تسجيل الدخولKelly sudah lembur selama dua hari. Dia hampir bergadang setiap malam dan hampir memancing emosi Jason. Akhirnya pada hari Senin, dia berhasil menyelesaikan draf sebelum jam masuk kerja.Pada hari Senin pagi, Nick yang sudah masuk kerja melihat hasil desain itu. Dia pun merasa semakin kagum terhadap Kelly. “Hanya dalam waktu dua hari, kamu bisa membuat draf awal seperti ini. Kelly, kamu lebih hebat daripada aku!”Kelly menunjuk matanya yang sudah berurat merah itu sembari mengendus ringan. “Sejak kapan diselesaikan dalam waktu dua hari. Semalam aku bikin sampai jam empat subuh.”Kelly hanya sempat tidur tiga jam saja.Jason ingin menelepon Howard untuk langsung membeli studio. Namun, setelah dibujuk Kelly dalam waktu lama, dia baru berhasil mengurungkan niat Jason. Sekarang dipikir-pikir kembali, semuanya terasa sangat lucu.Nick mengangkat kepalanya, lalu berkata dengan tersenyum penuh makna, “Sebenarnya dengan punya kekasih seperti itu, wanita sama sekali tidak butuh terlalu bekerja
Leon yang berada di samping berkata dengan tersenyum bodoh, “Bos, jangan-jangan kamu takut sama kucing? Kenapa ekspresimu seperti biksu ketika melihat siluman saja?”Orang-orang yang berada di samping juga ikut tersenyum. Yandi langsung memelototi Leon.Kening Yandi berkerut ketika melihat Tasya. “Kamu cukup bawa kucing itu pulang saja. Ngapain kamu bawa kemari?”Tasya berkata dengan tersenyum, “Di sini rumahnya Miao. Miao masih belum bertemu dengan abangnya!”Setelah tertegun sejenak, Yandi pun berkata dengan tersenyum sinis, “Tasya, kamu kira tempatku ini kebun binatang?”Sebelumnya, Meong juga adalah hasil pungutan Tasya. Sekarang, dia malah memungut seekor kucing lagi. Memangnya Yandi adalah kepala kebun binatang?Tasya berusaha menyanjung Yandi. “Aku juga nggak bermaksud seperti itu. Tandy bilang Bibi Sonia lagi program anak, jadi nggak boleh ada hewan peliharaan baru di rumah. Aku juga nggak mungkin membiarkan Miao di klinik hewan, ‘kan?”Tasya menyipitkan matanya. Di balik celah
Aroma wangi di tubuh Jason langsung menyingkirkan rasa letih di diri Kelly. Dia pun tersenyum. “Oke!”Jason mengendarai mobil untuk meninggalkan tempat. Satu tangannya memegang setir mobil, kemudian tangannya yang satu lagi menggenggam tangan Kelly. Dia berkata dengan tersenyum, “Malam ini kita tinggal di kediaman lama. Besok itu akhir pekan. Kita bawa Yana pergi memancing. Waktu itu, dia mainnya masih belum puas. Jadi, biarkan dia main dengan puas kali ini.”Belakangan ini, Kelly sangat sibuk. Dia juga ingin mencari sebuah kesempatan untuk santai.Kelly menggigit bibir bawahnya, lalu memalingkan kepalanya untuk melihat Jason. “Kak Jason, besok aku nggak bisa pergi main. Aku mesti lembur di perusahaan.”Kening Jason berkerut. “Besok malah lembur? Kamu sudah lembur selama ini. Apa kamu sibuk sekali?”Kelly menjelaskan, “Tiba-tiba ada proyek baru. Desainnya mesti ditampilkan hari Senin ini.”Jason mengangguk dan tidak berbicara.Kelly menggenggam tangan Jason. Dia menatap Jason dengan se
“Oke!” Setelah mengantar kepergian Levin, baru saja Nick ingin bersuara, Meagan sudah berebut untuk berkata di hadapannya, “Kelly, kamu mesti bekerja keras. Aku sudah meminta orang mencari tahu sebelumnya. Tenggat waktu proyek Tuan Levin sangat mendesak. Satu-satunya keunggulan kita untuk memenangkan kerja sama ini adalah dari segi waktu penyelesaian. Kamu sampingkan pekerjaan di tanganmu dulu, luangkan waktu untuk selesaikan desain proyek Tuan Levin. Aku akan suruh Laura dan yang lain untuk membantumu.”Kening Nick kelihatan berkerut. “Besok adalah hari Sabtu. Kita juga sama sekali tidak punya persiapan sebelumnya. Meskipun Kelly tidak istirahat di akhir pekan, dia juga tidak mungkin bisa menyelesaikan desain. Selain itu, kamu suruh orang lain untuk lembur bersama Kelly, orang lain juga belum tentu akan setuju.”Meagan berkata dengan serbasalah, “Jadi, gimana, dong? Aku sudah janji sama Tuan Levin!”Nick berkata dengan nada berat, “Sebelum Bu Meagan berjanji, apa kamu tidak kepikiran
Laura terbengong sejenak. Dia berkata dengan tersenyum tulus, “Pastinya si Kelly. Kemampuannya lebih hebat daripada aku!”Meagan mengangkat alisnya. “Aku nggak beranggapan seperti itu. Waktu kamu bergabung di perusahaan lebih lama, kamu lebih berpengalaman. Seorang desainer dengan pengalaman lebih banyak akan lebih stabil. Aku juga lebih suka.”Laura menunjukkan ekspresi gembira. “Terima kasih atas pengakuan Bu Meagan!”Meagan mengerutkan keningnya. “Tapi, aku baru datang ke perusahaan ini, aku mesti lebih banyak mendengar pendapat Pak Nick. Mungkin dia akan lebih berpihak sama Kelly.”Terlintas sedikit tatapan muram di dalam tatapan bersemangat Laura. Dia segera berkata dengan tersenyum, “Nggak apa-apa. Aku masih muda, masih ada kesempatan, aku juga akan lebih berusaha.”Meagan berkata dengan nada setuju, “Aku akan membantumu!”Laura menunjukkan ekspresi terharu.“Pergi bekerja sana. Aku baru datang kemari. Aku berharap kelak kita bisa bekerja bersama dengan gembira. Kalau ada masalah
“Aku merasa sangat senang bisa kembali ke perusahaan pusat di Negara Cendania untuk bekerja bersama semuanya. Mohon bantuan semuanya.”Semua orang bertepuk tangan untuk menyambut.Herry juga berkata, “Kemampuan bekerja Bu Meagan sangat kuat. Kelak, pasti bisa memimpin kami semua untuk meningkatkan prestasi dan reputasi perusahaan. Semua orang juga mesti bekerja sama dengan Bu Meagan.”Semua orang mengiakan.Rapat telah selesai. Semua orang mulai meninggalkan ruangan. Ketika melihat tatapan Herry, ada yang merasa berbahagia di atas penderitaannya, tetapi ada juga yang merasa kasihan. Semuanya memiliki pemikiran masing-masing.Tentu saja, ada juga sebagian orang segera mengubah haluan. Dengan alasan ingin melaporkan pekerjaan kepada Meagan, mereka segera mulai menjilat dan mengambil hati atasan baru itu.Kelly tidak langsung kembali ke meja kerjanya, melainkan pergi ke kantor Nick duluan. Sebelum Kelly sempat membuka mulutnya, Nick terlebih dulu tersenyum lebar dengan ekspresi santai dan
Kamar mandinya bermodel sekat terpisah, di mana dipasang kisi kayu di antara dua wastafel di kiri dan kanan. Bagian tengahnya adalah kaca yang tampak seperti cermin, sehingga banyak orang mengira itu adalah dinding.Jadi, ketika Rose sedang mencuci tangan dan merapikan riasannya, dia pun dapat mende
Sarima berkata dengan tidak peduli, “Tidak apa-apa, menantuku akan membawa kembali istrinya kepadaku!”Rose merasa gusar hingga ingin mengakhiri panggilan. Dia menggigit bibirnya, lalu berkata dengan suara rendah, “Ibu, apa kamu nggak merasa perkembangan hubunganku dengan Juju terlalu cepat?”Sarima
Kalau soal ini, tentu saja boleh diberi tahu!Juno mengangkat tangannya untuk menepuk keningnya. Dia tertawa hingga pundaknya sedikit bergetar. Rose tidak pernah melihat Juno tertawa seperti ini. Wajahnya pun semakin merona lantaran merasa malu. Dia pun berkata dengan ketus, “Jangan ketawa!”Juno m
Entah kenapa Rose malah merasa gugup.Biasanya Juno bisa menelepon Rose berkali-kali dalam sehari, bahkan mengirim pesan yang sangat banyak. Hanya saja, Rose tidak pernah bersikap seperti sekarang ini.Saat suara dering ponselnya hampir putus, Rose baru mengangkat panggilan, “Halo?”Suara Juno terde







