MasukMereka berdua berjalan ke dalam lobi, lalu dengan buru-buru berjalan ke dalam kantor. Bukan hanya Ichsan saja yang berada di dalam ruangan, ada Yandi dan juga Ivan.Begitu melihat batang hidung Petrus, Ivan langsung berdiri dengan menunjukkan ekspresi gusar.Ivan melangkah maju. Dia segera mencengkeram kerah pakaian Petrus, lalu berkata dengan marah, “Petrus, kamu lagi permainkan aku!”Begitu melihat Yandi dan Ivan, Petrus dapat menebak apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak takut dengan dua orang itu, dia hanya takut dengan Ichsan saja.Petrus berusaha untuk melepaskan tangan Ivan, lalu merapikan kerah pakaiannya sejenak. Dia bertanya kabar Ichsan dengan ekspresi penuh menjilat. “Pak Ichsan, perkenalkan namaku Petrus. Aku penanggung jawab atas pembangunan hotel. Berhubung ada beberapa penginapan berada di dalam cakupan proyek lapangan golf, kami pun memberi mereka kompensasi agar mereka bisa pindah dari sini.”“Mereka berdua mewakili salah satu keluarga bermarga Torna untuk datang men
Setelah para preman diseret pergi, hanya tersisa bekas darah di atas lantai. Gambaran itu sungguh mengejutkan.Selesai membersihkan jalan, kedua preman itu memindahkan mobil ke pinggir jalan untuk memberi jalan kepada Yandi dan Tasya.Yandi mulai mengendarai mobil. Raut wajah Tasya terlihat agak memucat. Dia juga tidak berbicara dari tadi. Yandi meliriknya sekilas. Beberapa menit kemudian, dia memarkirkan mobil di pinggir jalan. Yandi mengeluarkan tisu untuk menyeka bekas darah di pipi dan rambut Tasya. Setelah itu, dia berkata dengan nada datar, “Apa sudah mengagetkanmu?”Tatapan Yandi kelihatan dalam dan suram. “Apa akhirnya kamu mengerti, orang sepertiku tidak pantas untuk disukai. Menjauhiku barulah pilihan yang paling tepat.”Tasya melihat Yandi, lalu menggenggam tangan Yandi dengan perlahan. “Apa dulu kamu melewati hidup seperti ini?”Punggung tangan Yandi ditutupi telapak tangan hangat Tasya. Hatinya terasa sedikit bergetar, tetapi raut wajahnya masih terlihat dingin. “Iya!”Tas
Kedua orang berjalan mendekat. Seseorang berjalan keluar dari tengah dengan tersenyum sinis. “Tinggalkan Kota Owara sekarang atau mati di sini hari ini. Setelah kamu mati, kekasihmu akan lebih mengenaskan. Kamu pilih sendiri!”Orang yang berada di sampingnya berkata dengan perlahan, “Apa pantas kamu mempertaruhkan nyawamu dan wanita secantik ini hanya demi masalah Keluarga Torna? Kamu mesti berpikir dengan jelas!”“Jangan tidak tahu diri!” Pria dengan lengan bertato kirin langsung menyindir. Alhasil, semua orang ikut tertawa keras.Saat ini, Yandi sedang mengenakan setelan pakaian hitam. Wajahnya kelihatan lebih tajam lagi. Meskipun dia sedang berdiri di bawah terik sinar matahari, aura yang dipancarkan tubuhnya malah terasa dingin. “Aku pasti akan ikut campur dengan masalah Keluarga Torna!”“Kamu memang bosan hidup!” Pria bertato meludah, lalu mengayunkan tongkat kayu ke sisi Yandi.Gerakan Yandi sangat cepat. Di bawah ayunan tongkat kayu, dia melompat dan menendang wajah lawan. Orang
Mata Sarah memerah. Dia mengangguk dengan tersenyum. “Jangan terlalu susah payah. Kalau memang tidak bisa, kami akan terima untuk dibongkar, tidak masalah, kok. Setiap bulan, Jimmy selalu kirim uang kepada kami. Kami juga tidak akan kelaparan.”Yandi sedikit mengangguk. Dia tidak berbicara lagi, melainkan membawa Tasya meninggalkan tempat.Mobil menaiki jalan pegunungan. Tasya berkata dengan gusar, “Lecy benar-benar pintar berdalih. Jelas-jelas bukti sudah nyata. Siapa pun bisa mendengar Lecy nggak ingin kita menghalangi pembongkaran rumah Keluarga Torna. Semua ini pasti ulah dia!”Yandi melihat kondisi jalan di depan sana, lalu berkata dengan suara datar, “Kamu saja tidak berterus terang. Kenapa dia mesti percaya sama kamu?”“Gimana ceritanya aku nggak terus terang?” Tasya menatap Yandi dengan bingung.Yandi meliriknya sekilas. “Kamu tinggal di kosan? Setelah kamu dan aku menikah nanti, kita akan tinggal di rumah kontrakan?”Tasya tertegun sejenak. Wajahnya langsung memerah. Dia menga
Orang di dalam rumah menjadi hening dalam seketika. Bahkan, Yandi juga mengangkat kepalanya untuk menatap Tasya.Wajah Tasya kelihatan putih bening. Dia membuka ponselnya, lalu menyalakan rekaman suara, kemudian memutarnya.Isi rekaman suara adalah pembicaraan dua orang. Isinya juga sangat jelas. Suara pembuka itu adalah suara Lecy.“Meskipun nggak ada lubang, juga bakal ada tikus. Tikus akan menyusup saat nggak kelihatan orang, bisa jadi tikus masuknya dari jendela.”Tasya merasa agak putus asa. “Aku paling takut sama tikus. Kamar sewaanku juga pernah muncul tikus sekali. Entah dari mana asalnya?”“Maksudmu, kamu tinggal di kos ketika di Kota Jembara?”“Iya!”…Ketika diputar hingga bagian belakang, Lecy kelihatan sekali sedang menurunkan suaranya. “Tasya, kamu dan Yandi jangan ikut campur dengan masalah Keluarga Torna!”Suara Tasya terdengar kaget. “Apa?”“Aku beri kamu 40 juta. Kamu bujuk Yandi untuk tinggalkan tempat ini, oke?”“Kenapa?”“Kamu jangan tanya lagi. Asalkan kamu dan Ya
Sarah keluar dengan memegang sayuran hijau. “Erna, kenapa jerit-jerit?”Erna menatap Yandi dan Tasya dengan ekspresi semakin gusar. Dia menjerit, “Panggil semua anggota keluarga kalian keluar. Suruh Tora keluar juga. Hari ini kita mau tangkap orang picik!”Sarah merasa bingung. “Orang picik?”Tak lama kemudian, semua orang berkumpul di ruang tamu. Erna mengeluarkan ponselnya, lalu membuka foto, dan diletakkan ke atas meja. “Kalian lihat sendiri!”Tasya melihat foto Yandi di dalam foto dan juga dirinya.Foto itu diambil saat mereka berada di hotel pada hari Minggu. Saat mereka berempat sedang makan bersama, Petrus menyerahkan sekotak daun teh kepada Yandi.“Coba lihat. Coba kalian lihat!” Suara Erna semakin besar saja. Lantaran merasa marah, air liurnya juga bermuncratan ketika berbicara. “Mereka berdua sudah menerima uang sogokan dari pihak hotel untuk menjual rumah kalian. Kalian malah menjamu mereka seperti tamu. Mereka benar-benar tidak punya hati nurani!”Anggota Keluarga Torna mel
Celine malah memperhatikan Reza dan Sonia. Pada acara seperti ini, Reza malah memilih untuk berdiri di samping Sonia. Apa hubungan mereka berdua sudah diresmikan?Hati Celine terasa panik. Dia merasa waktu yang tersisa sangatlah sedikit. Namun, dengan sikap arogan Celine, dia tidak bisa menjilat pri
Jason juga tidak menghiraukan Kelly. Dia menatap Yerin yang menunjukkan ekspresi bingung, lalu berkata dengan datar, “Katakanlah! Apa yang sebenarnya terjadi pada tiga tahun lalu? Setelah kamu mengatakannya, aku akan suruh anggotaku untuk transfer uang ke kamu. Tapi, aku hanya ingin mendengar kenyat
Kelly berujar, "Sampai jumpa!"Setelah menutup telepon, Kelly tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan Kenneth dan mulai sibuk dengan pekerjaannya pada siang itu.....Ranty terbangun dengan kepala yang masih pusing akibat mabuk berat. Di siang hari, suara dering telepon membangunkannya.Usai memerik
Sonia merasa agak kaget. Sejak semalam postingan diunggah, Pretty tidak sekali pun menghubungi Sonia. Siapa sangka, ternyata dia sedang diam-diam membantu Sonia. Dapat diketahui betapa percayanya Pretty terhadap Sonia!“Nanti aku akan telepon dia untuk ucapin terima kasih!” balas Sonia dengan terseny






