Mag-log inSikap Meagan terlihat angkuh dan ketus. “Kamu pernah membimbing Kelly sebelumnya. Dia memang pernah membuat satu atau dua desain yang menakjubkan, tapi bukan berarti dia adalah seorang desainer yang unggul. Aku nggak ingin lihat prestasinya yang dulu. Aku cuma lagi lihat hasil desain yang dia perlihatkan kepadaku sekarang, hasilnya memang nggak bisa memuaskanku.”Ucapan Meagan seolah-olah mengaitkan prestasi Kelly sebelumnya karena adanya bimbingan Nick. Kelly tidak menyangkal. Ekspresinya kembali kelihatan seperti biasa. Dia mulai menenangkan dirinya sembari menunggu ucapan selanjutnya Meagan.Kelly sangat paham. Kritik Meagan terhadap dirinya jelas bukan tujuan utamanya. Meagan tampak berpikir sejenak, lalu akhirnya mengambil keputusan.“Nanti, setelah Tuan Levin datang, aku akan memintanya untuk memberi kita tambahan waktu beberapa hari. Kelly, kamu masih kurang pengalaman dan kurang melakukan survei langsung terhadap pembangunan proyek perumahan.”“Selama dua hari ke depan, kamu ng
Kelly menunjukkan ekspresi merendah dan tidak berbicara.Nada bicara Meagan semakin bersahabat lagi. “Kelly, perlihatkan desainmu kepadaku.”Kelly menyerahkan kertas kerjanya kepada Meagan.Meagan melihat satu per satu halaman, tidak terlihat senyuman di wajahnya, keningnya juga berkerut. Raut wajahnya seketika menjadi muram.Orang lain juga sudah mengamati raut wajahnya dan mulai terdiam.Tidak lama kemudian, Meagan membuang kertas kerja itu ke atas meja dengan kuat. Dia pun berkata dengan ketus, “Kelly, kamu benar-benar sudah mengecewakanku!”Kelly merasa syok. “Apa Bu Meagan merasa nggak puas?”Meagan kelihatan serius. “Aku tahu waktu dua hari terlalu mendesak, makanya aku sengaja suruh Laura dan Irvan untuk membantumu, tapi kamu malah menyerahkan draf asal-asalan seperti ini, sama sekali nggak ada nilai desainnya. Seandainya hasilmu sebiasa ini, untuk apa Kempinski datang mencari kita?”“Kalau kamu nggak sanggup, seharusnya kamu beri tahu aku waktu itu. Bukannya setelah berjanji bi
Kelly sudah lembur selama dua hari. Dia hampir bergadang setiap malam dan hampir memancing emosi Jason. Akhirnya pada hari Senin, dia berhasil menyelesaikan draf sebelum jam masuk kerja.Pada hari Senin pagi, Nick yang sudah masuk kerja melihat hasil desain itu. Dia pun merasa semakin kagum terhadap Kelly. “Hanya dalam waktu dua hari, kamu bisa membuat draf awal seperti ini. Kelly, kamu lebih hebat daripada aku!”Kelly menunjuk matanya yang sudah berurat merah itu sembari mengendus ringan. “Sejak kapan diselesaikan dalam waktu dua hari. Semalam aku bikin sampai jam empat subuh.”Kelly hanya sempat tidur tiga jam saja.Jason ingin menelepon Howard untuk langsung membeli studio. Namun, setelah dibujuk Kelly dalam waktu lama, dia baru berhasil mengurungkan niat Jason. Sekarang dipikir-pikir kembali, semuanya terasa sangat lucu.Nick mengangkat kepalanya, lalu berkata dengan tersenyum penuh makna, “Sebenarnya dengan punya kekasih seperti itu, wanita sama sekali tidak butuh terlalu bekerja
Leon yang berada di samping berkata dengan tersenyum bodoh, “Bos, jangan-jangan kamu takut sama kucing? Kenapa ekspresimu seperti biksu ketika melihat siluman saja?”Orang-orang yang berada di samping juga ikut tersenyum. Yandi langsung memelototi Leon.Kening Yandi berkerut ketika melihat Tasya. “Kamu cukup bawa kucing itu pulang saja. Ngapain kamu bawa kemari?”Tasya berkata dengan tersenyum, “Di sini rumahnya Miao. Miao masih belum bertemu dengan abangnya!”Setelah tertegun sejenak, Yandi pun berkata dengan tersenyum sinis, “Tasya, kamu kira tempatku ini kebun binatang?”Sebelumnya, Meong juga adalah hasil pungutan Tasya. Sekarang, dia malah memungut seekor kucing lagi. Memangnya Yandi adalah kepala kebun binatang?Tasya berusaha menyanjung Yandi. “Aku juga nggak bermaksud seperti itu. Tandy bilang Bibi Sonia lagi program anak, jadi nggak boleh ada hewan peliharaan baru di rumah. Aku juga nggak mungkin membiarkan Miao di klinik hewan, ‘kan?”Tasya menyipitkan matanya. Di balik celah
Aroma wangi di tubuh Jason langsung menyingkirkan rasa letih di diri Kelly. Dia pun tersenyum. “Oke!”Jason mengendarai mobil untuk meninggalkan tempat. Satu tangannya memegang setir mobil, kemudian tangannya yang satu lagi menggenggam tangan Kelly. Dia berkata dengan tersenyum, “Malam ini kita tinggal di kediaman lama. Besok itu akhir pekan. Kita bawa Yana pergi memancing. Waktu itu, dia mainnya masih belum puas. Jadi, biarkan dia main dengan puas kali ini.”Belakangan ini, Kelly sangat sibuk. Dia juga ingin mencari sebuah kesempatan untuk santai.Kelly menggigit bibir bawahnya, lalu memalingkan kepalanya untuk melihat Jason. “Kak Jason, besok aku nggak bisa pergi main. Aku mesti lembur di perusahaan.”Kening Jason berkerut. “Besok malah lembur? Kamu sudah lembur selama ini. Apa kamu sibuk sekali?”Kelly menjelaskan, “Tiba-tiba ada proyek baru. Desainnya mesti ditampilkan hari Senin ini.”Jason mengangguk dan tidak berbicara.Kelly menggenggam tangan Jason. Dia menatap Jason dengan se
“Oke!” Setelah mengantar kepergian Levin, baru saja Nick ingin bersuara, Meagan sudah berebut untuk berkata di hadapannya, “Kelly, kamu mesti bekerja keras. Aku sudah meminta orang mencari tahu sebelumnya. Tenggat waktu proyek Tuan Levin sangat mendesak. Satu-satunya keunggulan kita untuk memenangkan kerja sama ini adalah dari segi waktu penyelesaian. Kamu sampingkan pekerjaan di tanganmu dulu, luangkan waktu untuk selesaikan desain proyek Tuan Levin. Aku akan suruh Laura dan yang lain untuk membantumu.”Kening Nick kelihatan berkerut. “Besok adalah hari Sabtu. Kita juga sama sekali tidak punya persiapan sebelumnya. Meskipun Kelly tidak istirahat di akhir pekan, dia juga tidak mungkin bisa menyelesaikan desain. Selain itu, kamu suruh orang lain untuk lembur bersama Kelly, orang lain juga belum tentu akan setuju.”Meagan berkata dengan serbasalah, “Jadi, gimana, dong? Aku sudah janji sama Tuan Levin!”Nick berkata dengan nada berat, “Sebelum Bu Meagan berjanji, apa kamu tidak kepikiran
Sesaat setelah Reza dan Sonia meninggalkan kediaman keluarga Bina, kabar mengenai mereka mendapatkan batu giok sudah terdengar di telinga Rendi. Dia yang masih dalam masa pemulihan dan terbaring di kasur langsung terduduk dan memasang raut tidak percaya.“Bagaimana mungkin?!”Kemarin dia dan Vivian da
Lapisan keringat dingin seketika membasahi kening Yoko. Dia pun berkata dengan lantang, “Restoran ini dekat dengan perusahaan. Kadang-kadang setelah pulang kerja, aku makan di sini.”Tasya tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia tahu selera Sonia, karena itu dia memsan dua jenis hidangan dan menyerahkan m
“Cantik, nggak? Saat aku melihatnya, aku pun merasa gelas ini sangat cocok sama kamu,” ucap Tasya sambil memiringkan kepalanya.“Suka!” Sonia meraba corak bunga di atas gelas. “Terima kasih!”“Nggak usah sungkan!”Mereka berdua mengobrol beberapa saat. Ketika mereka membahas masalah keluarga Tasya, Son
Setelah Sonia meninggalkan acara, Vivian dan Mellisa melanjutkan obrolan mereka. Tak lama kemudian, Mellisa pun sudah hampir kehilangan kesadarannya.Maxwell datang memeluk Mellisa ke dalam pelukannya, lalu berbicara dengan suara lembut, “Istriku sudah lama nggak mabuk. Kurasa dia pasti sangat gembir







