Share

Bab 55  

Author: ararasa
last update publish date: 2026-08-31 03:52:47

Seorang dokter pria dan suster wanita yang mencatat data-data kesehatan Felix, berdiri di sebelah kasur Felix.

Agnes berdiri menunggu bersama seorang Polisi yang belum dikenalnya.

Wajah Felix sudah lebih berwarna dari sebelumnya, tapi matanya masih terlihat kosong. Ia menatap Agnes, kakaknya yang selalu dianggap anak yang paling hebat oleh papa dan mamanya.

Dokter memeriksa perut dan dada Felix dengan stestoskop, “Apakah sakit?”

Felix meng

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 125

    Agnes terbangun perlahan di kamar utama Daniel yang terasa begitu mengikat. Kelopak matanya menyipit saat berkas sinar matahari pagi menembus celah gorden, membiaskan pendar redup di atas tempat tidur raksasa itu. Di balik selimut tebal berlapis kain katun premium yang lembut dan nyaman, tubuhnya polos tanpa selembar benang pun. Gesekan kain halus itu di kulitnya mendadak memicu sensasi ngilu yang samar—sebuah pengingat fisik yang nyata atas badai keintiman yang baru saja merubuhkan seluruh pertahanan dirinya tadi malam. Wangi tubuh Daniel yang maskulin—perpaduan antara aroma kayu cendana dan kehangatan kulit pria itu—masih melekat amat jelas di badannya, seolah mengunci Agnes dalam bayang-bayang presensi pria

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 124

    “Halo?” Agnes akhirnya memberanikan diri menekan ikon hijau dan menempelkan gawai ke telinganya. Suaranya bergetar tipis, memancarkan kerapuhan yang selama seminggu ini ia sembunyikan rapat-rapat di balik ketegaran palsunya.Vivi mencondongkan tubuhnya di samping Agnes, mata sahabatnya membelalak penuh keingintahuan, berusaha keras menangkap helai-helai percakapan di balik pengeras suara. Namun, desis halus di seberang sana terlalu kedap untuk ditembus oleh pendengaran orang lain.“Kamu di mana?” tanya Daniel. Suara bariton itu menyapu gendang telinga Agnes, menyebarkan sengatan dingin yang sekaligus membakar kerinduan di dasar sukmanya.“Di rumah Vivi,&r

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 123

    “Masuk,” ucap Vivi seraya memutar daun pintu, memberikan jalan bagi Agnes untuk menyusup ke dalam kehangatan huniannya.Agnes melangkah masuk dengan gestur yang rapuh, membawa serta beban keputusasaan yang masih menggelayut kaku di pundaknya. Ia menjatuhkan diri di atas sofa ruang tamu yang sekaligus berfungsi sebagai area menonton televisi, membiarkan tubuhnya tenggelam dalam empuknya bantalan. Pandangan matanya menyapu sekeliling, mencari presensi lain. “Kakak kamu... ada di rumah?”Vivi menggelengkan kepala pelan. “Lagi ada jadwal terbang,” sahutnya ringkas. Tanpa membuang waktu, Vivi berjalan menuju area meja makan yang menyatu secara terbuka dengan ruang tengah. “Makan yuk, aku tadi sempat beli mi tektek.”“Aku masih kenyang, Vi,” tolak Agnes halus. Suaranya terdengar begitu tipis dan tak berdaya.“Makan berdua aja.

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 122

    Ketukan pelan berturut-turut di pintu ruang kerja memecah keheningan yang sejak tadi membekap Agnes. Keheningan itu sebenarnya terasa sangat melelahkan, dipenuhi gema ingatan dan bayang-bayang kecemasan yang tak henti-hentinya merayapi relung jiwanya. Ruang konseling yang biasanya menjadi suaka tempat ia mengurai benang kusut kehidupan orang lain, kini terasa seperti kurungan dingin yang menghimpit dada.“Masuk,” ucap Agnes pelan, memaksakan intonasi suaranya agar terdengar tegar dan profesional.Pintu kayu beritur halus itu terdorong terbuka, menampilkan sosok Lanang. Pria itu menyunggingkan senyum hangat yang jujur tanpa selubung pretensi—sebuah kontras yang cukup menyegarkan di tengah atmosfer klinik yang mencekam sejak skandalnya mencuat. Lanang mengangguk sopan, meminta izin untuk masuk dan mengajak Agnes berbincang sejenak mengenai sebuah kasus yang membingungkannya.Meskipun di dala

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 121

    Tujuh fajar telah berlalu, dan setiap kali kelopak matanya terbuka menyambut terang, Agnes terbangun dengan perasaan hampa yang pekat. Ada beban tak kasatmata—seperti sebongkah batu raksasa—yang menindih tepat di tengah dadanya, menyiksa setiap helaan napas yang berusaha ia hirup. Tujuh hari berlalu, namun ingatan tentang malam itu tak pernah terkikis sedikit pun. Sensasi dingin dan sayatan perih ketika Daniel membanting pintu penthouse itu masih terngiang begitu nyaring di telinganya, menyisakan gema keputusasaan yang terus berulang tanpa ampun.Setiap pagi, dalam remang ruang tengah yang lengang, ilusi tentang Daniel kembali merayap menguasai pikirannya. Agnes masih bisa membayangkan gambaran itu dengan teramat jelas: Daniel yang berdiri tegap di sudut dapur dengan kaus olahraga yang basah oleh keringat, napasnya sedikit memburu setelah berlari, lalu meneguk protein shake hingga kandas dalam satu tegukan panjang. Pria itu selalu memiliki aroma keringat yang mask

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 120

    Hening yang membekukan melapisi seluruh kabin mobil yang dikemudikan oleh Deri. Sepanjang perjalanan membelah riuhnya lalu lintas kota menuju penthouse, tak ada satu pun patah kata yang terucap dari bibir Daniel maupun Agnes. Lidah mereka seolah terkelu oleh krisis emosional yang teramat dahsyat, meninggalkan atmosfer berat yang menyesakkan dada. Deri yang mengemudi di depan pun hanya bisa melirik dari kaca spion dengan raut prihatin yang amat dalam, tak berani memecah keheningan yang sarat akan duka tersebut.Bayangan kejadian beberapa puluh menit lalu masih berputar liar di kepala Agnes, menggeledah sisa-sisa kewarasannya. Tepat setelah Sabina mengambil alih podium dan dengan nada penuh kebanggaan mengumumkan pernikahan dirinya dengan Daniel—pada tanggal dan lokasi yang sama persis dengan yang telah direncanakan Daniel untuk Agnes—dunia Agnes rasanya runtuh seketika. Dengan sisa tenaga yang hampir habis, Agnes melangkah kaku melarikan diri ke dalam ruang tunggu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status