Share

Bab 2

Penulis: Blessy
Saat Tracy tiba di hotel, Thomas belum datang. Dia dibawa oleh staf ke lantai paling atas.

"Pak Thomas kembali menyewa satu lantai penuh untuk perayaan. Silakan menunggu sebentar di sini."

Tracy bersiap pergi ke toilet terlebih dahulu. Baru saja sampai di dekat pintu, dia mendengar dua staf berbisik-bisik.

"Kenapa Pak Thomas tahun ini menyewa dua lantai?"

"Sstt, kecilkan suaramu. Aku baru saja melihat Pak Thomas membawa wanita lain di lantai bawah."

"Ya ampun, istrinya ada di sini lho! Berani-beraninya Pak Thomas ini!"

"Namanya juga orang kaya. Kita pura-pura nggak lihat saja daripada kena masalah."

"Kukira Pak Thomas itu sangat setia."

"Bukannya semua pria sama saja? Sudah bosan sama yang di rumah, mulai main di luar."

Wajah Tracy terasa panas. Dia menghindari para pelayan dan diam-diam turun ke lantai bawah.

Tata letak lantai ini persis sama dengan yang di atas. Kue di atas meja, menara sampanye di samping, bahkan musik piano sebagai latar pun sama.

Yasmin mengenakan gaun warna merah muda dan duduk mengangkang di pangkuan Thomas. Gaun itu adalah gaun musim terbaru tahun ini.

Tracy teringat beberapa hari lalu, ucapan Thomas saat membawa pulang gaun biru laut itu. "Tracy, gaun warna merah muda yang kamu suka itu ada sedikit cacat, jadi aku kembalikan. Yang biru laut ini juga cocok sekali sama kamu."

Sejak mereka bersama, Tracy selalu menjadi orang pertama yang mencoba produk terbaru setiap tahun. Karena itu, saat itu Tracy tidak terlalu memikirkannya. Namun, ternyata gaun itu diberikan kepada Yasmin.

Tracy mendengus dingin. Baru saja dia hendak pergi, dia mendengar erangan dari dalam ruangan.

Dia menoleh kembali, melihat kedua orang itu masih berpelukan. Namun, Tracy sangat memahami Thomas.

Tracy terkejut dan menutup mulutnya. Ternyata di balik gaun yang lebar itu, mereka sedang melakukan hal semacam itu.

"Thomas, kamu hebat sekali."

"Memang beda kalau lagi hamil." Thomas mencium Yasmin dengan puas.

"Nanti kamu masih ke atas?" Yasmin memeluk leher Thomas dengan manja.

"Tracy menungguku di atas. Aku temani dia sebentar, malam nanti aku temani kamu lagi." Thomas menyuruh Yasmin turun dari tubuhnya, lalu merapikan pakaiannya dengan santai.

"Kalau begitu, jangan sentuh dia."

"Tracy juga hamil, dia nggak akan membiarkanku menyentuhnya. Dia nggak semenarik kamu." Sambil berkata demikian, Thomas mengulurkan jari telunjuknya dan mengusap ujung hidung Yasmin dengan penuh kasih sayang.

"Makan yang banyak ya, malam nanti kamu akan capek."

Wajah Yasmin memerah. "Menyebalkan! Kalau begitu, cepat kembali ya."

Melihat Thomas hendak keluar, Tracy buru-buru berbalik dan kembali ke lantai atas.

Saat duduk kembali di meja makan, Tracy masih merasa mual. Usia kehamilannya hampir sama dengan Yasmin. Dia tidak tahu berapa kali Thomas turun dari tempat tidur Yasmin, lalu pulang mencarinya.

Begitu memikirkan hal itu, Tracy tiba-tiba muntah kering.

"Tracy, kamu kenapa?" Thomas mendorong pintu masuk dan melihat Tracy menutup mulutnya sambil muntah kering. Dia segera berlari ke sisi Tracy dan menepuk punggungnya dengan penuh kasih sayang.

Tracy tidak tahu harus menjelaskan apa, lalu mendengar Thomas bertanya dengan cemas, "Sudah selama ini, reaksi kehamilanmu masih separah ini?"

Benar. Thomas masih belum tahu bahwa anak mereka sudah tiada.

Tracy menyembunyikan kesedihan di hatinya. "Thomas, kamu menantikan anak ini?"

"Tentu saja! Ini anak kita! Kamu nggak tahu sudah berapa lama aku menantikannya!" Thomas menyerahkan segelas air kepada Tracy dan setengah berlutut di depannya.

"Tracy, aku sudah memikirkannya. Anak kita akan menjadi satu-satunya pewaris perusahaan. Aku akan membuatnya menjalani hidup paling bahagia."

'Satu-satunya? Heh!' Tracy mengangkat sudut bibirnya dengan sinis. "Kamu akan punya anak lain."

Hati Thomas menegang. "Tracy, maksudmu apa?"

"Maksudku, kamu nggak akan cuma punya satu anak."

Thomas seolah-olah memikirkan sesuatu, lalu menatap Tracy dengan gembira. "Benar juga. Kita bakal punya beberapa anak."

"Tapi Tracy, setelah melahirkan anak ini, tunggu sampai kamu benar-benar pulih baru kita punya yang berikutnya. Kalau nggak, aku akan merasa nggak tega."

Melihat ekspresi Thomas yang begitu sungguh-sungguh, Tracy hampir saja tertipu oleh kedalaman perasaannya.

"Baiklah, aku sangat menantikan anakmu."

Melihat wajah Tracy yang tampak pucat, Thomas memeluknya dengan penuh cinta dan mengoreksi ucapannya, "Anak kita."

Tracy tidak membalas. Thomas mengira dia tidak enak badan, lalu menarik Tracy untuk berdiri. "Tracy, kemari. Aku mainkan piano untukmu ya?"

Thomas menggandeng Tracy ke arah piano. "Dulu kalau kamu nggak enak badan, kamu paling suka mendengarku main piano."

Tracy duduk di samping Thomas, menatap wajah sampingnya yang serius. Benar, dia paling suka mendengarkan Thomas bermain piano.

Dulu Thomas melamarnya dengan bermain piano, juga di lantai paling atas Hotel June. Malam yang sama, lagu piano yang sama, semuanya seolah-olah tidak berubah.

Namun, kini Thomas memiliki Yasmin di belakangnya dan Tracy pun gagal melindungi anaknya. Tracy meraba perut bagian bawahnya. Di sana sudah tidak ada apa-apa lagi.

"Tracy, kamu kenapa?" Selesai memainkan lagu, Thomas melihat Tracy menangis.

Tracy mengangkat kepala, menatap Thomas. "Thomas, gimana kalau kamu selingkuh?"

Thomas jelas panik. "Aku nggak akan selingkuh, nggak akan pernah. Aku akan selalu mencintaimu!"

Tracy menatap Thomas, matanya penuh kekecewaan. Dia menggeleng. "Aku percaya padamu. Hari ini aku kurang enak badan, ingin pulang dulu."

Thomas membawa Tracy keluar dari hotel. Saat mengantar Tracy naik ke mobil, ponsel Thomas berdering. Dia melirik layar ponsel, raut wajahnya penuh keraguan. "Tracy, malam ini aku harus menemui klien. Aku nggak bisa menemanimu pulang."
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 23

    Sejak Thomas kembali ke negara asal, Tracy mulai fokus sepenuhnya mengurus restorannya sendiri.Dia hanya sesekali mengetahui kondisi Thomas lewat percakapannya dengan Shelly."Andai dia tahu hasilnya akan seperti ini, mana mungkin dia melakukan semua itu dulu!"Tracy hanya tersenyum. Menelepon Shelly setiap hari sudah menjadi kebiasaan yang tak pernah berubah. Urusan tentang Thomas dia anggap seperti angin lalu, didengar sebentar lalu dilupakan.Melihat Tracy hanya tersenyum tanpa menanggapi, Shelly tahu bahwa Tracy sudah tidak ingin mendengar kabar apa pun tentang Thomas lagi. Jadi, dia pun mengganti topik."Tracy, hubunganmu dengan Julian gimana sekarang?"Begitu nama Julian disebut, rona merah cepat melintas di wajah Tracy. Sudah lebih dari setahun sejak dia resmi bercerai dari Thomas. Julian juga sudah mengejarnya selama lebih dari setahun."Shelly, menurutmu ... aku bisa percaya pada Julian?"Karena Thomas, Tracy sudah sangat kecewa dengan cinta. Jadi, meskipun selama setahun ini

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 22

    Thomas benar-benar dikirim kembali ke negara asal dengan aman oleh Julian.Hal pertama yang dia lakukan setelah kembali adalah menyuruh orang-orangnya menjemput David langsung ke rumahnya.Thomas duduk di kursi roda, didorong masuk ke ruangan. Saat melihat orang-orang di dalam ruangan itu, pupil mata Thomas langsung menyempit."Yasmin?""Tuan Thomas, kami menemukan David di vila pinggiran kota. Saat itu Yasmin ada di ranjang David, jadi kami membawa mereka berdua sekaligus."Thomas bukan orang bodoh. Seketika, dia mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Namun, Thomas hanya tersenyum tipis. "Siapa yang mau bicara duluan?"David tersenyum menjilat. "Kak Thomas, apa maksudmu? Aku sudah susah payah mengatur agar kamu sampai ke Germina, tapi kenapa setelah pulang dari sana kamu memperlakukanku seperti ini?"Thomas menepuk pahanya dan mencibir sinis. "Kedua kakiku ini adalah hadiah darimu. Masa aku nggak membalasnya sedikit?"Setelah berkata demikian, dia menyuruh para pengawal mengambil tongk

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 21

    Baru setelah Tracy berdiri di depan pintu rumah, dia akhirnya tersadar kembali."Tracy!" Suara cemas Kate terdengar dari belakang.Tracy menoleh, lalu melihat Kate berlari ke arahnya dengan dahi berkerut. "Katanya Thomas mencarimu?"Kate menarik Tracy, mengamatinya dari atas sampai bawah.Oscar mengikuti di belakang, alisnya berkerut rapat. "Entah bagaimana bajingan itu bisa menghindari pengawasan orang-orangku."Melihat wajah orang tuanya yang penuh kecemasan, hati Tracy terasa hangat. "Tadi Julian ada di sisiku, Thomas sama sekali tidak menyentuhku. Ayah, Ibu, tenang saja."Oscar mengangguk sambil mengerutkan kening. "Aku sudah dengar. Besok kita pergi ke rumah Keluarga Bahari untuk berterima kasih pada Julian."Tracy tersenyum sambil mendorong orang tuanya kembali ke kamar. "Kalian tenang saja, aku benaran nggak apa-apa."Sementara itu, setelah Thomas dikawal naik ke mobil oleh pengawal Keluarga Indrawan, sebelum sempat sampai ke bandara, terjadi kecelakaan mobil.Saat Thomas terban

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 20

    Tracy mengangguk kepada para pengawal Keluarga Indrawan yang sejak tadi sudah mengepung. Para pengawal pun maju dan menyeret Thomas pergi.Thomas seolah-olah benar-benar terpukul, sampai-sampai tidak mengucapkan sepatah kata pun saat dikawal masuk ke mobil."Nona, maafkan kami. Bocah ini nggak datang dengan pesawat. Saat kami menemukan jejaknya, dia sudah memasuki wilayah Germina."Pengawal yang memimpin melihat Thomas dibawa masuk ke mobil, lalu segera berlari ke hadapan Tracy untuk meminta maaf."Ini kelalaian kami, sampai membuat Nona terkejut."Tracy menggeleng. "Nggak apa-apa. Terima kasih atas kerja keras kalian."Setelah para pengawal membungkuk dan pergi, Tracy tersenyum canggung ke arah Julian. "Maaf, konyol sekali ya. Dia mantan suamiku. Aku memergokinya berselingkuh."Julian menggeleng, menandakan tidak masalah. "Yang penting kamu nggak sampai syok."Karena gangguan Thomas, Tracy juga sudah tidak berminat melanjutkan pemilihan lokasi. "Julian, maaf. Hari ini aku nggak ada mo

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 19

    Sejak Tracy dan Julian saling bertukar kontak, Julian jadi sering mengundang Tracy untuk bertemu dengan alasan konsultasi.Orang tua Keluarga Bahari tentu memahami maksud putra mereka, jadi membiarkannya saja.Hari itu, Tracy justru yang mengundang Julian untuk menemaninya melihat lokasi calon restoran baru.Karena itu, Julian datang lebih awal ke rumah Keluarga Indrawan."Om, aku datang mencari Tracy." Julian menyerahkan hadiah yang dia siapkan untuk Oscar dan Kate kepada pelayan, lalu menyapa Oscar yang duduk di sofa.Oscar melirik Julian sekilas, lalu mengangguk.Kebetulan Tracy turun dari lantai atas. Dia sedikit terkejut melihat Julian. "Bukannya kita janjian ketemu di restoran?""Pagi tadi ada sedikit urusan. Kebetulan lewat sini, jadi kupikir sekalian menjemputmu." Sebenarnya Julian memang sengaja datang, tetapi karena dia mengatakannya dengan serius, Tracy pun tidak berpikir terlalu jauh.Setelah bersiap sebentar, Tracy pun berangkat bersama Julian."Aku sudah meninjau ruko di

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 18

    Thomas terpental keras akibat tabrakan. Para pejalan kaki yang terkejut segera menelepon ambulans.Saat Thomas dilarikan ke rumah sakit, dia sudah tidak sadarkan diri. Untungnya dia jatuh ke area taman hijau sehingga tidak sampai mengancam nyawa.Rendy bergegas ke rumah sakit dan melihat Thomas terbaring tak sadarkan diri di ranjang. Hatinya terasa sakit hingga dia terkulai lemas di kursi.Ketika Thomas membuka mata, yang pertama dia lihat adalah wajah Rendy yang penuh kekhawatiran. "Ayah."Rendy segera mendekat ke sisi Thomas. "Dasar bocah, kamu hampir membuat ayahmu mati ketakutan.""Ayah, aku mohon, tolong carikan Tracy ya?" Suara Thomas terdengar lemah.Hati Rendy terasa perih. Dia hanya bisa mengangguk berulang kali dan menyetujuinya.....Di sebuah vila di pinggiran kota, Yasmin berbaring di sofa. Kepalanya bersandar di paha seorang pria.Pria itu menggigit sebatang rokok. Tatapannya muram. Dialah David, orang yang memperkenalkan Yasmin kepada Thomas."Belum mati?" Begitu mendeng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status