LOGINTasya yang berada di samping bertanya dengan penasaran, “Gimana caranya buat onar di kamar pengantin? Aku juga mau bikin onar ….”Belum sempat Tasya menyelesaikan omongannya, dia pun menyadari tatapan sinis dari pamannya. Senyuman cerah di atas wajahnya seketika menghilang. Dia langsung mendekat ke sisi Yandi.Reza berkata, “Kak George dan Kak Diana juga sudah pergi istirahat. Yandi, kamu bantu aku jagain Tasya, suruh dia juga cepat istirahat.”Lantaran mendapat pesan langsung dari pengantin pria, tentu saja Yandi tidak bisa menolak. Dia mengangguk dengan perlahan. “Tenang saja!”Setelah mendengar ucapan Reza, hati Tasya langsung berbunga-bunga. Dia pun tidak peduli lagi dengan masalah kamar pengantin.Matias sudah berjalan ke sisi Ranty. Dia menggendong Ranty, lalu berkata, “Trik kamu dalam bikin onar di kamar pengantin juga tidak dianggap sulit bagi mempelai pria dan mempelai wanita. Kita jangan cari masalah, pergi tidur saja.”Setelah dipikir-pikir, Ranty merasa ucapan Matias benar
Sonia bertanya kepada Ranty dengan kaget, “Melvin juga bawa Kase pergi?”Ranty mengangkat alisnya. “Kase sudah mabuk dan terus ribut ingin tanding minum alkohol dengan Reza. Melvin pun bawa dia pergi, sepertinya dibawa pulang Kota Jembara, biar nggak tambah masalah.”Sonia mengangguk, lalu menyerahkan Kase kepada Melvin. Dia pun merasa tenang!Reza melihat kemari. “Apa yang diberikan Melvin kepadamu?”Sonia berterus terang. “Sebuah kastil!”Reza mengambil memo dari dalam kotak, lalu membacanya sekilas. Nada bicaranya terdengar dingin. “Dia memang pandai dalam cari muka!”Sonia mengangkat alisnya. “Kenapa? Dari maksudmu, Tuan Reza tahu masalah keluarganya Melvin?”“Tuan Reza?”Pria itu mengangkat kelopak matanya, lalu berkata dengan nada rendah dan magnetis.Sonia sudah mengerti dirinya telah salah bicara. Dia pun segera memperbaikinya, “Suamiku!”Kali ini, Reza baru menjelaskan dengan senyum lembut. “Sebelumnya ayahnya Melvin sudah berbicara seperti itu, kamu kira keluarganya Hana bakal
Jemmy malah tidak ingin Hallie pergi mengganggu Sonia dan temannya. “Hallie juga tidak kenal sama yang lain. Duduk di sana, malah jadi canggung, lebih baik dia kembali untuk tidur saja.”Hallie berkata dengan tersenyum, “Benar apa kata Kakek Jemmy. Aku merasa sedikit capek, ingin pulang untuk tidur.”“Kalau begitu, pergi bersama saja!” Aska juga tidak berkata lain lagi.Robi terus berjaga di samping. Saat ini, ketika melihat Jemmy dan yang lainnya berdiri, dia segera mengatur mobil kemari mengantar Jemmy dan Aska pulang untuk beristirahat.Reza juga berjalan kemari. Dia bersama Sonia pergi mengantar Jemmy dan Aska.Jemmy juga sengaja memanggil Reza ke depan mobil. Dia berpesan beberapa hal, Reza pun mendengar dengan serius.Setelah mobil mulai melaju, Sonia baru bertanya pada pria di sampingnya, “Apa yang Kakek katakan sama kamu?”Reza menggenggam tangan Sonia, lalu berjalan ke sisi jamuan. Dia memalingkan kepalanya, lalu tersenyum lembut. “Kakek memujiku!”Sonia telah mengganti mahkot
Hari ini, Aska merasa gembira. Dia juga tidak perhitungan terhadap Sonia.Hallie berjalan ke hadapan Sonia, lalu berkata dengan suara lembut, “Sonia, aku juga mau ngomong sama kamu, tapi nggak ada kesempatan.”Sonia menegakkan tubuhnya. Tatapannya kelihatan berkilauan. “Katakanlah!”Hallie berkata dengan tersenyum, “Pertama-tama, hari ini kamu cantik sekali. Pengantin pria juga tampan sekali!”Sonia pun tersenyum. “Terima kasih!”Tatapan Hallie semakin tulus. “Di dalam hatiku, selain Kakek, kamu adalah orang terpenting dalam hidupku. Tanpa kamu, aku pun sudah mati sejak awal, nggak mungkin akan datang ke Kota Jembara, apalagi kenal dengan Kakek. Hari ini, aku juga sudah ketemu sama Ibu. Aku benar-benar merasa sangat gembira!”Jemmy mengomel di samping, lalu berkata, “Di hari berbahagia ini, kenapa malah membalas soal mati? Semua orang bahas hal yang lebih menyenangkan saja!”Hallie tidak berhenti mengangguk. Dia mengangkat tangannya untuk menyeka ujung matanya. “Aku merasa agak emosion
Sonia pergi menemani Jemmy sebentar.Kakek dan cucu itu duduk di koridor yang tenang, memandang orang-orang di pesta yang sedang mengobrol dan tertawa dengan riuh.Jemmy berkata dengan tersenyum, “Apa kamu merasa gembira?”Sonia memalingkan kepalanya, lalu mengangguk dengan serius. “Gembira!”Rasa gembira yang Sonia rasakan ini diberikan oleh Reza, kakeknya, dan abangnya. Dalam acara resepsi pernikahan hari ini, selain merasa terharu, dia juga lebih merasa berterima kasih.Ada begitu banyak orang sudah berusaha keras untuk menyenangkan Sonia. Mereka bahkan begitu detail dalam setiap sesi.Jemmy mengangguk dengan gembira. “Yang penting kamu merasa gembira!”Sonia bertanya, “Hari ini aku bertemu dengan Bibi Julia. Kami ngobrol sebentar. Dia tanya aku proses ketemu Hallie dengan detail.”Jemmy berkata dengan suara ringan, “Jadi, sebenarnya Julia juga peduli apakah Hallie itu putrinya atau bukan.”Seharusnya perasaan Julia juga sangat bertentangan. Dia berharap bisa menemukan putrinya, tet
Kening Morgan berkerut. Dia mengangkat tangannya untuk menahan kepala Theresia, lalu menyandarkannya kembali ke atas pundak. “Tidurlah!”Theresia membalas dengan patuh, “Emm.”Ternyata Theresia benar-benar memejamkan matanya.Namun baru beberapa menit berlalu, Theresia tidak bisa menahan dirinya lagi. Mata berkilauannya terus menatap jakun si pria. Jari tangannya mulai meraba ke bagian atas.Leher pria itu terlihat jenjang. Garis ototnya tampak tegas. Sementara tangan wanita itu putih mulus dan tanpa hiasan berlebihan di atas kukunya, hanya dilapisi kuteks transparan dengan kilau merah muda seperti bunga sakura, yang kini jatuh tepat di atas jakun pria itu.Theresia menyipitkan sedikit matanya, lalu berkata, “Apa aku boleh cium sebelah sini?”Tatapan pria itu melirik si wanita sekilas. Dia membuka sedikit bibir tipisnya. “Tidak boleh!”Theresia mengernyitkan keningnya. “Kenapa nggak boleh?”Kening si pria juga berkerut. “Theresia, apa kamu lagi pura-pura mabuk? Kalau kamu tidak mabuk,
Seiring dengan tersebarnya kabar bunuh diri Thalia, berita mengenai Thalia dengan Sonia akhirnya mulai mereda. Sonia juga telah pindah kembali ke Kompleks Anggrek.Sampah dan karangan bunga dukacita di depan rumah juga sudah dibersihkan oleh pihak kompleks. Yang ada malahan adalah karangan bunga sega
Keesokan harinya, Stella mengendarai mobil ke dalam lokasi syuting. Dia memperkenalkan dirinya kepada yang lain bahwa dirinya adalah desainer pribadi yang direkrut langsung oleh Pretty.Pretty masih belum tiba. Kru lokasi syuting membawa Stella untuk menunggu di dalam. Stella mengamati ruangan rias.
Tak sampai lima menit, Sonia pun berjalan kemari. “Pak Teddy, kamu mencariku?”Teddy berusaha melembutkan sikapnya. Namun, masih saja terlihat kerutan di keningnya. “Sepertinya pakaian yang kamu padukan untuk Pretty tidak sesuai dengan karakternya?”Sonia melirik ke sisi layar. “Bukan aku yang memaduk
Bisa jadi Kelly ditipu? Apalagi Kelly itu orangnya bodoh!Sepertinya Kelly memang tidak pernah memiliki perasaan apa-apa terhadap Jason! Jika tidak, mana mungkin dia akan mengantar Yerin ke ranjangnya demi mendapatkan uang.Semakin dipikir-pikir, Jason semakin marah lagi. Reza memalingkan wajahnya mel







