Short
Janji Kosong Suami Pengkhianat

Janji Kosong Suami Pengkhianat

Oleh:  BlessyTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
23Bab
0Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Operasinya berjalan dengan lancar, janinnya sudah dikeluarkan, nggak ada sisa di dalam rahim." Pada hari peringatan tiga tahun pernikahan, anak Tracy yang belum sempat lahir telah tiada. "Tracy! Gimana keadaanmu?" Sahabat karibnya, Shelly, mengenakan jas putih dan bergegas mendorong pintu masuk, bertanya dengan penuh rasa iba. "Thomas selingkuh." Ekspresi Tracy tampak suram. Tiga tahun lalu, pada hari dia dan Thomas mendaftarkan pernikahan mereka, dia pernah berkata kepada Thomas, "Kalau kamu selingkuh, aku akan meninggalkanmu selamanya." Saat itu, Thomas bersumpah dengan sungguh-sungguh, "Kalau aku selingkuh, biarlah reputasiku hancur dan biarlah aku nggak pernah bisa bertemu denganmu lagi!" Namun, baru kemarin Tracy mengetahui bahwa ternyata Thomas sudah diam-diam hidup bersama Yasmin selama lebih dari setengah tahun. Bahkan Yasmin sama sepertinya, juga sudah hamil dua bulan.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Operasinya berjalan dengan lancar, janinnya sudah dikeluarkan, nggak ada sisa di dalam rahim."

Pada hari peringatan tiga tahun pernikahan, anak Tracy yang belum sempat lahir telah tiada.

"Tracy! Gimana keadaanmu?" Sahabat karibnya, Shelly, mengenakan jas putih dan bergegas mendorong pintu masuk, bertanya dengan penuh rasa iba.

"Thomas selingkuh." Ekspresi Tracy tampak suram.

Tiga tahun lalu, pada hari dia dan Thomas mendaftarkan pernikahan mereka, dia pernah berkata kepada Thomas, "Kalau kamu selingkuh, aku akan meninggalkanmu selamanya."

Saat itu, Thomas bersumpah dengan sungguh-sungguh, "Kalau aku selingkuh, biarlah reputasiku hancur dan biarlah aku nggak pernah bisa bertemu denganmu lagi!"

Namun, baru kemarin Tracy mengetahui bahwa ternyata Thomas sudah diam-diam hidup bersama Yasmin selama lebih dari setengah tahun. Bahkan Yasmin sama sepertinya, juga sudah hamil dua bulan.

Setelah semalaman tidak tidur, pagi ini Tracy mendapati kondisi janinnya tidak beres. Dia segera pergi ke rumah sakit. Setelah diperiksa, barulah diketahui bahwa detak jantung janin itu sudah berhenti.

"Aku bahkan nggak tahu apakah anakku laki-laki atau perempuan." Saat menyebut anak itu, Tracy akhirnya meneteskan air mata.

"Thomas bajingan itu! Aku akan mencarinya!" Shelly sangat marah. Dia bangkit dan hendak keluar.

Namun, Tracy menarik tangan Shelly. "Shelly, soal anak ini, jangan beri tahu dia."

Shelly tertegun sejenak, lalu menenangkan diri. "Ya sudahlah. Tapi setelah ini apa rencanamu?"

Tracy menatap ke luar jendela. Suaranya dingin saat menyahut, "Aku berencana kembali ke Germina."

"Bagus juga. Dengan pengaruh ayahmu di Germina, Thomas jangan harap bisa bertemu kamu lagi seumur hidup." Shelly menekan rasa enggan di hatinya dan menggenggam tangan Tracy.

"Selain itu, aku juga nggak perlu repot-repot memikirkan perceraian dengannya."

Keluarga Indrawan sudah lama pindah ke Germina dan Tracy berkewarganegaraan Germina. Saat dia menikah dengan Thomas, mereka tidak mengadakan upacara pernikahan di Germina sehingga pernikahan mereka tidak sah secara hukum di sana.

Shelly tentu mengetahui hal ini. Dia mengangguk. "Kapan kamu mau pergi?"

"Aku berencana mengalihkan restoranku dulu, kira-kira seminggu lagi."

Sejak kecil, Tracy ingin kembali ke tanah air untuk berkembang. Setelah akhirnya mendapat persetujuan orang tuanya, barulah dia datang ke Rinida dan membuka restorannya sendiri. Di sanalah dia mengenal Thomas.

Pacaran dua tahun, menikah tiga tahun. Tracy tak pernah menyangka Thomas akan berselingkuh. Namun, fakta sudah terpampang di depan mata. Sekarang dia hanya ingin pergi.

Shelly masih harus melakukan operasi. Setelah menemani Tracy sebentar, dia pun pergi.

Tracy berbaring di ranjang rumah sakit, menatap langit-langit kamar dengan lelah dan terbengong.

Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Itu pesan dari Yasmin.

[ Hari ini ulang tahun pernikahan kalian, 'kan? Thomas memesankan kamar untukku di Hotel June. Coba tebak malam ini kami mau melakukan apa? ]

[ Thomas ini benar-benar ya .... Aku sudah hamil, tapi dia tetap nggak mau melepaskanku. ]

Tracy menatap pesan dari Yasmin, hanya merasa perih di mata.

Saat itu, telepon dari Thomas masuk.

"Tracy, kamu di mana? Aku sudah menyiapkan kejutan ulang tahun pernikahan, aku jemput kamu." Suara Thomas tetap selembut biasanya, penuh kasih sayang.

Tracy tidak mengerti bagaimana pria ini bisa tetap bersikap penuh cinta padanya, padahal dia jelas-jelas punya selingkuhan di luar sana.

Melihat Tracy diam, nada bicara Thomas menjadi agak cemas. "Tracy, kenapa kamu diam saja?"

"Nggak apa-apa. Kamu di mana? Nanti aku ke sana."

"Aku di Hotel June. Atau aku jemput kamu saja?" Thomas masih belum menyerah.

"Sebentar lagi ulang tahunmu. Aku sedang menyiapkan hadiah untukmu. Kalau kamu datang, nanti bukan kejutan lagi." Tracy menarik sudut bibirnya, matanya penuh dengan hawa dingin.

"Tracy, kamu baik sekali padaku! Kalau begitu, aku menunggumu di hotel. Cepat datang ya!" Setelah berkata demikian, Thomas menutup telepon dengan tak sabar.

Tracy menatap nama Thomas di layar ponselnya dengan dingin. "Heh, semoga setelah kamu melihat kabar kematian anakmu, kamu masih bisa sebahagia ini."

Setelah beristirahat sebentar, Tracy menyeret tubuhnya yang masih agak lelah dan kembali ke restorannya.

Begitu masuk, seorang wanita berpakaian profesional segera menyambutnya. "Bukankah kamu bilang hari ini nggak bisa datang?"

Wanita itu adalah mitranya, Suri.

Tracy tersenyum tipis. "Aku datang untuk membicarakan sesuatu denganmu."

Suri telah bekerja sama dengan Tracy selama bertahun-tahun. Sekilas saja dia tahu Tracy punya hal penting untuk dibicarakan.

Keduanya kembali ke kantor. Tracy pun langsung ke intinya. "Aku ingin mengalihkan restoran ini kepadamu."

"Kenapa tiba-tiba begitu?" Suri tampak bingung.

"Aku akan kembali ke Germina dan ke depannya juga nggak akan kembali lagi. Jadi kupikir, lebih baik restoran ini dialihkan kepadamu." Tracy menerima air panas yang diserahkan Suri, menunduk dan meneguknya.

"Kembali ke Germina? Apa Pak Thomas tahu?" Suri mengerutkan kening.

"Dia nggak tahu. Kamu juga jangan beri tahu dia."

Melihat Tracy sedang tidak dalam suasana hati yang baik, Suri pun tidak bertanya lagi. "Selama aku masih mengelolanya, kamu tetap pemegang saham restoran ini. Setelah sampai di Germina, kasih aku satu rekening. Setiap bulan aku akan membagikan dividen kepadamu."

Melihat ekspresi Suri yang serius, Tracy pun tidak menolak lagi.

Setelah membahas beberapa detail lainnya, Tracy meninggalkan restoran dan bersiap menuju Hotel June. Dia ingin melihat sendiri, kejutan apa lagi yang telah disiapkan oleh dua orang itu untuknya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
23 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status