Masuk"Bu Teresa, berkas pengunduran dirimu sudah disetujui oleh Pak Alex, tapi dia nggak sadar bahwa yang mengundurkan diri adalah kamu. Perlu aku ingatkan dia?" Mendengar kabar dari telepon itu, Teresa perlahan menundukkan pandangan, "Nggak perlu. Biarkan saja seperti ini." "Tapi kamu sudah empat tahun jadi sekretaris di sisi Pak Alex. Dia paling puas dengan kinerjamu dan juga paling nggak bisa lepas darimu. Soal pengunduran diri ini, apa kamu benar-benar nggak mau mempertimbangkannya lagi?" Bagian personalia membujuk dengan sabar, tetapi Teresa hanya tersenyum kecil.
Lihat lebih banyakSetahun kemudian, Ivy menerima pesan singkat dari Teresa. Sahabatnya akan menikah dan mengundangnya menjadi pendamping pengantin!Ivy begitu senang sampai tak bisa menahan diri. Dia langsung mengesampingkan semua pekerjaannya dan membeli tiket untuk terbang ke sana. Tentu saja, Alex juga mengetahui kabar ini dari adiknya.Tangannya membeku sejenak, lalu dia menundukkan pandangan, berpura-pura tidak peduli saat bertanya, "Cepat sekali sudah mau nikah?"Selama setahun ini, dia sering mengetahui kabar terbaru Teresa dari adiknya, juga tahu bahwa Teresa memiliki seorang pacar yang sangat mencintainya. Namun, dia tidak menyangka bahwa Teresa akan segera menikah.Tak jelas perasaan apa yang ada di hatinya. Alex hanya merasa pandangannya menjadi kabur, tak bisa melihat jelas tulisan di bawah pena. Dia mendengar suara Teresa dari ponsel Ivy yang disetel pengeras suara. Terdengar lembut dan hangat."Ya, memang sudah saatnya nikah. Aku akhirnya bertemu orang yang cocok dan nggak ingin menunggu l
Selama periode ini, Felly disiksa dengan sangat menyedihkan. Dia tidak makan dengan cukup dan tidak tidur dengan layak. Semua hal yang dulu pernah dia lakukan pada Teresa kini kembali menimpanya berlipat ganda.Di ruang bawah tanah, dia gemetar ketakutan. Saat melihat pintu terbuka dan cahaya masuk, dia sempat tidak bereaksi, sampai Alex melangkah masuk. Barulah dia tersadar, lalu merangkak cepat dan memeluknya erat seperti melihat jerami penyelamat."Alex, aku salah! Maafkan aku! Aku nggak akan pernah lagi mengganggumu dan Teresa! Aku akan pergi sejauh mungkin, nggak akan lagi mengganggu kalian. Lepaskan aku! Aku benar-benar tahu aku salah!"Sambil memohon, wanita itu menangis tersedu-sedu. Keadaannya tampak sangat menyedihkan.Alex tidak berbicara. Dia menatap wajah itu dengan saksama. Kemurnian dan kecantikannya telah hilang, yang tersisa hanyalah hasrat dan keserakahan tanpa akhir. Mengapa dirinya bisa kehilangan orang terpenting demi wanita seperti ini?Memikirkan hal itu membuat
Tak lama kemudian, Ivy datang. Begitu menerima telepon dari Teresa, dia langsung bergegas ke sana. Sudah sebulan mereka tidak bertemu. Begitu Ivy tiba, dia langsung menerjang ke pelukan sahabatnya."Ivy!"Ekspresi Teresa pun melunak. Dia memeluk Ivy."Ivy, kamu datang."Mereka duduk bersama dan berbincang sebentar. Saat tiba waktunya berpisah, Ivy tak kuasa merasa bersalah."Maaf, aku seharusnya nggak luluh dan membiarkan kakakku mencarimu. Aku malah merepotkanmu dengan begitu banyak masalah."Teresa mencubit pipinya pelan. "Nggak apa-apa. Meskipun kamu nggak bilang apa-apa, Alex tetap akan mencari cara sendiri. Daripada sakit berkepanjangan, lebih baik sakit sebentar dan semuanya diperjelas."Meskipun begitu, Ivy tetap merasa sangat tidak enak hati. Dia sendiri tidak menyangka kakaknya bisa segila itu sampai nekat kehujanan semalaman tanpa peduli nyawanya. Dia menoleh ke arah Alex yang tidak jauh dari mereka. Alex menatap ke arah mereka dengan penuh kerinduan tertahan.Akhirnya, Ivy t
Dia terus duduk terpaku di kafe itu. Hingga tempat itu tutup, barulah dia pergi.Dia tidak tahu harus berbuat apa. Hatinya dipenuhi rasa sakit. Justru karena itulah, dia semakin jelas menyadari betapa pentingnya Teresa baginya. Dia benar-benar telah kehilangan Teresa!Seandainya Felly tidak kembali .... Seandainya dia lebih cepat menyadari bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Teresa .... Seandainya dia tidak mengecewakan Teresa ....Kemungkinan-kemungkinan yang tak terhitung jumlahnya melintas di benak Alex, tetapi dia sudah tidak memiliki jalan untuk kembali.Dengan perasaan linglung, dia berjalan di jalanan luar negeri. Tiba-tiba, kilat menyambar, disusul hujan deras. Orang-orang di jalan berlarian pulang untuk berteduh, tetapi Alex tidak tahu harus pergi ke mana.Dia berjalan di tengah hujan sambil melafalkan nama Teresa. Seluruh tubuhnya basah kuyup. Tiba-tiba, ponselnya berdering. Dengan penuh harap, dia mengambil ponselnya. Pesan dari Ivy.[ Kak, pulanglah. ]Menatap kalimat itu,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.