Share

10. Menemui Damien

Author: Almiftiafay
last update Last Updated: 2025-07-19 13:52:55
Benar ternyata bahwa luka kadang datang dari orang yang baginya paling istimewa.

Mendengar Erick mengatakan hal itu membuat Samantha tahu bahwa ia bukanlah pria yang dulu mencintainya.

“Kalau kamu tidak mau mendukung Erick, sebaiknya pergi saja dari rumah ini!” imbuh Nyonya Linda dari samping Samantha berdiri. “Bawa sekalian anakmu yang menjadi beban itu dan jangan meminta sepeser pun dari kami!”

“Aku tidak bermaksud seperti itu,” jawab Samantha lirih.

“Lalu apa?” Erick menyahut dari tempat ia duduk. “Kalau acaranya berhasil, bisnis keluarga Elton juga semakin dikenal banyak orang, Samantha! Sebaiknya kamu pikirkan permintaanku!”

Samantha memandang Erick yang turun dari ranjang Gabriella lalu berjalan keluar bersama dengan sang ibu yang merangkul bahunya.

“Mama membawakan sesuatu untukmu, Erick,” ucap Nyonya Linda. “Tadi Mama membuatnya bersama Eliza. Kamu tahu kalau dia juga pintar membuat makanan? Dia itu benar-benar wanita sempurna.”

Saat Samantha memandang melalui sudut mata
Almiftiafay

😭💔 Kalian udah siapin senjata apa buat si Erick? terima kasih sudah membaca ya 🙂‍↕️ Thor tunggu komentar akak semuanya... 🤗🤗

| 23
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Aya Melodi Agrifina
ya Allah retak hatiku dibuatnya oleh Gabriela.... bener² si tengik sma si dandang keterlaluan..... klonseandainya Briel meninggal,kalian pasti menyalahkan Samantha kan???
goodnovel comment avatar
indina
aku pengennya bawa pentungan buat mukul kepala si jangkrik Erik,biar tu otak geser dikit supaya jadi bener. anak sama ibu sama² kurang ajar .....
goodnovel comment avatar
Christy Lino
Briel tlg yg kuatttt jgn bkin onty nangis²,..c'mon briel tunjukkan pd pp mu & oma gila harta itu bhw luw kuattt krn ada paman Damien yg saaaaangatttt syg sama luw Briel,........ Luw elektric bagusnx luw itu di lempar pke batu bata biat benjol & mampus,..dasar pencitraaan suami brengsek jahatttttt ......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    324. Persiapan Bertemu Bayi Kita

    Sejak minggu pertama Samantha mengatakan kehamilannya, Damien tak pernah absen untuk ikut pergi periksa. Hanya jika orang tua Samantha atau orang tuanya sendiri ingin pergi, maka Damien akan memberikan waktu untuk mereka.Siapa memangnya yang tak bahagia akan memiliki cucu lagi?Itu juga penghiburan untuk para orang tua yang acapkali masih menyimpan sisa-sisa luka dari kejadian di masa lalu—Tuan Gerard dan Nyonya Maria akan kehilangan Seraphina, Tuan Harry dan Nyonya Amy akan rasa bersalah mereka terhadap keputusan melepas Samantha menikah pada usia muda dan kehilangan Gabriella.Siang menjelang sore ini, harusnya Samantha menjemput anak-anak dari lokasi latihan panahan. Tapi saat ia keluar dari kamar, ia merasakan perutnya yang bergejolak.Samantha sudah menyadari ini sejak beberapa hari terakhir, hanya saja ... jika dihitung dari hari perkiraan lahir, ini masih dua minggu dari hari H.Tapi semakin ditahannya, rasanya semakin menjadi-jadi.Ia berjalan menuju ke ruang tamu, hendak me

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    323. Bärenland Dan Malam Yang Hangat

    Bärenland tak hanya memberikan kebahagiaan untuk anak-anak. Si kembar tiga Morgan, Martin dan Maureen sangat senang saat mereka bebas berlarian ke sana ke mari.Di bawah cerahnya langit malam itu, mereka naik giant wheel, di bianglala, dan belajar ice skating. Morgan yang paling mahir. Ia menuntun kedua adiknya dengan telaten, membawa Martin dan Maureen bergantian ke tengah.Saat anak sulungnya itu bebas berselancar di atas lantai es, Damien menggandeng tangan Maureen, sementara Martin digandeng oleh Reid.Gelak tawa bahagia terdengar dari tempat Samantha duduk, mengambil kenangan hari ini untuk disimpannya sebagai arsip. Bahwa saat Samantha mengatakan pada Damien tentang jenis kelamin bayi mereka yang akan laki-laki lagi, mereka masih bisa membagi waktu untuk si kembar tiga juga.Ekspresi Damien?Hm ....Bagaimana Samantha harus menggambarkannya?Sepasang mata birunya melebar saat Samantha mengatakan bayi mereka adalah laki-laki.'Kamu dan Maureen akan punya banyak pria yang melindun

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    322. Family Date At Bärenland

    Di lobi sebuah lokasi yang digunakan untuk syuting acara televisi, Samantha yang baru keluar dari lift bersama dengan Reid melihat Damien dan tiga anak kembarnya.“MOMMY!”Senantiasa bersemangat meski hari sudah menjelang petang.Si kembar tiga berlarian menghampirinya.“Sayang,” balas Samantha, membiarkan mereka bersamaan memeluknya.Rasanya sangat menyenangkan kala lelah bertemu dengan anak-anak. Semuanya menguap dalam sesaat.“Hati-hati peluk Mommy,” kata Damien dari belakang si kembar, mengingatkan mereka bahwa perut Samantha sudah membesar.“Kalian menjemput Mommy?” tanya Samantha, mengusap bergantian puncak kepala mereka.“Iya, Mommy,” jawab Morgan, disusul celotehan Martin dan Maureen.“Apakah syutingnya sudah selesai, Mommy?”“Hm ... padahal Maureen mau masuk televisi juga. Mommy saaaangat cantik di televisi.”“Benarkah? Terima kasih Sayang-sayangnya Mommy.”Samantha kemudian memandang Damien. Tautan mata itu terjadi cukup lama.Anak-anak mundur untuk memberi jalan, agar Damie

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    321. Aku Yang Hancur Dan Dia Yang Bersinar

    .... Di dalam klinik yang tidak terlalu luas, seorang wanita menatap langit-langitnya dengan pandangan yang kosong. Ia tak memiliki tenaga untuk bicara atau bahkan menggerakkan ujung jarinya. Rasanya hidup sudah cukup enggan untuk membuatnya tetap bisa disebut sebagai ‘manusia’. Ah ... barangkali jika ‘manusia yang tidak berguna’ mungkin masih benar adanya. Sudah berapa lama ia berada di dalam tempat ini? Klinik yang tak hanya sekali ia datangi, atau bau mawar dari luar yang terbawa hingga ke dalam melalui celah jendela itu berasal dari taman kecil yang tiap minggu rumputnya ia siangi. Satu tahun? Ataukah dua tahun? Atau bahkan lebih dari itu? Ia tak ingat kapan baginya waktu terasa berhenti. “Kamu tadi sudah makan, Eliza?” tanya sebuah suara yang membuat wanita yang terbaring di atas ranjang sempit klinik itu menggerakkan kepalanya. Tubuhnya terasa sangat lemas bahkan jika itu untuk menjawab tanya. Eliza. Wanita yang ada di dalam klinik kecil itu adalah Eliza. Klinik yan

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    320. Another Moment With Another Trouble

    Meski nyaris baku hantam jilid ke sekian di dalam ruang VIP Harvest Table, saat mereka keluar dari sana, kembar tiga milik Samantha kembali berbaikan.Mereka mengatakan pada Damien agar pergi ke rumah Giovanni.Mereka ingin melihat Emily, anak perempuan Giovanni dan Anna yang saat ini masih berusia sekitar tujuh bulan dan dalam fase merangkak.Setelah keguguran Anna di masa lalu, dan melewati beberapa tahun dalam pernikahan dengan Giovanni, mereka baru memiliki anak lagi belum lama ini.Seorang anak perempuan yang cantik, Emily Josephine Renaud.Karena perginya mereka mendadak dan tanpa direncanakan, Samantha meminta Damien untuk mampir lebih dulu ke sebuah baby shop untuk membelikan Emily beberapa perlengkapan bayi.Sekalian, Samantha ingin melihat-lihat pakaian untuk anak yang sedang dikandungnya nanti.Pakaian yang dipajang di toko semakin hari semakin bermacam-macam. Dan Samantha suka itu.Akhirnya, mereka memutuskan untuk membeli selimut, yang dipilihkan oleh Maureen.Dua pasang

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    319. Mommy Cantik Sejak Dulu

    “Daddy,” jawab Damien lebih dulu saat Samantha masih menghela napasnya untuk bicara. “Woahh ... Daddy yang lebih dulu menyayangi Mommy?” tanya Martin dengan sepasang mata biru berbinar dan lesung pipinya yang manis. “Iya.” Samantha meremas jemarinya yang ada di atas paha, berdebar kencang jantungnya. Meski ini sudah bertahun-tahun ia hidup dan menjadi istri Damien, tapi setiap kali Damien jujur akan kata hatinya, Samantha selalu dibuat seperti ini. Ia menahan sejenak napas saat Damien meraih tangannya, menggenggamnya dan meletakkan di atas meja agar anak-anak melihatnya. “Daddy yang lebih dulu jatuh cinta pada Mommy,” akunya sekali lagi. “Bagaimana Mommy dulu, Daddy?” tanya Morgan. Maureen pun menyahut, “Apakah Mommy lebih cantik dari hari ini?” Damien memiringkan kepalanya, seolah membiarkan anak-anak menunggu dengan rasa penasaran. “Hm ....” gumamnya. “Ayolah, Daddy ....” “Mommy dulu tidak menyukai Daddy pada awalnya karena Mommy sering sering sedih memikirkan Kakak Gabri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status