LOGINSandora yang menunjukkan ekspresi murung itu tidak berbicara.Kenzo melanjutkan, “Sewaktu di rumah sakit waktu itu, kita juga sudah sepakat. Aku akan mengurusmu, sedangkan Kelly mengurus Ayah. Surat tanggung jawab menafkahi orang tua juga sudah kami tanda tangan. Kamu jangan ikut campur dalam masalah Kelly lagi. Kehidupan Kelly sudah tidak ada hubungannya sama kita lagi.”Sandora tersenyum dingin. “Aku tidak peduli kalian tanda tangan surat perjanjian apa. Kelly itu putriku. Kenyataan ini tidak bisa diubah!”Kenzo langsung menghentikan mobilnya dan berkata dengan suara berat, “Apa kamu masih menginginkan putramu lagi?”Mata Sandora terbelalak tanda tidak percaya. “Kenzo, apa kamu lagi mengancamku? Ibu melakukannya juga demi kebaikanmu!”“Kamu melakukannya bukan demi kebaikanku, lebih tepatnya kamu sudah mencelakaiku! Seandainya kita sekeluarga bisa menghadapi suka dan duka bersama, apalagi tidak mengkhianati Kelly, kita masih bisa menjadi keluarga yang harmonis. Justru karena kamu pili
Saking marahnya, Iwan hampir saja berdiri. Wajahnya kelihatan sangat gusar. “Apa ucapanmu patut dikatakan seorang manusia? Waktu itu, aku lagi berbaring di dalam ruangan ICU. Setelah kamu datang, kamu takut disuruh ganti rugi, makanya kamu segera memutuskan hubungan sama aku, lalu mendorong semua beban ke diri Kelly. Sekarang, kamu malah memutarbalikkan fakta!”Sandora berkata dengan murka, “Kalau yang aku katakan itu bukan omongan manusia, jadi apa yang kalian lakukan itu perbuatan manusia? Saat hidup susah, aku berusaha untuk bertahan. Sekarang giliran kehidupan sudah membaik, kalian semua malah menyembunyikannya dariku. Kalian diam-diam menikmati rezeki ini.”Iwan berkata, “Kenapa kami bisa menyembunyikannya darimu? Kamu sendiri juga jelas!”Terlihat ekspresi sedih di wajah Sandora. “Iwan, kamu punya hati nurani tidak. Saat masih muda dulu, kamu berjudi dan berutang. Aku yang membantumu untuk membayar utangmu. Aku sendirian membesarkan dua anak, sedangkan kamu hanya bersembunyi dan
Kenzo segera berkata, “Aku mengerti. Aku akan berlagak tidak tahu apa-apa.”Bahkan saat Kelly bertunangan dan menikah, Kenzo juga tidak berencana ke sana.Sebagai seorang abang, Kenzo sangat pengecut dan tidak berdaya. Dia tidak sanggup melaksanakan tanggung jawabnya menjadi seorang abang. Tentu saja dia tidak memiliki muka untuk muncul di hari besar dalam hidup Kelly.Pintu kamar tidak ditutup rapat. Saat Kenzo membuka pintu kamar, dia dan Iwan pun terbengong di tempat.Sandora sedang duduk di sofa. Ketika melihat mereka berdua kembali, dia segera berdiri untuk menyambut kedatangan mereka. Tampak senyuman yang sudah lama tidak diperlihatkan Sandora di wajahnya. “Iwan, gimana kabarmu?”Iwan bertanya dengan kaget, “Kenapa kamu bisa ada di sini?”“Aku …,” Sandora terbata-bata tidak bisa menjawabnya.Semalam, saat Sandora menguping pembicaraan Kenzo, dia takut Kenzo akan benar-benar memberikan uang itu kepada Kelly. Jadi saat melihat Kenzo keluar rumah hari ini, dia pun diam-diam mengikut
Satu bulan kemudian, Jason mengakuisisi Perusahan Desain Mirza untuk dijadikan hadiah tunangan kepada Kelly.Mengenai apa yang terjadi berikutnya, sementara tidak diungkit dulu.…Kenzo baru saja pulang kerja dan memasuki rumah. Saat ini, Sandora sedang memasak. Pintu kamar utama sedang tertutup rapat. Tanpa perlu ditebak, Kenzo juga tahu bahwa Wilona sedang berbaring di atas ranjang sembari menonton sinetron.Kenzo memberi salam kepada Sandora, lalu masuk ke kamar sebelah. Setelah pintu kamar ditutup, dia mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Kelly, “Kelly, apa kabarmu?”Suara Kelly terdengar lembut dan datar. “Apa Kak Kenzo ada urusan?”Kenzo merendahkan suaranya. “Aku baru dapat bonus, ada 100 juta. Aku akan transfer ke kamu. Kamu jangan buru-buru untuk menolak. Aku tahu biaya bulanan Ayah di panti jompo sangat besar. Kamu tidak mungkin terus meminta dari Tuan Jason. Ayah itu tanggung jawab kita berdua. Sudah seharusnya aku mengeluarkan bagianku.”Kelly tetap menolak. “Nggak usah.
Tiffany melahap kue tar dengan suapan besar. “Jangan bandingkan dengan Kak Reza. Bandingkan sama aku saja. Kamu itu idola yang kupuja!”Tiffany mendorong kue tar kepada Kelly. “Kue tar ini enak sekali. Rasanya lebih enak dari buatan koki bintang lima. Coba kamu cicipi!”Kelly mengambil kue tar, lalu bertanya pada Sonia, “Apa kue ini buatan Bi Rati?”Sonia mengangguk. “Iya!”Kelly berkata dengan tersenyum, “Dulu, aku pernah makan banyak masakan Bi Rati. Pak Yanto juga sering antar buah kemari. Nanti, kalau aku ketemu mereka, aku mesti berterima kasih sama mereka.”Dulu, setiap pulang sekolah Sonia akan melewati toko kue ini. Seandainya Kelly juga sedang berada di sana, Sonia akan memasuki toko kue untuk mengobrol dengannya. Dia memanfaatkan kesempatan untuk makan manisan sebelum pulang ke rumah.Selama itu, Kelly mengira Sonia adalah pelayan Vila Green Garden, sebab dia selalu berpakaian polos. Setiap harinya dia pergi dan pulang sekolah dengan menggunakan kendaraan umum. Dia juga kelih
Sementara setelah Kelly pergi, anggota departemen desain mulai merasa sangat tidak puas terhadap Meagan. Mereka juga mulai keberatan dengan pekerjaan yang diatur Meagan.Meagan berada dalam posisi yang sangat sulit. Dia juga tidak bisa bekerja seperti biasanya. Dia melewati setiap harinya dengan kewalahan.…Pada hari Rabu sore, saat Howard berjalan keluar ruang rapat, dia menerima panggilan dari Kiara.Begitu Kiara bersuara, terdengar nada kesal dari suaranya. “Aku cari Jason. Kenapa dia nggak angkat teleponku?”Howard berkata dengan suara datar, “Tuan Jason lagi rapat. Kalau ada urusan, kamu bisa bicarakan sama aku.”Kiara tersenyum dingin. Terdengar nada gusar di dalam suaranya. “Aku cuma ingin tanya. Apa masalah aku dimutasi ke Yorm itu ulah Jason?”Howard bersuara dengan perlahan, “Nona Kiara, Tuan Jason tidak akan jelaskan kepadamu dan juga tidak perlu. Dari sudut pandangku sebagai orang luar, aku ingin beri beberapa peringatan kepada Nona Kiara! Kalau kamu ingin mengembangkan ka
Sonia baru saja kembali ke Imperial Garden, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia mendorong Reza, lalu berjalan ke sisi ruang tamu untuk mengangkat panggilan. “Kak Juno!”Juno berkata, “Sonia, apa kamu sudah tidur? Rose sakit. Dia lagi demam. Kamu pergi lihatin dia sana.”“Apa Rose sakit lagi?” Tatapan
Raut wajah Molly berubah pucat. “Apa dia suka sama kamu? Dia cuma suka sama uangmu. Kamu lagi hidupi dia, jangan kira aku nggak tahu!”Theresia tersenyum. “Kamu merasa kamu sangat mencintai Morgan, tapi kamu malah nggak memahaminya sama sekali!”Molly menjerit dengan tidak terima, “Memangnya kamu me
Hallie menggeleng. “Ketika aku melihat Kakek Aska, aku merasa sangat akrab sama dia. Aku punya firasat. Kakek Aska itu kakek luarku!”Aska menatap Hallie dengan ramah. “Anak baik. Selama beberapa tahun ini, kamu pasti sudah hidup menderita di luar sana. Setelah ibumu kembali, dia pasti akan merasa sa
Juno mengambil sendok sup, lalu mengambilkan sup untuknya. Dia berkata dengan suara datar, “Aku berharap kamu bisa mengikuti kata hatimu. Kalau kamu suka, kalian bisa bersama. Kalau kamu tidak suka, kalian pisah saja. Jangan selalu memaksakan hatimu dan juga menyiksa diri sendiri!”Juno mengangkat k







