MasukSore harinya, Jason menelepon Kelly. Setelah tahu Kelly masih harus lembur, dia pun mengendarai mobil untuk pulang ke kediaman lama duluan.Yana tidak bertemu dengan Jason semalaman. Dia langsung memeluk leher Jason, tidak ingin melepaskan Jason. “Ayah, aku kangen sama Ibu. Kenapa Ibu nggak datang bersama Ayah?”Jari tangan Jason mengusap hidung kecil Yana, lalu berkata dengan tersenyum, “Sebentar lagi, Ayah akan pergi jemput Ibu.”Yana merasa sangat gembira. “Malam ini aku mau tidur sama Ibu.”“Oke, biar Ibu baca cerita untuk kamu!”Aldrich merasa belakangan ini Jason selalu pulang sendiri. Dia pun bertanya, “Apa pekerjaan Kelly sibuk sekali … sampai mesti lembur terus?”Jason duduk di sofa, lalu membujuk Yana. Setelah itu dia berkata dengan tersenyum datar, “Sebenarnya semua ini juga salah aku. Proyek dari gedung Gunawan Group sudah membuat nama Kelly jadi terkenal. Sekarang, ada banyak orang yang mencarinya.”Aldrich tersenyum ramah. “Kamu tidak perlu menjelaskan. Aku merasa anak mu
“Jadi, pada akhirnya memang demi aku atau demi barang pemberian Kiara, makanya kamu sengaja membocorkan jadwalku kepadanya?” Jason sudah tidak memiliki kesabaran untuk berdebat dengan Tina. “Keluar!”Tina merasa gugup dan takut. Dia sudah tidak ingin melakukan pembelaan apa-apa, melainkan membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi.Semalam, saat Tina mengantar dokumen ke dalam ruangan, dia memang kedengaran Jason sedang menelepon kekasihnya. Dia tahu kekasihnya tidak bisa menemani Jason untuk menghadiri acara jamuan, makanya dia sengaja untuk membocorkannya kepada Kiara.Tina mengira Jason tidak akan memedulikannya. Siapa sangka ….Tina sungguh merasa menyesal. Dia telah menghilangkan kesempatan bekerja di Gunawan Group demi kalung seharga beberapa puluh juta.Di dalam ruang kerja, asisten yang satu lagi tidak berani bernapas. Dia tahu suasana hati atasannya sedang tidak bagus. Lantaran takut terlibat dan siapa tahu Jason sedang memberi contoh kepadanya, raut wajahnya juga semakin serius
Saat Jason kembali ke rumah, lampu di dalam ruang tamu masih dalam keadaan menyala. Ruangan seketika terasa hening.Jason pergi ke ruang baca. Ternyata Kelly masih berada di sana. Dia bersandar di atas meja dengan ketiduran. Komputer masih dalam keadaan menyala. Kertas-kertas berserakan di atas meja. Pena di tangannya menekan bagian pipinya hingga menunjukkan bekas, membuat orang yang melihatnya merasa luluh dan ingin tertawa.Jason membantu Kelly untuk mematikan komputernya, lalu menggendong Kelly.Kelly bersandar di atas pundak Jason. Dia memejamkan matanya sembari bergumam, “Kak Jason ….”“Aku gendong kamu untuk tidur di kamar,” balas Jason dengan nada rendah.Setelah kembali ke kamar utama, Jason menurunkan Kelly ke atas ranjang, lalu mencium pipi sampingnya. “Aku pergi mandi. Kamu tidur dulu.”Pria itu mengatur cahaya lampu di atas nakas menjadi lebih redup. Kemudian, dia melepaskan jasnya, melepaskan dasi, lalu berjalan ke dalam kamar mandi.Saat Jason kembali, Kelly masih berpos
“Dengar-dengar waktu ke luar negeri waktu itu, Jason pernah menahannya. Setelah dia pergi, Jason juga nggak pacaran selama setengah tahun. Dapat diketahui posisi wanita itu berbeda di hati Kak Jason. Kamu mesti hati-hati, ya!”Kelly terdiam sejenak, lalu bertanya, “Apa uang 20 miliar itu sudah di tanganmu?”Yerin tertegun sejenak. “Apa?”Kelly berkata, “Kalau kamu ada waktu, lebih baik kamu periksa apakah uangmu sudah dihabiskan kekasihmu atau belum!”Selesai berbicara, tanpa menunggu Yerin meluapkan amarahnya, Kelly duluan mengakhiri panggilan dan menyimpan ponselnya.Saat ini, tuan rumah dari acara kali ini, presdir dari Wyndra Group, Edu Wyndra, sedang merangkul lengan Syifa, lalu mengumumkan kepada semuanya. “Putriku, Syifa, baru saja pulang dari sekolah di luar negeri. Kelak, Syifa adalah penerus dari seluruh Wyndra Group ….”Syifa ….Kelly menatap perempuan yang kelihatan gembira karena digandeng ayahnya. Akhirnya Kelly bisa melihat jelas wajah wanita itu. Dia memang cantik sekal
Kiara tidak perlu membuktikan seperti apa hubungan dirinya dengan Jason. Selama dia dan Jason muncul bersama, wibawa Jason di Kota Jembara sudah cukup untuk membuat abang keduanya merasa segan. Jika dia ingin menindas Kiara, dia pasti akan berpikir dua kali.Jason menatapnya dengan mata yang elegan dan datar. “Boleh. Tapi mungkin aku tidak punya banyak waktu untuk menjagamu.”“Tuan Jason nggak perlu menjagaku secara khusus. Cukup biarkan abangku melihat aku muncul bersama kamu saja!”Jason mengangguk dengan datar, lalu melanjutkan langkahnya ke depan. Kiara pun segera mengikutinya.…Kelly menuruni mobil. Tadinya dia ingin menghubungi Jason, tetapi dalam sekilas mata, dia dapat melihat bayangan tubuh pria tampan di bawah cahaya berkilauan. Dalam sekilas mata juga, dia dapat melihat wanita di sisinya.Kelly berdiri di tempat. Setelah ragu beberapa saat, dia baru ikut berjalan ke dalam. Kelly melihat papan instruksi dari lobi, lalu naik ke lantai 11, kemudian memasuki aula.Aula sangat l
Sebelumnya, Laura lembur untuk menemani Kelly. Hari ini, Kelly juga sudah berjanji untuk membantu Laura.Saat Jason mendengar Kelly akan lembur lagi, dia kelihatan sangat kecewa, tetapi dia tidak berkata lain. “Setelah acara jamuan selesai, aku akan pergi menjemputmu.”“Maaf, Kak Jason,” kata Kelly dengan suara ringan.“Ngapain ngomong maaf sama aku? Kamu pergi sibuk sana.” Terdengar rasa toleransi dan kasih sayang di dalam suara Jason.“Emm,” balas Kelly.Di Gunawan Group.Jason memutuskan panggilan. Dia menatap ponsel dengan kening sedikit berkerut.Kelly sangat sibuk. Waktu interaksi mereka berdua juga semakin sedikit, membuat dia tidak merasa mereka berdua sedang berpacaran.Biasanya sang pria yang sibuk, sang wanita akan selalu takut kehilangan. Namun, kondisi malah berbalik dalam hubungan mereka.Jason pun tersenyum menyindir. Ternyata hari seperti ini akan terjadi pada dirinya!Setelah memutuskan panggilan, Kelly menggigit bibirnya sejenak sembari berpikir. Pada akhirnya, dia me
Bahkan kosmetik di atas meja rias dan pakaian di dalam lemari, semuanya adalah pembelian Reza.Saat Sonia meninggalkan rumah ini, dia membalikkan kepalanya melihat tempat yang ditinggalinya selama satu tahun ini. Dia kepikiran dengan hubungan mesranya dengan Reza selama ini. Dia sungguh merasa semuan
Thalia merasa kaget. Dia spontan melirik sekeliling, lalu menunduk. “Beberapa hari ini, Pak Reza nggak datang untuk jemput Sonia. Aku kira merasa lagi berantem. Tapi tadi aku dengar Sonia lagi telepon sama Pak Reza. Sepertinya Pak Reza akan datang menjemputnya.”Gerakan tangan Gina berhenti. Terlinta
Sonia menatap Ranty yang dibawa pergi oleh orang-orang, lalu memalingkan kepalanya melihat kedua lelaki yang sedang menjaganya. Wajah si wanita yang cantik itu terlihat sangat diam. Dia hanya lanjut meminum alkohol saja.Kedua lelaki yang menjaga Sonia saling bertatapan. Dia membatin, ‘Besar sekali n
“Emm, aku pergi dulu. Semuanya bekerja yang giat, ya, biar bisa menghasilkan banyak uang lagi!” Tasya tersenyum sambil melambaikan tangannya. “Sampai jumpa!”Bruno, Leon, dan yang lain mengantar Tasya keluar restoran. Mereka menatap taksi yang ditumpangi Tasya melaju pergi.Kemudian, Bruno naik ke lan







