Share

Bab 2951

Penulis: Musim Gugur
Tatapan Morgan kelihatan mendalam. Dia berkata dengan serius, “Lintas generasi. Bukannya suruh kamu panggil aku ‘Kak Morgan’!”

Theresia menggigit bibir merahnya. Dia spontan menyandarkan dagunya di atas pundak Morgan, lalu berbisik di samping telinga si pria, “Saat acara hari itu, Kakek suruh aku panggil kamu ‘Kakak’, aku benar-benar merasa canggung. Di benakku terus terbayang gambaran yang memalukan.” Theresia mengangkat alisnya dan berkata dengan suara manja, “Gimana sama kamu?”

Morgan melirik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2972

    Saat langit sudah sepenuhnya menjadi gelap, Morgan pun memasak untuk Theresia. Dia mengganti pakaiannya dengan sepotong kemeja berwarna putih. Dia menggulung lengan pakaiannya ke atas, menunjukkan lekuk otot yang jelas di bagian lengannya.Tangan yang terbiasa memegang pistol itu, kini juga kelihatan kokoh dan santai ketika memegang pisau untuk memotong sayuran.Setelah membasuh tubuhnya, Theresia mengenakan sepotong gaun panjang berbahan sutra asli. Dia mengikat rambut panjangnya di belakang, menunjukkan leher panjang bak angsa itu. Terlukis senyuman di atas kelima indra yang indah dan lembut itu. Dia membantu Morgan untuk mengambil barang atau menginstruksinya dalam mengatur rasa.Mereka berdua bersenda gurau sejenak. Kegiatan memasak yang awalnya membosankan malah berubah menjadi lebih menarik.Theresia merasa sangat bagus untuk tinggal di sini. Rumah ini tidak besar, tapi cukup untuk ditempati mereka berdua. Tanpa perlu dilayani oleh pelayan, mereka pun bisa terbiasa dengan situasi

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2971

    Dias malah sudah melihat keberadaan Arvan. Dia langsung menunjukkan senyuman di wajahnya, lalu menyapa dengan hangat, “Tuan Arvan!”Ketika melihat ekspresi munafik Dias yang membuat orang merasa jijik, tiba-tiba Arvan mengerti betapa langkanya wanita seperti Theresia di muka bumi ini.Sepertinya tidaklah sulit untuk dipahami kenapa Morgan bisa menyukainya.…Setelah memasuki mobil, Morgan mengambil bunga di baris belakang kepada Theresia.Theresia memeluk buket bunga mawar berwarna merah, lalu memalingkan kepalanya untuk melihat si pria.Terlihat senyuman di atas wajah tampan Morgan. “Ada apa?”Theresia memutar bola mata indahnya. Terlihat sedikit ekspresi nakal di wajahnya. “Dulu, kenapa aku nggak sadar kalau Tuan Morgan seromantis ini?”“Romantis?” Morgan melihat situasi jalan di depan sana. Suaranya terdengar magnetis. “Cuma membeli sedikit barang kesukaanmu saja sudah tergolong romantis?”Theresia memeluk bunga. Wajahnya kelihatan lebih indah daripada bunga. Dia juga tersenyum deng

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2970

    Dias terbengong oleh ucapan Morgan. Belakang punggungnya seketika terasa dingin. “Gedebum" Dia pun jatuh duduk di atas kursi.Theresia sudah berjalan ke depan pintu. Ketika melihat Ingga yang berjalan kemari, dia pun berpesan, “Aku pulang kerja dulu. Kamu antar Nona Dias sana!”Ingga melihat bayangan punggung Morgan yang tinggi dan tegap itu, lalu diam-diam tersenyum. Akhirnya dia mengerti kenapa bosnya tiba-tiba mengubah pemikiran untuk tidak ke luar negeri lagi.Ternyata wanita akan kalah di tangan pria tampan!Ingga memberi isyarat tangan oke, lalu mengangguk dengan tersenyum. “Bos harap tenang!”Theresia kembali ke ruang kerjanya untuk mengambil barang-barang, lalu pergi bersama Morgan.Setelah memasuki lift, Theresia baru memalingkan kepalanya. Dia menatap pria dengan mata berkilauannya. “Apa kamu sengaja ngomong seperti itu agar didengar sama Dias?”Morgan tersenyum dingin. “Meskipun sengaja, aku juga lagi berkata jujur. Kamu kira kenapa aku bisa datang ke Kota Jembara?”Theresia

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2969

    Wajah Dias menjadi pucat. Dia yang malu itu pun mulai merasa marah. Matanya mulai terbelalak lebar!Theresia melirik Dias sekilas dengan tatapan datar. “Pemikiran Nona Dias hanya terbatas pada pemahamanmu saja. Sementara, pemahaman tipismu itu malah membuat pandanganmu menjadi pendek dan sempit!”Raut wajah Dias menjadi kaku. “Apa yang ingin kamu katakan?”Wajah Theresia tampak memesona dan begitu indah. Auranya lembut, tetapi juga samar-samar memancarkan ketenangan serta ketegasan yang tajam.“Nona Dias, coba pikirkan baik-baik seluruh kejadian di pesta minum hari itu dari awal sampai akhir. Apa kamu masih belum mengerti? Aku dan Tuan Morgan memang sudah saling mengenal sejak awal dan hubungan kami jauh melampaui apa yang kamu bayangkan!”Dias pun terbengong. Dia kembali berpikir dengan serius. Hanya saja, dia benar-benar tidak kepikiran seberapa dekatnya Morgan terhadap Theresia waktu itu? Sepertinya mereka berdua tidak ada tanda-tanda saling kenal.Ketika kepikiran sampai di sini, D

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2968

    Morgan membalas dengan pesan suara. Suara rendah dan magnetisnya terdengar dari telepon. “Makan yang banyak. Belakangan ini kamu semakin kurus lagi.”Theresia mengangkat alisnya. [ Apa iya? ][ Morgan: Rasanya agak ringan ketika digendong. ][ Theresia: Sejak makan masakan Tuan Morgan waktu itu, aku jadi nggak nafsu makan, wajar kalau aku kurus. ][ Morgan: Aku akan masakin buat kamu pada akhir pekan nanti. ]Theresia mengirim sebuah emotikon seekor kucing kecil memeluk ikan.[ Morgan: Makanlah. ]Theresia meletakkan ponselnya, lalu fokus dalam menyantap makanannya. Dia merasa masakan hari ini sangatlah lezat.Sore harinya, Theresia mengadakan rapat mendadak. Saat keluar dari ruangan rapat, waktu sudah menjelang jam pulang kerja. Ingga pun mendekatinya. “Bos, Dias kemari!”Theresia mengangkat mata indahnya. “Di mana?”Ingga menunjuk ke bagian belakang tubuhnya. “Ruang tamu!”Theresia mengangguk sedikit kepalanya, lalu berjalan ke sisi ruang tamu.Dias mengenakan pakaian formal. Dia sed

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2967

    Aska tersenyum lebar, seolah-olah merasa lega. “Kalau begitu, sepakat, ya!”Malam harinya mereka semua makan bersama. Julia memesan lagi tiket penerbangan untuk lusa hari nanti. Dia sengaja tidak memesan penerbangan besok karena ingin bersama Theresia untuk beberapa hari ini.Malam harinya.Theresia seperti biasanya, akan pergi mengobrol dengan Julia sebelum tidur. Dia duduk bersandar di ranjang, lalu berkata dengan tersenyum, “Ibu, ada yang ingin aku kasih tahu sama kamu. Aku harap kamu jangan marah.”Ekspresi Julia terlihat lembut. “Ada masalah apa?”Theresia mengeluarkan akta nikah, lalu menyerahkannya kepada Julia. “Aku dan Morgan … sudah menikah.”Julia membuka akta nikah dengan kaget, lalu melihat foto mereka berdua, kemudian melihat bagian tanggal. Matanya seketika terbelalak lebar. “Ini ….”Sepertinya semua berjalan dengan terlalu cepat!Theresia berkata, “Maaf, aku nggak beri tahu kamu dan Kakek duluan. Waktu itu, masalah terlalu mendadak.”Julia tersenyum. “Memang cukup menda

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2399

    Rose merasa tidak seru dan tidak menghiraukan Juno lagi. Dia mengeluarkan ponselnya untuk bermain gim.Setelah pulang ke rumah, Rose melambaikan tangannya berjalan ke dalam rumahnya sendiri. Baru saja dia berjalan beberapa langkah, dia pun menoleh. “Besok pagi masih mau lari lagi?”“Lari. Aku akan p

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2433

    Kedua bibir saling bersentuhan itu sepertinya telah sepenuhnya mengubah hubungan Rose dengan Juno. Beberapa saat kemudian, Juno menghentikan aksinya, lalu mengangkat wajah Rose sembari bernapas dengan berat.Juno sedang menahan dirinya. Rose pun bisa merasakannya.“Juju!” ucap Rose dengan wajah mero

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2396

    Gigi Rose terbentur gelas. Dia yang kesakitan itu meletakkan gelas dengan kening berkerut. “Biarkan mereka nyanyi saja. Rose, coba kamu bantu aku lihat!” Albert mengeluarkan ponselnya. Dalam sekilas mata, dapat diketahui bahwa dia adalah seorang pekerja keras. Bahkan di saat santai pun, dia juga ti

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2434

    Rose mengeluarkan Juno dari dalam pelukannya. Dia membuka tirai jendela. Cahaya matahari pun memancar ke dalam. Ruangan seketika terasa hangat.Di bawah cahaya, Rose memalingkan kepalanya sembari tersenyum cerah. “Langit sudah cerah!”Juno bersandar di atas ranjang sembari menatap Rose dengan tenang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status