Share

Bab 3

Penulis: Blessy
Tracy menatap Thomas dengan pandangan dingin.

Melihat itu, Thomas segera menyimpan kembali ponselnya. "Sudahlah, aku antar kamu pulang dulu."

"Nggak perlu, pekerjaanmu lebih penting. Biar sopir yang antar aku pulang saja." Tracy menggeleng pelan.

Melihat itu, ekspresi Thomas menjadi lebih rileks. Dia berjongkok di samping mobil dan menyentuh perut bawah Tracy. "Bayi, hari ini harus patuh ya, jangan merepotkan Mama."

Melihat Thomas berlagak seperti ayah yang baik, Tracy hanya merasa itu sangat ironis. Kemudian, Thomas mengangkat kepala dan mengusap pipi Tracy dengan lembut.

"Kamu pulang dan istirahat yang baik. Besok pagi aku bawakan makanan enak untukmu."

Tracy mengangguk dengan tidak acuh. Thomas masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dia menunduk melirik layar ponsel dan raut wajahnya langsung menunjukkan kegembiraan.

Begitu melihatnya, Tracy langsung mengerti. Dia merasa mual. Dia pun mengulurkan tangan untuk mendorong Thomas, lalu menutup pintu mobil.

"Jangan biarkan orang itu menunggu terlalu lama, cepatlah pergi." Setelah berkata demikian, dia menyuruh sopir menjalankan mobil.

Thomas merasa kata-kata Tracy seperti mengandung maksud lain. Namun, foto yang dikirim Yasmin sudah membuatnya kehilangan kendali.

Belum jauh mobil Tracy pergi, dia sudah tidak sabar kembali ke Hotel June. Tracy duduk di dalam mobil tanpa berkata apa pun.

Namun, sopir di depan terus mengamati ekspresi Tracy melalui kaca spion. Sopir itu sudah mengikuti Thomas selama sepuluh tahun, bisa dibilang orang kepercayaannya.

Tracy menyadari tatapan sopir itu dan tersenyum mengejek diri sendiri. "Fokus nyetir saja. Aku nggak akan mencampuri apa yang dilakukan bosmu."

"Nyonya ... sudah tahu?" Nada bicara sopir itu mengandung sedikit keterkejutan.

"Bukankah seharusnya aku tahu?" Tracy mencibir dingin.

"Maafkan aku, Nyonya."

"Ngapain kamu minta maaf?"

"Seharusnya aku memberi tahu Nyonya sejak awal." Suara sopir itu penuh rasa bersalah.

Tracy mengangkat alisnya sedikit.

Sopir itu lalu melanjutkan, "Nyonya sangat baik padaku, Nyonya orang baik."

"Ya, orang baik yang dianggap sebagai orang dengan keterbatasan kecerdasan." Tracy menatap pemandangan yang mundur di luar jendela dan berkata dengan nada mengejek diri sendiri.

"Tuan Thomas mengenal Yasmin di sebuah pesta. Katanya dia sepupu jauh Tuan David." Sopir itu tiba-tiba membuka mulut.

Tracy mengenal David yang dimaksud. Anak kaya generasi kedua yang tidak berguna, teman kecil Thomas.

Tracy pernah meminta Thomas agar lebih jarang berhubungan dengannya. Tak disangka, Thomas hanya mengiakan di mulut dan diam-diam masih sering berhubungan dengannya. Sebenarnya berapa banyak hal yang disembunyikan Thomas darinya?

Melihat Tracy tidak menjawab, sopir itu pun terus berbicara sendiri, "Yasmin belajar desain busana. Tuan David lalu meminta Tuan Thomas mencarikan pekerjaan untuk Yasmin di perusahaan."

"Awalnya Tuan Thomas sering berkata Yasmin mirip dengan Nyonya, sama-sama kuat dan nggak mau kalah. Hanya saja Yasmin nggak setangguh Nyonya, jadi Tuan Thomas memberi perhatian khusus padanya."

"Waktu aku menyadarinya, mereka sudah lama punya hubungan yang nggak jelas. Tuan Thomas bilang kepadaku, dia hanya merasa kasihan pada Yasmin dan ingin menjaganya, nggak akan melakukan apa pun yang merugikan Nyonya. Jadi, dia melarangku memberi tahu Nyonya."

"Bahkan untuk malam ini, Tuan Thomas ...." Sopir itu berhenti sejenak.

"Aku sudah tahu. Terima kasih." Tracy menatap sopir itu dengan serius dan mengucapkan terima kasih dengan tulus.

Mobil perlahan berhenti di depan vila Keluarga Gumarang. Tracy turun dan berkata kepada sopir, "Jangan bilang padanya kalau aku sudah tahu. Aku akan mengurusnya sendiri."

Di bawah tatapan khawatir sang sopir, Tracy berjalan masuk ke gerbang vila.

"Nyonya, kenapa pulang begitu cepat? Kenapa Tuan nggak ikut?" Pelayan melihat Tracy dan segera maju mengambil mantelnya.

"Tadi Tuan telepon, menyuruh kami menyiapkan beberapa hidangan. Katanya Nyonya nggak makan dengan baik malam ini. Kami kira kalian akan pulang bersama."

Tracy tersenyum lelah. "Dia sibuk. Masak apa? Aku memang lapar."

"Ada iga asam manis favorit Nyonya, juga beberapa hidangan ringan. Namanya juga Nyonya masih hamil!"

Tracy selalu memperlakukan para pelayan dengan baik dan tidak pernah bersikap tinggi hati. Para pelayan juga menyukainya. Sambil mengobrol, mereka menuntun Tracy ke ruang makan.

"Nyonya harus ceria sedikit. Tuan ini juga, seberapa sibuk pun pekerjaannya, masa membiarkan Nyonya pulang sendiri?"

Melihat Tracy kurang bersemangat, pelayan mengira dia sedang kesal karena Thomas terus bekerja.

"Tapi Tuan benar-benar baik pada Nyonya. Tadi juga kirim banyak hadiah pulang. Tuan bahkan berpesan agar kami memastikan Nyonya makan dengan baik dan harus merekam video untuk dikirim kepadanya!"

Melihat meja yang dipenuhi hadiah dan hidangan yang disiapkan pelayan, hati Tracy dipenuhi rasa getir. Dia sudah bersama Thomas selama lima tahun. Thomas selalu seperti ini.

Hadiah tidak pernah putus, perhatiannya pun selalu teliti. Namun, perhatian-perhatian itu sekarang juga dibagi kepada wanita lain, 'kan?

Apa yang sedang dilakukan Thomas dan Yasmin sekarang? Apakah mereka sudah berguling di atas ranjang?

Tracy makan seadanya beberapa suap, lalu dengan alasan tubuhnya tidak nyaman, dia kembali ke kamar lebih dulu.

Saat itu, panggilan video dari Thomas masuk. Ujung rambut Thomas yang setengah kering, mengungkap apa yang baru saja dia lakukan.

"Tracy, aku dengar kamu cuma makan sedikit. Apa bayi kita nakal lagi?"

Tracy mengangguk asal-asalan.

Thomas menatap Tracy dengan cemas. "Urusanku di sini hampir selesai. Gimana kalau aku pulang menemanimu?"

Saat itu, sebuah video dari Yasmin masuk ke ponsel Tracy. Di dalam video, bagian atas tubuh Thomas berpakaian rapi, tetapi bagian bawahnya hanya mengenakan celana dalam. Dia sedang duduk di kursi di dekat dinding sambil menelepon.

Tracy mengenali atasan yang dikenakan Thomas, sama persis dengan yang ada di video. Dia pun mengerti.

Memikirkan wajah Thomas yang tampak munafik saat sedang melakukan panggilan video dengannya, Tracy hanya merasa bosan. Dia pun berniat menutup panggilan.

"Nggak perlu, kamu lanjutkan saja. Aku lelah ...." Namun, kalimatnya belum selesai, pesan dari Yasmin sudah masuk.

[ Perhatikan baik-baik ekspresi Thomas ya, kami akan mulai permainannya. ]

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 23

    Sejak Thomas kembali ke negara asal, Tracy mulai fokus sepenuhnya mengurus restorannya sendiri.Dia hanya sesekali mengetahui kondisi Thomas lewat percakapannya dengan Shelly."Andai dia tahu hasilnya akan seperti ini, mana mungkin dia melakukan semua itu dulu!"Tracy hanya tersenyum. Menelepon Shelly setiap hari sudah menjadi kebiasaan yang tak pernah berubah. Urusan tentang Thomas dia anggap seperti angin lalu, didengar sebentar lalu dilupakan.Melihat Tracy hanya tersenyum tanpa menanggapi, Shelly tahu bahwa Tracy sudah tidak ingin mendengar kabar apa pun tentang Thomas lagi. Jadi, dia pun mengganti topik."Tracy, hubunganmu dengan Julian gimana sekarang?"Begitu nama Julian disebut, rona merah cepat melintas di wajah Tracy. Sudah lebih dari setahun sejak dia resmi bercerai dari Thomas. Julian juga sudah mengejarnya selama lebih dari setahun."Shelly, menurutmu ... aku bisa percaya pada Julian?"Karena Thomas, Tracy sudah sangat kecewa dengan cinta. Jadi, meskipun selama setahun ini

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 22

    Thomas benar-benar dikirim kembali ke negara asal dengan aman oleh Julian.Hal pertama yang dia lakukan setelah kembali adalah menyuruh orang-orangnya menjemput David langsung ke rumahnya.Thomas duduk di kursi roda, didorong masuk ke ruangan. Saat melihat orang-orang di dalam ruangan itu, pupil mata Thomas langsung menyempit."Yasmin?""Tuan Thomas, kami menemukan David di vila pinggiran kota. Saat itu Yasmin ada di ranjang David, jadi kami membawa mereka berdua sekaligus."Thomas bukan orang bodoh. Seketika, dia mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Namun, Thomas hanya tersenyum tipis. "Siapa yang mau bicara duluan?"David tersenyum menjilat. "Kak Thomas, apa maksudmu? Aku sudah susah payah mengatur agar kamu sampai ke Germina, tapi kenapa setelah pulang dari sana kamu memperlakukanku seperti ini?"Thomas menepuk pahanya dan mencibir sinis. "Kedua kakiku ini adalah hadiah darimu. Masa aku nggak membalasnya sedikit?"Setelah berkata demikian, dia menyuruh para pengawal mengambil tongk

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 21

    Baru setelah Tracy berdiri di depan pintu rumah, dia akhirnya tersadar kembali."Tracy!" Suara cemas Kate terdengar dari belakang.Tracy menoleh, lalu melihat Kate berlari ke arahnya dengan dahi berkerut. "Katanya Thomas mencarimu?"Kate menarik Tracy, mengamatinya dari atas sampai bawah.Oscar mengikuti di belakang, alisnya berkerut rapat. "Entah bagaimana bajingan itu bisa menghindari pengawasan orang-orangku."Melihat wajah orang tuanya yang penuh kecemasan, hati Tracy terasa hangat. "Tadi Julian ada di sisiku, Thomas sama sekali tidak menyentuhku. Ayah, Ibu, tenang saja."Oscar mengangguk sambil mengerutkan kening. "Aku sudah dengar. Besok kita pergi ke rumah Keluarga Bahari untuk berterima kasih pada Julian."Tracy tersenyum sambil mendorong orang tuanya kembali ke kamar. "Kalian tenang saja, aku benaran nggak apa-apa."Sementara itu, setelah Thomas dikawal naik ke mobil oleh pengawal Keluarga Indrawan, sebelum sempat sampai ke bandara, terjadi kecelakaan mobil.Saat Thomas terban

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 20

    Tracy mengangguk kepada para pengawal Keluarga Indrawan yang sejak tadi sudah mengepung. Para pengawal pun maju dan menyeret Thomas pergi.Thomas seolah-olah benar-benar terpukul, sampai-sampai tidak mengucapkan sepatah kata pun saat dikawal masuk ke mobil."Nona, maafkan kami. Bocah ini nggak datang dengan pesawat. Saat kami menemukan jejaknya, dia sudah memasuki wilayah Germina."Pengawal yang memimpin melihat Thomas dibawa masuk ke mobil, lalu segera berlari ke hadapan Tracy untuk meminta maaf."Ini kelalaian kami, sampai membuat Nona terkejut."Tracy menggeleng. "Nggak apa-apa. Terima kasih atas kerja keras kalian."Setelah para pengawal membungkuk dan pergi, Tracy tersenyum canggung ke arah Julian. "Maaf, konyol sekali ya. Dia mantan suamiku. Aku memergokinya berselingkuh."Julian menggeleng, menandakan tidak masalah. "Yang penting kamu nggak sampai syok."Karena gangguan Thomas, Tracy juga sudah tidak berminat melanjutkan pemilihan lokasi. "Julian, maaf. Hari ini aku nggak ada mo

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 19

    Sejak Tracy dan Julian saling bertukar kontak, Julian jadi sering mengundang Tracy untuk bertemu dengan alasan konsultasi.Orang tua Keluarga Bahari tentu memahami maksud putra mereka, jadi membiarkannya saja.Hari itu, Tracy justru yang mengundang Julian untuk menemaninya melihat lokasi calon restoran baru.Karena itu, Julian datang lebih awal ke rumah Keluarga Indrawan."Om, aku datang mencari Tracy." Julian menyerahkan hadiah yang dia siapkan untuk Oscar dan Kate kepada pelayan, lalu menyapa Oscar yang duduk di sofa.Oscar melirik Julian sekilas, lalu mengangguk.Kebetulan Tracy turun dari lantai atas. Dia sedikit terkejut melihat Julian. "Bukannya kita janjian ketemu di restoran?""Pagi tadi ada sedikit urusan. Kebetulan lewat sini, jadi kupikir sekalian menjemputmu." Sebenarnya Julian memang sengaja datang, tetapi karena dia mengatakannya dengan serius, Tracy pun tidak berpikir terlalu jauh.Setelah bersiap sebentar, Tracy pun berangkat bersama Julian."Aku sudah meninjau ruko di

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 18

    Thomas terpental keras akibat tabrakan. Para pejalan kaki yang terkejut segera menelepon ambulans.Saat Thomas dilarikan ke rumah sakit, dia sudah tidak sadarkan diri. Untungnya dia jatuh ke area taman hijau sehingga tidak sampai mengancam nyawa.Rendy bergegas ke rumah sakit dan melihat Thomas terbaring tak sadarkan diri di ranjang. Hatinya terasa sakit hingga dia terkulai lemas di kursi.Ketika Thomas membuka mata, yang pertama dia lihat adalah wajah Rendy yang penuh kekhawatiran. "Ayah."Rendy segera mendekat ke sisi Thomas. "Dasar bocah, kamu hampir membuat ayahmu mati ketakutan.""Ayah, aku mohon, tolong carikan Tracy ya?" Suara Thomas terdengar lemah.Hati Rendy terasa perih. Dia hanya bisa mengangguk berulang kali dan menyetujuinya.....Di sebuah vila di pinggiran kota, Yasmin berbaring di sofa. Kepalanya bersandar di paha seorang pria.Pria itu menggigit sebatang rokok. Tatapannya muram. Dialah David, orang yang memperkenalkan Yasmin kepada Thomas."Belum mati?" Begitu mendeng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status