Short
Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana

Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana

By:  LuliCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
21Chapters
336views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Orang terkaya di seluruh dunia, Yanto, terkenal sebagai seseorang yang gila kerja. Selama lima tahun menikah dengannya, entah sudah berapa kali Veronica ditinggalkannya karena urusan pekerjaan. Untuk yang pertama kalinya, yaitu saat ulang tahun Veronica. Dia sudah memesan restoran dengan penuh perhatian, tetapi Yanto malah tiba-tiba terbang ke luar negeri demi sebuah akuisisi dan membiarkannya menunggu dari siang hingga malam. Untuk yang kedua kalinya, yaitu saat Veronica mengalami kecelakaan mobil. Nyawanya berada di ujung tanduk dan membutuhkan tanda tangan dari keluarga. Dengan sisa tenaganya, dia mengirim pesan pada Yanto. Namun, Yanto hanya berkata dengan dingin, "Aku sedang membicarakan urusan yang sangat penting. Kamu urus saja sendiri." Untuk yang ketiga kalinya, yaitu saat ayah Veronica dalam kondisi kritis. Pria tua itu menahan napas terakhir karena ingin bertemu dengan Yanto, tetapi dia tidak bisa datang tepat waktu karena sibuk dengan upacara penandatanganan proyek bernilai 200 triliun. Saat menggenggam tangan ayahnya yang perlahan-lahan menjadi dingin sambil mendengar nada sibuk di seberang telepon, hati Veronica pun benar-benar membeku. Setelah ditinggalkan sekali demi sekali, Veronica akhirnya mengerti. Di hati Yanto, tidak ada hal atau siapa pun yang bisa menandingi kerajaan bisnisnya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Orang terkaya di seluruh dunia, Yanto, terkenal sebagai seseorang yang gila kerja. Selama lima tahun menikah dengannya, entah sudah berapa kali Veronica ditinggalkannya karena urusan pekerjaan.

Untuk yang pertama kalinya, yaitu saat ulang tahunnya Veronica. Dia sudah memesan restoran dengan penuh perhatian, tetapi Yanto malah tiba-tiba terbang ke luar negeri demi sebuah akuisisi dan membiarkannya menunggu dari siang hingga malam.

Untuk yang kedua kalinya, yaitu saat Veronica mengalami kecelakaan mobil. Nyawanya berada di ujung tanduk dan membutuhkan tanda tangan dari keluarga. Dengan sisa tenaganya, dia mengirim pesan pada Yanto.

Namun, Yanto hanya berkata dengan dingin, "Aku sedang membicarakan urusan yang sangat penting. Kamu urus saja sendiri."

Untuk yang ketiga kalinya, yaitu saat ayahnya Veronica dalam kondisi kritis. Pria tua itu menahan napas terakhir karena ingin bertemu dengan Yanto, tetapi dia tidak bisa datang tepat waktu karena sibuk dengan upacara penandatanganan proyek bernilai 200 triliun.

Saat menggenggam tangan ayahnya yang perlahan-lahan menjadi dingin sambil mendengar nada sibuk di seberang telepon, hati Veronica pun benar-benar membeku. Setelah ditinggalkan sekali demi sekali, dia akhirnya mengerti. Di hati Yanto, tidak ada hal atau siapa pun yang bisa menandingi kerajaan bisnisnya.

....

Veronica berkata pada dirinya sendiri, ini adalah harga dari pernikahan aliansi. Sebelumnya, Yanto memang sudah berkata tidak akan mencintainya, tetapi untungnya Yanto juga tidak mencintai orang lain.

Namun, tepat saat Veronica hampir mulai terbiasa dengan rasa putus asa dan dingin ini, lingkaran sosial tiba-tiba digemparkan oleh sebuah kabar yang mengejutkan. Yanto yang selalu dikenal tidak dekat dengan wanita dan hanya tahu bekerja, ternyata diam-diam punya seorang wanita simpanan yang dimanjakannya tanpa batas.

Konon, Yanto sampai meninggalkan proyek bernilai 200 triliun yang hampir ditandatangani demi menemani gadis itu bermain ski di Pegunungan Alpen. Selama seminggu penuh ini, dia juga menolak semua rapat hanya untuk menemani gadis itu merawat seekor anak kucing yang sakit.

Konon, Yanto juga membiarkan gadis itu mencorat-coret kontrak bernilai fantastis miliknya. Hanya karena gadis itu berkata tidak seru, Yanto bahkan langsung menghentikan rapat dengan partner yang sudah bekerja sama selama bertahun-tahun ....

Saat mendengar semua itu, reaksi pertama Veronica adalah tidak percaya. Bagaimana mungkin? Orang itu adalah Yanto yang menganggap waktu sebagai nyawanya dan terkenal dengan kerasionalannya yang bahkan sampai terkesan kejam.

Entah mengapa, Veronica sampai mengerahkan seluruh koneksi dan tabungannya untuk diam-diam menyelidiki gadis itu. Namun, Yanto melindungi gadis itu dengan sangat ketat. Setelah menguras begitu banyak tenaga dan menghabiskan banyak uang, dia juga akhirnya hanya bisa mendapatkan satu foto candid dari wajah samping yang sangat buram.

Di foto itu, terlihat gadis muda yang manis sedang berada dalam pelukan Yanto yang menjaganya dengan sangat hati-hati. Sikap protektif Yanto yang seperti itu adalah sesuatu yang tidak pernah dirasakannya selama lima tahun pernikahan mereka.

Setelah mendapatkan foto itu, sore harinya Veronica keluar rumah dengan hati yang gelisah. Begitu dia berjalan ke pinggir jalan, sebuah Rolls-Royce hitam melaju seperti kehilangan kendali dan langsung menerjang ke arahnya.

Veronica bahkan tidak sempat melihat orang di dalam mobil itu. Dia hanya merasa tubuhnya terlempar ke udara, lalu jatuh keras ke tanah. Rasa sakit yang luar biasa langsung menyapu seluruh tubuhnya dan kesadarannya segera ditelan kegelapan.

Setelah tersadar kembali, yang menyambut Veronica adalah bau tajam dari cairan disinfektan rumah sakit. Yang terlihat di depan matanya adalah wajah formal dari kepala sekretarisnya Yanto.

Sekretaris itu berkata dengan suara datar, "Nyonya, kamu sudah sadar. Pak Yanto minta aku sampaikan pesan ini. Jangan selidiki orang dan hal yang harusnya nggak kamu selidiki. Kalau nggak, lain kali nggak akan hanya sebuah kecelakaan saja."

Mata Veronica langsung membelalak dan rasa sakit di dadanya hampir membuatnya tidak bisa bernapas. Yanto? Ternyata benar-benar dia? Hanya karena dia mendapatkan satu foto wajah gadis itu dari samping, Yanto sampai tega menciptakan sebuah kecelakaan mobil untuk memperingatkannya.

Rasa terkejut dan sakit hati yang luar biasa seolah-olah menelan Veronica. Pria yang sudah dicintainya selama bertahun-tahun dan dikiranya hanya akan bersemangat pada pekerjaan selamanya, ternyata bisa bertindak begitu gila dan kejam demi wanita lain. Dia tidak berani percaya, tetapi dia juga tidak memiliki pilihan selain memercayainya.

Veronica mengira dia tidak akan pernah bisa melihat wajah asli gadis itu selamanya. Namun, seminggu kemudian, dia menerima sebuah telepon tak terduga dari kantor polisi.

"Apa ini keluarganya Pak Yanto? Ada orang yang lapor ... menuduh Pak Yanto memakai jasa prostitusi. Mohon kamu datang ke sini sebentar ...."

Kepala Veronica berdengung dan menjadi kosong seketika. Memakai jasa prostitusi? Yanto? Seolah-olah sebuah robot, dia bergegas menuju kantor polisi.

Begitu masuk, Veronica melihat seorang gadis muda mengenakan gaun mahal dan berpenampilan anggun sedang duduk menyilangkan kaki di kursi. Dia mengomel dengan manja, "Kenapa kalian belum panggil dia ke sini? Aku mau laporkan dia pakai jasa prostitusi, kalian masih nggak paham ya? Atau karena dia orang terkaya di dunia, jadi kalian nggak berani tangkap dia?"

Dengan ekspresi canggung dan keringat dingin bercucuran, para polisi di sekitar terus menjelaskan, "Bu, apa ada yang salah paham di sini? Pak Yanto ...."

Gadis itu mengentak kaki dengan kesal. "Salah paham apa? Kalau kalian nggak berani tangkap dia, aku akan lapor di kantor polisi lain."

Begitu gadis itu selesai berbicara, terdengar suara rem mobil mendadak dari luar kantor polisi.

Begitu sebuah sedan hitam berhenti, Yanto yang mengenakan setelan jas hitam yang pas di badan berjalan masuk dengan ekspresi dingin dan tegas. Wajah tampannya yang nyaris sempurna ditambah aura kuat yang begitu dominan, membuat suasana di seluruh lobi langsung hening. Dia langsung menatap Veronica dan mengernyitkan alis, lalu berkata dengan nada dingin, "Kenapa kamu di sini?"

Tenggorokan Veronica tegang sejenak, lalu menjawab dengan suara serak, "Polisi ... telepon aku."

Ekspresi Yanto menjadi makin dingin, lalu berkata dengan nada yang tak bisa dibantah, "Di sini nggak ada urusanmu lagi, kamu pulang dulu."

Setelah mengatakan itu, Yanto tidak menatap Veronica lagi dan langsung berjalan mendekati gadis yang membuat keributan itu.

Adegan berikutnya membuat Veronica seperti disambar petir dan darah di tubuhnya seolah-olah langsung membeku. Yanto yang selalu terlihat berkuasa dan dingin ternyata rela merendahkan diri dan berjongkok di depan gadis itu.

Yanto mengangkat kepala, lalu menatap gadis itu. Dia berbicara dengan suara lembut dan manja yang belum pernah didengar Veronica sebelumnya, bahkan membujuk dengan hati-hati. "Sayang, siapa lagi yang bikin kamu kesal? Huh?"

Mata gadis yang bernama Lucinta itu langsung memerah dan bibirnya secara refleks cemberut dengan manja. "Yah kamu. Kamu nggak balas pesanku dalam tiga detik. Jadi, aku marah dan datang ke sini buat melaporkan kamu atas tuduhan memakai jasa prostitusi."

Alasan yang tidak masuk akal itu membuat semua orang di sekitar tercengang dan menarik napas.

Namun, Yanto bukan saja tidak marah setelah mendengar ucapan itu, dia malah tertawa pelan. Dia mengulurkan tangan dan membelai pipi Lucinta, lalu berkata dengan nada yang sangat memanjakan, "Oke, oke. Ini salahku. Karena kamu melaporkanku atas tuduhan itu dan mau menangkapku, bagaimana kalau aku benar-benar masuk penjara beberapa hari agar amarahmu reda?"

Saat mengatakan itu, Yanto benar-benar mengulurkan tangannya ke arah polisi di samping dan mengisyaratkan agar diborgol.

Polisi itu sampai ketakutan dan wajahnya menjadi pucat.

Asisten Yanto buru-buru maju menjelaskan, "Bu Lucinta salah paham. Pagi ini Pak Yanto mengalami sedikit kecelakaan dan lengannya terluka, jadi dia terus di rumah sakit untuk menangani lukanya. Baterai ponselnya juga sudah habis dan otomatis mati, jadi dia nggak sempat balas pesanmu. Tolong jangan marah."

Begitu mendengar ucapannya, Lucinta langsung panik. Dia segera meraih tangan Yanto dan memang terlihat perban putih di balik ujung lengan jasnya. Air matanya langsung menetes. "Kamu terluka ya? Kenapa nggak bilang dari tadi?"

Namun, Yanto hanya mengusap air mata Lucinta dengan lembut. "Bagaimanapun juga, aku sudah janji akan selalu balas pesanmu secepat kilat. Aku salah karena aku nggak menepatinya, jadi aku memang pantas dihukum."

Tangisan Lucinta makin keras, lalu langsung menerjang masuk ke pelukan Yanto. "Kenapa kamu sebaik itu sama aku ...."

Yanto memeluk Lucinta, lalu berkata dengan lembut, "Karena aku mencintaimu. Sayang, karena ini salahku, kamu mau gimana hukum aku?"

Lucinta yang tadinya menangis, langsung tertawa lagi. Matanya berputar-putar, lalu menunjuk lantai sambil cemberut. "Kalau begitu, aku mau naik kuda-kudaan di sini."

Ekspresi asisten langsung berubah. Dia baru saja hendak mencegah, tetapi Yanto sudah mengangkat tangan untuk menghentikannya.

Yanto menatap Lucinta dengan tatapan penuh kasih sayang. "Harus di sini ya?"

"Harus di sini!" balas Lucinta.

"Baik."

Yanto sama sekali tidak ragu, melainkan benar-benar melakukannya di depan begitu banyak orang. Dia rela merendahkan diri dengan berlutut dan merangkak di lantai, lalu berkata dengan lembut, "Naiklah."

Lucinta tertawa bahagia. Dia menduduki punggung Yanto dengan cekatan, seperti seorang putri kecil yang angkuh.

Sementara itu, Yanto yang merupakan raja bisnis yang selama ini menguasai berita finansial dunia dan sosok yang selalu tegas, kini malah rela merangkak sambil menggendong putri kecilnya. Tidak ada rasa kesal sedikit pun di ekspresinya, hanya dipenuhi toleransi dan kasih sayang.

Suasana di seluruh kantor polisi menjadi sunyi senyap karena semua orang tidak berani berkutik.

Hanya Veronica yang menutup mulutnya dengan erat, lalu air matanya mengalir deras. Jika bukan karena melihatnya sendiri, sampai mati pun dia tidak akan percaya Yanto yang dingin dan tak berperasaan akan seperti ini. Yanto yang selama ini hanya memikirkan pekerjaan, ternyata memiliki sisi diri yang seperti ini.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
21 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status