Home / Romansa / Jangan Salahkan Aku Mencintainya / Bab 95. Siapa Ayah janin mu?

Share

Bab 95. Siapa Ayah janin mu?

last update Last Updated: 2025-12-17 12:57:18

Kalimat itu menggantung di udara seperti vonis hakim yang dijatuhkan pada tersangka utamanya.

“Aku mandul, Tiara. Janin itu bukan anakku.”

Kalimat itu menggema memenuhi seisi ruangan.

Andini terpaku.

Dunia seakan berhenti berputar. Suara-suara di sekitarnya meredam, berubah menjadi dengungan panjang yang seolah memekakkan telinga.

Tatapannya kosong, lurus menatap satu titik di lantai rumah tua itu. Dadanya terasa sesak, bukan hanya karena kebenaran yang baru saja terungkap, melainkan karena serpihan kenyataan yang selama ini tanpa sadar dia tolak.

Jika janin itu bukan anak Radit. Maka jawabannya Tiara sudah berselingkuh dibelakang suaminya itu. Selingkuh dibalas dengan perselingkuhan, sungguh ironis.

Takdir kehidupan memang sulit untuk ditebak, di saat Andini merasa jika dirinya adalah korban dari ketidakadilan Raditya Mahesa suaminya, ternyata semuanya salah.

Disini Raditya Mahesa adalah korban yang sesungguhnya, Radit yang saat itu terpuruk karena kehilangan sosok ibu dan ayahnya.

M
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Salahkan Aku Mencintainya    Bab 122. Aku Yang Pegang Kendali

    Langkah tergesah Andini terhenti tepat di depan pintu ruang rawat inap.Tangannya yang sejak tadi menggenggam lengan Naren perlahan terlepas. Dadanya terasa sesak. Udara di lorong rumah sakit itu seolah lebih berat dari biasanya, menekan paru-parunya tanpa ampun.Bau antiseptik yang tajam membuat matanya perih, bukan karena baunya semata, melainkan karena kenyataan yang perlahan menampakkan wajahnya.Pintu ruang rawat inap itu didorong pelan, saat pintu terbuka, di sanalah di atas ranjang yang memakai sprei putihJessica terbaring lemah, tubuhnya tampak jauh lebih kecil dari yang Andini ingat.Kulitnya pucat, hampir transparan di bawah cahaya lampu temaram. Selang infus terpasang di tangannya, dan alat monitor berdetak pelan, menjadi satu-satunya bukti bahwa tubuh itu masih terus berjuang.Andini menutup mulutnya dengan kedua tangan. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh tanpa bisa dicegah.“Ya Tuhan.” bisiknya lirih.Ini bukan Jessica yang dia kenal.Bukan perempuan ceri

  • Jangan Salahkan Aku Mencintainya    Bab 121. Kemungkinan Jessica Hamil

    Malam semakin larut. Lampu di ruang rawat inap diredupkan, menyisakan cahaya temaram yang jatuh lembut di wajah Jessica.Suara mesin monitor masih berdetak teratur, menjadi satu-satunya penanda bahwa waktu terus berjalan meski hati mereka seolah tertahan di satu titik yang sama.Jessica tertidur. Namun tidurnya bukan tidur yang tenang. Alisnya berkerut. Nafasnya berubah tidak beraturan. Jari-jarinya menggenggam selimut seolah sedang berusaha mempertahankan sesuatu yang nyaris direnggut kembali.“Kenz…”Suara itu keluar lirih, patah.Belinda yang duduk di sisi ranjang langsung terbangun.“Jessi?” panggilnya panik.Tubuh Jessica tiba-tiba menegang. Kepalanya menggeleng lemah ke kanan dan kiri, keringat dingin membasahi pelipisnya.“Jangan, jangan sentuh aku.” gumamnya dengan suara bergetar.“Gelap, aku nggak bisa bernafas.”Belinda berdiri, tangannya gemetar menyentuh bahu putrinya.“Jessi, ini Mami. Kamu aman, Nak.”Namun Jessica tidak mendengar.Matanya masih terpejam, tapi air mata m

  • Jangan Salahkan Aku Mencintainya    Bab 120. Ketulusan hati

    Disaat suara Isak tangis itu terdengar samar Kenzo dan William baru saja tiba dirumah sakit.Mereka baru saja pulang dari kantor polisi memantau hasil dari penyelidikan polisi dari hasil interview dengan laki-laki yang mereka tangkap malam itu.Dan saat ini laki-laki bertubuh gendut itu masih dianggap sebagai tersangka utamanya.Kenzo berdiri di ambang pintu.Langkahnya terhenti sebelum benar-benar masuk. Dadanya naik turun perlahan, tapi nafasnya terasa berat, seakan setiap tarikan udara mengandung beban yang tak kasat mata.Saat Jessica yang berada di dalam ruang rawat inap menyadari kehadiran Kenzo dan William.Matanya membulat, tatapan Jessica terpaku ke arah ambang pintu, tepat pada sosok yang berdiri di sana.Dunia seolah berhenti bergerak dalam satu detik yang terasa begitu menyakitkan.Jantung Jessica berdetak terlalu cepat, seakan ingin keluar dari dadanya. Nafasnya tercekat, jantungnya mendadak seperti lupa cara bekerja. Seluruh tubuhnya menegang, kaku, seperti ada gelomban

  • Jangan Salahkan Aku Mencintainya    Bab 119. Jessica Sadar

    Kejadian malam itu menyisakan luka serta tanda tanya besar bagi keluarga Parker dan Kenzo pastinya.Penyelidikan tentang siapa dalang sebenarnya terus diusut, namun kunci utama untuk mereka bisa bergerak bebas masih berada pada Naren.Dan saat ini Naren sedang dalam perjalan menuju Kurta.Sudah tiga hari lamanya Jessica dirawat dirumah sakit. Dihari ketiga ini Jessica mulai menunjukan tanda-tanda jika dia akan sadar.Belinda yang selama ini terus berada disamping putrinya itu, terlihat menutup mulut dengan kedua tangannya saat melihat pergerakan kecil dari Jessica.Terdengar Jessica menggeram pelan.Walaupun saat ini kesadaran Jessica sepenuhnya masih belum kembali. Tapi dia bisa merasakan jika udara di sekitarnya terasa sangat berbeda, lebih dingin, menusuk sampai ke tulang, membuat tubuhnya refleks menggigil meski dia berbalut selimut tebal.Begitu Jessica mencoba untuk bernapas lebih dalam, bau tajam dari antiseptik langsung terasa begitu menusuk indra penciumannya.Suasana di rua

  • Jangan Salahkan Aku Mencintainya    Bab 118. Kutukan Terjadi

    Suara tembakan itu seakan saja membuat jantung mereka sesaat berhenti berdetak. Dengan tergesa-gesa William langsung berdiri, sampai gelas yang berisi teh hangat yang ada di atas meja jatuh ke lantai dan pecah.“Jessica!” Belinda berteriak wajahnya pucat, nafasnya terasa tersangkut di tenggorokan.Kenzo bahkan tidak menunggu satu detikpun. Tubuhnya sudah bergerak lebih dulu, berlari menaiki tangga dengan langkah panjang dan berat, seolah setiap anak tangga adalah jarak hidup dan mati untuknya. Belinda menyusul di belakang, gaunnya berkibar, napasnya terengah, matanya mulai basah bahkan sebelum dia tahu apa yang akan mereka temukan.Langkah-langkah itu menggema di lorong lantai atas. Sunyi yang menyesakkan menyelimuti rumah megah itu, sunyi yang terasa tidak wajar, terlalu tenang untuk sebuah rumah yang baru saja ditembus suara senjata api.Kenzo tiba di depan pintu kamar Jessica lebih dulu. Saat setengah dari pintu kamar itu terbuka.Disanalah dunia Kenzo runtuh seketika.“Jessica!!”

  • Jangan Salahkan Aku Mencintainya    Bab 117. Perasaan Aneh

    Lampu jalan berpendar temaram, menciptakan bayangan panjang yang bergerak mengikuti setiap kendaraan yang melintas. Langit di kawasan Kurta malam itu terlihat bersih, nyaris tak ada bintang. Angin pun bertiup samar suasana alam yang terasa begitu tenang.Semua suasana itu kontras dengan perasaan aneh yang sejak pagi menggantung di dada Kenzo.Saat mobilnya memasuki gerbang utama, laju mobil pun diperlambat, Kenzo menggenggam setir mobil itu lebih erat. Kegelisahan itu semakin terasa kuat di hatinya.Di seberang jalan, tepat di bawah pohon Flamboyan sebuah mobil hitam terparkir rapi di bawah sana.Kaca mobil itu lebih gelap dari mobil biasa, sehingga orang yang berada di luar, tidak bisa melihat apa ada seseorang di dalam mobil itu atau tidak.Terlebih lagi mesin mobil itu memang dimatikan. Sekilas tak ada yang mencolok, tapi bagi Anton mobil itu cukup membuatnya merasa curiga.Beberapa meter dari sana, mobil Yuda dan beberapa orang kaki tangan dari angkasa Khile Corp lainnya terlihat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status