Share

Bab 1662

Penulis: Musim Gugur
Gaspar merasa serbasalah. “Nona Cella, kamu jangan buru-buru. Biasanya watak seniman memang agak aneh. Aku akan bantu kamu untuk bujuk Sonia lagi!”

“Dia kira dia itu siapa? Bukannya hanya seorang desainer saja? Apa dia benar-benar menganggap dirinya itu hebat!” Kening Cella berkerut. Dia berkata dengan emosi tinggi, “Kalau dia berani nggak desain gaun buat aku, aku akan buat dia nggak bisa tinggal di Jembara lagi!”

Gaspar segera berkata, “Nona Cella, Sonia masih muda. Kamu jangan perhitungan sama dia. Gimana kalau aku cari Pak Teddy saja? Aku akan minta bantuannya untuk menghubungi desainer lain dari Arkava Studio. Aku jamin kamu pasti akan puas!”

“Kamu suruh aku tunduk sama dia?” Cella menggertakkan giginya, lalu berkata dengan emosi, “Pokoknya aku cuma mau didesain sama dia. Aku penasaran betapa keras kepalanya dia!”

Usai berbicara, Cella mendengus dingin, lalu berjalan pergi.

Ketika Amelia melihat Gaspar berlari di belakang dengan sikap hormat, kelopak matanya pun berkedut. Sepertin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
Tuh, CATAT !!! Teddy & Asisten-nya saja juga TIDAK SUKA Karakter Cella !!!
goodnovel comment avatar
Zuriana Hamzah
huh cella belum kena dgn sonia...
goodnovel comment avatar
AnaGiyana Giyana
pkoky klau ttg Sonia pasti lbih seru menegangkan
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2630

    Morgan berkata, "Kamu memang pintar dalam menghibur diri sendiri!”“Tentu saja!” Theresia melihat pohon pinus di kejauhan. “Lagi pula, apa yang dia katakan juga sangat masuk akal.”“Masuk akal apanya?” Morgan memalingkan kepalanya untuk menatap Theresia. "Bunga di cermin dan bulan di air?”Tidak masalah jika Morgan tidak menyinggungnya. Begitu diungkit, Theresia langsung tak bisa menahan diri. Senyumnya merekah di wajahnya. Sepasang mata indahnya juga berkilau seperti bintang.Setelah puas tertawa, Theresia mengulurkan tangan ke arahnya. “Kembalikan kepadaku!”“Apa?” tanya si pria.“Jimat itu dibeli dengan harga 400 ribu. Jimat itu bisa membuat pikiranku semakin jernih,” ucap Theresia.Morgan mengeluarkan jimat dari saku celananya, lalu mengembalikannya kepada Theresia. “Apa kamu berencana menyembahnya setelah pulang nanti?”Theresia tidak menghiraukan sindiran Morgan, melainkan melipat jimat dengan saksama, meletakkannya ke dalam saku celana. Setelah itu, dia memalingkan kepalanya unt

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2629

    Theresia spontan melihat ke dalam bangunan. Jendela kayu berjeruji memantulkan sinar matahari. Cahaya berkilauan memenuhi pandangan hingga apa pun tidak terlihat jelas itu, justru menambah kesan misterius.Tak lama kemudian, biksu tua itu keluar dari bangunan, lalu menyerahkan selembar kertas jimat kepada Theresia. “Kenakan di tubuhmu. Nanti pikiranmu otomatis akan terasa jernih. Segala sesuatu di hatimu akan terasa jelas.”Sebenarnya Theresia tidak terlalu percaya pada hal semacam itu. Hanya saja, dia merasa tersentuh ketika melihat biksu tua yang begitu baik hati. Dia menerimanya dengan penuh hormat, memegangnya dengan kedua tangan. “Terima kasih, Master!”“Jangan sungkan!” Senyuman biksu itu semakin ramah lagi. “Nak, coba lihat kemari!” Usai berbicara, biksu itu menarik seutas tali dari lehernya, ada sebuah papan kecil digantung di atas tali. Di atasnya adalah barcode pembayaran.Biksu tua itu berkata dengan tersenyum, “Empat ratus ribu. Mohon dibayar.”Theresia menatapnya dengan te

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2628

    Kuil itu tidak besar, bahkan tidak memiliki nama. Hanya saja, dari tampilannya saja sudah terlihat berusia cukup tua, bahkan lumut yang tumbuh di atas lempeng batu sudut tembok pun memancarkan kesan waktu yang telah lama berlalu.Begitu memasuki kuil, mereka melihat beberapa orang datang untuk bersembahyang dan memohon berkah. Dari penampilan mereka, sepertinya mereka adalah penduduk desa di kaki gunung.Para penduduk desa itu tidak tampak heran melihat kedatangan mereka, malah menyapa dengan ramah, “Datang untuk berwisata?”Jane memang mudah akrab dengan siapa saja. Dia pun mengobrol bersama mereka dengan penuh antusias.Kuil itu sangat kecil, dipenuhi pohon pinus dan cemara yang hijau rimbun serta pohon willow yang menaungi area sekitar. Entah dari mana asal alunan suara doa yang samar. Suara itu terasa bergema di kuil pegunungan. Dengan kicauan burung dan dengung jangkrik di luar, suasana di dalam kuil terasa semakin hening dan tenteram.Di depan adalah aula utama kuil. Meskipun tid

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2627

    “Bukan juga!” Theresia memutar bola mata indahnya. “Intinya kamu pintar dalam mendidik.”“Emm?” Si pria mengangkat alisnya.Theresia berkata, “Kamu pernah bilang sebelumnya, terkadang rintangan malah akan menjadi jalan pintas, makanya saat bertemu dengan pilihan apa pun, aku akan kepikiran dengan ucapan itu, lalu membuat keputusan.”Morgan menurunkan kelopak matanya. Tidak terlihat ekspresi apa pun di atas wajahnya, begitu pula dengan suaranya. “Termasuk saat kamu memilih Roger?”Theresia langsung tertegun, kemudian melangkahkan kakinya untuk berjalan maju. “Termasuk!”Lovin berlari kemari dengan mengambil beberapa kurma hijau, lalu menyerahkannya kepada Theresia. “Aku sudah coba. Rasanya cukup enak.”Theresia mengambil dua buah kurma. “Terima kasih!”“Jangan sungkan!” Lovin tersenyum menyeringai, lalu bertanya pada Morgan apakah dia menginginkannya.Morgan langsung mengambil satu buah dari tangan Theresia. “Satu sudah cukup!”Tidak lama kemudian, Jane dan Steffie juga sudah kembali. M

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2626

    Steffie berkata dengan tidak paham, “Perbaikan jalan pada dasarnya memang tugas pemerintah, kenapa Keluarga Bina mesti bekerja sama dengan pemerintah?”Lovin menjawab, “Perbaikan jalan bersangkutan dengan masalah lahan. Selalu ada saja orang-orang sulit yang menghalangi, ingin memeras dengan meminta ganti rugi berlebihan. Hanya Keluarga Bina saja yang bisa menangani orang-orang seperti itu.”Kali ini, Jane baru memahaminya. “Pantas saja reputasi Keluarga Bina di Kota Atria begitu tinggi. Ternyata mereka sudah berkontribusi begitu banyak untuk masyarakat Kota Atria.”“Kalau bicara soal apa yang sudah dilakukan Keluarga Bina untuk penduduk Kota Atria, semuanya sudah tidak terhitung lagi!” Lovin berkata dengan tersenyum, “Waktu aku SMP dulu, ayahku dipindahkan tugas ke Kota Atria selama tiga tahun. Aku menghabiskan waktu tiga tahun masa SMP-ku di Kota Atria. Aku juga seringkali mendengar cerita tentang Keluarga Bina. Pokoknya, di hati masyarakat Kota Atria, posisi Keluarga Bina itu tinggi

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2625

    Usai berbicara, Jane memalingkan kepalanya untuk bertanya pada Morgan, “Ganteng, pergi bersama kita, ya.”Belum sempat Morgan membalas, Julia berkata, “Morgan, kamu pergi bersama mereka sana. Aku juga akan merasa lebih tenang kalau ada kamu.”Morgan mengangguk. “Oke.”Jane menoleh untuk bertanya kepada Theresia lagi, “Theresia, apa kamu mau ikut?”Theresia berpikir sejenak, kemudian membalas, “Nggak, deh. Nanti sore aku mau temani Bibi Julia.”Morgan menurunkan kelopak matanya sembari menyantap makanan. Tidak terlihat ada yang aneh dengan ekspresinya.“Tidak usah temani aku. Pergi main sana. Jarang-jarang kamu bisa jalan-jalan,” ucap Julia dengan tersenyum.Lovin juga berkata, “Iya, pergi bareng sana. Nanti sore, mungkin Bu Julia mau beri pelajaran tambahan kepada anak-anak. Kalau kamu tinggal di sini, tidak ada yang menemanimu.”Kali ini, Theresia baru mengangguk. “Oke!”Morgan meletakkan sumpitnya. “Aku sudah selesai makan. Aku pergi telepon dulu. Beri tahu aku setelah kalian selesai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status