Share

Bab 27: Posesif tapi Manis

Penulis: Gali Pratama
last update Tanggal publikasi: 2026-08-04 23:28:26

Pagi hari menyapa dengan pendar sinar matahari hangat yang menerobos masuk di antara celah tirai kamar utama apartemen Daren.

Devya perlahan membuka matanya, merasakan kehangatan selimut sutra yang membebat tubuhnya.

Perasaan tenang, aman, dan sangat disayangi menyelimuti dadanya saat mengingat bagaimana Daren menenangkannya atas insiden dapur semalam.

Tidak ada bentakan, tidak ada amarah, hanya ada kelembutan yang perlahan mengikis trauma masa lalunya.

Devya menyibak selimut, berniat bangun un
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Janda Muda Dikejar Berondong Tampan   63. Ibu Zion Memohon pada Devya

    “Devya. Aku ingin bicara sama kamu!”Devya yang baru saja hendak melangkah keluar dari butik menuju mobilnya mendadak menghentikan langkah kaki.Langkahnya terhenti saat seorang wanita tua berpenampilan kusam, kurus, dan pakaiannya lusuh menghentikan jalannya secara tiba-tiba.Wanita itu adalah Luna, yang kini hidup melarat di rumah kontrakan sempit tanpa harta dan tanpa anak laki-lakinya yang mendekam di sel tahanan.Luna berlutut di atas trotoar keras di hadapan Devya, bersujud sembari menangis histeris di bawah terik matahari.Dua pengawal pribadi Daren yang siaga di dekat mobil langsung bergerak maju untuk menghadang pergerakan wanita tua tersebut."Jangan mendekat pada Nona Devya! Mundur!" bentak salah satu pengawal pribadi dengan nada suara yang sangat tegas.Devya mengangkat tangannya pelan, memberi isyarat agar pengawalnya menahan diri sejenak. "Biarkan dia bicara, Pak."Dengan suara gemetar dan berderai air mata, wanita yang dulunya begitu sombong dan kerap menindas Devya itu

  • Janda Muda Dikejar Berondong Tampan   62. Fitting Baju Pengantin

    "Daren, jangan masuk dulu! Gaunnya masih belum selesai!" seru Devya sewaktu mendengar pintu ruang fitting terdorong terbuka.Daren melangkah masuk tanpa memedulikan larangan wanitanya, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan rasa memiliki. "Aku tidak sabar untuk melihat calon istriku, Baby."Suasana di dalam butik pribadi Devya bernuansa elegan, penuh dengan kehangatan dan keceriaan yang menenangkan hati.Setelah badai hukum yang memenjarakan Zion berlalu sepenuhnya, Devya akhirnya bisa memfokuskan seluruh energi dan bakatnya.Ia mencurahkan segenap kerja kerasnya untuk merancang sendiri gaun pengantin impian yang akan dikenakannya di hari pernikahan mereka kelak.Ruang fitting utama dihiasi oleh kain-kain sutra putih eksklusif dan brokat berkualitas tinggi yang menjuntai indah di setiap sudut.Devya berdiri di depan cermin besar berbingkai emas, mengenakan gaun pengantin setengah jadi yang memeluk lekuk tubuh anggunnya dengan sangat sempurna."Bagaimana menurutmu? Jahitan di bagi

  • Janda Muda Dikejar Berondong Tampan   61. Zion Resmi Mendekam di Penjara

    "Bangun kamu! Ada pemeriksaan dari tim penyidik dan pengacara!" bentak seorang petugas kepolisian seraya mengetuk keras jeruji besi sel tahanan.Zion membuka matanya dengan lambat, merasakan pusing yang luar biasa hebat di kepalanya akibat sisa pengaruh alkohol semalam.Keesokan harinya, fajar menyingsing menandai akhir total dari ancaman Zion bagi kehidupan Daren dan Devya.Proses hukum berjalan tanpa cela di bawah pengawasan ketat tim hukum Rejandra Group yang bekerja sangat cepat.Zion terbangun di dalam sel tahanan kepolisian dalam kondisi kepala berat dan tubuh memar usai pengaruh alkoholnya menghilang sepenuhnya."Tolong lepaskan saya, Pak! Saya tidak bersalah!" panggil Zion seraya memegang jeruji besi dengan tangan gemetar.Petugas polisi itu menatap Zion dengan pandangan sinis tanpa rasa iba. "Kamu bicara saja sendiri di dalam ruang pemeriksaan!"Di hadapannya berdiri tim pengacara top yang diutus Daren bersama jajaran penyidik kepolisian yang sudah bersiap dengan tumpukan ber

  • Janda Muda Dikejar Berondong Tampan   60. Pertolongan Cepat

    "Lepaskan aku! Panggilkan Daren Rejandra! Aku mau membunuhnya!" teriak Zion histeris seraya memukul-mukul kap mobil secara brutal.Brak!Ketegangan di jalanan sepi itu berakhir dalam hitungan detik sewaktu sebuah mobil pengawal taktis hitam yang mengikuti Daren dari belakang mendadak berhenti.Empat orang pengawal pribadi bersetelan serba hitam dan berbadan tegap langsung menyerbu keluar dari kendaraan tersebut.Dengan gerakan profesional yang sangat cepat dan presisi, para pengawal melumpuhkan lengan Zion dan merebut pisau tajamnya secara paksa."Aaghh! Tanganku!" jerit Zion kesakitan saat lengannya diputar ke belakang tubuhnya.Para pengawal menghantam tubuh Zion ke atas kap mobil hingga pria mabuk itu terkunci tak berdaya."Amankan senjata tajam ini dan tahan dia!" perintah kepala pengawal dengan suara tegas dan dingin.Tanpa memberi ampun, Daren hanya memberikan isyarat dingin lewat kaca mobil agar para pengawal membawa Zion langsung ke markas kepolisian pusat atas tuduhan percoba

  • Janda Muda Dikejar Berondong Tampan   59. Ancaman Terakhir Zion

    "Daren, awas! Ada orang melompat ke tengah jalan!" jerit Devya panik seraya menunjuk ke arah kaca depan mobil.Ciiittt!Suara rem mencicit keras memecah keheningan malam berangin dingin yang menyelimuti sudut jalanan sepi di kawasan jalur cepat kota.Zion, yang sudah kehilangan seluruh akal sehatnya akibat pengaruh minuman keras dan tumpukan rasa dendam yang membakar, menyusuri jalanan dengan mata liar.Berbekal informasi kasar mengenai rute perjalanan pulang Daren dan Devya dari sebuah acara makan malam bisnis, Zion bersembunyi di balik bayang-bayang pepohonan di tepi tikungan sepi."Malam ini kamu harus mati, Daren Rejandra!" gumam Zion seraya menggesekkan giginya sendiri di balik kegelapan.Di balik jaket kusamnya, jemari Zion mencengkeram erat sebilah belati tajam yang berkilat tertimpa cahaya lampu jalan.Ia tidak lagi peduli pada hukum, masa depan, atau nyawanya sendiri demi melampiaskan dendam kesumatnya.Pikirannya yang gelap hanya dipenuhi hasrat untuk mencelakai Daren dan me

  • Janda Muda Dikejar Berondong Tampan   58. Niat Gila Zion

    "Mau sampai kapan kamu melamun seperti orang gila begitu, Zion?" tanya Luna dengan suara parau dan batuk yang tak kunjung berhenti.Zion tidak menjawab, ia hanya menatap botol minuman keras murahan di tangannya dengan pandangan mata yang sangat hampa.Kehidupan Zion merosot tajam ke titik paling kelam dalam sejarah hidupnya tanpa ada lagi sisa kehormatan yang tersisa."Coba kamu cari pekerjaan apa saja, Zion!" ratap Luna seraya memegangi dadanya yang masih sering terasa nyeri. "Uang simpanan kita untuk makan minggu depan sudah habis!""Mami pikir mencari kerja zaman sekarang mudah?!" bentak Zion seraya membanting botol kosong itu ke sudut ruangan. "Semua perusahaan menolakku!"Tanpa memiliki pekerjaan, tanpa sisa tabungan, dan dengan nama yang sudah terdistribusi dalam daftar hitam lembaga keuangan serta dunia kerja akibat pengaruh Daren, tidak ada satu pun perusahaan yang sudi menerima Zion bekerja.Setiap kali ia memasukkan lamaran kerja ke kantor mana pun di kota itu, jawaban yang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status