Se connecterRose juga berlari kemari. Dia berkata dengan tersenyum, “Aku merasa ucapan Kakek Jemmy benar sekali. Kalau Theresia benar-benar putrinya Bibi Julia, berarti kabar gembira, dong? Meskipun bukan, aku rasa setelah Bibi Julia menenangkan dirinya selama satu malam ini, dia juga tidak akan buru-buru untuk pergi lagi. Bagus juga seperti ini!”Aska menunjukkan senyuman di wajahnya. “Iya.”Sonia melihat Hallie sedang menunduk di samping. Dia tidak berbicara dari tadi, entah apa yang sedang dia pikirkan.Lantaran tidak memiliki hubungan darah, perasaan Hallie pasti sangat kecewa. Sonia merasa dia seharusnya mencari kesempatan untuk mengobrol dengan Hallie.Rose juga mengatakan bahwa dirinya merasa kaget ketika melihat Theresia bersama dengan Julia. Dia merasa mereka berdua sangatlah mirip.Aska segera berkata, “Apa kamu juga merasa mirip?”Rose mengangguk. “Mirip, mirip sekali!”Aska kepikiran sesuatu. Dia berbicara pada Jemmy dengan kegirangan, “Saat Hari Raya waktu itu, bukannya Theresia tingg
Sebelum hubungan dipastikan, Theresia merasa alangkah baiknya dia menjaga jarak dengan anggota keluarganya Aska.Julia mengangguk dengan tersenyum lembut. “Oke, sampai jumpa besok!”Selesai berbicara, Theresia menatap Morgan. “Kamu bantu aku antar Theresia, ya.”“Emm,” balas Morgan.Theresia pergi berpamitan dengan Jemmy. “Kakek Jemmy, aku nggak menyangka kita akan bertemu secepat ini. Tapi, aku nggak bisa temani kamu makan malam ini. Aku akan mengunjungimu lagi besok!”Jemmy mengangguk dengan tersenyum ramah. “Masih banyak kesempatan di kemudian hari, tidak mesti kali ini. Hati-hati di jalan.”Theresia berpamitan terhadap Sonia dan yang lain, baru memutar tubuhnya untuk berjalan ke sisi mobil Morgan.Aska menatap Theresia lekat-lekat. Di bawah cahaya matahari senja, kelima indra wanita itu kelihatan indah. Semakin dilihat-lihat, dia semakin mirip dengan Julia di masa muda dulu. Dia hampir saja ingin menahan Theresia untuk tetap tinggal di rumah.Hallie menyadari ada yang aneh dengan A
Julia berusaha menahan air matanya, tetapi malah menetes. “Morgan, apa aku masih bisa menemukan Jeje?”Pada saat ini, Julia seolah-olah kembali ke masa Jeje baru saja menghilang dari sisinya. Morgan yang berusia belasan tahun itu datang ke Kota Jembara. Julia yang menangis dengan tersedu-sedu itu bertanya padanya dengan putus asa, “Morgan, apa aku masih bisa menemukan Jeje?”“Bisa!”Hari ini, Morgan juga memberinya jawaban yang sama. Tatapannya kelihatan tegas. “Kita lakukan tes DNA sekali lagi, ya?”Julia menatap Morgan dengan kaget. “Apa?”Aska juga seolah-olah menemukan harapan saja. Dia segera bertanya, “Apa ada kelalaian dengan tes DNA itu, apa hasilnya akan lebih akurat setelah melakukan tes ulang?”“Bukan!” Morgan menoleh melihat Theresia. Dia meraih pergelangan tangannya, lalu membawa Theresia berjalan keluar bayangan gelap. Dia berjalan ke hadapan Julia. “Bibi Julia, kali ini kamu lakukan tes DNA dengan Theresia.”Begitu Morgan menyelesaikan omongannya, semua orang pun terbeng
“Untung saja kamu sendirian hari ini!” kata Morgan dengan nada tidak hangat dan juga tidak dingin.Theresia pun terdiam.Sementara itu, Morgan juga tidak bermaksud untuk berbasa-basi. Dia langsung meraih pergelangan tangan Theresia, lalu memasuki mobil.Theresia berlari untuk mengejar langkahnya. “Ke mana?”Begitu datang langsung masuk ke topik utama? Apa waktu itu dia sudah beri sinyal yang salah kepada Morgan? Atau Tuan Morgan merasa bisnis ini sangat menguntungkan, jadi dia ingin mencari uang yang lebih banyak lagi?Seandainya transaksi akan lunas seperti itu, Theresia juga … bisa mempertimbangkannya ….Tentu saja Morgan tidak tahu imajinasi di dalam benak Theresia. Dia membuka pintu mobil samping pengemudi mempersilakan Theresia masuk ke dalam, lalu berkata dengan nada datar, “Ketemuan sama Bibi Julia!”Imajinasi Theresia langsung berhenti sampai di situ. Mata indahnya sedikit terbelalak. “Bukannya Bibi Julia … sudah kembali ke Kota Jembara?”“Emm,” jawab Morgan dengan singkat, lal
Sonia dan Rose sama-sama memapah Julia ke lantai atas, membiarkannya untuk istirahat sejenak. Reza pun menghubungi dokter. Dokter segera kemari.Aska yang berada di lantai bawah juga merasa syok ketika melihat Julia jatuh pingsan. Untung saja ada Jemmy yang menemani, dia pun merasa lebih tenang.…Di lantai atas, Vanz sedang berdiri di depan ranjang dengan kening berkerut. Terlihat ekspresi penuh rasa khawatir di atas wajahnya. “Julia, kamu jangan begini. Aku akan bantu kamu untuk cari putrimu. Aku pasti akan menemukannya.”Julia memejamkan matanya dan berkata dengan nada rendah, “Kamu keluar dulu. Aku mau tenangkan diri sebentar.”Sonia menyuruh semuanya untuk keluar. Dia menuangkan segelas air untuk Julia, lalu duduk di samping ranjang. Kelopak matanya diturunkan. Dia pun berkata, “Maaf, Bibi Julia.”Julia kelihatannya tidak peduli dengan Hallie. Sikapnya sangatlah dingin. Hanya saja, mana mungkin Julia tidak peduli dengan putrinya sendiri? Julia hanya tidak berani mengekspresikannya
Aska berkata, “Selama ini aku merasa aku tidak bersalah. Semua yang aku lakukan kepadamu juga demi kebaikanmu. Tapi setelah dipikir-pikir kembali, apa selama beberapa tahun ini kamu benar-benar melewati hari-harimu dengan baik? Aku memang pantas dimarah olehmu. Aku selalu bersikap egois dan dominan. Kelak, aku tidak akan ikut campur dengan apa yang kamu lakukan, yang penting kamu merasa gembira saja.”Ketika Julia mendengar ucapan ayahnya, tiba-tiba air matanya mengalir. Dia spontan memalingkan kepalanya.…Waktu ketika menunggu memang sangat menderita, tapi waktu empat jam juga sudah berlalu dengan sangat cepat. Morgan sudah mengendarai mobil pergi ke lembaga forensik. Setelah mendapatkan laporan hasil tes DNA, Morgan langsung memotretnya untuk Julia.Hasil tes DNA menunjukkan bahwa Julia dan Hallie tidak memiliki hubungan darah sama sekali. Julia bukanlah ibu kandung Hallie.Setelah mengambil laporan, Morgan pun mengendarai mobil meninggalkan tempat.Di rumah Aska.Semua orang sedang
Stephen segera menggeleng. “Aku benar-benar tidak tahu.”“Oke, kalau begitu, aku cuma bisa lapor polisi saja. Nanti saat polisi datang, mereka pasti akan bawa Tuan Stephen untuk diperiksa di kantor polisi. Aku nggak berani jamin kalau sampai mereka menemukan hal lain!” Sonia mengeluarkan ponsel bers
Rose memperlihatkan kartu pekerjanya kepada si wanita. Setelah si wanita melihatnya, dia pun tersenyum dan mulai menjelaskan permintaannya terhadap cincin. Dia menginginkan berlian yang besar dengan desain yang elegan dan berkelas!Si pria melihat si wanita hendak memilih berlian tujuh karat. Dia p
Rose mengakhiri panggilan, lalu mengusap pinggangnya sejenak. Dia mengambil gelas, lalu berjalan ke balkon untuk berjemur. Tiba-tiba dia tertegun. Di kejauhan sana, sebuah mobil Porsche merah 911 sedang berhenti di depan rumah Juno. Ada yang menuruni mobil sembari menenteng keranjang buah berjalan
Rose kepikiran suatu hal lagi. “Oh, ya, sebelumnya sewaktu di Kota Kibau, aku beli syal buat Pak Guru. Waktu itu, aku lupa bawa saat ke rumah Pak Guru. Kamu antar aku ke rumah dulu buat ambil syal itu.”Sebelumnya Rose duluan kembali ke Kota Jembara demi menghindari Juno. Lantaran tidak fokus, dia p







