sekarang berada dalam keadaan duduk bersimpuh, karena yang terkena tembakan nyasar tadi adalah pangkal perutnya.Kesakitan dari tulang sikut dan lututnya yang telah aku patahkan sekarang bertambah-tambah dengan sebuah timah panas yang bersarang di pangkal perutnya itu.Darahnya segera membanjir, membasahi kaos dan celana jins yang ia pakai, lalu turun tetes demi tetes dan mulai menggenangi lantai. Aku yang tadi mau menyerang Barok untuk menghabisinya, malah sekarang diam mematung di sisi Barok, dalam posisi setengah membungkuk dan tetap siaga, sembari menatap Si Guile dengan

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 265: Si Bengis Di Depan Teras

    **“Memangnya, di perguruan apa kamu dulu belajar silat?”Gending tersenyum sebentar“Saya kira Miss Widya sudah bercerita ke Ibu.” Sahutnya pula.Jawaban Gending itu membuat Ibu Suri termangu. Apakah ada yang ia lewatkan? Pikirnya.Apaka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 266: Obati Kamu

    **“Kenapa?” Tanya Gending seketika heran.“Karena aku tahu, kamu akan menjaga aku.” Jawab Miss Widya lirih.Setelah kalimatnya itu, lalu hening pun tercipta di antara Gending dan Miss Widya.Mereka berdua diam, dengan arah pandangan yang seraga

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 271: Harus Hati-hati

    **Gending tercekat beberapa saat. Ia melirik lagi ke belakang lewat kaca spion tengah.“Memilikinya.., maksud Miss memiliki siapa?”Miss Widya terkejut ketika ia menyadari telah keceplosan dalam berbicara. Cepat ia memalingkan wajahnya yang memerah ke arah kanan,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 257: Dia di Sini

    **Setelah sampai di bagian pangkal dari dermaga Gending kini menginjakkan kakinya kembali di daratan.Ia baru saja akan berbelok ketika tiba-tiba ada seseorang yang mencegatnya.Gending sontak hentikan langkah. Ia menatap seseorang yang mencegat dirinya itu dengan wajah yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status